
" Tasya ada apa nak ibu perhatikan sepertinya kamu ada yang sedang kamu pikirkan. " ucap sang ibu karena melihat Tasya tidak seperti biasanya di meja makan tadi.
" tidak bu Tasya hanya lelah saja. " elak Tasya.
" dengar nak ibu mu ini mengandung mu selama 9 bulan lalu menyusui mu selamat dua tahun dengan asi ibu selepas itu ibu juga menyuapi mu sampai kamu berumur 5 tahun sekarang kamu ingin menyembunyikan masalahmu pada ibu yang mana kita sudah terikat secara batin jadi apa yang kamu rasakan ibu merasakannya sayang. tak perlu kamu sembunyikan. " ucap ibu Tasya dengan lembut.
" maaf Bu maafkan tasya...
Tasya hanya sedang memikirkan sebuah jawaban yang tepat untuk seseorang yang meminta bunga untuk menjadi pacarnya. " jelas Tasya yang kini sudah ada dalam pelukan ibunya yang hangat. "
" bukankah hanya perlu menjawab YA or TIDAK. maka sudah teratasi. " ucap ibu Tasya mencoba memecah semua yang ada di kepala Tasya.
" bu tidak semudah itu tasya ingin mengatakan ya tapi tasya merasa ragu karena ini baru pertama kali untuk tasya. sedang kan untuk mengatakan tidak orang itu terlalu baik bu tasya tak enak hati untuk menyakitinya. " ucap tasya mengeluhkan semua yang sedang di pikirkan nya.
" nak dengar ibu.
ibu tanya bagai mana perasaanmu saat sedang bersama dengannya. " tanya sang ibu.
" nyaman bu tasya merasa nyaman. " jawab tasya.
" itu poin pertama untuk mewakili kamu memilih ya. karena wanita membutuhkan seorang pria yang mampu membuatnya nyaman.
" lalu apa kah dia pernah membuatmu bersedih kesal atau marah. " tanya kembali ibu tasya.
" selama ini dia selalu menyenangkan tasya tak pernah membuat tasya marah atau kesal bahkan dia selalu mengalah dan tidak memaksakan semua keinginan ya. " jawab tasya menjawab apa adanya sesuai dengan memori di pikirannya.
" itu poin kedua untuk kamu mengatakan ya. karena seorang yang bisa membahagiakan wanitanya dia termasuk pria baik. " ucap Ibu tasya.
" kemudian pernahkah dia meminta sesuatu yang aneh padamu nak. " kembali ibu tasya melanjutkan dengan pertanyaan.
" tidak bu semua yang di mintanya selama ini. " tasya.
" itu poin ketiga agar kamu bisa mengatakan iya karena pria yang baik selalu berusaha mengerti apa yang bisa dan tidak bisa di lakukan wanitanya. " ibu tasya.
" terakhir pernahkah dia bertindak kurang ajar padamu. " tanya ibu tasya kembali.
" em.... tidak pernah bu.... " ucap tasya.
" itu poin terakhir agar kamu bisa mengatakan ya. karena pria yang tidak kurang ajar pada wanitanya itu berarti di menghormati dan melindungi kemurnian wanitanya sampai waktunya tiba. "
" nak 4 poin ini bukan lah penentu untuk kamu menerima dia tapi tetap pada hatimu. jika keraguan hatimu sudah hilang dan hatimu sudah merasa yakin makan terimalah jika masih ada keraguan katakan yang sebenarnya jangan menggantung perasaan seseorang karena itu menyakitkan. " ujar ibu tasya.
" em.... tasya mengerti bu. "
" ya sudah ibu harus keluar sekarang. karena sejak semalam ayah mu itu tidak bisa di tinggal ibu terlalu lama dia bisa uring uringan tidak jelas. "
" hah ayah itu tidak mengenal usia masih saja bucin bucinan. "
" hust..... meski begitu dia ayah mu, sudah ibu keluar dulu kamu istirahat lah. "
" em baik bu..... "
tasya yang sudah mendapatkan pencerahan dari semua kusutnya pikiran yang dia pikirkan kini sudah mulai terasa entang dan tasya merasa tasya sudah mendapatkan jawabannya.
" baik lah jawabannya sudah aku dapatkan setelah waktu tiga hari itu habis aku akan mengatakan pada tama atas jawabanku. " ujar tasya segera menutupi wajahnya dengan guling jantungnya berdebar kencang hatinya terasa berbunga bunga.
sekitar pukul 5 pagi ponsel tasya berdering sangat kencang membuat tasya yang berada di puncak tidurnya harus terbangun untuk melihat ponselnya.
" Ririn.....
tumben sekali jam segini sudah menghubungiku.... " ujar tasya yang masih memicingkan matanya.
Ririn : halo.... sya apa kamu sudah bangun....
tasya : hem.... ya itu kamu yang membangunkan ku.
Ririn : hehe maaf ya sya....
tasya : em.....
Ririn : sya hari ini aku jemput ya.....
tasya : lah memangnya kamu tidak sama doni lagi pula aku bisa bawa mobil sendiri kok.
Ririn : hari ini doni tidak bisa menjemput ku karena harus ikut ayahnya ke luar kota.
Tasya : oh..... ada yang bakalan rindu ni....
Ririn : apaan sih sya....
mau gak ni aku jemput...
__ADS_1
tasya : iya iya aku mau, jemput ke rumah ya rin.
Ririn : masak iya aku jemput di monas.
Tasya : kali aja...
Ririn : ya udah lah aku jemput kamu nanti jam 8 ya sya. bicara sama orang baru bangun tidur bisa kena hipertensi nanti.
Tasya : bukan diabetes rin.
Ririn : tau ah gelap.
panggilan terputus tak lama notif pesan masuk muncul di layar ponselnya.
( 1 pesan tama.... )
" tama....... "
" *hay..... pagi sya..... sudah bangun belum. "
" pagi tam.... sudah..... "
" sya kamu berangkat ke kampus dengan siapa.....
bareng aku mau gak aku jemput ke rumahmu..... "
" maaf tam aku tidak bisa baru saja aku berjanji pada Ririn untuk berangkat bersamanya. "
" oh seperti itu rupanya ya sudah tak apa lain waktu aja. "
" ok maaf ya tam.. "
" iya tak apa sya.....
eh sya kamu denger gak sih ada bau aneh. "
" bau..... aneh....
enggak tuh....
emang di mana bau aneh itu. " tidak ngeh jika sedang bertukar pesan melalui ponsel.
" eh masak iya aku bau. " ucap tasya mulai menciumi tubuhnya.
" hahahahahaha........ "
" eh..... tama kamu ngerjain aku ya...... " tasya pun salah tingkah dan menutupi wajahnya yang malu dan seperti mengembang memerah
" hahahaha baru ngeh ya....... "
" ih tama..... "
" hehehe maaf maaf...
sudah sana cepet mandi. "
" iya*..... "
tasya merasa sesuatu yang aneh di hatinya rasa bahagia dengan candaan sederhana dari tama.
" apa ini rasanya jatuh cinta. " ucap lirih tasya matanya menerawang bibirnya tersenyum.
" eh tau ah gelap.....
tasya apa yang terjadi padamu. " ucap tasya lalu bertanya pada dirinya sendiri lalu segera berlari ke kamar mandi.
Aaaa................ ( teriakan nyaring).
" ayah apa itu suara tasya. " ucap ibu tasya.
" iya..... " jawab ayah tasya.
" oh..... " timpal ibu tasya.
" tasya........ " ucap keduanya bersamaan karena sadar bahwa itu tasya. segera keduanya pergi ke kamar tasya dengan panik.
di kamar...
" tasya kamu kenapa nak.... "ibu tasya.
" tasya kamu baik baik saja kan di dalam. " ayah tasya.
__ADS_1
" ayah ibu maaf tasya baik baik saja itu tasya hanya terkejut karena airnya yang sangat dingin. " ucap tasya dari dalam kamar mandi.
ibu dan ayahnya di luar saling pandang dan bingung berpikir bagi mana bisa.
" nak apakah pemanasnya rusak. " ucap ayah tasya bertanya.
" tidak yah....
itu hanya tasya lupa saja. " ucap tasya.
" bagai mana bisa nak. " ibu tasya.
" a.... em... anu.... itu...... e tasya hanya lupa saja bu. " ucap tasya karena tidak mungkin bercerita dengan apa yang terjadi sebelumnya.
" hah.... kamu ini aneh aneh saja ya sudah ibu dan ayah keluar. " ucap ibu tasya.
" iya bu.....
maaf sudah membuat ayah ibu panik. "
" hah.... tasya kendalikan dirimu kenapa kamu menjadi seperti orang oon hanya karena candaan receh dari tama. " ucap tasya pada dirinya sendiri.
tasya yang sudah siap dan rapi segera keluar dari kamarnya untuk pergi ke ruang makan. saat tasya sudah akan menuju ruang makan tasya terhenti ketika menemukan sosok yang di kenalnya sedang duduk di ruang tamu.
" Ririn....... " ucap tasya.
" hay sya lama banget sih..... " ucap Ririn.
" lama kamu aja tuh kepagian lagi pula ini masih pukul 07." ucap tasya.
" hehehe iya sih sebenarnya aku sekalian mau makan sarapan di sini. " ucap Ririn dengan imut.
" alah..... ini nih yang tidak pernah hilang dari mu rin. " ucap tasya.
" hehehe... jangan salah sya masakan ibu kamu enak banget aku kangen... " ucap Ririn.
" buset dah nih bocah.... " ucap tasya.
" tasya ayo ajak sekalian Ririn sarapan bareng kita. " ucap ibu tasya.
" siap tante Ririn datang. " ucap Ririn nyerocos tidak membiarkan tasya menjawab.
" ampun dah sahabatku yang satu nih... " ucap tasya mengikuti kepergian Ririn.
di ruang makan.
" pagi om.... " ucap Ririn menyapa ayah tasya.
" oh... pagi rin. " jawab ayah tasya.
" ayo duduk kita sarapan. " lanjut ayah tasya.
" terimakasih om. "
" jangan di manja tuh anak nanti dia lupa jalan pulang. " ucap tasya.
" kamu ngomong apa sih tasya....
Ririn sudah ibu anggap anak ibu sendiri jadi dia itu saudara kamu.... " ucap ibu tasya.
" what. . . . .
Are you serious mom..... " ucap tasya seakan tak percaya.
" denger tuh sya.... " ucap Ririn cekikikan.
" seneng...... " ucap tasya.
" sudah ayo sarapan dulu.... " ucap ayah tasya yang melihat kelakuan Ririn dan tasya sangat lucu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
JANGAN LUPA UNTUK SELALU TINGGALKAN JEJAK SETELAH MEMBACA YA....
LIKE....
COMEN.....
VOTE.....
JEJAK YANG KALIAN TINGGALKAN ADALAH PENYEMANGAT AUTHOR UNTUK TERUS MENULIS
__ADS_1