Tragedi September

Tragedi September
Buka Celanaku


__ADS_3

Malam itu aku tidak kembali kewarung nasi untuk mencuci mobil, karena aku tidak tega meninggalkan dia sendirian. Kubaringkan tubuh diatas ubin yang beralaskan tikar plastik untuk istirahat sejenak.


Kontrakanku hanya terdiri dari dua ruangan saja, ruang utama hanya berisi ranjang kecil yang terbuat dari dipan kayu dan sebuah lemari pakaiyan setinggi 60 senti saja. Ruang kedua kamar mandi yang cukup kecil tapi bersih dan dapur yang terasa sempit karena ruangannya di dibagi dengan kamar mandi.


Saat kantuk mulai datang terdengar dia mengigau, memanggil manggil nama seseorang.


"Mama....


Aku terbangun dan menghampiri. Kulihat seluruh tubuhnya menggigil dan berkeringat seketika aku raba dahinya. Panas, ternyata dia demam. Segera kuambil sarung yang biasa aku pakai untuk sholat untuk menyelimuti lagi, agar tubuhnya merasa hangat.


Aku segera pergi kedapur mengambil air untuk menghangatkan air dan aku cari handuk kecil untuk mengompres keningnya dia. Setiap 15 menit handuk kubasahi lagi dengan air hangat. Selalu begitu setiap 15 menit. Agar suhu tubuhnya kembali normal. Entah sudah berapakali aku mengompres kepalanya sampai tanpa sadar aku tertidur sambil duduk dilantai dengan kepala tersandar dipingir ranjang.


"Ehm.. dimana aku"


Tiba tiba wanita itu terjaga dari tidurnya, ruangan yang begitu asing baginya. Loteng triplek dengan cat yang sudah mulai kusam. Memutarkan pandangan sekeliling tidak ada satupun barang yang menghiasi dinding.


Tapi ketika melihat kesamping tempat berbaring ada kepala tersandar dipinggir ranjang.


"Akh... wanita itu kaget....


Siapa itu ? apa yang telah terjadi menimpa pada diriku ?" Segera diraba pakaiyan yang dikenakan. Alhamdulillah masih lengkap. Semoga tidak terjadi apa apa.


Wanita itu mulai was was....karena dia berada di tempat yang dia tidak ketahui. Dia tidak ingat kejadian semalam karena dia mabuk berat.


Seketika ada benda asing yang jatuh dari keningnya, diambil dan diraba.


"Hmm.. Handuk basah" ternyata dari tadi dia mengkompresku. Semoga dia laki laki yang baik. Siapa dia. ? aku tidak bisa menatap wajahnya yang lagi tidur itu. Wanita itu mulai penasaran dengan Nauval.


Tiba tiba merasa kandung kemihnya terasa penuh, karena waktu di Bar sangat banyak minum. Dia ingin kekamar mandi untuk membuang isinya. Dicoba bangkit dari tempat tidur tapi tidak ada daya. Dicoba lagi dan terus


berusaha tapi tidak bisa. Karena merasakan tempat tidur yang disandari bergoyang goyang Nauval terbangun. Sambil mengucek mata Nauval melihat wanita itu dan segera meraba


keningnya.


"Kamu sudah sembuh " kata Nauval lirih.


"Di mana aku.? Tanya wanita itu.


"Kamu dikontrakanku, apa kamu mau pulang? Jawab Nauval.


"Aku mau kekamar mandi" Kata wanita itu (sudah tak tahan lagi)


"Silahkan kamar mandinya ada dibelakang" Sambil mundur memberi ruang untuk wanita itu berjalan kekamar mandi.


Sesaat terdiam wanita itu.


"katanya mau kekamar mandi, ayo silahkan" Nauval mengulangi.

__ADS_1


"Tubukku lemas tidak berdaya, apa kamu bisa bantu aku." Seakan mengerti akan maksud wanita tersebut, Nauval memapahnya kekamar


mandi.


"Sudah, kamu pegangan kedinding saja aku tunggu diluar" kata Nauval.


"Jangan jangan lepaskan, aku takut jatuh" Kata wanita itu.


"Terus bagaimana kamu melakukannya kalau aku masih tetap memegangmu seperti ini"Jawab nauval.


Wanita itu kemudin mengalungkan kedua tangannya keleher Nauval dan berbisik berkata ditelinga Nauval.


"Buka celanaku."


"Kamu kan pakai rok."


"Yang didalam" Nauval terdiam.


Ayo cepat, apa kamu mau aku pipis dicelana ?


"Buruan aku sudah tidak tahan lagi !! "


kata wanita itu penuh dengan kegelisahan.


Haaa...!


Perlahan Nauval menyingsingkan rok wanita itu. Nafasnya memburu, jantungnya berdetak kencang.


Saat tangannya meraba kulit halus wanita itu, keringat dinginnya bercucuran. Mukanya tidak karuan dan fikirannya ntah kemana. Ketika telah menemukan karet pinggang celana itu, dengan


cepat ditarik kebawah sampai dengkulnya.


"Terus bagai mana lagi?" Tanya nauval.


"Putar balik badan aku dan bantu aku jongkok dari belakang".


Nauval menuruti semua perintah wanita itu.


Serr... seperti keran yang dilepas katupnya, terdengar aliran air yang cukup keras. Beberapa saat Nauval menunggu.


"Ada tisu" Pinta wanita itu.


"Ada dalam lemari depan,buat apa ?" Tanya nauval dengan penuh kebingungan.


"Buat mengelapnya" kata wanita itu.


Haaa....!

__ADS_1


Nauval kaget.


Seperti ini ya orang kota kalok sudah buang air kecil bersihinnya dengan tisu bukannya pakek air.


Nauval langsung menggendong wanita tersebut dan kembali membaringkannya diranjang. Kemudian mengambil tisu dan menyerahkannya.


"Lap sendiri saja" kata nauval.


Wanita itu sedikit tersenyum pada Nauval sambil menerima tisu dari nauval dan memasukan tangannya kedalam selimut. Nauval berpaling tidak mau melihatnya takut timbul fikiran mesum.


Beberapa saat kemudian.


"Bantu aku" Pinta si wanita itu.


"Apa lagi ?"


"Aku tidak kuat mengangkat pinggangku untuk menaikan celananya."


Dengan masih tertutup selimut, dengan dua tangan Nauval mengangkat pinggang ramping wanita itu. Dengan susah payah wanita itu menarik celananya.


"Sudah.." kata nauval...


Terimakasih..., ucap wanita itu sambil tersenyum manis pada nauval.


"Tidurlah, malam masih panjang, besok aku antar kamu pulang. Nauval segera berbaring dilantai ubin beralaskan tikar."


Sebelum subuh terdengar suara sayup sayup, wanita itu mendengar lantunan ayat suci dibacakan. Suaranya begitu merdu dan menggetarkan kalbu. Ada perasaan aman dan nyaman ketika mendengarnya. Dia pun menjadi penasaran, dari mana sumber suara itu. Ditolehkan kepala kesamping, Terlihat seorang pria berpeci hitam sedang khusuk melantunkan kalam illahi. Diperhatikannya terus wajah itu dan dalam hati bergumam; Tampan, beriman, calon suami idaman. Sambil tersenyum sendiri.


Sedangkan Nauval yang khusuk dari tadi tidak menyadari kalau ada yang terus mengamatinya. Azan subuh berkumandang, Nauval mengakhiri


bacaannya dan menunggu selesai azan, lalau sholat subuh.


Wanita itu dengan pura pura tidur terus mengamati Nauval dengan sedikit kelopak matanya yang terbuka mengawasi nauval.


Selesai sholat subuh Nauval kembali meraba kening wanita itu, memeriksa apakah masih panas dan demam. Ternyata suhu tubuhnya sudah normal.


Bergegas nauval pergi meninggalkan kontrakan untuk mencari sarapan buat wanita itu.


Hmmm.. dia pergi kemana gumam wanita itu, sambil bangkit dari rebahannya. Tubuhnya sudah terasa agak bugar. Diamati lagi sekeliling


ruangan 4 X4 meter tersebut, Lumayan rapi dan bersih walau cat didinding yang sedikit kusam. Kata si wanita itu.


Melangkah kebelakang dan melihat dapur dengan alat masak seadanya didapur sempit itu. Kemudian masuk kekamar mandi untuk bersih bersih diri.


Beberapa saat kemudian Nauval pulang dengan tentengan palstik ditangan. Ketika masuk kontrakan nauval kaget karena wanita itu sudah tidak ada lagi diranjang. Kembali keluar melihat kiri dan kanan jalan dengan maksud mencari wanita itu. Tapi sudah tidak tampak lagi.


"Kemana perginya wanita itu..." Dalam fikiran Nauval.

__ADS_1


Ternyata dia sudah pergi, sia sia aku membelikan sarapan bubur ayam ini untuknya. Semoga dia tidak apa apa diperjalanan pulang.


__ADS_2