Tranformasi Sang Istri

Tranformasi Sang Istri
jalan jalan


__ADS_3

saat ini Tasya dan tama sudah berada dalam perjalanan pulang mengantar Tasya. Tasya yang bingung harus apa hanya diam saja dan membiarkan tangan satunya selalu tama genggam dengan lembut.


" yank....


mau jalan jalan gak. " ujar tama menawarkan.


" mau ke mana.. " tanya Tasya.


" mall, taman, puncak, atau kamu memiliki keinginan tempat yang ingin kamu kunjungi. " ujar tama.


" em..... aku tidak ada tempat yang ingin aku kunjungi, jika kamu mau membawaku jalan jalan aku ikut saja. " ujar Tasya.


" em.... kita ke mall ya..... " ujar tama.


" boleh.... " jawab Tasya.


" apa perlu aku izinkan pada ibu mertua sya... " ujar tama tersenyum.


" tama kamu ini ada ada saja. " ujar Tasya membuang muka ke luar mobil.


" hey apa salahnya bukankah ayah dan ibumu kelak juga akan menjadi ayah dan ibuku juga. " ujar tama percaya diri.


" kamu terlalu percaya diri tama. jangan membual tentang masa depan cukup jalani saja hari ini untuk mempersiapkan masa depan. " ujar Tasya menatap tama.


" tapi jika hari itu datang apakah kamu akan menerimaku sya. " ujar tama bertanya.


" entahlah..... " ujar Tasya.


" ayo lah sya jangan gantung tolong jawab. " ujar tama.


" tama kita baru saja berpacaran belum genap satu hari bagai mana mengatakan sesuatu yang masih jauh. juga kita perlu mengetahui antara satu sama lainnya. agar kelak setelah menikah tidak ada lagi perdebatan yang tidak bisa di selesaikan. " ujar Tasya.


" ah calon istriku memang the beast....


em sya jika kamu menikah kamu ingin suami yang seperti apa. " tanya tama.


" apa perlu aku jawab. " tanya balik Tasya.


" ya kamu harus jawab. " ujar tama.


" em.... sebenarnya ini bukan keinginanku saja tapi ke inginkan semua wanita. pertama wanita mengharapkan suami yang tidak ringan tangan, kedua wanita hanya ingin suami yang setia tidak selingkuh, ketiga wanita hanya ingin suami yang mampu memimpin rumah tangganya dengan baik, keempat wanita hanya ingin perhatian, pujian, dan kasih sayang suaminya. dan untuk aku pribadi aku mau suami yang dia bisa ada waktu untuk keluarga ditengah kesibukannya dan kesulitannya. " jelas Tasya panjang lebar.


" em... hampir yang kamu sebutkan tadi aku bisa melakukannya tapi membagi waktu aku akan selalu berusaha untuk itu. " ujar tama.


" apa kamu yakin akan menikahi ku tama di kemudian hari. " ujar Tasya bertanya.


" aku pasti menikahi mu sya aku sangat mencintaimu dunia ku suram jika tidak bersamamu. " ujar tama.


" jika kata kata manis seperti ini yang terus kamu lontarkan maka tidak ada satupun hati yang tidak luluh padamu. " ujar Tasya.


" lalu apa kamu suka dengan perkataan manisku sya. " tanya tama.


" aku.......


ya.... " ujar Tasya.


" baik lah ketika kita sedang berdua aku akan berkata kata manis yang membuatmu menyukainya. " ujar tama.


Tasya hanya diam saja tidak menjawab berbeda dengan tama yang mencium punggung tangan Tasya kemudian berkata. " aku pasti datang untuk menjadi suami mu sya nanti. "


" aku menunggumu. " ujar Tasya.


" jadi bagai mana aku apa kamu yang izin pada ayah dan ibu.


" kamu saja apa kamu berani. " ujar Tasya


" siapa takut datang ke rumah mu saja aku tidak gentar apa lagi hanya melalui ponsel itu mudah. " ujar tama.


" baik lah aku ingin lihat. " ujar tasya


*panggilan tersambung....


" ada apa sayang apa . "


" siang tante maaf tante ini aku tama. "


" eh nak tama...


ada apa nak...


kenapa ponsel Tasya ada pada nak tama....


apa semua baik baik saja... "

__ADS_1


" semua baik baik saja tante, tama hanya ingin meminta izin membawa Tasya jalan jalan apa boleh tante. "


" oh....


boleh.. tante izinkan, tapi sebaiknya nak Tama izin sama ayah Tasya saja. "


" oh seperti itu tante ya sudah tama akan meminta izin pada om. "


" yasudah....


tante titip Tasya ya nak. "


" siap tante... "


" ya sudah sana nak tama bisa hubungi ayah Tasya. panggilan ini akan tante akhiri*."


" satu sudah teratasi tinggal satu lagi.


buruan yank hubungi ayah mu. "


" kamu yakin tidak aku saja yang bicara. "


" sudah aku yakin biarkan aku saja yang bicara. " ujar tama


" ya sudah. " timpal Tasya


*panggilan terhubung.....


" ada apa nak..... "


" om ini aku tama. "


" loh nak tama toh....


di mana Tasya..... "


" Tasya ada om....


tama mau meminta izin untuk membawa Tasya jalan jalan om. "


" oh.... sudah sore begini masih mau jalan...


tapi ya sudah lah om izinkan tapi jangan terlalu malam lekaslah pulang. "


" baik om... "


" siap om. "


" em ya sudah om akhiri ya*. "


" lihat aku berhasil kan. " ujar tama tersenyum bangga.


" hah... ya aku akui kamu hebat bisa mendapatkan izin ayah dan ibuku. " ujar Tasya.


" siapa dulu...


tama pacar Tasya gitu lo... "


Tasya hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah tama.


" sya apa aku boleh memutar sebuah lagu. " tanya tama.


" boleh saja. " ujar Tasya.


" aku punya sebuah lagu yang begitu legendaris aku sangat suka karena liriknya penuh makna dan arti sebuah cinta. " ujar tama.


" lagu siapa. " tanya Tasya.


" Christina perri. " jawab tama.


" yang mana. " tanya Tasya.


" kamu dengarkan saja dulu. " ujar tama


...----------------...


Heart beats fast


Colors and promises


How to be brave?


How can I love when I'm afraid to fall?

__ADS_1


But watching you stand alone


All of my doubt suddenly goes away somehow


One step closer


I have died every day waiting for you


Darling, don't be afraid


I have loved you for a thousand years


I'll love you for a thousand more


Time stands still


Beauty in all she is


I will be brave


I will not let anything take away


What's standing in front of me


Every breath, every hour has come to this


One step closer


I have died every day waiting for you


Darling, don't be afraid


I have loved you for a thousand years


I'll love you for a thousand more


And all along I believed I would find you


Time has brought your heart to me


I have loved you for a thousand years


I'll love you for a thousand more


One step closer


One step closer


I have died every day waiting for you


Darling, don't be afraid


I have loved you for a thousand years


I'll love you for a thousand more


And all along I believed I would find you


Time has brought your heart to me


I have loved you for a thousand years


I'll love you for a thousand more


( yang bercetak tebal mereka sedang sama sama bernyanyi).


...----------------...


" ternyata kamu berbakat juga untuk bernyanyi ya sya.... " puji tama


" biasa aja..... " jawab Tasya sedikit merasa tersanjung.


" lalin waktu aku harus mendengarkan kamu bernyanyi. " ujar tama.


" tidak... " cepat Tasya.


" kenapa sya.... " tanya tama.


" aku malu. " jawab Tasya.


" kepadaku kamu juga malu. " tanya tama.


" em. " jawab tasya.

__ADS_1


" tak perlu malu padaku sya. " ujar tama tipu Tasya tidak menjawab apa pun.


tak butuh waktu yang lama kini mereka sudah tiba di mall


__ADS_2