Tranformasi Sang Istri

Tranformasi Sang Istri
kejutan


__ADS_3

malam itu berlalu dengan kebahagiaan terlebih tasya yang merasa sangat bahagia sekali. wajar semua yang di dapat dan di laluinya adalah hal pertama yang tidak pernah tasya rasa dan jalani sebelumnya.


pagi hari, kini datang begitu cerah tampak seorang gadis cantik tampak sangat ceria keluar dari kamarnya.


" pagi.... ayah


pagi.... ibu. " ucap tasya.


" pagi sya..... " ayah tasya.


" pagi sayang. " ibu tasya


" sepertinya hari ini ada yang berbeda dari anak kita bu... " ucap ayah tasya.


" ayah apa sih pagi pagi sudah godain tasya.... " ucap tasya manyun.


" iya juga sih yah tampak lebih cantik dan auranya sangat terpancar. " ibu tasya.


" ibu juga malah ikut ikutan ayah.... " ujar tasya malah jadi salah tingkah.


" eh sepertinya sudah ganti status nih. " ujar ibu tasya.


" rada rada nya sih iya bu. " ayah tasya menimpali.


" apaan juga sih ayah ibu pagi pagi udah godain tasya aja... " ucap tasya.


" nak dengar ayah...


ayah akan selalu bahagia untuk kamu selama kamu bahagia..


jika nak tama menurut kamu bisa membahagiakan kamu ayah merestui mu nak. " ujar ayah tasya.


" iya ibu juga sependapat dengan ayah ibu lihat nak tama baik, dia sopan dan menghormati orang tua. " ucap ibu tasya


tasya yang mendengar itu jadi senyum senyum sendiri karena merasa bahagia sekali.


" oh iya nak....


Ririn hari ini tidak kesini tumben biasanya jam segini tuh anak sudah standby di ruang tamu. " ujar ibu tasya meletakkan menu terakhir di meja.


" itu bu Ririn bilang sekarang berangkat bersama pacarnya. " jelas tasya memberitahu ibunya.


" oh....


lalu kamu bawa mobil sediri lagi. " tanya ibu tasya kembali.


" ya.... "


Ririring..... tin.... tong...... ( suara bell).


" eh ada tamu sepertinya mungkin itu Ririn sayang. " ujar ibu tasya.


" ya sudah biar tasya lihat dulu ya bu.. " ujar tasya.


" ya pergi lah nak nanti langsung saja ajak kesini untuk sarapan bersama. " ibu tasya.


" baik bu... " jawab tasya segera turun dari kursinya untuk bergegas melihat siapa yang datang bertamu.


setibanya di pintu tasya segera saja membukakan pintu untuk melihat orang yang datang ke rumahnya.


" tama....


kamu..... " ujar tasya terkejut karena tidak menyangka itu akan tama yang ada di balik pintu.


" pagi sayang.... " ujar tama dengan lembut dan tar senyum.


" pagi juga Sa.....


eh... kok panggil sayang sih. " ujar tasya.


" loh kan kita sudah resmi pacaran dan panggilan sayang itu sebagai ungkapan rasa sayangku lah. " ujar tama jelas.


" jadi boleh kan.... " lanjut tama.


" bo.... bo... boleh sih... " ucap bunga gugup karena ini kali pertama baginya.

__ADS_1


" terimakasih sayang. " ujar tama.


" lalu ada apa pagi sudah ke sini. " tanya bunga.


" jemput pacarku lah. " jawab tama.


" tapi kamu tidak bilang sebelumnya. " ujar tasya.


" kejutan.... tara..... " tama.


" kamu lucu. " ujar tasya tersenyum.


lalu tama mengacak rambut tasya karena gemas melihat tasya yang cantik imut dan lucu.


" tama apa yang kamu lakukan lihat rambutku berantakan kan jadinya. " keluh tasya dengan membenarkan tataan rambutnya.


" ya.... habisnya sih aku gemes liatin kamu yang seperti ini . " ujar tama.


" tasya siapa sayang......


ayo bawa kesini sekalian sarapan. " ujar suara ibu tasya.


" eh iya bu....


tama yang datang. " ucap tasya.


" kok tama sih yang harusnya itu pacarku gitu. " bisik tama.


" apaan sih...


ngarep.....


udah ayo masuk ibu sudah manggil...


sekalian sarapan...


kamu belum sarapan kan.... " ujar tasya kemudian menggandeng tangan tama dan menariknya ke ruang makan. tama hanya diam saja dan mengikuti tasya sampai di ruang makan.


" cie.... cie yang sudah gandengan tangan ni ye..... " ujar ayah Tasya.


" eh.... " ujar tasya melepaskan kini wajah tasya sudah bersemu merah.


" eh..... nak tama... " ujar ibu tasya memecah suasana sana.


" iya tante....


pagi om...


pagi tante...


" pagi. " ujar ibu dan ayah tasya.


" ayo duduk nak tama kita sarapan bersama dulu. " ujar ibu tasya.


" iya tante Terima kasih. " tama.


" silahkan nak tama itu kursi di sebelah tasya kosong. "ujar ayah tasya.


" baik om.. "


" sayang ayo bawa tama duduk. " ibu tasya.


setelah duduk tasya segera menanyakan tama mau sarapan apa.


" tama kamu mau sarapan apa... " tanya tasya.


" apa saja yang ada saja. " jawab tama.


kemudian tasya segera mengambilkan tama nasi dan mengisinya dengan lauk tapi sebelum itu tasya terlebih dahulu bertanya lauk pauk apa yang tama mau.


" tama kamu mau yang mana. " tanya tasya.


" aku sih bebas. " jawab tama. "


kemudian tasya pun mengambil beberapa menu yang di letakkan di piring tama.

__ADS_1


" tama apa ini sudah cukup. " tanya tasya


" cukup. " ucap tama.


ibu dan ayah tasya hanya terdiam melihat perlakuan tasya yang sudah seperti seorang istri.


" loh ayah kenapa piring ayah masih kosong sini biar tasya bantu. " ujar tasya.


" oh.. eh tidak sayang kamu isi lah piringmu biarkan ibumu saja yang membantu ayah. "


" ayo nak tama silahkan di makan....


tapi maaf makanan di sini tidak semewah masakan di rumah nak tama. " ujar ayah tasya.


" ah om bisa saja, ini sama om saja om tidak berbeda. " ujar tama tersenyum.



kini tasya dan tama sudah ada di dalam satu mobil untuk berangkat ke kampus.


" hari ini kamu cantik yank. " ujar tama.


" makasi tama....


tapi apa kemari kemarin aku tidak cantik. " ujar tasya teramat senang di puji tama.


" kamu cantik yank tapi hari ini kamu jauh lebih cantik saja. " jelas tama.


" kamu bisa aja tama. " ujar tasya salah tingkah.


" yank.... "


" em.... " jawab tasya melihat ke arah tama.


setelah itu tidak ada lagi pembicaraan hanya saja tama sudah menggandeng tangan tasya dan sudah memberikan kecupan lembut di sana. sesekali keduanya saling curi pandang dan terkadang pandangan mereka bertemu. membuat tasya menjadi salah tingkah sedangkan tama sendiri hanya bisa tersenyum.


" aduh gawat... " gawat ucap tasya yang baru saja tiba di parkiran kampus.


" ada apa yank.


apa ada yang tertinggal. " ujar tama bertanya.


" tidak hanya saja bagai mana ini anak anak yang lain pasti akan melihat kita. " ujar tasya.


" kenapa dengan melihat kita apa kita ada masalah dengan mereka. " ujar tama.


" itu mereka pasti akan tau jika kita pacaran" ujar tasya.


" lalu. " tama


" apa itu tidak masalah. " tasya.


" tidak ada masalah mungkin hanya akan ada acara galau bersama satu kampus. " ujar tama.


" lah kenapa galau. " tanya tasya.


" tentu saja galau karena kecantikan no 1 di kampus sudah berpacaran. " ujar tama.


" benarkah.....


siapa.... " tasya.


" aku dan kamu yank...


kamu itu kecantikan no satu di kampus yank. " ujar tama.


" eh....


aku tidak tau tentang itu. " ujar tasya.


" sudah ayo sekarang kita turun aku akan antar kamu sampai ke depan kelas setelah itu aku juga akan menuju kelasku. " ujar tama.


" jika begitu kamu ke kelasmu saja tama biarkan aku ke kelasku sendiri. " ujar tasya.


" tidak bisa yank...aku akan memastikan kamu sampai di kelas dengan baik baik saja baru aku akan tenang. dan juga aku tidak mau membiarkan mata mata mesum ini terlalu lama melihat pacarku ini. " ujar tama

__ADS_1


" eh.... " tasya.


__ADS_2