Trap

Trap
Tidak butuh bantuanmu !!!!


__ADS_3

Tak butuh waktu lama bagi Reynard untuk mengetahui alasan keberadaan Merry di rumah sakit tersebut.


Orang suruhannya berhasil mengumpulkan beberapa informasi yang ia butuhkan.


Hari ini Reynard datang ke rumah sakit untuk menemui Merry tanpa ditemani siapapun termasuk Asolf yang selalu mengekorinya.


Setelah bertanya pada resepsionis letak kamar Denis, Reynard bergegas menuju kamar tersebut.


Saat pintu kamar Denis terbuka, Merry begitu terkesiap saat mendapati Reynard lah yang berada di sana.


"Apa aku boleh masuk ?". Reynard berkata dengan santun.


Namun, Merry tak menyambut baik kedatangan Reynard. Ia malah menghunuskan tatapan tajam pada Reynard.


"Mau apa kau kemari ?". kata Merry setelah beberapa saat hanya menatapnya.


Reynard berjalan perlahan ke arah ranjang yang menopang tubuh Denis. Merry beranjak berdiri dan menghadang Reynard.


"Apa kau tuli ?. aku tanya mau apa kau kemari ?. Merry menekankan kalimatnya masih dengan tatapan penuh selidik.


"Aku hanya ingin melihat keadaan Denis". Ucap Reynard.


"Denis baik baik saja dan tidak perlu di jenguk olehmu. pergilah !!!". tukas Merry.


"Kau mengusirku ?". tanya Reynard.


"menurutmu bagaimana?". Merry membuang mukanya ke arah lain dan menyilangkan kedua tàngannya di atas perut.


"Kenapa kau jadi seperti ini ?. aku hanya ingin tau keadaan Denis."


"Memangnya apa urusanmu ?." Merry kembali menajamkan tatapannya pada Reynard.

__ADS_1


"Merry kau- ". Reynard yang begitu emosi tanpa sadar mencengkeram kedua bahu Merry.


"Apa !! kau mau apa ?".


"Sudahlah ". Reynard melepaskan cengkeramannya dan berbicara dengan nada yang sedikit melunak.


"Aku akan pergi. hubungi aku jika kau memerlukan bantuanku ". Reynard berbalik hendak meninggalkan tempat itu.


"Terimakasih. tapi, aku tidak akan pernah meminta bantuan padamu. " ketus Merry.


"Baiklah terserah padamu. aku permisi ". Reynard begitu enggan berselisih dengan Merry. hingga ia memutuskan untuk pergi dari sana.


"Buang buang waktu saja". kata Merry sambil kembali duduk di samping Denis.


"Untung saja Denis tidak terganggu dengan kedatangannya". Merry mengusap rambut Denis yang tengah beristirahat.


Reynard berjalan keluar dari rumah sakit tersebut dengan penuh kesal akan perlakuan Merry padanya. Ia tak menyangka Merry akan sekeras itu terhadap diriny1


Saat dirasa cukup jauh Mario berbalik menatap ke arah Reynard yang telah masuk kedalam mobil dan berlalu pergi.


"Sedang apa dia disini ?. Apa mungkin dia menemui Merry?. aku akan menanyakannya nanti". ucap Mario dalam hati.


******


"Merry aku membawakan makanan untukmu dan Denis ". Kata Mario yang langsung masuk kedalam kamar inap Denis.


"Kau sudah datang, maaf aku jadi Merepotkan dirimu ?". ucap Merry yang langsung beranjak menghampiri Mario dan mengambil alih beberapa kantong makanan dari tangan Mario.


Sebelumnya Merry sudah menghubungi Mario dan meminta tolong untuk dibelikan beberapa makanan karna ia tidak tega meninggalkan Denis sendirian di rumah sakit.


"oh ya Merry. tadi aku sempat bertemu dengan Rey, apa dia kemari ?". tanya Mario.

__ADS_1


"ya." jawab Merry malas


"Dari mana dia tau kalau kau ada disini ?. Apa kau memberi tahunya ?".


"entahlah. aku juga tidak mengerti. sudahlah jangan membahas dia, aku begitu kesal". pungkas Merry yang memang enggan dengan topik pembicaraan itu.


"Baiklah". Kemudian Mario duduk di sofa yang ada di salah satu sudut ruangan tersebut. sedangkan Merry tengah mengobrak abrik isi kantong makanan yang tadi sempat di bawakan oleh Mario.


"Apa kau tidak ada kesibukan hari ini ?". tanya Merry memulai percakapan setelah beberapa waktu tak ada obrolan di antara keduanya.


"Tidak. kenapa memangnya ?". tanya balik Mario.


"Kalau boleh, aku mau pergi sebentar. bisakah kau menjaga Denis selama aku pergi ?. " pinta Merry sedikit ragu.


"tapi itu jika kau tidak keberatan". imbuhnya.


"Kau mau kemana?". Mario penasaran


"Aku mau menemui daddyku". jawab Merry.


"aku akan mengantarmu. aku bisa menyuruh assistanku untuk menjaga Denis ".


Merrypun mengiyakan saran dari Mario, ia pikir mungkin diantar Mario akan lebih cepat sampai ke daddynya dan segera kembali ke rumah sakit daripada harus menunggu taxi yang belum tentu akan cepat ia dapatkan.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2