Tranformasi Sang Istri

Tranformasi Sang Istri
ingatan Ririn.


__ADS_3

" memang dasar ya orang bucin. " gumam Ririn geleng geleng kepala tapi pikirannya sedang menerawang di mana momen dia baru saja di tembak oleh doni.


saat itu Ririn yang secara tiba tiba di datangi doni saat itu Ririn baru saja selesai dari kamar mandi dan doni tiba tiba saja menariknya ke lorong sepi.


flashback on


aaa......... emmb...... emmmb......


itu suara Ririn yang berteriak tapi dalam sekejap sudah di bekap sehingga tidak bisa bersuara.


" ssssst....... diam aku tidak bermaksud jahat, jadi tolong bisakah kamu tidak teriak. " ujar doni yang membekap mulut Ririn dan mengunci Ririn di tembok keduanya sangat dekat.


Ririn hanya mengangguk saja dia kenal orang di depannya dia tau siapa orang ini pria di depannya cukup populer karena terkenal cuek dan abai pada wanita.


" bagus....


jika kamu tidak berteriak aku akan melepaskan tanganku dari mulutmu. " ujar doni secara perlahan melepaskan bekapannya.


Aaaa....... emmb..... emmb..... emmb....


" kenapa masih berteriak sudah ku katakan tak perlu berteriak aku hanya ingin berbicara saja. " ujar doni yang cukup kesal karena Ririn tidak mematuhinya.


tapi kali ini Ririn sangat ketakutan takut jika doni melakukan hal hal buruk padanya pikirannya gelap saat itu jantungnya berdebar.


" dengar jika kamu masih berteriak lagi maka aku terpaksa membungkam mulutmu dengan mulutku apa kamu mengerti. " ucap dion menggertak.


Ririn membulatkan matanya rasa takut semakin menjadi, akibat dorongan rasa takut itu akhirnya Ririn mengangguk setuju untuk diam dan mengibrol dengan doni.


" akan ku lepaskan tanganku. jadi jangan berteriak lagi ok. " ujar doni.


"emb.... " Ririn mengangguk.


doni kemudian melepaskan bekapan tangannya kini tatapan keduanya beradu untuk menentukan siapa yang paling lama bertahan.


" *sial jika ini bukan karena sahabat ku tama mana mau aku melakukan ini merepotkan saja....


wanita ini apa itu ada apa dengan tatapan itu mengapa hatiku bergetar....


tidak tidak doni kendalikan dirimu jangan bilang kamu akan jatuh cinta padanya....


tapi semakin dalam aku melihatnya mengapa hatiku semakin bergetar ah lebih baik aku palingkan saja pandanganku. " ujar hati doni. tapi sebelum itu dini lakukan Ririn sudah terlebih dahulu menundukkan pandangannya ke bawah.


" ini si doni si cowok cuek itu kenapa dia tiba tiba melakukan hal ini padaku, apa ku sudah menyinggungnya.....


eh tapi aku lihat dia sangat tampan juga apa lagi dalam jarak sedekat ini....


sangat tampan.....


eh.... Ririn kendalikan dirimu jangan lengah dan jangan terbuai dengan ketampanannya.


apa apaan tatapan itu mengapa aku seperti bergetar jika menatapnya....


ah sial sepertinya aku tidak bisa bertahan terlalu lama menatapnya. " ujar hati Ririn kemudian menunduk*.


" maaf.... " ujar doni setelah keheningan.


" itu..... " ujar Ririn tak sampai.


" ah... perkenalkan namaku doni. "ujar doni memperkenalkan dirinya.


" Ririn namaku Ririn... " ujar Ririn masih menunduk

__ADS_1


" em kita duduk saja aku lihat di sana ada bangku panjang, apa kamu mau. " ujar doni.


" ada apa ini sebenarnya bukankah rumor yang beredar jika doni ini tidak tertarik pada lawan jenisnya bahkan setiap ada yang mendekat pasti dia abaikan. tapi mengapa hari ini dia melakukan hal seperti ini apakah dia memiliki kelainan lainnya. " ujar hati Ririn.


" hey rin.... apa kamu dengar yang aku ucap kan. " ujar doni menepuk pelan pundak Ririn.


" eh iya aku dengar..... " ucap Ririn terkejut.


" apa yang aku ucapkan. " ujar doni bertanya.


" ah itu.....


kamu akan mencium ku jika aku berteriak. " ucap Ririn asal kena saja.


" eh salah salah.... " ujar Ririn kembali.


" aduh apa yang dia ucapkan tadi ya. " ujar hati Ririn.


" sudah ayo ikut aku dan duduk di kursi itu. " ujar doni kemudian menggandeng tangan Ririn membuat Ririn semakin salah tingkah karena orang yang terkenal sangat abaikan dengan wanita kini malah menggandeng tangannya.


" *Tuhan berikan kekuatan pada hambamu ini untuk tidak berteriak kegirangan. " ucap hati Ririn yang ingin sekali mengungkapkan rasa senangnya di balik ketakutannya.


" tangan gadis ini lembut sekali dan berkeringat apa aku sangat menakutinya..... " ujar hati doni*


" kita duduk di sini saja..... " ujar doni pada Ririn.


Ririn melihat ke bangku di sampingnya terlihat di sana sangat berdebu menandakan tidak ada yang pernah duduk di sana.


" sebentar aku bersihkan. " ucap doni dengan membuka kemejanya sendiri. dia sebenarnya tidak sadar dengan tindakannya dan dia lupa akan dirinya yang seperti apa di hadapan Ririn.


" ke... ke... ke.. napa pakai baju mu bukankah itu akan mengotori baju mu. " ujar Ririn.


" hanya baju saja aku masih ada banyak di rumah. " ujar doni biasa saja.


Ririn tanpa menjawab kemudian duduk saja pandangannya melihat ke arah doni yang sedang menggantung kemejanya itu di pegang kursi.


" baik maaf karena caraku ini mungkin terlalu ekstrim dan menakuti mu. aku hanya ingin berbicara sesuatu yang penting. " ujar doni duduk dengan memandang serius Ririn.


" apa.... " ujar Ririn sangat sulit untuk mengeluarkan sebuah kata.


" kamu masih takut." tanya doni.


" *ya takut lah bagai mana seorang pria melakukan hal seperti ini hanya untuk bicara. " ujar hati Ririn.


" bagai mana aku harus merangkai kata yang indah agar Ririn mau menerimaku sedangkan ini baru pertama kalinya bagiku berbicara pada wanita lain selain ibu dan adikku. " ujar doni kemudian menarik nafas panjang*.


" aku tidak bermaksud jahat padamu aku hanya ingin mengatakan sesuatu padamu. " ujar doni memandang Ririn dengan kosong.


" aku sudah lama selalu menolak untuk dekat dengan wanita bahkan untuk berbicara, alasannya karena mereka selalu memandang harta dan jabatan saja tidak pernah mengerti arti sebuah ketulusan harta mungkin bisa di cari tapi cinta yang sejati itu sulit untuk di dapati.


tapi kali ini aku sedikit goyah karena mu, semua pandangan negatif ku pada wanita berubah ketika melihatmu rin. awalnya aku mencoba untuk menepisnya tapi itu tidak bisa ada sebuah tarikan yang membuatku ingin mendapatkan mu. dan hari ini aku memberanikan diriku walau cara ini sedikit ekstrim, ya aku lakukan ini karena aku tidak tau melakukan hal romantis seperti pria lainnya. " ujar doni pada Ririn sedangkan Ririn merasa sangat terenyuh di hatinya tidak ada satu katapun yang keluar dari doni yang tidak menyentuh hatinya.


" hari ini aku ingin menyatakan perasaan ku pada seorang bernama Ririn putri atmaja.


maukah kamu menjadi pacarku yang seorang pria biasa tanpa harta dan jabatan ini. "ujar dini.


Ririn sendiri menghangat di hatinya matanya mulai nanar ingin menangis rasanya sulit untuk menolak dion.


lama tidak ada sautan dari Ririn dia hanya menunduk dan menunduk.


" sial rayuan bangkai apa yang aku gunakan untuk menariknya aku memang payah maaf kawan sepertinya aku akan gagal dengan rencana ini. " ujar hati doni karena Ririn hanya diam saja.

__ADS_1


" hah.... aku mengerti dan sadar tentang diriku sendiri yang memang tidak pantas untuk seorang wanita sempurna sepertimu. maaf karena sudah menyita waktumu. ayo pergi lupakan semua ini dan anggap saja semuanya lelucon ujar doni bangkit dari duduknya untuk pergi.


sedangkan Ririn masih sibuk dengan hati dan pikirannya yang sedang berperang dia bingung antara menolak atau menerima. jika Ririn menerima dia juga baru dekat walau sudah tau doni sejak lama jika dia menolak sangat tidak mungkin karena keinginan untuk menerimanya sangat besar.


doni sudah akan melewati Ririn tapi terhenti karena tangannya merasa sebuah cengkraman kuat dari tangan yang lembut.


" tunggu.....


apa kamu serius dengan kata katamu tadi tidakkah kamu sedang berdusta. " ujar ririn.


" mampus apakah dia tau jika aku hanya berbohong dan memanfaatkannya. " ujar hati doni.


" aku serius dan sangat serius aku tidak mungkin berdusta tentang perasaanku sendiri. " ujar doni berbalik dan menatap Ririn yang kini sudah berdiri mata keduanya bertemu dan saling memandang seperti sedang mencari sesuatu yang tersembunyi di sana.


" dasar nih mulut nyerocos aja ember banget sih. " ujar hati tama mengutuk dirinya sendiri.


" aku mau. " ujar Ririn. doni yang mendengar apa yang jawaban Ririn diam seribu bahasa dia bingung dengan apa yang terjadi.


" aku mau jadi pacar kamu tapi apa kamu bisa untuk tidak menyakiti ku dengan dekat dengan wanita lain bahkan berhubungan. jika kelak kamu sudah tidak menginginkan hubungan ini lagi kamu cukup datang padaku dan katanya saja aku menerimanya. " ujar Ririn menatap lekat pada dion.


dion sendiri yang di tatap menjadi seperti anjing jinak saat bertemu majikannya.


" mana mungkin hal seperti itu terjadi aku akan setia dan akan selalu memilikimu satu seumur hidupku karena hanya kamu saja yang mampu menggerakkan hati ini. " ujar doni asal kena saja.


" baik lah mulai hari ini aku adalah pacarmu. " ucap Ririn bergetar tidak terasa air matanya menetes.


dion bingung dengan apa yang akan di lakukannya selanjutnya karena ini hanya sebuah rencana untuk membantu sahabatnya tapi ketika doni melihat air mata Ririn entah mengapa hatinya sakit tak Terima rasanya jika air mata itu menetes sia sia.


lantas tanpa aba aba doni menarik Ririn jatuh dalam pelukannya menempatkan Ririn dalam posisi ternyaman agar Ririn bisa tenang dan berhenti menangis.


" ssst.... tenang lah tenang......


katakan padaku mengapa kamu menangis adakah dari kata kataku yang menyakitimu katakan jangan menangis kamu bisa menghukum ku jika kamu mau. " ujar doni asal kena saja tanpa di pikir karena itu hanya spontan saja.


" Tuhan ada apa denganku mengapa kata kataku tidak bisa aku kontrol benar aku ingin mendapatkannya tapi bukan untuk serius ini hanya sebuah rencana. tapi jika ini terjadi terus ini akan menjadi rumit ke belakangnya. " hati doni sedang berperang.


" aku tidak tau air mata ini mengalir sendiri tanpa aku mengerti mengapa ini terjadi. " jawab Ririn begitu lirih yang semakin menyakiti hati doni.


" ah menangislah sejenak untuk kamu agar bisa lebih tenang. " ujar dion.


air mata Ririn hanya bisa terus mengalir mendengar apa yang di katakan dion hatinya benar benar merasa hangat dan pelukan ini benar benar membuat Ririn merasa nyaman dan mulai merasa tenang. entah sudah berapa menit berlalu dengan posisi yang masih sama yaitu berpelukan. Ririn yang terbuai dengan kenyamanan itu tersadar dan segera bergerak untuk lepas dari pelukan doni. wajahnya tertunduk malu tak berani menatap doni.


" apa kamu sudah tenang sekarang. " ujar doni bertanya.


" maaf aku sudah membuat kemeja mu kotor sebelumnya dan sekarang aku membasahi baju satu satunya yang kamu pakai dengan air mataku. " ujar Ririn pelan tapi masih terdengar.


lucu, gemas itu lah yang di rasakan doni sekarang melihat Ririn begitu polos. " sudah hanya sebuah baju ayo aku rasa ini sudah terlalu lama aku takut. " ujar doni.


" eh iya.....


tapi apakah di sini ada hantu mengapa kamu takut. " ujar Ririn memperhatikan sekitarnya.


" aku bukan takut hantu tapi aku takut tidak tahan untuk menerkam mu dan terjadi sesuatu yang tidak seharusnya. " ujar doni mendekatkan wajahnya ke wajah Ririn.


Ririn mematung tanpa bisa bergerak dia berpikir ini terlalu dekat dan sedikit lagi ini benar benar akan menyentuh dan dia akan benar benar berciuman dengan doni.


" lihat kamu begitu takutkan. " ujar doni kemudian menyilangkan kedua tangannya di dada.


" tidak aku tidak takut. " jawab cepat Ririn.


" benarkah. " ujar doni menyeringai.

__ADS_1


" ah eh itu aku rasa kamu benar ini sudah terlalu lama aku takut sahabatku itu kini sedang mencari ku ayo kita pergi. " ujar ririn salah tingkah.


__ADS_2