Tranformasi Sang Istri

Tranformasi Sang Istri
meminta izin


__ADS_3

" rin....


kemarin kenapa tidak ke sini..... " tanya ibu tasya.


" hehe itu tante..... "


" Ririn sudah punya pacar bu jadi kemarin di jemput pacarnya.... " potong tasya.


" eh...... " Ririn.


" wah bagus dong rin sudah punya pacar sekali sekali di bawak dong ke sini tante ingin bertemu dengan pacar kamu. " ucap ibu tasya.


" hehehe siap tante. " ucap Ririn asal jawab saja.


" tasya belum tuh. " celetuk ayah tasya.


" ayah..... " keluh tasya..


" sepertinya gak bakal lama lagi om. " celetuk Ririn menimpali.


" Ririn apaan sih. " tasya menjadi gugup.


" wah bagus dong. " ucap ayah tasya. "


" udah yuk berangkat nanti telat. " ucap tasya pada ririn.


" eh..... " Ririn.


" ayah ibu... tasya berangkat ya.. "


" om tante Ririn berangkat ya... "


" iya kalian hati hati di jalan. " ucap ibu tasya


tasya dan Ririn pun pergi setelah berpamitan dengan ayah dan ibu tasya.


" sya kok buru buru sih. " Ririn.


" iya jika tidak obrolan tadi akan memojokkan ku. " jawab tasya.


" oh.....


emang gimana udah dapet jawabannya belum. kalo belum aku saranin sih mending Terima aja. " ucap Ririn.


" udah ah berangkat aja itu urusanku... " ucap tasya.


" ye..... dibilangin malah pergi.


kamu gak tau aku ini berpengalaman. " ucap Ririn.


" berpengalaman apa lah kamu saja baru berpacaran dan itu pun belum genap 1 minggu....


udahan ayo buruan jangan bahas itu lagi" ucap tasya dengan membuka pintu mobil.


" iya kaya tung...... "


" tasya...... " teriak seorang yang sedang berlari ke arah tasya.


" mau berangkat ya.... " ucap orang itu.


" mas tono....


iya mas tasya mau berangkat. " jawab tasya membatalkan niatnya untuk memasuki mobil.


" sama teman kamu ya... " ucap tono.


" iya mas sama temen....


kenalin mas ini temen aku namanya Ririn...


rin kenalin ini mas tono... " ucap tasya


" hay aku Ririn. " ucap Ririn melambaikan tangannya seramah mungkin.


" hay juga aku tono. " ucap tono juga melambaikan tangan penuh percaya diri.


" mas tono tasya sudah harus berangkat takutnya terlambat apa mas tono perlu sesuatu pada tasya. " ucap tasya.


" oh itu rencananya aku mau anterin kamu tapi karena sudah bersama teman ya sudah tidak jadi. " ucap tono.


" oh....


makasi ya mas sudah baik sama tasya...


tasya juga minta maaf tasya sudah bersama teman tasya. " ucap tasya.


" iya gak papa. " jawab tono.

__ADS_1


" ya sudah mas tasya berangkat dulu ya mas. " ucap tasya mencoba untuk segera pergi.


" iya sudah hati hati di jalan. " ucap tono.


" iya mas....


ayo rin.... " ucap tasya.


" ok.... " jawab ririn mengangguk setuju.


di dalam mobil.


" siapa sih sya tuh orang. " ucap Ririn bertanya penasaran.


" lah kan sudah kenalan. " ujar tasya


" ye.... maksudku itu dia itu siapa kamu. " uajr Ririn sedikit jengkel.


" oh....


dia tetangga.... " jawab tasya.


" kamu dekat sya dengan dia.... " tanya Ririn lagi.


" yang kamu lihat gimana rin. .... " timpal tasya.


" entah lah sya aku tidak tau. " jawab Ririn.


" sudah sejak lama dia sering datang ke rumah kadang sekedar basa basi kadang juga nganterin makanan dan lainnya. " jelas tasya.


" suka kali sya sama kamu. " ujar Ririn.


" mungkin.... " jawab tasya menerawang.


" terus kamu gimana sya... " tanya lagi Ririn.


" gimana apanya rin. " tanya tasya.


" ya kamu mungkin suka juga gitu. " ucap Ririn.


" gila......


dengar ya takdir memang sudah di tentukan tapi manusia bisa memilih. jadi aku masih milih milih lah. " ucap tasya.


" wih keren nih saudaraku. " ucap Ririn.


sejak kapan...... " ucap tasya.


" sejak tante bilang kita saudaraan lah.


kamu beruntung bisa bersaudara dengan Ririn yang cantik dan baik hati ini loh. gak bakalan rugi dah pokoknya. " ucap Ririn jumawa.


tasya hanya bisa tercengang mendengar apa yang di katakan Ririn. tasya tak menyangka dengan sahabatnya itu.


" sepertinya si tama bakalan dapat saingan berat nih sama mas tono. " ucap Ririn membuat tasya semakin terkejut dan kesal.


" apaan sih rin, saingan saingan apa..... " ketus tasya.


tapi Ririn diam saja tidak melanjutkan perdebatannya, Ririn memilih untuk fokus menyetir.


satu hari berlalu hari ini adalah hari di mana tasya harus memberikan jawabannya pada tama. tasya sudah menyusun mentalnya mulai dari semalam bahkan merangkai kata yang tepat yang akan di bicarakannya nanti.


saat itu masih sore hari tasya sudah bersiap dengan pakaiannya hari ini tidak ada kelas jadi tasya hanya bertukar pesan dengan tama.


dan sudah di putuskan keduanya akan bertemu sore hari dengan tama yang akan menjemput tasya ke rumahnya sekalian izin pada orang tua tasya.


ayah dan ibu tasya juga hari ini pulang cepat karena tasya memintanya untuk pulang cepat tasya juga menjelaskan pada ibunya tentang siapa yang akan datan



" sya aku sudah di depan rumahmu. " ucap tama melalui pesan.


" ya sudah masuk saja. " balas tasya.


" sya ayah mu galak gak. " tanya tama.


" galak.... " balas tasya tersenyum.


" ih aku pulang aja ya..... " ucap tama.


" ya udah sana pulang.. " ucap tasya dingin.


lama tak ada balasan dari tama membuat tasya kesal. tasya berpikir jika tama beneran pergi.


" dasar php..... " keluh tasya.


" tasya keluar nak di depan ada temanmu. " ucap Ibu tasya dari luar kamar.

__ADS_1


" siapa bu.... " tanya tasya.


" keluar lah ibu juga tidak tau. " jawab ibu tasya.


" baik lah tasya segera keluar bu. " ucap tasya sejenak melihat ponselnya siapa tau tama membalas pesannya.


" hah sepertinya dia benar benar pengecut. " ucap tasya kemudian segera melempar ponselnya sembarang.


tasya segera keluar dari kamarnya untuk melihat siapa orangnya yang datang karena sebelumnya tidak ada yang memberikan kabar akan pergi ke rumahnya. sempat terlintas jika itu tono tapi jika itu tono ibunya tidak mungkin bilang teman pasti menyebutkan tono.


tak lama tasya sudah sampai di ruang tamu tasya kaget melihat siapa yang datang bahkan yang lebih kagetnya lagi orang itu sangat akrab dengan ayahnya.


" tama..... " ucap tasya.


" nah itu dia tasya....


tasya kemari naka tama mencari mu. " ucap sang ayah.


tasya terkejut dengan ucapan ayahnya yang memanggil tama dengan sebutan nak tama bahkan tono yang sering ke rumahnya saja masih di panggil tono.


" iya ayah.... "


" hay sya.....


maaf ponselku lowbat... " ucap tama.


" iya.... " ucap tasya menunduk karena malu dengan ayahnya.


" nah karena tasya sudah di sini om masuk saja, kalian mengobrol lah. " ujar ayah tama


" eh maaf tunggu om.....


selain kedatangan saya menemui tasya saya juga mau izin mengajak tasya keluar. " ucap tama tanpa ragu dan grogi.


" oh mau ajak tasya keluar....


boleh saja tasya apa kamu mau nak.... " ujar ayah tasya.


" iya ayah. " jawab tasya masih dengan wajah menunduk.


" karena tasya mau om mempersilahkan saja. hanya saja om titip tolong jaga tasya karena tasya anak satu satunya om. " ucap ayah tasya melihat ke arah tama.


" saya tama akan menjaga tasya dengan semua yang saya bisa om. " jawab tama.


" bagus...


lalu apa kalian sudah akan mau berangkat. " ucap ayah tasya.


" iya om.... " jawab tama.


" buk.... buk..... nak tama sudah mau pergi.... " ucap ayah tasya.


segera ibu tasya sedikit berjalan cepat dari arah dapur. " loh sudah mau pergi toh ibu masih buatin teh lo. " ujar ibu tasya.


" tidak usah tante tama mau keluar bersama tasya. nanti jika ada waktu di lain hari tama akan minum teh di sini. " ucap tama.


" oh.....


ya sudah jika seperti itu....


hati hati ya di jalan tante titip tasya ya nak. " ujar ibu tasya.


" iya tante. " jawab tama.


" nak tama jika nanti tasya bawel tolong sabar ya. " ujar ayah tasya.


" ayah...... " ucap tasya terkejut karena tidak menyangkal dengan apa yang di katakan ayahnya itu.


" ya sudah sana lekas jalan pulangnya jangan terlalu malam. " ucap ayah tasya.


" ya sudah om, tante, kami berangkat. " ucap tama.


" ayah ibu tasya berangkat. " tasya


" iya pergilah hati-hati di jalan. "


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


TINGGAL KAN JEJAK YA KAWAN


LIKE


COMEN


VOTE

__ADS_1


__ADS_2