
tasya sedang sibuk dengan laptopnya saat ini matanya tidak lepas dari layar laptop nya jari jarinya juga begitu lentur menari di atas keyboard suara musik menemani dengan volume yang cukup nyaman di dengar di telinga.
tapi semenjak siang tadi perasan tasya mulai tidak tenang entah apa yang akan terjadi tapi tasya merasa terganggu dengan itu beberapa kali tasya harus merevisi pekerjaannya itu karena hati dan pikirannya sedang tidak dalam mode on.
" ada apa sebenarnya..
kenapa aku merasa tidak tenang.... " ujar tama pada dirinya sendiri.
" sudah pukul 8 dan tama juga masih belum juga datang, apa mungkin terjadi sesuatu di jalan pada tama..... " hati tasya sedang berbicara.
" tidak tidak tama baik baik saja....
tapi mengapa tidak mengabari, biasanya juga nabari jika tidak jadi atau ada urusan lain. "
sejak petang tadi tasya sudah mempersiapkan diri karena tama akan datang bahakan tasya menolak untuk makan bersama ayah dan ibunya demi bisa makan bersama tama.
" tasya....
apa tama batal datang sayang.. " ujar ibunya yang baru saja keluar dari kamar dan melihat tasya sedang duduk di ruang tamu.
" entah lah bu, tasya juga tidak tau.... " jawab tasya sedikit sedih.
" loh apa tama tidak mengabari kamu. " tanya lagi ibu tasya yang susah duduk di sebelah tasya.
" tidak bu.... " jawab tasya.
" lah terus kamu sedari tadi ngapain dengan ponsel di tangan kamu. " tanya ibu tasya.
" nungguin kabar dari tama bu. " jawab tasya cepat.
" kalo tama sampai pagi tidak memberi kabar bagai mana. bukan kah lebih baik kamu kirim pesan dan tanyakan tentang jadi atau tidaknya tama ke sini. " ujar ibu tasya.
" eh iya juga ya kenapa tasya tidak kepikiran untuk kirim pesan dulu, tapi malah nungguin. " ujar tasya merasa bodoh dengan dirinya sendiri. wajib saja perasaan tak nyaman di hatinya semkin kacau.
" dasar tasya tasya. " ujar ibu tasya menggelengkan kepala.
tasya segera mengirim pesan menanyakan tentang tama yang jadi atau tidaknya berkunjung ke rumahnya.
DING..... DING.... ding.......... ting..... ting....
" nah itu mungkin tama sya.... " ujar ibu tasya yang sejenak beradu pandang dengan tasya dan tampak wajah tasya yang sumringah.
" iya bu......
ya udah tasya bukain pintu dulu ya bu.... " ujar tasya.
" ya udah sana..... " ujar ibu tasya tersenyum melihat anaknya begitu bersemangat.
tasya yang sudah seperti tidak sabar segera menuju pintu dan membuka pintu.
" tam.......
eh cari siapa ya..... " ujar tasya ingin mengucapkan nama tama dan ingin sedikit mengomel tapi tidak jadi karena sosok yang saat ini berdiri di pintu bukan tama wali dia juga seorang pria.
" itu saya cari pak agung....
apa benar ini rumah pak agung.... " ujar pria itu.
" oh benar ini rumahnya. " ujar tasya
" siapa sya... " ujar ibu tasya yang melihat tasya sepertinya berbicara bukan pada tama tapi seperti orang lain.
" ada tamu bu.....
cari ayah..." ujar tasya
" oh ya sudah suruh masuk ibu akan panggilkan ayah. " ujar ibu tasya.
__ADS_1
" iya bu. " jawab tasya.
" mari masuk mas. " ujar tasya
" iya terimakasih. " ujar pria itu kemudian mengikuti tasya.
" silahkan duduk dulu mas. " ujar tasya mempersilahkan.
" iya terimakasih... " ujar pria itu.
" mbaknya ini... " lanjut pria itu tapi tidak menyelesaikan kata katanya.
" oh saya anak dari pak agung.
nama sya tasya. " ujar tasya memperkenalkan diri.
" saya agus setiawan anak dari Tio setiawan. kedatangan saya ke sini untuk mewakili ayah saya karena beliau sedang sakit. " ujar orang yang bernama agus.
" oh... begitu... semoga cepat di berikan kesembuhan ya mas. " ujar tasya.
" iya terimakasih. " ujar agus.
" loh ada nak agus toh saya pikir siapa... di mana ayahmu.... " ujar ayah tasya yang susah datang.
" iya pak agung....
ayah sedang sakit.... " jawab agus.
" ooo walah saya tidak tau itu semoga lekas sembuh jika seperti itu. "
" iya pak agung terimakasih. " ujar agus.
" ayah tasya kebelakang dulu untuk buat minum. " ujar tasya menyela selagi ada jeda.
" oh iya sayang. " ujar ayah tasya
" nak agus... nak agus.... " ujar ayah tasya untuk menyadarkan agus.
" eh iya iya pak maaf maaf.... " ujar agus.
" itu putri saya namanya tasya. " ujar ayah tasya karena melihat agus yang begitu menaruh perhatian pada anak gadisnya.
" eh... maaf Pak agung jika saya lancang. " ujar agus sudah seperti maling yang tertangkap basah.
" apa nak agus tertarik dengan anak saya. " ujar ayah tasya.
" wah pak agung bisa aja. " ujar agus terkejut karena tidak menyangka akan mendapat pertanyaan itu.
" hahahahahahaha...... " tawa ayah tasya..
kemudian keduanya mulai dengan pembahasan keduanya mengobrol sesekali juga bercanda. tasya juga sudah datang dengan membawa dua cangkir minuman di atas nampan dari arah dapur.
agus yang menangkap pergerakan dari sudut matanya segera saja sedikit melirik dan matanya tercerahkan dengan kehadiran tasya sejenak otaknya blank dengan apa yang di jelaskan ayah tasya.
agus segera kembali dengan mode normalnya lagi setelah tasya meletakkan minuman di meja. " eh jadi ngerepotin. " ujar agus mencari obrolan dengan tasya.
" ini sudah ada mas jadi tidak ngerepotin..
jadi silahkan di minum. " ujar tasya.
" iya terimakasih. " ujar agus.
" ayah tasya ke kamar ya. " ujar tasya.
" ya sudah sana. ibu kamu di mana... "
" ibu katanya mau ke kamar kepalanya sedikit pusing. " jelas tasya.
__ADS_1
" oh.... " jawab ayah tasya.
" silahkan kan di minum mas, saya permisi. " ujar tasya.
" i... i... iya.. " ujar agus. memperhatikan kepergian tasya.
setibanya di kamar tasya merebahkan tubuhnya suasana hatinya masih tidak berubah dan pikirannya selalu memikirkan tama yang juga tidak kunjung datang.
" kemana tama. " ujar tasya kemudian melihat ponsel nya mungkin ada pesan balasan dari tama.
benar saja di sana ada notifikasi satu pesan tidak terbaca dari tama.
" maaf sya malam ini aku tidak jadi datang. "
" *kenapa kamu tidak bilang jika tidak datang. "
" maaf... "
" ya sudah....
tapi apa kamu baik baik saja. sejak siang tadi aku merasa tidak tenang seperti akan terjadi sesuatu. "
" aku baik baik saja sya....
sya esok aku mau kita ketemu di taman kampus ya ada sesuatu yang perlu aku bicarakan dengan kamu. "
" lah ngomong sekarang saja kenapa aku v'call ya. "
" enggak sya besok saja aku harus bicara langsung dan bertemu dengan kamu. "
" oh ya sudah. "
" udah malem juga kamu istirahat ya jangan terlalu keras aku yakin kamu bisa. "
" iya makasi. "
" aku masih harus menyiapkan sesuatu jadi aku akhiri dulu ya.
kamu tidur lah jangan sampai tidak. "
" iya
bawel.... "
" tapi sayang kan. "
" banget. "
" love you "
"❤💞 🥰*... "
" hah tama baik baik saja tapi kenapa aku masih sangat geli saja. " ujar tasya.
kruuuk..... kruuuk..... suara perut.
" oh apa jangan jangan karena laper ya....
sudah lah sudah malam juga males. lebih baik tidur aja dan besok ketemu ayank tama. " ujar tasya kemudian segera menyembunyikan wajahnya di balik guling lembut dan halusnya.
di kamar tama kini kamar itu sudah berantakan tama begitu mengamuk dan marah dia begitu marah pada dirinya sendiri karena tidak mampu berbuat apa apa untuk mempertahankan hubungannya dengan tasya.
maa.... maaf jika update author lambat karena ini semua juga bukan hobi ini karena hanya untuk menyuarakan hati author aja pengen nulis.
jika kalian menemukan tulisan tulisan yang kurang pas tolong di maaf kan namanya juga perdana dan amatiran.
jadi jangan lupa tinggalkan LIKE, COMEN, DAN VOTE YA
__ADS_1