
"Plakkkkkkk".
.
Suara tamparan Merry begitu menggema memecah keheningan malam itu. Bercak merah mulai muncul pada permukaan wajah Reynard yang Memang memiliki kulit sensitif.
Reynard sejenak terdiam sambil memegangi pipinya yang terkena tamparan Merry.
.
"Berani sekali kau menamparku". Ucap seringai Reynard.
.
" Lantas kau mau apa? Menghukumku, seperti yang kau lakukan pada ayahku?. Lakukan saja. Aku tidak pernah takut denganmu". Balas Merry dengan sangat tegas.
.
"Jadi kau pikir semua salahku atas apa yang menimpa ayahmu?. Lalu bagaimana dengan keadilan untuk kematian ayahku?. Katakan!!". Erang Reynard sambil mencengkeram kedua lengan Merry dengan kuat.
.
"Lepaskan aku!". Seru Merry tanpa rasa takut sedikitpun. Membuat Reynard tak bergeming tetap mencengkeram Merry.
.
" Aku bilang Lepaskan tanganku ". Imbuh Merry.
.
Tanpa diduga Mario yang tiba disana langsung menarik Reynard dan memukulnya hingga Reynard tersungkur di tanah.
.
" Berani sekali kau menyakitinya!". Ucap Mario yang di penuhi dengan amarah.
.
Kemudian Mario mendekat pada Merry, menatapnya dengan seksama dan memeluknya.
.
"Apa kau baik baik saja?". Bisik Mario, dan di angguki Merry tanpa berucap. sejenak Merry membalas pelukan Mario dan menenggelamkan wajahnya di dalam dada Mario.
.
Tanpa mereka sadari, Reynard beranjak bangkit, ia mengusap ujung bibirnya yang sedikit menyuarkan darah segar dengan salah satu jarinya. Seringai kembali muncul pada wajahnya.
__ADS_1
.
Reynard menarik Mario dan membalasnya dengan pukulan yang sama. Hingga akhirnya mereka kini sama sama saling memukul bak anak kecil yang sedang memperebutkan sesuatu.
.
"Hentikan, apa yang kalian lakukan!!". Seru Merry namun tak di respon oleh keduanya. Merry lalu mencoba memisahkan Mario dan Reynard, tapi ia malah terjatuh karena gerakan dua laki laki yang lebih kuat darinya tersebut.
.
Asolf yang dengan mudahnya melacak keberadaan Reynard dengan GPS yang terpasang pada mobil yang sedang dikendarai oleh Reynard, kini telah sampai disana. Ia segera menyuruh orang orang bertubuh kekar yang datang bersamanya untuk memisahkan dua laki laki yang tengah bergulat tersebut.
.
"Lepaskan aku!!. Biarkan aku menghajarnya". Ucap Reynard memerintah. namun sama sekali enggan dituruti oleh anak buahnya.
.
"Aku bilang lepaskan aku. Atau aku akan memecat kalian". Perintah Reynard lagi. yang tetap di Acuhkan oleh orang orang itu.
Merry menghampiri Mario yang sudah penuh dengan memar beberapa bagian wajahnya. bisa dikata Reynard dengan postur badan yang berotot, pasti bisa mengalahkan Mario dengan telak jika Asolf tidak segera hadir disana.
.
" Paman Asolf, Tolong cepat bawa dia pergi dari sini". Ucap Merry yang lalu di angguki oleh Asolf. Asolf dengan segera langsung memerintahkan orangnya agar membawa Reynard masuk kedalam mobil.
.
.
Asolf dan orang orangnya segera membawa Reynard pergi dari tempat itu. Sedangkan Merry, ia lantas membawa Mario masuk kedalam rumahnya untuk mengobati beberapa luka yang bersarang di wajahnya.
.
" aauw. Tolong pelan pelan, ini cukup sakit". Ucap Mario saat Merry mengobati dirinya..
.
"Salah sendiri, Kenapa kau tiba tiba datang dan memukulnya?". Ujar Merry.
.
"Apa aku harus diam melihatnya menyakitimu?. Jadi ini salahku sendiri?". Kesal Mario.
.
"Maksudmu ini semua salahku?. Begitu?". Dengus Merry.
__ADS_1
.
"Bukan begitu, Seharusnya kau senang karna aku membelamu tadi. Bukan Marah seperti ini. Tapi kenapa dia bisa berada disini? apa kau sudah mengenal laki laki itu sebelumnya?". Tanya Mario.
.
"Ya aku mengenalnya, dia adalah penerus DANKER grub dimana ayahku pernah bekerja. Bukankah ayahku pernah menceritakannya padamu". Jawab Merry datar.
.
" Apa kau yakin hanya sebatas itu kau mengenalnya?". Ujar Mario.
.
Setelah mendengar pertanyaan Mario, Merry tiba tiba menghentikan aktivitasnya. Ia meletakkan kembali kotak P3K yang tadi digunakan untuk mengobati Mario.
.
"Bukankah tadi kau sudah pergi dari sini?. Lalu kenapa kau kembali lagi?". Tanya Merry seolah merubah topik pembicaraan mereka sebelumnya.
.
" Sepertinya dugaanku benar. Pasti ada sesuatu dengan mereka". Gumam Mario dalam hati.
.
" Tadi ponselmu tertinggal di dalam mobil, aku kemari untuk mengembalikannya. Biar ku ambil dulu". Mario beranjak dari duduknya hendak mengambil ponsel Merry yang masih di dalam mobil.
.
"Biar aku ikut mengambilnya. Kau sebaiknya langsung pulang saja, karna ini sudah malam". Tutur Merry.
.
" Baiklah ". Ucap Mario.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Terimakasih sudah menyempatkan waktu kalian yang berharga untuk membaca karya aku. Kalo menurut kalian kurang bagus, bisalah kalian kasih saran dimkolom komentar atau japri aku. nanti biar aku memperbaikinyaπ³π³π³π³π³π³π³πππππ.