Tranformasi Sang Istri

Tranformasi Sang Istri
bertemu dia lagi


__ADS_3

selamat satu bulan Tasya sudah tidak terlihat di kampus, tama selama sebulan itu terus menunggu kehadiran Tasya untuk memastikan Tasya baik baik saja. Tasya sendiri menghabiskan waktunya di rumah untuk menata lagi hatinya dan merubah pribadinya yang dulu sangat periang dan ceria kini berubah menjadi sosok yang dingin terlebih pada laki laki.


kini setelah satu bulan agus setiawan memberanikan dirinya untuk datang ke rumah Tasya setelah merenung untuk memutuskan apakah dirinya akan memilih Tasya atau wanita lainnya.


" naka agus...... " ujar ayah Tasya ramah menyambut agus sebagai tamu.


" iya Pak agung..... " jawab agus sopan.


" ayo masuk masuk.... " ajak ayah Tasya membawa agus kedalam dan duduk di ruang tamu.


" terimakasih pak..... " ucap agus mengikuti ayah Tasya.


setelah agus dan ayah Tasya duduk di ruang tamu sejenak tidak ada obrolan hingga ayah Tasya memutuskan untuk memulai obrolan.


" baik nak agus apa ada hal yang membuat nak agus datang ke rumah saya. " ujar ayah Tasya bertanya.


" sebelumnya saya minta maaf jika saya berani atau lancang tapi saya datang dengan maksud baik yaitu ingin mengenal lebih dekat puri pak agung. " ujar agus sopan dan jujur tanpa ada yang di tutup tutupi.


ayah Tasya tentu terkejut mendengar itu bukan karena apa dia tau Tasya saat ini sudah tidak seperti dulu di susah menjadi wanita yang dingin dengan pria kecuali dirinya sendiri sebagai ayah.


" nak agus apa nak agus serius atau sedang coba coba saja. " ucap ayah Tasya serius.


" saya serius pak agung saya tidak sedang main main.. " ujar agus.


" ah.....


tapi sepertinya nak agus butuh usaha karena ini akan sulit. " ujar ayah Tasya karena dirinya tau Tasya.


" jika itu sulit saya akan berusaha pak dan serahkan saja pada waktu dan takdir. " ujar agus.


" baik lah jika begitu saya harap nak agus bisa membantu Tasya. " ujar ayah Tasya.


" membantu maksud pak agus... " ujar gus bingung dan bertanya tanya.


" sebulan lalu Tasya baru saja patah hati dan ini adalah pertama kali untuk dirinya jadi selamat sebulan Tasya sudah berubah menjadi seorang yang dingin terhadap laki laki, jadi saya pikir nak agus akan kesulitan kedepannya. " ujar ayah Tasya.


" oh seperti itu tenang saja pak saya datang dengan niat baik pasti akan mendapat hasil yang baik juga walau itu sulit tapi saya yakin. " ujar agus percaya diri.


" ya sudah nak agus bisa kembali besok saja untuk sekarang jangan bertemu dengan Tasya dahulu saya akan bicara terlebih dahulu dengannya...


apa nak agus baik baik saja ...... "


" saya baik baik saja pak agung..... " jawab agus.


" baik lah. "


keduanya masih bicara basa basi sampai pada akhirnya agus pulang, dan ayah Tasya mendatangi kamar Tasya.


" sya apa ayah mengganggu nak. " ujar ayah Tasya.


" ayah....


tidak yah ada apa..... " ujar Tasya segera duduk dari posisi tengkurep nya.


" ada yang ingin ayah bicarakan dengan kamu nak. " ucap ayah Tasya kemudian duduk dengan Tasya di tempat tidur.

__ADS_1


" sya tadi ada seorang datang dia berniat mengenal kamu namanya agus dan kamu pernah bertemu dengannya sekali waktu itu apa kamu...... " ujar ayah Tasya


" ayah ayah tidak mau dekat atau mau kenal dengan laki laki manapun selain ayah.... " ujar Tasya emosi tapi masih di batas wajar berbicara dengan orang tuanya.


" sya ayah tidak memaksamu tapi jika kamu seperti ini hidupmu akan gelap bukan ayah sudah katakan jadikan sakit hatimu untuk memperkuat mu dan untuk bekal masa depanmu agar kamu bisa lebih kuat. " ujar ayah Tasya.


" nak agus akan datang lagi besok kamu katakan sendiri semuanya tapi ingat jangan sampai menyakiti hati katakan baik baik. dan renungkan apa yang ayah katakan itu jangan terlalu menutup diri atas keadaan yang sudah menimpa kamu nak.. " ujar ayah Tasya.


Tasya tak bicara sepatah kata apapun dia masih sibuk dengan hati dan pikirannya sendiri, telinganya juga mendengar apa yang ayahnya katakan.


" ayah keluar dulu pengalaman pertama kedua dan ketiga tidak akan pernah sama nak walau pun dari ketiga nya sama sama berakhir tersakiti. " ucap ayah tasya berlalu pergi.


tasya terkesiap setelah mendengar suara pintu yang tertutup dirinya mendapatkan sesuatu yang menguatkan niatnya.


pagi hari Tasya sudah rapi dan bersiap untuk kembali ke kampus karena selama sebulan tasya sudah tidak pernah ke kampus Ririn selalu mampir untuk menyampaikan hal hal penting tugas kuliah selama Tasya tidak ke kampus.



" sya mau kemana.... " ujar sang ibu karena melihat tasya yang sudah rapi dengan tas dan beberapa buku didekapnya.


" mau ke kampus bu... " jawab tasya.


" apa apa kamu sudah yakin sayang.... " ayah Tasya.


" Tasya yakin ayah.... " jawab kembali tasya.


" lalu bagai mana jika nanti kamu bertemu..... "


" bu... susah Tasya sudah besar... " potong ayah tasya.


" ibu tenang saja Tasya sudah melupakan semua kepahitan itu bu Tasya sudah menganggap itu masalalu. " ujar


" em...


ya sudah jika kamu sudah yakin ibu hanya mendukung terus jangan patah semangat dan putus asa. " ucap ibu tasya.


" terimakasih bu... " ucap tasya kemudian mulai sarapan bersama ayah dan ibunya.


Hari itu setelah sarapan tasya sudah akan berangkat ke kampus tapi langkahnya terhenti karena ada seseorang yang menghentikannya.


" tasya.... "


" iya ada mas tono... " jawab tas datar.


" mau berangkat kuliah... " ujar tino.


" iya mas.... " jawab singkat tasya.


" apa kamu sudah baik baik saja, ibu kamu bilang kamu sakit, aku sudah beberapa kali berkunjung tapi ibu kamu bilang kamu tidak mau menemui siapapun. " jelas tono.


" oh tasya sudah sehat mas... " jawab tasya asal kena saja.


" oh syukur jika seperti itu.... " tono.


" iya mas...

__ADS_1


ya sudah tasya buru buru karena kelas tasya akan segera di mulai. " ujar tasya.


" oh iya iya silahkan. " ujar tono.


tasya tidak lagi berbicara tasya segera masuk ke dalam mobilnya tak lama mobil segera saja melaju meninggalkan rumah. bersaamn dengan itu tono juga pergi dengan wajah murung karena sedari tadi berbicara dengan tasya, tasya tidak memberikan senyuman sama sekali.


di kampus tasya baru saja tiba dan sedang memarkirkan mobilnya di tempat parkir. setelah selesai tasya tidak segera turun tasya menarik nafas panjang untukenenangkan dirinya.


" kamu bisa sya dia bukan apa apa untukmu dia hanya masalalu dan tak pantas untuk menghentikan langkahmu. " ujar hati tasya memberi semangat pada dirinya sendiri.


setelah itu tasya keluar dari dalam mobilnya tapi kali ini berbeda aura yang di bawanya kali ini begitu dingin.


tasya terus berjalan dengan cuek tidak peduli sekitar dia hanya terus berjalan saja. banyak mahasiswa lain yang melihat tasya tapi mereka merasa tasya berbeda dari pada tasya yang mereka kenal dulu.


sampai ada satu suara yang berhasil membuat tasya gemetar kekuatan yang sudah di susunnya hancur hatinya mulai goyah dan perasaan takut kini menghinggapinya.


" Tasya...... tunggu Tasya..... " ujar orang itu.


Tasya hanya mematung dia tidak tau harus apa dirinya kini kembali seperti runtuh dan sesak nafas.


" tasya..... " ucap orang itu kini sudah berdiri di belakang tasya.


" tasya kamu kuat kamu kuat dia hanya masalalu kamu jangan terjebak dengan perasaan itu ingat dia sudah menyakitimu tunjukkan kamu itu kuat. jangan buat dia mengasihani dirimu. " ucap batin tasya.


" tasya aku..... " ucap orang itu akan memegang tangan tasya tapi tak sampai karena sebuah tamparan tepat mengenai pipinya.


Plaaaak.......


" bukan sudah ku katakan jangan pernah menemuiku lagi atau menyentuhku aku sudah jijik denganmu. " sarkas Tasya tanpa peduli saat ini banyak mata yang melihatnya.


" sya aku aku hanya...... "


" apa.... aku apa.... ayo apa.....


apa kamu masih belum cukup melukaiku dan oh apa kamu mau menambah luka baru di saat luka lama masih belum kering.. " ujar tasya dengan penuh emosi bahkan tangannya bergetar.


" bukan itu sya...


aku hanya..... "


" hanya apa....


oh aku tau kamu hanya ingin tau keadaanku kan lihat setelah kamu hancurkan aku masih baik baik saja jadi kamu tidak perlu menaruh perhatianmu padaku. dan aku juga tidak butuh. " ucap tasya.


" aku minta maaf sya..... "


" maaf apa kata maaf itu bisa menghilangkan rasa sakitku.....


kamu bodoh apa goblok menjadi laki laki apa kamu masih tidak mengerti hah....


dan apa ini keberanian dari mana kamu masih muncul di hadapanku. aku bahkan sedari rumah berdoa agar tak bertemu denganmu tapi aku rasa tuhan memiliki takdir lain. " ucap di dingin tasya bergetar.


" sya..... "


" stop jangan sebut nama itu lagi. dan ingat jangan pernah lagi aku melihat wajahmu itu karena mataku bisa buta jika melihat mu. " ucap tasya berbalik badan lalu pergi.

__ADS_1


" sy........ " ucap tama tak sampai ada keraguan untuk melanjutkan dia sadar dirinya sudah menyakiti seorang yang sangat berhati baik jadi maklum saja jika dia sangat membenci dirinya.


tasya terus melangkah cepat tujuannya saat ini kamar mandi dia terus melangkah dengan cepat hingga akhirnya sampai di kamar mandi dan tasya segera menangis tubuhnya bergetar.


__ADS_2