Tranformasi Sang Istri

Tranformasi Sang Istri
jadian


__ADS_3

di sebuah tempat yang memang sudah di siapkan oleh tama untuk mengenang momen yang menurutnya spesial.


" tama kenapa kita berhenti. " tanya tasya bertanya bingung karena cukup asing.


" kita sudah sampai. " ucap tama tersenyum. "


" oh....


tapi tama ini gelap sekali apa kamu yakin membawaku kesini. " ucap tasya mulai khawatir dan berfikir yang aneh aneh.


" tenang sya aku tidak sedang merencanakan hal buruk padamu. " ucap tama.


"em... " ucap tasya mencoba percaya.


" sebelum keluar aku minta kamu untuk tutup mata apa bisa. " ucap tama.


" em... bisa. " ucap bunga meyakinkan dirinya walau masih merasa takut.


" baik gunakan ini untuk menutup matamu sya. " ucap tama menyerahkan penutup mata.


tasya pun menerimanya kemudian memakaikan penutup mata itu sesuai dengan permintaan tama. " baik aku akan turun terlebih dahulu untuk menuntun mu sya. " ucap tama


" em" Tasya mengangguk.


tama pun keluar kemudian membuka pintu untuk tasya kemudian membantu tasya untuk turun dari mobil. setelah itu tama menuntun tasya untuk ke depan mobil dan berdiri tepat di depan mobil.


" tama apa kita masih akan berjalan apa tempat itu masih jauh. " ucap tasya.


" tidak sya kita sudah tiba dan tidak akan jalan lagi. kamu tunggulah dalam hitungan ketiga kamu bisa membuka mata. " ucap tama.


" baik lah.... " jawab tasya jantungnya sudah jedag jedug.


ilustrasi tempat tapi dari sudut pandang malam.



satu.... dua.... tiga......


setelah hitungan itu tasya membuka penutup matanya sejenak matanya mencoba menyesuaikan dengan keadaan sekitar.


suasana gelap saat pertama tiba kini sudah hilang berganti dengan taman yang berhiaskan lampu. suasana nyaman mulai tercipta perasaan berdebar semakin cepat.


" ayo sya kita duduk di sana. " ucap tama pada tasya yang masih terpukau. tasya hanya mengangguk untuk menjawab tama, tidak ada kata yang bisa tasya ungkapkan saat ini.


setelah duduk tama membiarkan tasya sejenak untuk menyesuaikan dan menikmati apa yang ada di sekitarnya.


" sya..... " ucap tama.


" em.... " jawab tasya.


" apa kamu senang. " tanya tama.


" em.... " jawab bunga.


" sya.... " panggil tama kembali.


" ya..... " jawab bunga jantungnya semakin berdetak tak karuan.


" apa kamu sudah memiliki jawabannya. " tanya tama dengan perasaan tak karuan.


" e.... e...... e.... sudah. " pelan tasya wajahnya menunduk.


" sya biar aku ulang pernyataan ku yang kemarin sya, setelah itu kamu bisa langsung menjawabnya. " ucap tama


" tasya rosmala aku tama malam ini ingin menyatakan sebuah perasaan cinta padamu langit dan bumi sebagai saksi mau kah kamu menjadi pacarku "


tasya yang sudah menyiapkan mentalnya kini sudah runtuh mendengar ungkapan hati tama yang begitu mengena di hatinya tasya hanya bisa mengangguk kemudian mengatakan


" YA AKU MAU. "

__ADS_1


kemudian tama mengeluarkan sesuatu seperti kotak kemudian membukanya memperlihatkan sebuah kalung dengan liontin berupa permata yang begitu indah.


" Terima kasih sya sudah menerima ku.


ini bukanlah apa apa sya maukah kamu menerima ini. " ucap tama.


" tama kamu berlebihan ini terlalu berharga. " ucap tasya.


" sya sungguh materi ini tidak lah berharga di bandingkannya kamu lah sebenarnya yang lebih berharga, jadi mau kan kamu menerimanya sya. " ucap tama memancarkan ketulusan tanpa di buat buat.


" baik lah aku Terima..


makasi ya tama. " ucap tasya tersenyum dengan pipi yang memerah.


" boleh aku bantu memakaikannya sya. " ucap tama.


" em. " jawab bunga.


tama kemudian mulai melingkarkan kalung itu di leher putih bersih milik tasya kemudian menguncinya.


setelah itu tama kembali duduk di samping tasya kembali.


" apa kamu suka sya. " tama.


" ya aku suka, ini begitu bagus nan cantik. " tasya dengan memegangi liontin kalungnya.


" tak secantik dirimu sya.


aku yakin kamu adalah salah satu bidadari yang Tuhan kirimkan ke bumi. " ucap tama.


" tama sungguh kamu pandai merangkai kata kata manis aku sungguh terbuai di buatnya mungkin tak perlu waktu untukku agar aku bisa mencintaimu. " tasya.


" sya kamu tau aku adalah laki laki beruntung yang bisa mendapatkan bidadari sepertimu. " ucap tama yang sudah menggenggam tangan tasya dengan lembut.


" tama aku juga beruntung bisa mendapatkan seorang pria yang baik, perhatian, dan mencintaiku dengan tulus. " ucap tasya.


" eh sya kita foto bareng yuk. " ucap tama.


" untuk menandai jika kita pernah bertukar perasaan dan tempat ini akan menjadi tempat kita berdua nantinya. " ucap tama.


" boleh......


tapi tadi ponselku tertinggal di kamar karena aku kesal dengan mu yang tiba tiba saja menghilang tak membalas pesanku. " ucap tasya.


" gunakan ponselku saja. " ucap tama.


" eh bukankah ponselmu lowbat. " ujar tasya.


" hehehe.... "


" tama apa kamu ngerjain aku. " ucap tasya membulatkan matanya.


" aku hanya ingin memberikan kejutan sya. " ujar tama


" huh..... "


" eh marah nih.....


maafin aku ya sya. "


" em.... "


" maafin aku ya sya. " ucap tama kemudian mengecup punggung tangan tasya dengan lembut.


tasya merasa tersentuh dan menghangat dengan perlakuan tama yang lembut.


" iya.... " jawab bunga dengan mata yang berbinar.


" jadi gimana mau foto bareng. " tanya tama.

__ADS_1


" em... aku mau.... " jawab bunga.


gambar hanya pemanis kalian bisa bayangin aja foto yang mereka ambil.



" sya udah malem nih...


udaranya juga dingin mau pulang...


aku tidak mau pacarku sakit. " ucap tama.


" boleh. " jawab tasya lembut dan tersenyum.


" ayo..... " ujar tama mengulurkan tangannya.


tasya pun menyambut itu dengan wajah ceria tapi sedikit tampak merah di kedua pipinya. keduanya pun jalan bergandengan tangan ke arah mobil.


" tama aku baru sadar jika kita sepertinya hanya berdua saja. " ujar tasya.


" tempat ini aku sewa semalam jadi hanya kita berdua saja di sini. " jawab tama.


" what....


pasti itu sangat mahal tama. " ujar tasya terkejut.


" untukmu ini hanya sebuah hal kecil sya. " jelas tama.


" tama kedepannya jangan lakukan ini lagi cukup lah kamu saja itu sudah cukup untuk ku. " ujar tasya.


" emmmm baik lah....


tapi aku tidak janji... " ujar tama tersenyum.


" tama... " kesal tasya tapi juga merasa dia begitu penting untuk tama.


mereka pun pergi perasaan bahagia dirasakan di hati mereka masing bahkan tama tidak melepaskan tangan tasya saat di mobil.


" lah tama kenapa kita berhenti. " tanya tasya.


" sya apa ayah dan ibu suka dengan martabak atau krak telor. "


" em... setau ku sih ayah dan ibu suka krak telor memangnya kenapa tama. " Tasya.


" aku ingin membelikannya untuk ayah dan ibu tunggu di sini sebentar ya. " ucap tama kemudian keluar.


" eh tapi.... " ujar bunga tidak sempat karena tama sudah keluar.


singkatnya kini tama dan tasya sudah sampai di rumah tepat pukul 09.


" tasya sudah pulang nak. " ucap ibu tasya.


" om... tante.... maaf sedikit malam..... " ujar tama.


" iya tak apa....


ayo masuk dulu nak tama. " ujar ayah tasya.


" iya makasi om....


ini tante ada sedikit oleh oleh sederhana. " ujar tama.


" eh... apa ini kenapa repot repot sih nak tama." ujar ibu tasya.


" tidak repot kok tante. " ujar tama.


" makasi ya tama....


ayo masuk dulu ibu akan siapkan ini lalu kita makan bersama. " ujar ibu tasya.

__ADS_1


" ayo... ayo... " ayah tasya.


" iya om, tante. " tama.


__ADS_2