Tranformasi Sang Istri

Tranformasi Sang Istri
bajingan


__ADS_3

" yank.... " panggil dini


" apa yank..... " jawab Ririn menikmati icecream pemberian doni.


" tumben tasya gak ikut. " tanya doni memperhatikan Ririn yang begitu asyik menikmati icecream.


" tadi tasya bilang mau ke taman, si tama ngajakin ketemu mau ngomongin sesuatu gitu katanya.. " jawab Ririn asal kena saja.


" oh...


yank balik yuk..... " ujar doni.


" ayuk...... " jawab Ririn melihat ke arah doni.


doni tanpa aba aba segera melahap bibir Ririn, tentu Ririn terkejut dengan itu meski keduanya hanya berdua saja tanpa ada orang lain walau masih di kampus tapi Ririn masih gugup jika ada yang melihatnya saat ini.


" doni apaan sih main sambar sambat aja...


gimana kalo ada yang liat. " ujar Ririn masih bersemu merah.


" enak.... " ucap doni malah berkata lain.


" enak apanya....


kamu tuh ya ngeselin banget... " ujar Ririn beranjak akan pergi.


doni yang melihat itu tentu tidak membiarkan doni segera menarik tangan Ririn sehingga Ririn jatuh di pangkuan doni dan doni dengan cekatan segera melingkarkan tangannya di perut ramping Ririn.


" tunggu dulu yank.... " ujar doni.


" ih lepasin gak... " kesal Ririn.


" nggk.... " jawab doni.


" dengerin dulu dong jangan ngambek.... " ujar doni melanjutkan karena Ririn tidak menanggapi dirinya.


" tadi itu ada sisa icecream di bibir kamu karena sedari tadi aku memperhatikan kamu begitu gemas dan aku juga pengen icecream. " jelas doni terpotong.


" iya kan tinggal minta aja yang kenapa pakek cium bibir aku. " ujar Ririn masih di pangkuan doni mencoba lepas.


" diem napa sih yang jangan gerak gerak gitu apa kamu tidak sadar sudah membangunkan yang sedang kamu dudukin. " ujar doni.


sontak saja Ririn segera diam dan memang ada sedikit ganjalan di sana dan Ririn mengerti itu Ririn mejadi tidak fokus dan panik.


" diam dan dengerin aku ok. " lanjut doni.


" o.... o.... ok.... oke.... " jawab Ririn gagap.


" tadi icecream nya sudah habis jadi aku ajakin kamu balik aja eh pas liat di bibir kamu masih ada sisa icecream ya aku sambar aja dari pada di lap dengan jari mending kan pakek bibirku. " ujar doni jujur.


" iya tapi kan gimana jika ada yang liat. " ujar Rani semakin gugup karena ganjalan itu semakin terasa.


" ya gak papa lah kan kita udah pacaran apa kamu tidak mau aku cium di bibir. " tanya doni yang semakin membuat Ririn salah tingkah dan malu.


" itu aku... aku suka tapi pilih tempat biar tidak ketahuan orang. " ujar ririn dengan suara lirih karena malu.

__ADS_1


" jadi.... " kata doni


" jadi apa..... " gugup Ririn


" boleh aku cium lagi mumpung berdua dan sepi. " ujar doni.


Ririn pun terkejut dan segera berontak untuk lepas doni menahan napas karena gesekan di bawah sana sungguh menyiksanya.


" rin kamu menyiksa yang di bawah sana jika terus bergerak. " ujar doni.


" ya mangkanya lepasin aku... " ujar Ririn bukan diam malah berontak.


" ok.... ok.... aku lepasin tapi kamu tenang ya.... " ujar doni


Ririn pun tenang dan diam dan benar saja doni segera mengendurkan pelukannya kemudian lepas Ririn segera saja berdiri.


" ayok katanya mau balik. " ucap Ririn.


" iya ayo.....


tapi gimana boleh gak yang kataku tadi. " ujar dion dengan senyum nakal.


Ririn tanpa berkata segera mencium bibir dion dengan singkat dan segera berlalu. dion masih sedikit loading sejenak tapi segera aktif lagi dan tersenyum sumringah.


" yank.... tunggu.... " ujar doni segera mengejar Ririn yang sudah jauh.


" yank main tinggal tinggal aja. " ujar doni setelah berhasil menyusul.


" kamu tuh kelamaan. " ujar Ririn.


" iya iya maaf. " ujar doni.


" santai dong jangan asal tabrak aja. " ujar doni membantu Ririn.


" eh... tasya.... " ujar Ririn terkejut karena yang menabraknya adalah tasya tapi anehnya tasya menangis.


" iya itu tasya... " ujar doni.


" lah tapi kenapa dia nangis dan lari. " ujar Ririn.


kemudian keduanya kembali di tabrak oleh seseorang kali ini orang itu tama. " maf... maaf liat tasya gak... " ujar tama.


" santai bro ada apaan sih sampek main lari lari. " ujar dion.


" udah gak ada waktu kalian liat tasya gak. " ujar tama panik.


" yank kamu susul tasya aku urus ni orang. " ujar doni tidak menjawab tama.


" tapi.... " Ririn.


" udah sana... " paksa doni.


Ririn pun patuh dan berlari tama yang juga akan ikut di tahan oleh doni membuat tama marah dan kesal sehingga membentak doni.


" apaan sih don lepasin nggk. " bentak tama.

__ADS_1


" woy santai dong jangan pakek emosi kamu laki bukan cewek kamu bakan takut kalo kamu seperti ini. " ujar doni.


" sampah " sungut tama di depan wajah doni.


" apa. " ujar doni.


" tau ah lepasin aku mau susul tasya. " ujar tama masih dengan kesal.


" udah tasya biar Ririn aja yang atasi kamu di sini dan jelaskan ada apa sebenarnya. " ujar doni tapi tama masih enggan dan masih ingin menyusul tasya.


" udah duduk.. " ujar doni.


" nggak... " jawab tama.


" ya elah nih bocah....


tenangin dulu tasya sudah ada di tangan yang tepat Ririn sahabat tasya dan dia tau harus apa...


jadi sekarang duduk dan jelasin apa yang sudah terjadi antara kamu dan tasya. " ujar doni. amendengar apa yang di katakan doni tama sedikit mengalah secara terpaksa dan duduk.


" nah sekarang ceritakan apa masalahnya. " ujar doni.


di sisi lain tasya berhasil di susul Ririn saat sudah akan sampai di parkiran mobil.


" tasya..... tasya tunggu.... " ujar Ririn. berhasil menangkap satu tangan tasya hingga membuat tasya berhenti berlari.


" sya ada apa, apa yang sudah tama lakuin sama kamu. " ujar riri penuh dengan perhatian.


Tasya tidak menjawab tapi dia membenamkan dirinya dalam pelukan Ririn saat ini dia dalam kesedihan mendalam.


" tama rin tama.... " ujar tasya tak sanggup untuk meneruskan ceritanya.


" udah tenang tenang....


sekarang kamu mau kemana. " ujar Ririn.


" pulang... " ucap tasya samar karena masih menangis.


" sini kunci mobil kamu aku yang nyetir. kondisi kamu tidak baik untuk menyetir sendiri. " ujar Ririn yang merasa sangat kasihan melihat kondisi tasya yang sangat sedih.


sempat ada penolakan dari tasya yang mengatakan ingin pulang sendiri tapi Ririn tidak membiarkan itu hingga akhirnya Tasya memutuskan ikut saja.


di tempat doni dan tama kini keduanya saling adu jotos.


" kamu sialan don.... " ujar tama.


" kamu yang sialan bukan sialan tapi kamu itu bangsat apa salah tasya sampe kamu tega ninggalin dia. " ujar doni kembali menerjang ke arah tama dengan bogem yang tepat mengenai pelipis kiri tama.


" aku tidak bermaksud kamu kan sudah mendengar ceritaku aku terpaksa karena papa tak merestui dan papa juga mengancam akan mempersulit keluarga tasya. " jelas tama.


" hah hah hah.....


bangsat kamu kamu cowok harusnya kamu.....


ah sudah lah mulai hari ini jangan pernah kamu tunjukin lagi wajah kamu di depan tasya jika sampai tasya nangis lagi kamu orang pertama yang akan aku hajar. " ujar doni kemudian mengambil tas nya dan pergi meninggalkan tama sendiri.

__ADS_1


dion maupun tama sama sama memiliki lebam. keduanya sama sama seorang ahli beladiri sabuk hitam.


tasya kini baru saja tiba di rumah tanpa ada kata kata tasya berlari ke kamarnya. saat itu kebetulan ibu tasya juga ada di rumah.


__ADS_2