
kini genap satu minggu merry dan mario bekerja bersama. namun, karna kejadian waktu itu , mario masih bersikap dingin pada merry . merrypun tak pernah meminta maaf pada mario .
tok ... tok ... tok ...
" masuklah ". kata mario.
ternyata merry . ia berjalan ke arah mario dengan beberapa lembar kertas ditangan nya .
" pak ,, aku butuh beberapa tanda tanganmu ." ucap merry .
" taruh saja disitu , nanti akan aku tanda tangan i ." ucap mario tanpa menoleh ke arah merry . matanya hanya fokus pada layar komputer di depannya .merry terdiam melihati nya .
" kalo sudah tak ada kepentingan , kau bisa kembali ke mejamu ." lanjut mario yang membuyarkan lamunan merry ..
" baik pak ." ucap merry pasrah . merry berbalik menuju meja kerjanya . entah mengapa hatinya begitu sesak karna mario bersikap dingin padanya.
" bahkan dia tidak mau melihat ku saat bicara . " gumam merry dalam hati . tiba tiba air matanya menetes .
" oh tuhaan kenapa aku jadi gampang nangis kaya gini ." lanjut merry , sambil menyeka air matanya yang keluar .
sementara itu , mario tengah meneliti dahulu laporan yang merry berikan sebelum ia menandatangani nya . dan diantara kertas2 itu ternyata merry menyelipkan secarik kertas berwarna merah dengan tulisan " SORRY" . seketika raut wajah mario berubah setelah melihatnya . ada sedikit senyuman di bibir yang sedari tadi hampir cemberut .
__ADS_1
dan ketikan jam makan siang, merry melihat mario keluar dari ruangannya . merry mencoba menyapa namun tetap tak di hiraukan oleh mario.
" apa dia masih belum membacanya ." gumam merry penasaran . merry tiba tiba masuk ke ruangan mario . melihat kertas yang tadi ia bawa , dan ternyata sudah di tanda tangan i oleh mario. merry mencari kertas yang tadi ia selipkan namun sudah tidak ada .
" berarti dia pasti sudah membacanya , tapi kenapa sikapnya masih seprti itu padaku ". fikirnya dalam hati. ketika merry berbalik hendak kembali kemeja kerja nya . ia terkejut melihat mario berdiri di depannya dengan jarak hanya beberapa langkah kaki .
" apa yang sedang kau lakukan di sini ." ucap mario yang menatap merry begitu tajam . sambil berjalan mendekati merry .
" glek " merry menelan ludahnya sendiri . ia mulai takut dengan tatapan mario padanya . merry mencoba memundurkan tubuhnya hingga ia tertahan oleh meja . merry terjebak di sana , karna mario mengurungnya dengan tangan di sisi kanan dann kiri merry .
" sa ..saya se .. sedang .... mengambil laporan tadi pak ." ucap merry sedikit gugup . ia bergegas mengambil laporan yang ada di meja belakangnya . dan sesegera mungkin keluar dari ruang an itu menghindari mario .
" haaahhh selamat " . ucap merry sambil duduk di kursinya dan mengusap dadanya . ia merasa lega seolah hampir saja ia akan di mangsa se ekor harimau .
*********
kini jam kantor telah usai .. beberapa karyawan mulai meninggalkan meja kerja mereka . nella menghampiri merry yang masih merapikan meja nya .
" yuk merr ." nella mengajak merry untuk pulang . karna setiap hari mereka selalu pulang bersama . saat mereka hendak keluar dari gerbang ,tiba tiba mario menarik tangan merry dan memaksanya masuk kedalam mobilnya .
__ADS_1
nella yang melihatnya begitu tercengang . ia bingung dengan kelakuan bos baru nya tersebut . namun , dari dalam mobil merry mengisyarat kan nella bahwa ia akan baik baik saja . karna merry melihat sahabatnya itu begitu khawatir .
" kau mau membawa ku kemana pak ." tanya merry . namun mario tak menjawabnya .
" pak ,, kita mau kemana ." tanya merry lagi . dan mario masih tetap diam .
" hey ... kau se enaknya saja menarikku dan membawaku pergi . sebenarnya apa mau mu. jangan macam macam ya . aku bisa memukul mu ." celetuk merry yang geram karna mario dari tadi tak menjawabnya .
" diamlah ... nanti kau juga akan tau ." teriak mario langsung membungkam merry yang dari tadi tak henti2 nya mengumpat pada mario .
suasana pun menjadi hening di sepanjang perjalan .......
.
.
.
.
...
__ADS_1