Tolerate It.

Tolerate It.
sleepy princess


__ADS_3


...Singgasananya....


...----------------...


Sera keluar dari taksinya langsung berjalan dengan mencepatkan langkah kakinya. Dengan gerutuan sumpah serapah pada si anak pemilik rumah ini. Dia bersumpah akan menyiram si princess itu ketika dia berhadapan dengan anak gadis manja empunya rumah ini. Atau mungkin dia akan langsung diusir oleh si pemilik rumah karna sudah berani menyiram anak kesayangan mereka.


Tanpa mengetuk karna pintu itu sudah terbuka, Sera masuk ke dalam mendapati Pak Antonio yaidu Papihnya Jiani sedang menonton acara berita di televisi. Sera dengan penuh pencitraan, langsung bersikap lembut menyapa si pemilik rumah megah ini.


"Hallo, Om selamat sore. Makin ganteng aja deh, apa kabar, Om? Sehat kan, Om?"


"Eh, Ser. Ayok duduk sini," Pintanya menepuk spot kosong sofa itu. "Kabar saya alhamdulillahsehat, kamu gimana? Mamahmu sehat?"


"Puji syukut sejauh ini masih sehat-sehat aja gak tau kalau besok anak om yang suka bikin kepala saya jadi vertigo," Candanya lalu Pak Antonio juga tertawa. "Dan kabar mamah saya sehat. Dia masih sibuk ngurus para anabul kesayangannya. Kapan-kapan main ke Jakarta dong Om." Basa basinya.


Sera adalah si handal dalam membuai, berkat sekolah marketingnya dia jadi pintar dalam bermulut manis apalagi soal menarik seseorang. Maka itu dia selalu sukses dalam projek merayu hati klien.


"Ahahaha. Saya lagi sibuk ngurus-ngurus keadaan pabrik, Ra. Lagi agak kacau," Curhatnya sedikit.


Keluarga Jiani adalah yang mempunyai roti terkenal di seluruh penjuru negri kelahirannya ini bahkan sudah mengexplore ke luar negri. Namun, akhir-akhir ini berada masa sedikit penurunan.


"Saya turut sedih om. Anyway, Jia ada?"


"Ada di kamarnya. Dia habis dari luar tadi pagi katanya habis pemotretan."


Pagi, berarti dia kemungkinan pulang siang dan sampai sekarang pasti Jia belum keluar dari singgasananya itu.


"Kalau anak om paling ganteng ada?" Tanyanya sambil berkedip-kedip manja.


Pak Antonio yang melihat itu tertawa geli, "Keluar, Ra. Kayanya sih bentar lagi pulang. Kenapa kangen, ya?"


Sera tertawa pelan, "Ah, nggak. Kalau gitu saya permisi ya ke atas buat nemuin Jia ya, Om?"


"Iya, silahkan."


...----------------...


Sera membuka pintu kamar yang tertutup itu dengan gerakan kasar. Mencibir penampakan yang dia lihat ketika membuka pintu kamar itu, kamar gadis itu lampunya dimatikan. Jendelanya ditutup oleh gorden dan seorang princess sedang tidur dengan telungkup serta dibalut selimut tebalnya karna dinginnya suhu AC ruangan.

__ADS_1


Sera mendengus benar-benar ingin menyiram bocah ini sekarang juga.


"Hoi! Ngapain lo ngelamun diem disini?" Seperti jelangkung datang tanpa diundang dan pulang pasti sendiri, Ben tiba-tiba berada di belakanya. Berdiri menjulang kontras dengan badan Sera yang mungil walau masih mungilan Jia.


"Lo? Ngagetin aja! Noh, liat kelakukan artis lo." Sera menjuk Jia sedang terlelap dalam mimpinya dengan dagu.


Ben melihat ke depan, sudah biasa dengan pemandangan ini. "Lo juga kan artis."


"Hah? Artis apaan?"


"Artis tiktok." Katanya lalu mendorong tubuh Sera agar masuk ke dalam.


"Oiya, juga ya."


Sera adalah seleb tiktok. Sebagai jabatan ketua marketing dia sangat aktif dalam social media apalagi dengan trend terbaru jadi terikuti arus suka main tiktok apalagi joget-joget di tiktok.


"Bangunin dah si Jia." Perintah Ben pada Sera. Sedangkan Ben malah tiduran di sofa Jia siap menonton perang dua gadis itu.


Sera langsung naik ke atas ranjang Jia. Menarik-menarik selimut Jia yang sedang gadis itu tiduri, melenguh kesal karna tidurnya terganggu.


"Heh, bangun kebo! Bisa-bisanya lo bikin gak tidur semalamen cuman gara-gara telpon dari lo! Bangun cepet tanggung jawab!"


Sera mendengus kesal. "Banguuuuun! Gimana bisa orang ini jadi orang terkenal di negara ini, padahal nih orang gak jelas, pemalas, tampang cakep doang, sama dramatis." Katanya lalu menarik kembali selimut itu sampai mereka saling tarik menarik.


Ben yang mendengar itu terkekeuh. Dua orang ini memang kalau disatukan tidak bisa akur, ada saja yang diributkan membuat telinganya bisa-bisa tuli mendengar suara cempreng mereka.


"Apa sihhh? I mau hidup tenang aja susah banget perasaan." Protesnya kali ini sudah menduduki dirinya di hadapan Sera.


"Asal lo tau ya, gara-gara lo telpon gue langsung terbang ke indo cuman karna lo bilang mau nikah, sialan! Mana sama Ilyasa Aldrizayn. Itu cowok impian gue!"


"Katanya Kai?" Ben ikut menimbrung.


"Ya, Kai juga sih."


Jia mendecih lalu mengambil bantalnya untuk dipukul kepada Sera, "Berisik, berisik, berisik! Mengganggu aja."


Sera melindungi dirinya dengan mengedepankan tangannya yang langsung terkena pukulan Jia. "Heh! Gak akan gue kasih informasi yang lo minta kemaren ya! Berenti gak?"


Saat mendengar soal informasi. Jia langsung berhenti detik itu juga. Lalu berdeham pelan membenarkan tata rambutnya yang sedikit acak-acakan disertai wajah tanpa dosanya.

__ADS_1


"Jadi gimana?" Tanya Jia melembutkan suaranya.


"Apanya yang gimana hah?! Giliran kemaren gue nanya ada hubungan apa gak lo jawab-jawab. Sama aja kaya di Benasu, gue telponin dia katanya lagi jalan sama cewek. Mana tuh katanya lagi mau sendiri mulu, bullshit."


"Tante Lily lagi jadi mak comblang buat Ben. Dari beberapa hari lalu katanya dikenalin mulu sama cewek." Jia memberi penjelasan soal Ben.


"Dan gara-gara lo kemarin gagal. Dia ngiranya gue punya cewek karna suara berisik dari telpon lo itu. Tau gak rasanya gue kaya lagi selingkuh dan lo istri cerewet yang nanyain kabar suaminya."


Jia tertawa mendengar perseteruan itu.


"Emangnya lo mau nikah sama gue?"


"Najis." Detik itu juga Ben mengalihkan pandangannya pada ponselnya.


"Ci!" Panggil seseorang di ambang pintu sana lalu melirik ada Sera disana langsung menyapa, "Eh, hi, Kak Sera!"


Kaili datang dengan membawa paper bag yang berlogo dari butik yang Jia kenal. Jia mengira-ngira lelaki itu habis belanja entah untuk siapa.


Dan Sera langsung berkamufase manjadi manusia pendiam yang kalem. "Hi, Kai. Abis dari mana?"


"Habis ketemu temen, Kak." Jawabnya sambil masuk ke dalam menghampiri Jia.


"Kenapa?" Tanya Jia.


"Ada ojol yang ngirim ini barusan. Katanya dari Ilyasa Aldrizayn, itu cowok yang pas di bandara kan?" Tanyanya sambil menyodorkan paper bag yang digenggam Kai.


"Hah? Iya."


"Hoo. Kalau gitu aku keluar ya?" Kai langsung keluar dari kamar Jia.


Jia langsung membuka paper bag itu mengeluarman kotak dari dalam dan membukanya. Jia langsung mengangkat dress panjang dari kotak itu. Dia menganga, untuk apa lelaki ini memgirimnya baju?


"Cakep banget gila!" Umpat Sera, kekalemannya sudah menghilang bersama hilangnya Kai. "Lo emangnya mau kemana dikasih beginian?" Tambahnya.


"Kondangan besok."


"Kondangan siapa?"


"Katanya Radit kakanya Ilyas sama Nadya."

__ADS_1


Sera menngernyitkan wajahnya, "Nadya? Nadya mantannya?"


__ADS_2