
"Apa tidak sebaiknya kita pergi ke dokter?". Ucap Mario dengan cemasnya.
.
" Tidak usah, aku baik baik saja. Kau tidak perlu sekhawatir itu". Ucap Merry yang langsung membuat Mario kecewa.
.
"Bagaimana mungkin aku tidak khawatir?. Sudahlah, kau tidak akan mengerti perasaanku". Kesal Mario, ia langsung melepaskan tangan Merry yang sedari tadi ia genggam.
.
" Maafkan aku. Sudah jangan marah seperti itu, aku mau ke toilet sebentar ". Ucap Merry sambil beranjak berdiri.
.
"Tunggu, aku akan mengantarmu !". seru Mario sambil ikut berdiri.
.
"Jadi kau mau masuk kedalam toilet wanita?. Tunggu saja disini aku akan segera kembali". Ucap Merry yang dituruti Mario dengan kesal.
.
Merry mulai berjalan menjauh dari Mario, ia menuruni tangga dan bertanya pada penjaga cafe tersebut mengenai letak toilet.
.
Setelah di rasa cukup mengerti lokasi toilet, Merry mulai berlalu meninggalkan pelayan tersebut, ia berjalan mengikuti arah arah yang telah di beritahukan. Di tengah perjalanan tiba tiba Reynard mencekal tangan Merry.
.
" Lepaskan,, kau mau apa?". Ketus Merry sambil mengibaskan cekalan Reynard.
.
"Aku hanya mau mengajakmu bicara sebentar". Ucap Reynard.
.
" Aku kira tidak ada lagi yang perlu di bicarakan, pergilah". Seru Merry.
.
"Sebentar saja, tolong". Reynard berusaha memohon.
.
"Pergilah". Ketus Merry sambil berlalu memasuki toilet tanpa memperdulikan Reynard lagi.
.
.
__ADS_1
Di dalam toilet, Merry meletakkan cloth yang ia bawa di tepian wastafel. kemudian ia menyalakan kran air, membasuh mukanya berkali kali agar pikirannya Sedikit jernih.
.
"Kenapa? Kenapa dia harus kembali lagi?". Gumam Merry dalam hati sambil membersihkan sisa sisa tetesan air yang masih melekat di wajahnya menggunakan tissu.
.
Tak lama Merrypun akhirnya keluar dari dalam toilet, ia sangat terkejut melihat Mario yang sudah mondar mandir di depan pintu toilet dengan kedua tangan menyilang di dadanya.
.
"Mario. Kau sedang apa disini?". Tanya Merry.
.
"Kau lama sekali? Aku takut kau kenapa napa. Jadi aku menunggumu disini?". Tutur Mario.
.
"Kau sudah selesaikan?. Ayo kita kembali ke atas". Seru Mario dan menggandeng Merry kembali ke pesta yang masih berlangsung.
.
" Bisakah kau mengantarkan aku pulang saja? aku ingin beristirahat di rumah saja". Pinta Merry sedikit memelas.
.
"Baiklah, kau tunggulah di parkiran. Aku akan berpamitan dulu pada kakak". Tutur Mario yang kemudian diangguki oleh Merry.
.
Tanpa diketahui keduanya, sepasang mata tengah mengawasi percakapan mereka dengan penuh seringai kekesalan.
.
Reynard menghubungi Asolf laki laki parubaya yang datang bersamanya hari ini. Dia adalah adik dari orang tua Reynard, juga menjadi sekertaris pribadi Reynard.
.
" Paman Asolf, aku akan pergi lebih dahulu kau urus semuanya disini. Nanti aku akan menyuruh supir menjemputmu". Ucap Reynard yang mau tak mau pasti di setujui oleh Asolf. Asolf sendiri sudah mengerti semua tentang kehidupan Reynard. Dari masalah pekerjaan ataupun masalah pribadi Reynard selalu di bantu olehnya. Bahkan hampir dua puluh empat jam Asolf bekerja dengan Reynard.
.
Kala itu Marvin sedang berbincang dengan Asolf saat Mario meminta izin untuk mengantar Merry pulang. Saat itu juga Asolf langsung mengerti kenapa Reynard berkata akan pergi lebih dulu.
.
.
Sepanjang perjalanan Merry sama sekali tak bersuara, ia hanya menatap ke arah luar jendela. Sedangkan Mario hanya berani melirik ke arah Merry karna ia tak ingin menganggunya saat ini.
.
__ADS_1
"Apa kau mau mampir sebentar?". Ucap Merry sebelum turun dari dalam mobil.
.
" Tidak, kau istirahatlah. Aku akan kembali untuk menemani kak Marvin". Ujar Mario.
.
"Baiklah kalau begitu, kau hati hati di jalan". Merry kemudian keluar dari mobil dan melambaikan tangannya ke arah Mario yang langsung melajukan mobilnya kembali.
.
Saat mobil Mario telah hilang dari pandangan, Merry hendak segera masuk kedalam rumah. Namun langkahnya tiba tiba terhenti, ia merasa ada seseorang yang kini sedang berjalan mendekat padanya.
.
Merry segera menoleh kembali ke arah belakangnya. Benar saja Reynard saat ini sedang berdiri sangat dekat dengannya.
.
"Jadi kau mengikutiku hingga sejauh ini?". Ucap Merry dengan penuh kebencian.
.
"Bahkan aku akan mengejarmu sampai ke penjuru dunia". Ucap Reynard datar.
.
"Apa lagi yang kau inginkan dariku?". Ketus Merry.
.
"Hatiku. Hatiku yang masih ada padamu". Tegas Reynard.
.
"Apa maksudmu?". Merry sedikit menajamkan tatapannya.
.
Tanpa berkata lagi dengan jarak mereka yang hanya selangkah kaki, Reynard langsung menarik tengkuk leher Merry dan mencium bibirnya. Merry berusaha melepaskan dirinya namun Reynard malah semakin menekan agar Merry semakin dekat dengannya.
.
.
.
.
.
.Hay readersπππππ.... makasih ya udah mau baca karya aku yang mungkin masih amburadul gak jelas. namanya juga pemula. ....
__ADS_1
kalian pasti bertanya tanya siapa itu Reynard.? Next episod aku bakal jelasin siapa Reynard . .. so tunggu yaπππππ .
jangan lupa like dan coment ya....!!!!πππ