
hari hari mereka kian berlalu dengan kebahagiaan dari keduanya. tidak ada hari di mana tama tidak membuat tasya tersenyum dan tertawa. hari berlalu berganti minggu hingga minggu pun berganti bulan dan tidak terasa ini adalah bulan di mana tasya begitu sibuk untuk mempersiapkan kelulusannya. tasya hanya beberapa kali bertemu tama dan mereka juga hanya bertukar pesan atau pun suara melalui panggilan ponsel mereka.
rencananya setelah tasya selesai dan berhasil lulus tama akan membawa tasya untuk menemui kedua orang tuanya. agar kedua orang tua tama bisa merestui hubungan keduanya.
beberapa kali juga mereka membahas tentang menikah dan meminta pendapat masing masing. tasya sendiri terserah dengan keputusan tama jika tama sudah siap tasya setuju saja. sedangkan tama sendiri memutuskan untuk memiliki pekerjaan agar tidak bergantung pada ayahnya.
tasya tak mempermasalahkan untu keputusan tama tasya juga mulai menata akan melakukan apa setelah lulus dan tasya sudah memiliki target untuk bekerja agar sekolahnya selama ini tidak sia sia saja.
malam itu di rumah tama.
tama sedang mempersiapkan diri di kamarnya karena malam ini tama berencana untuk datang ke rumah tasya karena sudah satu minggu tama tidak datang keduanya hanya bertemu di kampus sesekali.
" sempurna. " ujar tama yang sedang memandangi dirinya sendiri di cermin.
" malam ini aku akan melamar mu sya tunggu aku karena aku benar benar sangat ingin mendapatkan kamu seutuhnya. " ujar tama kemudian mengambil sebuah kotak kecil berwarna merah sejenak tama membuka kotak itu dan memperlihatkan isi kotak itu. sebuah cincin mewah berkilau sudah di siapkan tama.
tama mulai keluar dari kamarnya kemudian segera menuruni tangga menuju lantai satu. tama melihat papa dan mamanya sedang duduk di sofa ruang tengah.
" pa.... ma...... tama keluar ya. " ujar tama kemudian menuju pintu.
" tama.... " ujar sang papa terdengar cukup dingin.
tama terhenti di pintu perasaan tak di kenal mulai membuat tama gugup dan takut hatinya berkata jangan berbalik tapi tubuhnya merespon berbeda tubuhnya memaksa tama berbalik dan segera melangkah.
" duduk.... " ujar sang ayah. mendapat perintah duduk tama pun duduk.
" ada apa pa.....
apa tama sudah berbuat salah.....
ma ada apa ini.... " ujar tama kini sudah berkeringat takut.
" diam dan dengarkan saja papamu tama.... " ujar sang mama datar saja. membuat tama semakin takut.
" siapa wanita yang selama ini kamu temui dan kamu rela menguras isi dompet mu. " ujar papa tama bertanya tatapan papanya tidak pernah lepas dari tama.
" itu pa...
namanya tasya pa....
tapi pa tasya baik kok pa dia tidak seperti wanita lainnya yang suka menghabiskan uang tama tidak seperti yang lainnya...
itu uang tama berkurang karena tama sendiri yang memaksa agar tasya mau membeli sesuatu yang dia suaka.... " jelas tama dengan cepat karena gugup dan takut.
" apa wanita itu sebanding dengan keluarga kita apa kamu sudah berpikir apa papa dan mama kami ini akan menerima dia. " ujar papa tama bertanya.
__ADS_1
" itu.....
tama......... "
" putuskan hubunganmu besok. " ujar papa tama tidak menunggu penjelasan tama.
" tapi pa....
tama mencintai tasya dan tasya juga mencintai tama kita saling mencintai pa... " ujar tama
" jaman sekarang kamu masih berbicara cinta. bodoh kamu harus mendapatkan wanita yang setara dengan keluarga kita dan cinta... itu bisa tumbuh setelah bersama. " ujar papa tama
" pa tasya bukan dari kalangan kelas rendah tasya juga cukup berada pa...
jadi tolong pa.... " ujar tama masih melawan rasa takutnya untuk membantah sang papa.
" kamu pikir papa tidak tau siapa wanita itu dan keluarganya....
ayah wanita itu memiliki tiko furnitur dan ibunya itu punya toko baju kan itu yang kamu ingin katakan.....
itu semua jauh di bawah keluarga kita. " ujar papa tama mulai emosi, terlihat dari wajah sang papa.
" tapi pa...
" kamu mau seperti itu jika kamu mau kamu bisa pergi jangan bersama papa dan mama dan ingat jangan pernah menyalahkan papa jika wanita itu dan keluarganya menjadi gelandangan dan tidur di jalanan. jadi saran papa jika kamu masih ingin melihat wanita itu baik baik saja turuti apa kata papa. " ujar papa tama kemudian pergi menandakan dia sudah tidak menerima bantahan.
" ma.... " ujar tama melihat ke arah mamanya yang kini merubah wajahnya menjadi sendu bahkan terlihat di matanya mulai ada tetesan air mata.
" kemari lah sayang....
kamu dengar dan ikuti saja kata kata papa ya kamu tau jika papa tidak pernah main main dengan kata katanya. jadi demi kebaikan keluarga wanita itu kamu harus bisa memutuskan hubungan ini. " ujar mama tama yang membelai rambut tama yang sedang berbaring di pangkuan sang mama.
" tapi ma bagai mana tama harus melakukannya tama tidak tega jika harus melukainya ma. " ujar tama yang merasa tidak mungkin melukai tasya karena bagai mana pun tasya terlalu lembut untuk di sakiti.
" lebih baik dia sakit sekarang dari pada dia harus mengemban penderitaan di kemudian hari karena keegoisan kamu. yang terlalu memaksakan perasaan kamu. " ujar mama tama menasehati karena bagai mana pun dia juga merasakan apa yang di rasakan anaknya itu.
" ma... apa tama bawa pergi saja tasya dan keluarganya. " ujar tama dengan pemikiran yang tiba tiba saja muncul.
" kamu yakin....
dan apa iya kamu akan meninggal mama sayang kamu anak satu satunya yang mama punya. juga kamu mau pergi ke mana kamu lupa siapa papa kamu mungkin setahun dua tahun kamu masih tenang selepas itu papa kamu akan menemukan kamu dan dia akan mempersulit kamu dan keluarga wanitamu itu. juga apa kamu punya uang uang kamu saja papa yang kasih jika papa men stop itu bagai mana kamu akan hidup. " ujar mama tama menasehati tama dengan sabar dan memberikan pertimbangan pada tama.
" papa jahat ma...
papa terlalu memaksakan semua keinginannya tama benci papa... " ujar tama dengan sedih dan marah.
__ADS_1
" sudah sayang lebih baik ikuti apa kata papa kamu jangan menundanya mama juga tidak mau kehilangan anak mama satu satunya. " ujar sang mama yang hanya di tanggapi diam oleh tama.
" sudah sekarang kamu ke kamar istirahat dan pikirkan lagi mama akan mencoba berbicara dengan papa mungkin mama bisa sedikit merubah sedikit. tapi mama tidak akan berjanji tama harus mengerti bagai mana papa. " lanjut mama tama.
" iya ma.... tama ngerti.... " ujar tama menjawab.
" bagus.... ya sudah mama tinggal ya sayang. " ujar mama tama kemudian segera pergi meninggalkan tama.
tama juga setelah sedikit merenung akhirnya memutuskan kembali ke kamarnya. sedangkan di kamar papa dan mama tami kini sedang terlibat obrolan.
" gimana ma.... " ujar papa tama.
" udah beres pa mama sudah sebaik mungkin untuk membujuk tama. " ujar mama tama tersenyum.
" bagus ma papa gak sudi punya mantu seperti itu. mau di taruh di mana muka papa nantinya jika teman papa tau. " ujar papa tama.
" mama juga pa, yang ada mama di bully sama teman teman arisan mama. " ujar mama tama.
" tapi menurut mama apa tama akan memutuskan hubungan dengan wanita itu. " tanya papa tama karena masih sedikit tidak tenang walau sudah tau tama tidak akan pernah menolak begitu jauh apa yang sudah dia minta.
" papa tenang saja mama yakin tama pasti melakukan itu mama tau tama bagai mana ya min tidak pernah bisa mengabaikan apa yang papa minta. walau tadi mama sedikit terkejut bahwa tama memiliki pemikiran untuk kabur dan membawa serta wanita itu dan keluarganya. " ujar mama tama menjelaskan.
" apa....
awas saja jika seperti itu papa akan hapus dia dari keluarga dan papa akan buat dia menderita. " ujar papa tama dengan bersungut muka.
" mama sih terserah papa... tapi bagai mana pun tama . asih anak kita pa jadi mama Minta jangan keterlaluan mama sangat menyayangi tama. " ujar sang istri yang masih memiliki sisi keibuannya pada tama.
" iya ma papa juga tau ukuran batas untuk tama mama tenang saja. papa juga tidak mau kehilangan tama. " ujar papa tama kini berbaring di tempat tidurnya.
" papa memang yang terbaik. " ujar mama tama yang kini sedang duduk di atas tubuh papa tama. ya sedari tadi keduanya mengobrol dengan batas kaca buram karena mama tama sedang mengganti pakaiannya menjadi pakaian tidur yang sangat tipis dan begitu menggoda.
" mama cantik sekali...
apa tamu bulanan mama sudah pergi.... " tanya papa tama yang mana tangannya sudah mulai nakal.
" sudah beres pagi tadi pa.. ... Ahhk... ~~~~" ujar mama tasya yang merasakan remasan lembut dari tangan papa tama.
" jadi apa bisa kita lakukan malam ini ma. " ujar papa tama sudah mulai panas karena batang miliknya sudah tercetak pas diantara paha mama tama. ya mama tama duduk pas di mana batang itu berada.
" boleh malam ini tubuh mama untuk papa seorang. " ujar mama tama yang mulai menikmati permainan lembut tangan papa tama.
dan malam itu pun pecah oleh pasangan suami istri itu menjadi malam yang panas suara suara kenikmatan tiada hentinya memenuhi ruangan itu tanpa khawatir akan keluar.
" lebih cepat pa...... Ahak.. ~~~ mama sudah sampai batas..... "
__ADS_1