Tragedi September

Tragedi September
Manjanya Kambuh


__ADS_3

Raisa berpaling melihat siapa yang telah menarik tangannya, ternyata Sony bekas pacarnya.


"Lepaskan..., kata Raisa sambil meringis menahan sakit di pergelangan tangannya."


"Kita harus bicara...,"


"Tidak ada lagi yang perlu dibicrakan, lepaskan tanganku..," kembali Raisa memohon.


"Aku tidak akan melepaskanmu sebelum kamu ikut dan mendengar penjelasanku."


"Tak ada lagi yang perlu dijelaskan, aku sudah tau semuanya" kata Raisa.


" Lepaskan..," kembali Raisa meronta.


"Lepaskan dia..! kata Nauval sopan dengan masih memegang sebelah tangan Raisa."


"Siapa kamu ? dan tidak usah ikut campur urusan saya dengan Raisa."


"Sekarang semua urusan Raisa sudah menjadi tanggung jawab saya" jawab Nauval sambil menekankan aksen bicaranya.


Kamu tidak tahu sedang berurusan dengan siapa ya ? Melepaskan pegangan tangannya pada raisa kemudian mengarahkan tinju pada wajah Nauval.


Nauval cuma menarik kepalanya sedikit, beberpa senti tinju Sony lewat didepan hidung Nauval menghantam tempat kosong.


"Bekicott...! teriak Sony dan siap untuk menyerang lagi."


Nauval menarik Raisa kebelakang tubuhnya, melindungi Raisa kalau nanti kena serangan pukulan dari Sony.


Satu tendangan meluncur deras dari kaki Sony mengarah ulu hati Nauval.


Dengan sedikit memutar badan dan berkelit Nauval menghindar. Sebelum menyadari serangannya dapat dihindari dengan mudah, tinju Nauval telah mendarat tepat dikening Sony. Membuat dia terjengkang dan terbanting


ke lantai.


"Awas kau...! katanya sambil bangkit berdiri sempoyongan."


Raisa sangat terkesima melihat apa yang telah Nauval lakukan, dengan satu pukulan bisa membuat Sony terjatuh. Padahal Sony sangat aktif pada kegiata kampus di bidang olahraga karate.


Saat Nauval membalikan badan menghadap Raisa, seketika dengan spontan Raisa memeluk erat tubuh Nauval dan Sambil berkata "Terima kasih Val, kamu sudahg melindungi aku dari Sony."


"Ayo kita duduk disana" kata Nauval sambil melepaskan Pelukan Raisa.


Dengan berat hati Raisa melepaskn pelukannya.


Mereka duduk sambil memesan dan menikmati makan malam mereka, seakan telah melupakan insiden yang baru saja terjadi. Tapi beberapa saat kemudian. Saat Raisa mengangkat wajah mau menghabiskan isi terakhir gelas jus alpukat yang dipesannya, wajahnya langsung pucat dan


tubuhnya gemetaran.


Dari pintu restoran masuk bergegas Sony diiring Oleh tiga orang berpakaiyan hitam dengan wajah bengis penuh amarah. Sony terlihat dari jauh menunjuk ke Arah Nauval yang memunggunginya memberi kode kepada ketiga orang itu.


Ketiga laki laki itu bergegas mendekati, membuat wajah Raisa makin pucat

__ADS_1


pasi. Menyadari perubahan wajah Raisa Nauval bertanya.


"Ada apa Raisa ? apa jus alpukatnya kurang enak ?" kata nauval kepada raisa.


"I-itu.., " Dengan gugup raisa menjawab sambil menunjuk kebelakang Nauval dengan seiring mendekatnya orang orang tersebut.


Nauval menengok kebelakang kearah yang ditunjuk Raisa.


Seketika ketiga orang itu menghentikan langkahnya yang hampir sampai kemeja yang ditempati Nauval. Mereka terkejut melihat, Ternyata orang yang ditujunya adalah Nauval.


"Ada apa ?" kata Nauval sambil melirik Raisa.


"ti- tidak. Tidak ada apa apa, kami kesini cuma mengecek keamanan saja" kata salah seorang laki laki dari mereka sambil tergugup.


Nauval baru sadar ternyat ketiga orang itu dulu yang datang ke warung pak Agus untuk minta jatah keamanan. Lalau buru buru pergi setelah


melihat Nauval menumbangkan 6 orang dalam beberapa menit.


Nauval cuma mengangguk dan tidak menghiraukannya lagi dan mereka berjalan pergi meninggalkan nauval dan raisa.


"Kenapa Raisa ? apa ada yang masih berani mengganggumu.?."


"Orang orang tadi sepertinya suruhan Sony Val, dia sepertinya ingin mencelakai kamu Val."


"Sudah tenang saja Raisa, toh mereka tidak melakukan apapun pada akukan." Nauval mencoba untuk menenangkan Raisa dari rasa gugup dan takutnya tadi.


"Ayo kita pulang, sudah malam. Besok kamu kuliah pagi kan ?"


Setelah membayar dikasir mereka melangkah keluar Restoran. Ketika menunggu taksi dipinggir jalan. Nauval melihat salah satu dari ketiga orang tadi menampar Sony. Noval Cuma tersenyum melihatnya, tapi Raisa tidak mengetahui kejadian itu karean fokus melihat taksi yang akan disetop untuk ditumpangi pulang.


Salah seorang dari mereka melihat Nauval, Nauval memberi kode untuk mendatanginya. Segera orang itu berlari mendekati Nauval meninggalkan dua temannya yang masih kedengaran memaki maki Sony.


Taksipun berhenti tepat didepan mereka.


"Naik lah dulu Raisa" kata Nauval sambil menunggu laki laki tadi mendekat. Tanpa banyak tanya Raisa langsung Naik.


"Ada apa bang ?"


"Bilang pada Sony janga mengganggu atau mendekati Raisa lagi. Kalau itu terjadi kalian bertiga yang akan menaggung akibatnya."


"Baik bang, kami akan menjamin keselamatan orang orang disekitar abang dikawasan kami."


"OK..terimaksih kata Nauval sambil masuk kedalam taksi."


"Ada apa Val ? tanya raisa ketika Nauval telah duduk disampingnya."


"Tidak ada apa apa kok Raisa."


"Val besok aku tidak mau pergi kuliah."


"Kenapa tidak kuliah ?"

__ADS_1


"Aku takut val, besok pasti Sony akan menemui aku lagi dikampus."


Dia tidak akan berani lagi mengganggu dan berbuat macam macam lagi sama kamu Raisa."


"Tapi aku takut Val."


"Percayalah sama aku adek manis" Kata Nauval sambil mengelus rambut Raisa mencoba untuk menenangkan dan mengajak bercanda.


"Tapi aku benar benar takut val."


"Duh manjanya kambuh lagi, terus.., mau kamu apa adiku ?"


"Antar aku kuliah besok ya ?"


"Insaallah..., Kata nauval."


Raisa pun senang mendengar jawaban Nauval. Kemudian menyandarkan kepalanya pada pundak Nauval. Supir taksi cuma melirik sekilas dari spion.


Paginya didepan kampus Raisa.


"Sudah aku antar sampai disini yaa?" kata nauval pada raisa.


"Sa- Raisa...," tiba tiba seorang wanita berteriak teriak memanggil nama Raisa. Raisa menoleh kearah suara itu.


"Tika...," kelihatan kaget muka raisa.


"Kamu kemana saja sa, aku cari cari ketempat kost kamu tidak ada. Kata ibu yang punya kost kamu sudah pindah."


"Oh ia aku lupa kasih tahu kamu kalau aku sudah lama pindah."


Di kampuspun kamu sudah jarang kelihatan, kata teman teman kamu langsung pulang selesai jam kuliah dan tidak pernah kumpul kumpul lagi dikantin kampus."


"Yaa, begitualah. Aku lebih nyaman berada diruamah dari pada keluyuran tidak menentu sekarang."


"Pantasan aku tidak pernah melihatmu lagi akhir akhir ini, Kamu tinggal dimana sekarang. Boleh nanti sepulang kuliah aku mampir kekosan kamu


yang baru ?"


Raisa tergagap tidak bisa menjawab sambil melihat Nauval. Melihat mereka saling bertatapan Tika jadi curiga.


"Siapa cowok ganteng itu Saa ?" bisik Tika ditelinga Raisa.


"Nauval kenalkan ini Tika temanku semenjak SD di Serang".


Tika menjulurkan tangan untuk bersalaman dengan Nauval, Nauval segera menjabatnya dan mereka menyebutkan nama masing masing.


"Sudah jangan lama lama" kata Raisa sambil melepaskan tangan Tika dari genggaman Nauval dengan wajah sedikit kesal.


"Aku masuk dulu ya Val" kata Raisa sambil menyeret Tika memasuki gerbang kampus.


Nauval hanya bingung sendiri melihat tingkah kedua wanita itu.

__ADS_1


__ADS_2