Tranformasi Sang Istri

Tranformasi Sang Istri
bajingan tama.


__ADS_3

" hay tam sudah lama nunggunya. " ujar tasya baru saja tiba.


" eh... hay sya nggak kok sini duduk. " ujar tama tersenyum.


" ada apa sih tam sebenarnya jujur saja dari semalam aku itu tidak tenang dan memikirkan apa yang akan kamu bicarakan. " penasaran tasya karena memang semalam dirinya sampai harus larut malam agar bisa tidur.


" mau minun atau makan dulu nggk aku pesenin yah... " ujar tama mengalihkan pembicaraan.


" em.... boleh deh tapi minum aja. " ujar tasya.


" ok... tunggu sebentar ya. " ucap tama.


tama segera pergi dan tak lama juga segera kembali dengan membawa minuman.


" minum dulu sya.... " ujar tama.


" iya makasi ya sayang... " ujar tasya yang di balas dengan senyuman oleh tama.


" aku sudah minum jadi sekarang katakan apa yang mau kamu bicarakan dengan aku. " ujar tasya sudah tidak sabar.


tama masih tidak langsung bicara tampak dirinya sedang perang dengan hatinya sendiri.


" sya aku minta maaf ya..... " ujar tama bersuara setalah cukup lama diam.


" ada apa tam...


kenapa kamu minta maaf aku tidak merasa kamu berbuat salah. " ujar tasya bingung.


" sya dengan berat hati aku harus akhiri hubungan ini sekarang demi ke baikan kamu. " ujar tama terdengar sangat enggan mengatakannya.


tasya terkejut dan juga tentu tidak langsung percaya tasya masih menghibur dirinya dengan mengatakan pasti tama sedang ngeprank. " becandanya jangan gitu kali yank gimana jika nanti jadi kenyataan. " ujar tasya.


" aku serius sya....


papa aku menolak hubungan kita. jadi aku harus memutus hubungan ini. aku minta maaf sya. " ujar tama.


" kamu bohong kan tam


bilang kamu bohong " ujar tasya kini hatinya sangat sakit dan matanya sudah mulai nanar melembab.


" lihat aku sya aku serius sya aku tidak bohong aku mau akhiri hubungan ini sekarang. " ujar tama dengan menatap lekat mata tasya yang kini sudah berair.


" kamu jahat tama.... " ujar tasya.


" maaf sya..... " ujar tama.


plaaaak........ tamparan


" kamu bangsat tam.... " ujar tasya.


" aku tau itu.... " jawab tama. lirih


plaaaaak..... tamparan.


" kamu bajingan... " ujar tasya semakin berderai dengan air mata.

__ADS_1


" aku bisa apa.... " ujar tama semakin tidak tahan melihat air mata yang mengalir dari tasya.


" mengapa kamu membuat aku jatuh cinta jika pada akhirnya kamu yang mengkhianati nya. kenapa kamu bawa aku terbang tapi kamu hempaskan lagi aku ke tanah. kenapa kamu membawaku berangan jika akhirnya kamu hancurkan angan itu. kenapa kamu ucapkan janji pada akhirnya kamu ingkari. adakah dari diriku yang salah di mata mu tama. " ujar tasya sudah tak terbendung.


" sungguh kamu adalah wanita sempurna sya di mataku tapi keadaan memaksa kita harus berpisah sya papa tidak merestui hubungan kita dan jika kita lanjutkan papa mengancam akan membuat keluarga kamu menderita" jelas tama memegang lembut kedua tangan tasya.


" lepas aku jijik di pegang kamu dan mulai hari ini jangan pernah perlihatkan dirimu di hadapanku. " ujar tasya kemudian akan beranjak tapi masih tama tahan.


" sya sungguh aku minta maaf semua aku lakukan karena aku tidak ingin membuat kamu menderita.... " ujar tama mengatakan yang sebenarnya.


" kamu melepaskan aku dari penderitaan dengan menorehkan luka. apa kamu pikir hubungan percintaan hanya bualan mulut belaka.


aku tau kamu itu seorang pengecut yang tidak berani dan tidak memiliki prinsip. aku menyesal sudah meletakkan hati ini padamu seharusnya dari dahulu aku sudah sadar siapa aku dan siapa kamu. " ujar tasya mencoba melepaskan cekalan tangan tama.


" sya aku minta maaf... " ujar tama.


" lepaskan aku aku jijik di sentuh kamu.... " ujar tasya.


tama yang merasa jika terlalu lama menahan akan membuat tasya terluka makan tasya mengambil keputusan untuk melepaskan tasya. Tasya yang sudah terlepas segera pergi berlari menjauh dari tama.


" Tasya.... tunggu jangan pergi begitu saja aku minta maaf.. " ujar tama, tapi tasya terus berlari tidak memperdulikan tama.


tama tidak tinggal diam tama segera menyusul Tasya yang sudah cukup jauh. Tasya terus berlari hingga akhirnya Tasya akhirnya tidak sengaja menabrak orang lain yang berjalan di depannya.


sejenak Tasya berhenti tapi setelah melihat siapa orangnya Tasya memutuskan untuk kembali berlari. tama juga tidak mau tertinggal berlari hingga tidak sengaja menabrak orang di depannya.


mereka yang di tabrak oleh tama dan Tasya adalah Ririn dan Doni.


kembali ke topik utama kini Ririn sedang duduk berdua dengan ibu Tasya.


" Ririn juga nggak tau tante Tasya tidak mengatakan apapun, tapi sepertinya sedang ada masalah dengan tama karena terakhir Ririn melihat tama yang berusaha menyusul Tasya. " jelas Ririn.


" hah... dasar anak muda. emang mudah banget seneng eh tiba tiba sedih. " ujar ibu Tasya.


" hehe iya tante... " jawab Ririn.


" kamu mau minum rin.... " tanya ibu Tasya.


" boleh tan kebetulan tenggorokan rasnya kering. " ujar Ririn tanpa sungkan karena juga sering dan sudah menganggap seperti keluarga sendiri.


" ya sudah tante ke dapur dulu kamu mau duduk di sini atau nonton TV terserah ini kan rumah kamu juga. " ujar ibu Tasya.


" siap tante....


jika aja masih ada lowongan untuk mengisi rumah ini Ririn sih siap lahir batin untuk tinggal di sini. " ujar Ririn asal kena saja.


" hah... kamu tu ada ada saja rin.... " ujar ibu Tasya tersenyum menggelengkan kepala melihat tingkah ririn


setelah cukup lama kepergian ibu Tasya doni datang dan terlihat berantakan di beberapa bagian terlihat bajunya sobek.


" yak kamu kenapa... " ujar Ririn a terkejut melihat keadaan doni.


" aku nggak papa yank... " jawab doni.


" ya udah ayo masuk dulu.. " ucap Ririn membawa doni masuk ke dalam.

__ADS_1


ini masih di rumah Tasya ya. doni langsung ke rumah Tasya setelah mendapat pesan dari Ririn.


" loh ada tamu ya... " ujar ibu Tasya yang membawa minuman.


" eh salam tante... " ujar doni sopan.


" iya iya duduk dulu.....


jadi anak ini siapa jika tante boleh tau. " tanya kembali ibu Tasya.


" oh iya lupa... aku doni tante teman Tasya dan juga pacarnya Ririn" ujar doni menuturkan membuat Ririn tersedak dengan kejujuran doni pada ibu Tasya.


" eh pelan pelan kali sya... " ibu Tasya


" kamu gak papa kan yank... " ujar doni.


" hehe nggk gak papa cuma cuma tersedak saja. " ujar ririn gugup salah tingkah.


" jadi kamu yang namanya doni ya... " lanjut ibu Tasya.


" iya tante. " jawab doni.


" hem tante titip Ririn ya jaga dia baik baik dan juga kamu harus banyak sabar karena nafsu makannya cukup besar. " ujar ibu Tasya yang membuat Ririn terkejut dan hanya menyengir saja.


" i.. i... i... iya tante tenang saja. " ujar doni.


" oh iya sebentar ya tante bikinin minum. " ujar ibu Tasya.


" eh enggak perlu tante ini minuman Ririn juga masih banyak kita berdua aja. " ujar Ririn cepat.


" eh apa tidak masalah. " tanya ibu Tasya.


" tidak maslah tante.... " ucap keduanya bersamaan Ririn dan doni.


" hahahaha...


kalian berdua lucu ya kalian begitu kompak semoga saja klian berdua berjodoh. " ibu Tasya.


" aamiin......" kembali keduanya bersamaan. "


" jadi nak apa yang terjadi kenapa sampai wajahnya sampai biru biru gitu.... " ujar ibu Tasya.


" hehehe biasa anak cowok tante... " jawab doni.


" iya yank kamu tuh kenapa coba cerita sama aku. " kini Ririn yang bertanya.


" eh itu tadi aku adu pukulan dengan si bajingan tama... " ujar doni nampak emosi saat menyebut tama.


" tama..... bajingan....... adu pukul......


coba kamu jelaskan apa yang sebenarnya terjadi aku tau kalian berdua sahabat dekat dan hal ini tidak sesimpel hanya adu pukulan saja. " ujar Ririn mendesak


√ LIKE.....


√ COMEN.....

__ADS_1


√ VOTE......


__ADS_2