Tranformasi Sang Istri

Tranformasi Sang Istri
meminta jawaban


__ADS_3

" lihat bu, tono sepertinya begitu berusaha untuk Tasya. " ucap ayah Tasya yang sedari tadi mengintip bersama istrinya.


" iya yah. lalu bagai mana yah.... " jawab ibu Tasya kemudian bertanya.


" sudah lah pasrahkan semua pada takdir karena roda takdir tidak akan pernah berhenti berputar. " jawab sang ayah.


" ayah ya memang ayah mau Tasya bersama tono. " kesal ibu Tasya.


" jika bisa memilih ayah memilih tidak bu, tapi siapa yang bisa melihat masa depan. " jawab ayah Tasya.


" iya juga sih.... " timpal ibu Tasya


" sudah lebih baik sekarang kita lanjutkan yang semalam saja, ayah merasa masih belum cukup. " ucap ayah Tasya.


" ayah..... semalam saja ayah begitu ganas hingga ibu hampir kesiangan tadi eh sekarang sudah minta lagi memang ayah masih kuat. " ucap Ibu Tasya mengingat semalam yang terjadi begitu panas.


" eh ayah masih kuat loh buk.


sudah ayok..... " ucap yah Tasya seperti tidak sabar tak lupa mengunci pintu.


" ayah apa akan melakukannya di sini apa tidak di kamar saja. " ucap ibu Tasya yang kini sudah terkunci di sofa ruang tamu.


" ya...


lagi pula sudah lama sejak saat itu kan buk. " ucap ayah Tasya.


" ayah..... " ibu Tasya begitu malu tapi juga tidak menolaknya.


akhirnya pergulatan suami istri itu pun pecah suasana yang sebelumnya sejuk damai kini memanas dan kesunyian kini mulai berisi suara suara aneh namun indah.


flashback on


" anak ibu yang tampan mau ke mana sayang pagi pagi sekali sudah wangi dan segar. " ucap seorang yang bisa di panggil ibu.


" ibu tono mau ke rumah Tasya sapa tau Tasya mau tono antar berangkat kuliah. " ucap tono.


" wah anak ibu yang tampan ini sepertinya sangat jatuh cinta ya. " ibu tono.


" hehehe.. doakan ya bu. " ucap tono.


" tentu saja sayang jika itu Tasya ibu akan mendoakan yang terbaik untuk mu. " ucap ibu tono sumringah.


" loh tono mau kemana nak kok rapi sekali. " ucap sang ayah.


" itu loh pak tono mau ketemu sama Tasya katanya. " ucap ibu tono berhasil membuat tono malu dan salah tingkah.


" oh.... Tasya tetangga sebelah itu....


wah bagus itu tono bapak mendukungmu jika nanti kamu berhasil semua harta bapak akan bapak wariskan padamu. " ucap ayah tono.


" iya Pak tono akan berusaha sebaik mungkin agar Tasya bisa luluh dengan tono. " ucap tono.


" ya sudah sekarang ayo sarapan dulu nanti kamu terlambat karena Tasya sudah berangkat. " ucap ibu tono.


" iya bu. " jawab tono.


15 menit kemudian tono sudah keluar dari rumahnya tono memutuskan berjalan kaki karena dekat menurutnya dengan rumah Tasya. entah apa yang ada di pikiran tono saat itu niatnya ingin mengantar Tasya tapi dirinya jalan kaki untuk menemui tasya.


bukankah seharusnya dia membawa mobilnya lalu menunggu Tasya di depan rumahnya. jika saja itu Tasya mau apakah tono masih harus kembali ke rumahnya untuk mengambil mobilnya.


entah lah........


setelah berjalan kini tono sudah dekat dengan rumah Tasya tono semakin bergegas saja untuk segera tiba dan menunggu tiara.


tak lama menunggu tono melihat pintu rumah Tasya terbuka dan itu Tasya sendiri yang keluar dari dalam rumahnya tono segera saja membenahi penampilannya dan juga mengetes bau nafasnya.


" sudah sempurna.... " ucap tono kemudian mengusap rambutnya.


" Tasya..... " panggil tono tiba tiba mengagetkan tasya


" eh copot......


eh mas tono..... " ucap Tasya hampir saja lompat.


" iya Tasya maaf ya sudah mengejutkan kamu. " ucap tono dengan sedikit malu malu.


" tidak apa apa mas tono.... " ucap Tasya kemudian tersenyum.


" wah Tasya tersenyum padaku sepertinya Tasya terkesan melihatku yang tampan ini. lihat ibu anakmu ini akan segera berhasil mendapatkan mantu cantik untuk mu. " ujar hati tono.


" Tasya panggil tono saja tak perlu mas. " ucap tono.


" maaf mas Tasya tidak bisa Tasya menghormati mas tono yang lebih tua.... " ucap Tasya lembut.


" aduh suaranya sungguh merdu sekali ingin sekali setiap hari mendengar suara ini. begitu sempurna Tuhan menciptakannya.

__ADS_1


" oh ya sudah jika itu membuat Tasya nyaman. " ujar tono.


" Tasya mau berangkat kuliah ya bareng aku aja gimana. " ucap tono.


" terimakasih mas tono tapi maaf Tasya bawa mobil sendiri karena Tasya masih harus pergi ke beberapa tempat nantinya. " jelas Tasya beralasan.


" oh....


begitu ya sudah hati-hati di jalan. " ucap tono.


" terimakasih mas tono. mari permisi ya mas. " ucap Tasya tersenyum ramah.


" iya... " jawab tono.


" Tasya begitu cantik sekali jantungku tidak berhenti berdetak bahkan setelah kepergiannya. bahkan wangi parfumnya saja masih ada. " ucap tono pergi dengan senyum senyum sendiri.


flashback off.


Tasya baru saja tiba juga baru saja selesai memarkirkan mobilnya, sejenak Tasya masih berada di mobil memastikan apa yang di perlukannya sudah pas tidak ada yang tertinggal.


setelah di rasa pas Tasya pun keluar dari mobilnya. untuk segera menuju ke kelasnya karena waktunya juga sudah hampir tiba.


setiap langkah Tasya menuju kelas setiap mata tidak pernah lepas untuk melihat tasya. tasya terkenal di kampus selain karena jenius juga karena kecantikannya yang mana menduduki peringkat pertama di kampus.


sapan demi sapaan terus di lontarkan oleh setiap orang yang di lewati Tasya. Tasya juga tidak begitu saja berlalu Tasya juga membalas sapaan mereka terkadang dengan mengangguk, tersenyum, bahkan bertukar beberapa kata.


Tasya juga tidak mengkotak kotakkan orang yang berteman dengannya Tasya selalu menerima mereka untuk berteman dengannya.


" Tasya..... " ucap suara melengking dari arah belakang.


Tasya berhenti dan menoleh. " Ririn. " ucap Tasya sudah tau siapa yang memanggilnya.


" Tasya kita bareng ya.... " ucap Ririn yang sudah ada di dekat Tasya.


" boleh...


aku pikir kamu sudah di kelas rin. " ucap Tasya memulai obrolan.


" hehehe....


belum sya.....


ayang doni barusan masih ngajakin aku sarapan. " jawab Ririn.


" oh.... " jawab singkat bunga.


" santai aja.... " jawab Tasya.


" Rin kamu kapan sih mulai pacaran dengan doni. " tanya bunga penasaran.


" em.... tiga hari yang lalu sih belum lama. " jawab Ririn


" oh...


semoga awet dan sampek ke pelaminan ya. " ucap Tasya mendoakan.


" aamiin..... " jawab Ririn.


keduanya sudah sampai di kelas dan tak lama waktu sudah memasuki pembelajaran seperti yang sudah di jadwalkan.


waktu terus berlalu dan kini sudah memasuki akhir dari pembelajaran di kelas Tasya.


" baik itu saja untuk hari ini untuk pertemuan selanjutnya akan saya sampaikan melalui pesan grup. jadi kalian semua bisa keluar sekarang. "


semua mahasiswa pun keluar termasuk Tasya dan juga Ririn di lorong kedua mengobrol asik..


" Tasya kita ke kantin ya.... " usul Ririn.


" boleh.... " setuju tasya.


di kantin Tasya dan Ririn sudah menikmati pesanan mereka.


" sya boleh aku bertanya. " ucap Ririn.


" ya elah rin mau tanya aja pakek ijin dulu....


udahan tanya saja.... " Jawa Tasya kemudian menyedot minumannya.


" sya tama nembak kamu ya. " tanya Ririn yang berhasil membuat Tasya tersedak dengan minumannya.


" eh pelan pelan sya..... " ucap Ririn.


" rin... kamu kok tau sih kalo tama nembak aku. " ujar Tasya setelah mengembalikan rasa terkejutnya.


" hehehe....

__ADS_1


doni yang bilang.....


emang kamu tidak tau kalau tama dan doni itu sahabatan sudah lama. " jelas Ririn.


" eh enggak... " jawab bunga terkejut.


" sya emang sudah berapa lama kamu dekat dengan tama. " tanya Ririn.


" pastinya aku tidak tau tapi jika tidak salah 3 bulan lalu. " jawab Tasya.


" sya aku rasa tama orang baik karena aku dengar dari doni juga tama itu anak orang tajir sya. " jelas Ririn.


" apa doni yang cerita sama kamu. " tanya Tasya.


" iya saya. " jawab ririn.


" rin... kamu tau kan aku tidak memandang materi untuk siapa saja yang mau dekat denganku.


jadi sekalipun tama tajir itu tidak berpengaruh padaku sya, yang aku nilai adalah selama dia baik dan tidak meminta hal hal aneh aku mau berteman dengan mereka. " jelas Tasya.


" aku tau sya kamu memang sahabat ku yang paling T - O - P - B - G - T. " ucap Ririn.


" lalu sya gimana dengan tama... " lanjut ririn bertanya.


" entah lah aku akan memberikan jawabannya dua hari lagi rin. " ucap Tasya.


" sya cobalah tidak ada yang salah jika kebelakang hubungan ini menjadi buruk atau apa lah kamu bisa akhiri. lagi pula kan kamu sudah lama tuh ngejomlo cobalah untuk merubah status itu, dan apa iya ayah dan ibu mu tidak pernah membicarakan tentang pacar atau menantu gitu. " saran Ririn pada Tasya.


" akan kupikirkan dengan baik rin. "jawab Tasya.


" hay....


boleh gabung gak..... " ucap seorang cowok bersama satu orang lagi.


" hay.....


eh doni...


boleh don.... " ucap Ririn semangat. doni tersenyum mendengar itu tapi doni tidak langsung duduk dia masih melihat ke arah Tasya untuk memastikan.


" duduk aja don lagian juga kosong. " jawab Tasya yang mengerti.


" Terima kasih.....


ayo bro duduk di sini..... "


" ok... " ucap orang yang bersama doni.


" hay sya.... " sapa orang yang bersama tama.


" hay tam.... " jawab Tasya ramah.


" kalian udah lama nih di sini. " tanya doni.


" ya cukup lama sih. " jawab Ririn.


" sya sudah pesan makan belum aku pesan kan ya. " ucap tama perhatian.


" eh gak usah tam sebentar lagi aku harus ke kelas lagi karena ada mata kuliah lagi. " jawab Tasya.


" oh.... begitu rupanya. " ujar tama.


sedangkan Ririn dah doni sedang mengobrol asik dan memberikan ruang pada Tasya dan tama untuk mengobrol.


" sya gimana sudah ada jawaban. " ucap tama.


" tama aku akan menjawabnya dua hari lagi maaf ya. " Tasya.


" its ok Tasya aku akan menunggu itu. "


" em... " jawab Tasya.


" pesanan kusen lama sekali sih. sya boleh aku minta minuman mu aku haus sekali setelah persentasi tadi. " ucap tama.


" eh....


bo.... bo... boleh..... " jawab Tasya yang mana gelas minuman Tasya langsung di sambar dan di minum oleh tama.


" eh... itu.... " ucap Tasya lirih karena sudah terlambat melihat tama meminum minuman milik Tasya dari sedotan yang sama.


" hah......


seger.... banget.....


makasi ya sya, sepertinya minuman ini akan jadi minuman favorit ku mulai hari ini. " ucap tama dengan senyuman manis dan wajah sumringah.

__ADS_1


" i... i... i... iya..... " jawab bunga.


__ADS_2