Tranformasi Sang Istri

Tranformasi Sang Istri
pasar malam.


__ADS_3

" hah...


wanita memang sulit untuk di tebak dan sulit juga di pahami. disaat lelaki ingin melihat wanitanya bahagia si wanita mengatakan kamu terlalu baik, di saat lelaki tak lagi peduli si wanita mengatakan kamu jahat. lalu di mana sosok pria harus di letakkan di depan wanitanya. " ujar Agus seperti mengeluh.


" kamu serius dengan aku mas... " tanya tasya.


" aku serius.... " jawab agus.


" jika kamu memang serius bulan depan aku sudah lulus datang dan mintalah aku pada kedua orang tuaku kita menikah apa kamu siap mas.... " ujar tasya.


" apa kamu sudah memikirkannya sya. " tanya agus.


" aku tidak mau menjalani hubungan yang serius saja aku sudah muak dengan kata pacaran. jika memang ada yang serius datang dan ayo menikah. " ujar tasya.


" aku akan datang bulan depan.. " ucap agus.


" apa kamu sudah yakin mas.... " ucap tasya.


" aku yakin.... " jawab agus.


" em.... " ujar tasya tak lagi bicara setelah beradu pandang cukup sengit tapi kali ini keduanya tak ada yang mau mengalah hingga.


" mau ke satu tempat yang asik gak... " ujar agus.


" apa..... "


" mau nggak.... " tanya agus.


" ini sudah pukul 08.30." ujar tasya.


" aku sudah izin sebelumnya pulangnya agak telat. " ujar agus.


" memang kita mau ke mana lagi. " tanya tasya.


" kami jawab dulu mau ikut tidak. "


" em.... baik aku ikut. " jawab tasya.


keduanya segera meninggalkan bukit bulan itu mobil agus kini sudah memasuki kembali jalanan beraspal.


tak butuh waktu yang lama mobil berhenti di sebuah tempat yang cukup ramai dan di penuhi lampu.


" kita mau ke sini mas... " ujar tasya berbinar.


" ya kita akan di sini. " jawab agus.


" wah sudah sejak lama sejak terakhir kali. " tasya.


" apa kamu seng sya.... " tanya agus


" em..... "

__ADS_1


" ya sudah ayo turun kita jajal tempat ini seberapa mampukah tempat ini membuat kamu senang... " ujar agus.


tasya terdiam mendengar apa yang di katakan agus tampak seperti orang yang sedang berpikir. " sudah jangan terlalu banyak berpikir ayo.... " ujar agus.


tasya pun tidak berlama lama segera turun dan mengikuti agus. ada perasaan bahagia ketika tasya melihat tempat itu perasaan sakit di hatinya seperti terlupakan. agus membawa tasya ke beberapa wahana permainan. agus juga sempat berebut dengan anak kecil bahkan menyogoknya dengan uang. tasya melihat itu merasa lucu dan lepas tertawa.


tasya melepaskan tawanya yang sudah sejak sebulan tak pernah ada lagi, agus seorang yang baru saja hadir berhasil membuatnya sejenak melupakan masalah di hatinya.


keduanya banyak menikmati permainan dari yang berupa game atau bahkan hanya seperti komedi putar dan lain lain dari jenisnya yang ada banyak di pasar malam.


mereka juga tidak sungkan menjajal makanan makanan yang di sana. tasya juga tidak lagi menutup diri seperti di awal tasya menjahili agus dengan memberikan sambal cukup banyak di makananya.


" ini punya kamu... " ucap tasya.


" wah makasi calon istri. " ucap agus tersenyum.


" apaan sih..... " ujar tasya tidak tampak menolak atau pun kesal.


" kayaknya enak nih.... " ujar agus.


" ayo di makan. " ujar tasya kemudian menyuapi mulutnya.


agus juga segera menyuapi mulutnya kemudian mengunyah dengan nikmat. tasya yang sudah memperhatikan menunggu reaksi apa yang bahkan terjadi pada agus.


tapi sudah tiga suap agus menyuapi mulutnya tidak terjadi apapun. bahkan kepedasan saja tidak nampak, akhirnya karena tasya yang penasaran memilih untuk mencobanya. karena tasya sudah yakin itu pasti pedas karena miliknya saja yang hanya sedikit sambal sudah pedas apa lagi yang banyak.


" mas agus sepertinya punya kamu enak boleh aku coba... " ujar tasya.


boleh ayo ini.... " ujar agus.


tasya pun segera mencoba milik agus dari saking penasarannya, saat itu sudah tiba di mulut, mulut tasya merasakan pedas yang teramat pedas segera tasya melihat agus dan keduanya segera memuntahkan apa yang ada di mulut mereka dan segera minum dengan cepat.


" mas kamu.... kamu... ngerjain aku.... hah.... tsssss... " ucap tasya masih sangat kepedasan.


" hah... hah... hah..... kamu juga jail.... " ujar agus tak kalah kepedasan karena bagai mana pun dia paling banyak memakannya.


lalu keduanya pun tertawa di dalam suasana kepedasan itu. tasya tertawa riang sedangkan agus sesekali melihat wajah cantik tasya yang sedang tertawa.


" sya apa kamu masih mau mencoba yang lainnya. " tanya agus.


" enggak mas, kita pulang yuk...


sepertinya sudah sangat malam tasya takut ayah dan ibu khawatir. " ujar tasya.


" oh ya sudah ayo...


sebentar bawa oleh oleh.... " ujar agus


" eh gak usah mas.. " ujar tasya.


" udah ini salah satu cara untuk meluluh kan hati calon mertua.... eh..... " ujar agus bocor menyumpal mulutnya dengan tangannya.

__ADS_1


" oh....... " ujar tasya dengan senyum dan mengangguk ngangguk.


" oh eh anu enggk kok aku tulus.... " ujar agus jadi salah tingkah.


setelah selesai membeli beberapa jajanan tasya dan dan agus segera bergegas untuk pulang karena jam sudah pukul 23.30


" sudah...


ayo pulang... " ujar agus menggandeng tangan tasya.


" i... i.... iya..... " ujar tasya terkejut karena apa yang di lakukan agus tapi tasya tak berniat menolaknya.


tasya saat ini sudah ada di kamarnya sempat terjadi aksi menggoda dari ibu dan ayahnya karena sudah merasa terpojok jadi tasya memutuskan ke kamar.


" mas agus lupa sama jaketnya.... " ujar tasya.


memandangi jaket kemudian kenangan mulai muncul mengingatkan apa saja yang di laluinya.


" wangi.... " ujar tasya mencium aroma jaket agus. Wajahnya tergores senyuman hangat.


tasya segera berbaring di tempat tidurnya merebahkan tubuhnya yang terasa lelah tapi tidak juga karena entah mengapa hatinya merasa senang sekali.


" oh iya sedari tadi aku tidak cek ponsel sama sekali. " ujar tasya memeriksa tasnya.


" eh... aku nggak bawa ponsel ya...


jadi.... " ucap tasya melihat sekitar tempat tidurnya kemudian meja belajar dan komputer ternyata ponsel tasya sedang di cas di meja komputer.


" oh.... rupanya aku cash.... " ujar tasya segera datang untuk mengambilnya.


tasya segera memeriksa ponselnya rupanya sudah ada 5 notif pesan dan 2 notif panggilan tidak terjawab.


" hah dia lagi apaan sih... " ujar tasya karena tau siapa yang mengirim pesan untuk dirinya selain 4 pesan dari Ririn.


" sya maaf ya sudah pernah hadir tapi aku malah nyakitin maaf juga aku tidak bisa menjadi rumah untuk kamu. aku terlalu pengecut dan takut dengan papaku sya, aku doakan semoga kamu mendapatkan ke kebahagiaan kamu sya.


maaf jika aku masih mengirim pesan aku hanya ingin mengatakan aku besok sudah akan pergi aku akan pergi ke Amerika untuk melanjutkan kuliahku di sana.


terus bahagia ya sya maaf aku tidak sesuai dengan apa yang kamu harapkan. tapi satu hal yang tidak pernah bisa di ganti yaitu kamu masih selalu mengisi ruang di hatiku walau mungkin nanti akan ada nama lain aku jamin nama kamu masih akan jauh terukir indah dan dalam di hatiku. tak akan pernah ada yang menggantikan mu sya. " isi pesan tama dengan dua panggilan tak terjawab.


" oh mau pergi toh. ya udah lah jika mau pergi tak masalah lagi pula dengan tidak ada dia aku kan bisa lebih leluasa. " ujar tasya tanpa berniat membalas pesan malah segera menghapus pesan itu.


tasya segera beralih pada pesan yang di kirimkan oleh Ririn kemudian membalas pesan Ririn.


hooooaaam..... "


" uh ngantuk banget udah jam berapa ya.... " ujar tasya mulai di serang kantuk.


" waduh sudah jama 1 dini hari saja....


aku tidur ah.... " ujar tasya.

__ADS_1


__ADS_2