Tranformasi Sang Istri

Tranformasi Sang Istri
dua sejoli


__ADS_3

namaku Tasya Rosmala seorang gadis biasa yang sedang menyelesaikan S II ku di salah satu universitas terbaik di kota jakarta. aku bukan anak orang berada tapi keluargaku masih berkecukupan dengan ayahku yang memiliki toko furnitur dan ibuku yang memiliki toko baju.


saat ini usiaku 22 tahun dengan prestasiku yang cemerlang aku bisa melangkah dengan mudah menjadi mahasiswa terbaik dan saat ini aku sudah di semester akhir dalam S II ku. aku anak tunggal jadi tidak memiliki saudara satupun.


" Tasya bagai mana kuliahmu nak.... " tanya sang ayah pada tasya kala itu masih malam hari setelah makan malam.


" lancar ayah mungkin 6 bulan lagi tasya akan lulus S II Tasya. " jelas Tasya.


" bagus nak ayah bangga padamu jadilah wanita yang baik kelak jangan menyusahkan orang lain jika bisa bantulah mereka. " ucap ayah Tasya memuji dan menasehati.


" terimakasih ayah....


Tasya akan selalu mengingat pesan ayah.....


bagi Tasya ayah adalah ayah yang terbaik Tasya selalu bangga memiliki seorang ayah seperti ayah. " ucap Tasya kemudian memeluk ayahnya.


" heh jadi hanya ayah saja ni ibu tidak gitu. " ucap seorang wanita yang baru saja keluar dari arah dapur dengan membawakan teh untuk suaminya.


" eh ibuk...... Tasya juga bangga memiliki ibu seperi ibu kok Tasya sayang pada ibu dan ayah. " ucap Tasya dengan wajah imutnya yang bisa membuat siapa saja meleleh.


" anak ibu sudah besar sekarang dan juga cantik. " ucap sang ibu yang ikut duduk sehingga kini Tasya berada di tengah.


" iya dong ibunya cantik dan ayahnya tampan yang pasti anaknya juga cantik. " ucap Tasya dengan dua tangan di letakkan di pipinya dan tersenyum.


" cantik sih cantik tapi sayang masih belum ada pacar. " ucap sang ibu.


" eh.....


hehehe..... " Tasya


" noh.... anak tetangga sebelah sering kesini nanyain kumu.. " timpal ayahnya.


" siapa yah.... " tanya Tasya penasaran.


" si tono.... " singkat sang ayah.


" tono.....


what......


apa yah tega jika Tasya bersama si tono itu..... " ucap tas terkejut mendengar apa yang ayahnya katakan Tasya tau siapa tono dia anak tetangga yang 11:12 lah dengan keluarga Tasya. hanya saja si tono itu sedikit culun dan kolot dengan kaca mata besar di pakainya setiap hari.


" kenapa.... " tanya ayah Tasya.


" ayah kan tau bagai mana tono.... " ucap Tasya.


" jika jodoh.... " timpal ayah Tasya.


" ayah.....


Tuhan jangan jodohkan aku dengan orang seperti tono Tuhan.....


ibu doakan Tasya semoga mendapat laki laki yang lebih baik dari tono. " ucap Tasya.


sedangkan ibu dan ayah Tasya malah tertawa mendengar apa yang di katakan Tasya.


" ibu ayah apa kalian sedang mengerjai Tasya..... " ucap Tasya memonyongkan bibir basahnya dengan tangan terlipat di dada.


" sayang ibu akan selalu berdoa untuk yang terbaik untuk mu. " ucap ibu Tasya lembut dengan membelai rambut Tasya lembut membuat Tasya berbaring di pangkuan sang ibu.


" Tasya dengarkan ayah kelak jika kamu di sukai seseorang dan kamu tidak suka padanya jangan lah mengatakan apapun yang buruk pada orang itu yang bisa membuatnya sakit hati. karena orang yang sakit hati bisa melakukan apa saja nanti. " nasehat ayah Tasya.


" baik ayah Tasya mengeti. " jawab Tasya.

__ADS_1


" ya sudah bu ayo kita ke kamar sekarang Tasya sudah besar sepertinya kita perlu adik untuk Tasya. " ucap sang ayah membuat Tasya terkejut. sedangkan istrinya melotot mendengar apa yang di katakan suaminya itu tapi jantungnya berdetak kencang dan ingin sekali mengiyakannya tapi malu dengan Tasya yang ada di sana.


" ayah.....


ih.... ayah tidak malu apa di sini masih ada Tasya.... " ucap Tasya merasa terkejut dan geli.


" kamu sudah besar dan mengerti jadi untuk apa malu pada mu....


ayo bu..... " ucap ayah Tasya mengajak istrinya, yang tadi melotot kini menunduk malu untuk ikut ajakan suaminya.


" ibu....


ibu kenapa ibu Terima.... "


" sudah kamu pikirkan jodohmu sana dan bawa dia ke mari untuk bertemu ayah dan ibu. " lanjut sang ayah kemudian merangkul istrinya itu beriringan masuk ke dalam kamarnya tanpa peduli lagi dengan Tasya.


" Tasya mau adik laki laki titik...... " suara Tasya nyaring. kemudian segera berlari ke kamarnya.


di kamar ayah dan ibu Tasya.


" ayah mengapa mengatakan itu di depan Tasya.. " ucap sang suami.


" kenapa.... " tanya sang suami menjawab dengan kembali bertanya.


" ibu kan malu yah.... " jawab ibu Tasya.


" kamu itu curang bu masak Tasya yang di pangku bukan ayah dan juga ayah rasa teh itu bukan teh biasa kan. " ucap ayah Tasya.


" eh.....


itu ayah ibu hanya itu.... " ibu Tasya gelagapan dan juga malu karena suaminya itu sepertinya tau.


" karena apa..... " goda si suami.


" ayah berhenti jangan goda ibu lagi. " dengan menarik baju sang suami mendekat lalu membuka satu persatu kancing bajunya.


" sudah ayah...


mangkanya ibu buatin teh spesial untuk ayah. " ucap sang istri. tanpa menjawab istrinya ayah Tasya segera menggendong istrinya itu dibawanya ketempat tidur untuk melanjutkan apa yang sudah di mulai agar bisa di selesaikan.


" eh.....


ayah turunkan ibu....


nanti jatuh..... " ucap sang istri panik, tapi sayang itu tidak di gubris ayah Tasya masih saja membawanya ketempat tidur dengan di gendong.


keesokan paginya Tasya yang sudah siap untuk berangkat keluar dari kamarnya menuju ruang makan karena beberapa menit yang lalu ibunya sudah memanggilnya.


" pagi.... ayah


pagi..... ibu. " sapa Tasya. pada ayahnya yang sudah duduk dengan membaca koran dan ibunya masih menyiapkan sesuatu.


" pagi sayang.... " jawab sang ibu kemudian menyusul ke meja makan dengan meletakkan lauk.


" pagi.... " ucap sang ayah.


" ayah ibu tampak segar sekali.... " ucap Tasya.


" tentu saja.... " jawab ayah Tasya menggantung.


" sudah sekarang sarapan saja...


ayo Tasya nanti kamu terlambat.... " ucap sang ibu menghentikan obrolan karena ibu bisa berujung pada apa yang terjadi semalam.

__ADS_1


" baik bu. "


Tasya



" Tasya apa hari ini kamu akan bawa mobil sendiri ibu lihat teman kamu belum juga datang untuk menjemputmu. " ucap sang ibu.


" iya bu Ririn hari ini di jemput pacarnya jadi Tasya harus bawa mobil sendiri. " ucap Tasya menjawab ibunya.


" oh ya sudah hati hati ya sayang jangan ngebut. " ucap sang ibu.


" Tasya apa uang bulanan mu masih cukup sayang. " tanya sang ayah kini buka suara.


" cukup ayah malah yang bulan ke maring masih belum Tasya gunakan. " jawab Tasya.


" hem....


Tasya hemat boleh tapi belilah jika kamu menginginkannya jangan terlalu di batasi ayah masih mampu kok. " ucap ayah Tasya.


" baik ayah....


tapi saat ini Tasya masih cukup dan tidak menginginkan apapun. nanti jika Tasya butuh Tasya akan gunakan. " jelas Tasya.


" hah....


ya sudah terserah kamu saja tapi ayah tetap transfer untuk uang bulanan mu bulan ini. " timpal ayah Tasya.


" terimakasih ayah.... " ucap bunga dengan senyuman.


" em ayah ibu Tasya berangkat sekarang ya karena kelas Tasya akan di mulai 08.30." ujar Tasya.


" ya sudah berangkat lah sayang. " ucap sang ibu.


" em.... " ucap Tasya kemudian mencium ayah dan ibunya itu. dan bergegas keluar.


di laur saat Tasya sudah keluar dari pintu rumah Tasya di kagetkan oleh seorang cowok yang tiba tiba saja bersuara.


" Tasya..... " panggilnya.


" eh copot......


eh mas tono..... " ucap Tasya hampir saja lompat.


" iya Tasya maaf ya sudah mengejutkan kamu. " ucap tono dengan sedikit malu malu.


" tidak apa apa mas tono.... " ucap Tasya kemudian tersenyum.


" Tasya panggil tono saja tak perlu mas. " ucap tono.


" maaf mas Tasya tidak bisa Tasya menghormati mas tono yang lebih tua.... " ucap Tasya lembut.


" oh ya sudah jika itu membuat Tasya nyaman. " ujar tono.


" Tasya mau berangkat kuliah ya bareng aku aja gimana. " ucap tono.


" terimakasih mas tono tapi maaf Tasya bawa mobil sendiri karena Tasya masih harus pergi ke beberapa tempat nantinya. " jelas Tasya beralasan.


" oh....


begitu ya sudah hati-hati di jalan. " ucap tono.


" terimakasih mas tono. mari permisi ya mas. " ucap Tasya tersenyum ramah.

__ADS_1


" iya... " jawab tono.


Tasya segera memasuki mobilnya dan mengemudikannya. sedangkan tono senyum senyum sendiri kembali ke rumahnya yang hanya berjarak beberapa rumah dari rumah Tasya.


__ADS_2