Trap

Trap
Sekarung mangga


__ADS_3

Setelah dari acara pameran busana tersebut. Mario berencana mengajak Merry untuk pergi makan siang. namun Merry menolak dan ingin langsung segera pulang. lalu di sebuah perempatan lampu merah, Merry melihat seorang kakek tua yang sedang berjualan mangga di pinggir jalan.


"Bisakah kau menurunkanku disana?". Merry menunjuk ke arah kakek kakek yang tengah duduk dan bersandar di bawah pohon besar.


"Kenapa? kau mau kemana?" ucap Mario penasaran.


"Sudah jangan banyak bicara. tolong minggirkan saja!". seru Merry.


Mariopun mengikuti apa yang dikatakan Merry. ia meminggirkan mobilnya tepat didepan kakek tersebut. Merry hendak segera keluar dari mobil, namun dengan cepat Mario mencekal tangannya.


" Kau mau apa?" ucap Mario sedikit khawatir.


"Aku cuma mau membeli mangga. cepat lepaskan!". ketus Merry.


"Kita beli di supermarket saja. disana lebih berkwalitas!". seru Mario yang masih menahan Merry.


"Tidak. aku mau beli di kakek tua itu. apa kau tidak lihat mangganya masih sangat banyak. jika aku membeli mangganya itu akan sedikit membantunya". tutur Merry dengan tegas.


"Jika kau ingin membantunya. tinggal kau beri uang padanya". ujar Mario.


"Kau banyak tannya sekali. kalau kakek itu mau, dia bisa minta minta di lampu merah. tapi kenapa dia lebih memilih berjualan dari pada meminta belas kasihan orang. apa kau mengerti maksudku?. sudahlah jangan mengajakku berdebat. tunggu sebentar. aku akan segera kembali".Merry mencoba menarik tangannya.


"Kau disini saja biar aku yang membelikannya untukmu!". Kemudian Mario memakai kaca mata hitam dan topi untuk menutupi kepalanya. meski sangat tidak cocok dengan setelan jas yang sedang ia kenakan bahkan terlihat aneh, setidaknya itu sedikit membuat Mario tidak dikenali sebagai aktor terkenal.

__ADS_1


" Mau beli mangga saja repot sekali". gerutu Merry.


"Kalau mereka mengenaliku, bisa bisa aku akan lebih lama disana". ujar Mario sambil keluar dari mobilnya dan menghampiri kakek tersebut.


Dasar aneh, kenapa memaksakan diri kalau takut ketahuan orang". gumam Merry dalam hati sambil melengkungkan bibir membentuk sebuah senyuman melihat tingkah Mario yang dianggapnya sangat lucu.


********


Tak lama Mario kembali ke kursi kemudi. dan menekan salah satu tombol untuk membuka bagasi mobilnya.


"celklek".. pintu bagasi terbuka.


Kemudian Mario memasukkan sekarung mangga kedalam bagasi. lalu berpamitan kepada kakek penjual mangga tersebut untuk melanjutkan perjalanan.


"Untukmu. kan kau yang tadi meminta mangga?". seru Mario.


" Tapi, kenapa sebanyak itu? kau mau membuatku sakit perut?". Merry sedikit kesal.


"Dasar cerewet. kau bilang dengan membeli mangganya, sama dengan membantu kakek itu. dan ya, kau memang benar. aku tadi memberinya uang tapi kakek itu menolak. jadi aku beli saja semua mangganya. untuk apa membantu kalo setengah setengah. bukan begitu?". tutur Mario dengan wajah polos yang sengaja di buatnya untuk memprovokasi Merry.


Dan Mario berhasil membuat Merry tak sanggup berkata lagi dengan ulahnya.


Merry memijat pangkal hidungnya dan menggeleng gelengkan kepalanya. ia merasa sangat bingung bercampur kesal. rasanya Mario benar benar membuatnya menjadi gila.

__ADS_1


Dia benar benar sudah tidak waras. sekarung mangga. aku harus apa dengan sekarung mangga." ucap Merry dalam hati.


"Begitu saja bingung. kau bagikan saja mangga itu pada tetanggamu. atau kau bawa saja kekantor dan au berikan pada karyawan disana". ujar Mario seolah mampu membaca isi pikiran Merry.


" sssshhhhhhh. kenapa tidak kau saja yang melakukannya. kan kau yang membeli mangga itu!" seru Merry.


"Tidakkk mau". jawab Mario dengan cepat.


Mau ditaruh mana mukaku. memberi mangga pada mereka. bahkan aku bisa mengajak semua karyawan makan di restoran." . ucap dalam hati Mario.


.


.


.


.


.


Maaf yaa readers.. beberapa hari aku lagi buntu. jadi alhasil aku hiatusss.


jangan lupa like dan komentar ya ...😘😘😘😘😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2