Tranformasi Sang Istri

Tranformasi Sang Istri
flashback.


__ADS_3

flashback on


Tasya yang baru saja selesai kelas akan pulang.


" sya hari ini aku tidak bisa mengantarkan mu pulang papa memintaku pulang cepat hari ini. " ujar Ririn.


" ya tak apa aku akan memesan taksi onlen saja rin. " Jawa Tasya.


" sya maaf ya... " Ririn.


" em tak apa rin santai.... " Tasya.


" ya sudah sya aku buru buru aku duluan yah... " Ririn.


" ya pergilah....


hati hati.... " ucap Tasya.


" ok bos.... " Ririn.


Tasya pun terus berjalan menuju keluar kampus sendiri saja. kampus masih tampak ramai banyak mahasiswa lain yang masih bersliweran.


" hay... sya...... "


" hay tam..... "


" mau ke mana.... "


" aku mau pulang tam. "


" sendiri di mana Ririn. "


" ya sendiri...


Ririn kembali terlebih dahulu karena ayahnya memintanya untuk pulang cepat. "


" oh.... lalu apa kamu bawa mobil. "


" tidak aku akan memesan taksi saja. "


" naha kebetulan gimana kalo bareng aku aja. "


" eh gak usah tama aku naik taksi aja. aku gak mau ngerepotin. "


" ya elah kaya baru kenal aja....


lagi pula aku gak merasa direpotkan.....


terus apa kamu sudah pesan taksinya..... "


" eh....


em....


belum sih. "


" ya udah bareng aku aja. "


" ya sudah boleh maksi ya. "


" belum juga di antar sampai depan rumah sudah berterimakasih ini nih yang bikin aku jatuh hati. "


" eh apaan tadi tam. "


" eh apa. "


" itu tadi yang kamu katain. "


" apa sih bukan apa apa udah ayo katanya mau pulang. "

__ADS_1


" iya. "


tak butuh waktu yang lama keduanya pun tiba di tempat parkir Tasya mengikuti tama ke tempat mobil tama terparkir. tama dengan sigap membukakan pintu untuk Tasya.


" silahkan sya.... " ucap tama setelah membukakan pintu.


" terimakasih tam.... " ucap Tasya lalu memasuki mobil.


tama juga segera menutup pintu dan segera memasuki bagian kemudi.


dalam perjalanan.


" sya aku hanya membukakan pintu untuk mu dan kamu sudah mengucapkan terimakasih.


apakah jika kita berpacaran nanti kamu juga akan selalu mengucapkan terimakasih terus jika aku membukakan pintu untuk mu. " tama


" ya itu tidak masalah hanya terimakasih saja tidak sulit. " ucap Tasya.


" kamu memang berbeda dengan yang lainnya ya sya. " ucap tama


" kamu saja yang merasa begitu tama aku sih biasa saja. " ujar Tasya.


" ini nih.... tetap rendah hati.


benar benar wanita idaman lelaki. "ujar tama.


" apa sih tama.... " ucap Tasya merasa selayaknya wanita normal jika di puji oleh lawan jenisnya.


" eh.... aku mampir sebentar ya ke supermarket. "


" ya.... "


" kamu mau titip sesuatu sya atau mau ikut. "


" em....


" oh... ya sudah tunggu ya sebentar. "


" em... "


tama keluar dari dalam mobilnya. Tasya hanya melihat kepergian tama, tak lama setelah tama memasuki supermarket ponsel Tasya berbunyi tanda notif pesan masuk.


Ririn : sya sorry yah.... kamu di mana sekarang sya.


Tasya : its oke rin aku sudah di jalan pulang tama menawarkan ku untuk pulang bersamanya.


Ririn : tama kamu serius sya...


Tasya : aku serius rin apa ada yang salah.


Ririn : tidak... hati hati di jalan ya sya. aku bersyukur kamu sudah bisa pulang.


Tasya : iya rin...


" sya maaf ya jadi nunggu. " ucap tama yang baru saja tiba.


" eh iya tama tak apa... " ucap Tasya terkejut karena sedari tadi sibuk berbalas pesan dengan Ririn.


" nah ayo sekarang kita lanjut... " ucap tama.


" em..... "


" sya aku beli ice cream kamu mau. " ucap tama menyerahkan ice cream.


" eh makasi tama... " balas Tasya menerima ice cream pemberian tama.


" di makan sya... "


" iya... "

__ADS_1


Tasya menikmati ice cream itu tama juga sesekali melihatnya membuat tama merasa lucu.


" loh tama kenapa kita ke taman monas. " tanya Tasya karena mobil berhenti.


" sya kita ketaman ya sebentar. " ucap tama.


" eh.... " Tasya terkejut karena ini kali pertamanya seorang cowok mengajaknya jalan jalan.


" sya kamu mau kan... " kembali tama bertanya.


" em... ma... ma.. mau sih....


tapi jangan lama lama ya.... "


" ya kita sebentar saja. " ucap tama segera keluar kemudian membukakan pintu mobil untuk Tasya.


" sya kita duduk di sana ya. "


" ya.... "


dua orang itu kini sedang duduk melihat pemandangan apa saja yang ada di taman.


" sya boleh aku ngomong sesuatu. " ucap tama.


" boleh tam katakan saja. " ujar tas mulai merasa akan ada sesuatu. bahakan jantungnya sudah mulai berdetak tak karuan.


" sya aku jujur saja aku suka padamu selama ini aku dekat denganmu tidak lain ingin mendapatkan hatimu. dan hari ini aku rasa ini sudah waktunya aku mengatakan perasaanku padamu yang sebenarnya. " ujar tama kemudian terdiam sejenak menatap lekat kearah Tasya yang juga terpaku.


" sya aku suka pada mu aku tulus bukan karena apapun. sya apa kamu mau menjadi pacarku... " ucap tama berhasil membuat Tasya semakin terkejut lidahnya terasa kelu tidak bisa membalas perkataan tama.


" sya aku tau ini terlalu cepat tapi sebagai lelaki aku harus menegaskan perasaanku padamu.


sya jika kamu tak bisa memberikan jawabannya sekarang tak apa cukup kamu katakan berapa lama aku harus menunggu itu saja cukup. " ucap tama melanjutkan karena melihat Tasya yang hanya diam mematung.


Tasya kembali ke kesadarannya setelah tangan tama menyentuh pundak Tasya dan sedikit menggoyangkannya.


" sya.... " tama.


Tasya kemudian menunduk sejenak memikirkan jawaban apa yang akan di berikan pada tama di satu sisi Tasya tidak biasa dengan ini di satu sisi lainnya Tasya juga merasa tak nyaman jika menolak tama karena tama begitu baik dan perhatian.


" tama....


aku tidak bisa memberikanmu jawaban sekarang. aku akan memberikan jawaban itu 3 hari lagi. " ucap Tasya.


" em tak apa sya aku akan menunggu. "


"maaf ya tama. "


" santai saja sya. "


kemudian keduanya cukup lama terdiam tanpa ada percakapan sama sekali.


" sya apa kita pulang sekarang. " tanya tama.


" eh ya tama. " ucap Tasya dengan canggung.


flashback off


Tasya baru saja sampai di rumah tampak masih terlihat sepi karena seperti biasanya ayah dan ibunya masih ada di toko mereka masing.


Tasya segera saja memasuki kamarnya karena ini sudah biasa. setibanya di kamar Tasya langsung saja membaringkan tubuhnya di tempat tidur.


" *bagai mana ini apa yang harus aku katakan pada tama jawaban apa yang akan ku berikan tama sangat baik walau baru beberapa bulan mengenal dia juga perhatian dan tidak aneh aneh. " ucap Tasya sedang tenggelam dalam pikirannya ucapan sahabatnya Ririn juga masih terbayang ucapan ibunya juga muncul di pikirannya.


" apa aku sebaiknya menerima tama saja. lagi pula tidak ada salahnya tama juga berkelakuan baik tidak ada laporan buruk apapun tentang tama.


Tuhan berikan aku jalanmu sungguh hambamu ini butuh petunjuk mu untuk mendapatkan jawaban*. "


lama Tasya kalut dalam pikirannya dan belum menemukan titik terang Tasya pun memutuskan untuk mandi saja untuk menyegarkan tubuh dan pikirannya.

__ADS_1


__ADS_2