
Selesai makan Nauval terus sholat. Raisa terus mengawasi sampai Nauval melipat sajadah dan kembali menyimpannya dalam lemari pakaiyan.
"Siapa pria semalam?" tanya Nauval memecah kesunyian.
"Aku tidak tahu, semalam aku ditraktirnya minum di Bar" malam tadi aku bertengkar dengan pacarku dan dia pergi meningglkan aku seendiri, seketika pria itu menghampiri dan mentraktir aku minum.
"Terus kenapa kamu sampai bisa ditarik tarik mereka untu ikut semalam ?"
"Mereka mengajak aku untuk istirahat diapartemennya, aku tidak mau dan takut nanti mereka akan berbuat yang tidak tidak padaku, karena aku sudah terlalau banyak minum".
"Tadi dia datang lagi dengan beberapa orang temannya ketempat kerjaku."
"Terus apa yang mereka lakukan padamu Nauval" wajah Raisa langsung terlihat cemas.
"Tidak ada, malahan aku yang melakukan padanya".
"Maksud kamu.?" Tanya Raisa bingung.
"Melakukan yang seperti tadi malam" jawab Nauval. Raisa pun tersenyum mendengarnya.
Siapakah laki laki ini yang telah begitu baik dan
melindungi aku. Aku merasa aman dan nyaman berada didekatnya, batin Raisa.
Hari hari berlalau, sudah 3 hari Raisa menginap dikontrakan Nauval.
Paginya sebelum Nauval berngkat kerja. Raisa bertanya kepada nauval ; "Bolehkah aku lebih lama lagi tingal disini Val, aku takut tinggal sendiri tidak ada yang menjagaku."
"Memang kelurga kamu dimana Raisa ?"
"Jauh di Serang Banten, aku kuliah disini dan kost didaerah Kalibata, kalau kamu izinkan pagi ini aku mau pergi mengambil pakaiyan dan beberapa kebutuhanku ketempat Kost ? Tidak enak selalau memekai baju bajumu dan juga tidak nyaman dalaman belum ganti ganti" kata raisa sambil tersenyum dan berharap Nauval mau mengantarnya.
"Pergilah dan hati hati dijalan."
"Jadi boleh nih ?" kata raisa mengharap kepastian.
"Boleh..., jawab Nauval singkat sambil tersenyum dan melangkah pergi menuju warung nasi pak Agus."
Seperti biasanya Nauval akan pulang siang membawakan Nasi untuk dimakan bersama dengan Raisa. Tapi setelah mengetuk pintu beberapa kali dan mengucapkan salam, pintu tidak kunjung juga terbuka dan tidak ada
jawaban dari dalam.
Nauval membuka pintu yang ternyata tidak dikunci. Sepi tidak ada seseorang dan mulai mencari ke dalam sampai di lihatnya kedalam kamar mandi. Kenapa dia belum kembali ?
bukankah Kalibata Cuma dekat, tidak sampai satu jam perjalanan dari sini.
__ADS_1
Apakah dia berubah pikiran tidak mau tinggal dikontrakan jelekku ini.
Tidak mau berfikiran macam macam Nauval makan siang sendiri, tapi ada yang kurang rasanya. Bukan bumbu masakannya yang kurang. Beberapa hari terakhir ini dia selalau ditemani Raisa makan, Sepi juga rasanya tanpa
ada Raisa dirumah ini.
Menjelang Ashar datang Raisa belum juga kembali, Nauval mulai gelisah menunggu. Hmm ..mungkin dia tidak akan kembali lagi, batin Nauval dan bergegas pergi kewarung nasi.
Nauval kembali menjalankan rutinitas biasa seperti sebelum ada Raisa. Setelah tidak ada lagi mobil yang akan dicuci, Nauval tidak langsung pulang. Berbincang bincang dulu dengan pak Agus sambil minum kopi.
"Tumben Val tidak pulang cepat hari ini, apa gadis itu sudah pergi".
"Sudah pak dia sudah pulang ketempat kostnya dikalibata".
"Tidak kamu antar Val" Kata pak agus.
"Tidak pak" Nauval jawab dengan singkat.
Setelah lewat tengah malam baru Nauval pamit pada pak Agus, matanya ngantuk sekali ingin segera tidur lelap diatas kasur yang sudah lama tidak ia tempati. Ketika membuka pintu kontrakan Nauval kaget melihat Raisa sedang mengganti alas kasur dengan warna pink yang tidak pernah ia miliki.
"Raisa, kapan kamu datang ?" Tadi siang aku pulang kamu tidak ada.
Tadi sebelum petang, Maaf aku telat. Tadi lama mencari mobil untuk mengangkut barang barang aku kesini.
juga meja belajar dengan beberapa buku yang tertatarapi diatasnya.
Didinding juga sudah terpasang sebuah photo closup besar dengan wajah Raisa yang tersenyum seperti bintang iklan. Lantai ubin sebahagian sudah ditutupi karpet berbulu yang sangat tebal.
"Rumah terasa indah karena sentuhan tangan wanita" tanpa sadar kata kata itu terlontar dari mulut Nauval. Merasa mendapat pujian Raisa
tersenyum pada Nauval setelah selesai merapikan alas kasurnya.
'Oh ia..., tadi aku membelikan Martabak Bandung buat kamu Val, mungkin sudah dingin karean kamu baru pulang" kata Raisa bergegas kedapur.
Walau martabak itu sudah dingin tapi terasa nikmat sekali oleh Nauval, karena sudah ada lagi orang yang menemaninya makan.
Untuk kesekian kalinya Raisa mendengar Nauval melantunkan ayat ayat suci yang membuat dia selalau terbangun seketika bila mendengar suara merdu itu. Hatinya terasa tenang dan damai jika mendengarnya. Itulah yang
membuat dirinya nyaman untuk tinggal bersama Nauval.
Ketika Azan subuh selesai terdengar dari corong mik Mushola yang agak jauh. Nauval bersiap siap untuk sholat. Tiba tiba Raisa bangkit dari
tidurnya.
"Tunggu aku val, aku mau ikut sholat berjamaah" bergegas Raisa menuju kamar mandi dan berwuduk. Mengambil mukena dalam lemari, memakainya kemudian menggelar sajadah dibelakang Nauval.
__ADS_1
Nauval segera memulai sholatnya, bacaan Nauval yang begitu merdu menggetarkan hati sanubari Raisa, tanpa sadar air matanya menetes dalam sholat. Baru kali ini dia merasa tenang dan bahagia seusai sholat.
Tidak terasa sudah 6 bulan Raisa tinggal bersama Nauval. Mereka semakin akrab dan tidak canggung seperti dulu lagi,. Nauval sudah menganggap Raisa seperti adiknya sendiri. Tapi di lubuk hati yang paling dalam Raisa berharap lebih dari itu.
Kalau tidak ada jadwal kuliah Raisa betah berada dirumah. Tidak pernah Raisa minta izin pada Nauval pergi untuk hal hal yang tidak berhubungan dengan kuliahnya.
"Val aku bosan dirumah terus, Nanti malam kamu bisa izin kerja tidak ?" kata raisa bertanya pada nauval.
"Aku ingin jalan jalan ke Mall, kamu temani aku ya."
"Boleh, nanti aku akan izin dulu pada pak Agus dan bang Naga yaa" Raisa pun tersenyum kemudian kembali menyelesaikan tugas kuliahnya.
Setelah magrib Nauval telah kembali kekontrakan. Dilihatnya Raisa telah rapi berdandan.
"Aku mandi dulu ya" kata Nauval smbil mengambil baju ganti didalam lemari pakaiyannya.
"Jangan lama lama ,nanti bedakku luntur" jawab Raisa sambil bercanda.
Tidak lama kemudain mereka sudah berada di Mall Robinson Pasar Minggu. Setelah berkeliling dan menaiki beberapa lantai.
"Kamu mau beli apa ?" Tanya nauval.
"Kita kesitu..., kata Raisa sambil menunjuk ke arah yang menjual Underweear" Nauval hanya mengikuti dan melihat lihat Raisa yang sedang
memilih.
"Kamu suka yang model ini" kata Raisa sambil mengarahkan dua tangan yang memegang ****** ***** kearah muka Nauval sambil tersenyum.
Muka Nauval langsung bersemu merah karena ulah Raisa tersebut. ****** ***** hitam dengan bagian depannya transparan masih dipegang
Raisa menunggu jawaban dari Nauval.
"la yang itu saja" jawab Nauval sembarangan menghilangkan kegugupannya.
"Kamu suka warna hitam" kata Raisa sambil melirik. Nauval hanya menganggukan kepala asal asalan.
"Tapi aku suka warna yang biru kata Raisa."
Setelah mengambil warna biru dan hitam Raisa berjalan kekasir dan membayarnya.
"Sebelum pulang kita makan dulu direstoran depan ya Val."
"Boleh.., jawab Nauval singkat."
Saat berjalan mau memasuki resrtoran dikawasan Pasar Minggu, tiba tiba tangan Raisa ditarik oleh seorang pria, dengan reflek Nauval segera memegang tangan Raisa yang lainnya. Takut kalu sampai Raisa jatuh tersungkur karena tarikan pria tersebut.
__ADS_1