
"Sebenarnya kau mau membawaku kemana?" tanya Merry.
"Kau akan tau sendiri". ucap Mario tanpa menoleh pada Merry.
"Dasar seenaknya. mentang mentang dia bos. seenaknya saja dengan bawahan". gerutu Merry sambil memalingkan pandagan ke luar jendela.
" Apa kau bilang?". Mario mengernyitkan Dahinya ke arah Merry.
"Apa. aku bilang apa?".ucap Merry kesal.
"Jangan bohong. aku bisa mendengarnya". tutur Mario.
"Syukurlah kalau kau mendengarnya". ucap Merry dengan gampangnya.
Mario akhirnya menghentikan mobilnya di sebuah pusat perbelanjaan terbesar di kotanya.
"Cepat turun". ucap Mario. kemudian ia keluar dari mobil lebih dahulu dan membukakan pintu untuk Merry.
" Aku bisa sendiri. minggirlah ". ketus Merry.
Merry lantas keluar dari mobil dan sedikit merapikan bajunya. Kemudian Mario dengan seenaknya menarik tangan Merry untuk masuk kedalam gedung tersebut.
" Sepertinya kau senang sekali menarikku kesana kemari. apa kau pikir aku kambing ".ucap Merry sedikit berlari mengimbangi langkah kaki Mario yang memang masih menariknya.
Mario tak menjawab sedikitpun atas segala perkataan Merry yang terdengar begitu mengesalkan. ia tetap berjalan tanpa melihat pada Merry yang hampir tertatih di sampingnya. sampai akhirnya ia berhenti di depan sebuah butik yang ada di dalam mall tersebut.
Mario mengajak Merry masuk kedalam butik dan memilah milah pakaian wanita yang terpajang disana. kemudian salah satu pegawai menghampiri mereka.
"Apa ada yang bisa saya bantu tuan?". ucap pegawai tersebut dengan sopan.
__ADS_1
" Tolong berikan gaun yang cocok untuk nona ini". ucap Mario sambil menunjuk Merry.
"Aku". ucap Merry terkejut hingga matanya membulat dengan jelas.
"Baik tuan. mari nona ikut saya". pegawai tersebut mengisyaratkan Merry agar mengikutinya.
" Cepat ikutlah padanya". ucap Mario pada Merry yang masih terlihat kebingungan.
"Sebenarnya kau mau membawaku kemana? kenapa harus memakai gaun segala?". ucap Merry.
" Jangan banyak bicara. ikuti saja yang aku katakan". seru Mario.
"Aku tidak mau sebelum kau memberi tahuku kita mau pergi kemana?". ujar Merry sambil menyilangkan tangannya diatas perut dan membuang muka dari Mario.
" Baiklah. aku akan mengajakmu pergi ke pameran busana milik kenalanku. sekarang kau puas. cepat pergi sana cari gaun yang cocok denganmu". ucap Mario . seketika raut wajah Merry yang tadinya cemberut, kini berubah lebih ceria. karna memang Merry benar benar menyukai dunia fashion.
Setelah aku berbicara tentang pameran busana, dia langsung berubah jadi jinak begini? semudah inikah menjinakkannya??" gumam dalam hati Mario.
"Dengan tingkahmu seperti ini, apa sekarang kau sudah berniat menjadi kekasihku?". bisik Mario sedikit menggoda. Merrypun akhirnya tersadar dengan kekonyolan yang dia lakukan. dan segera melepaskan tangannya yang melingkar di lengan Mario.
"Mana mungkin. aku hanya tidak sengaja tadi. kau jangan terlalu besar kepala". Merry membuang wajahnya karena malu. dan membuat Mario terkekeh dengan ulahnya.
"Tuan, nyonya. mari saya akan tunjukkan beberapa koleksi kami". dan pelayan tersebut kembali memanggil Merry yang ternyata masih belum beranjak mengikutinya.
" Baiklah". ucap Merry dan mengekori pelayan tersebut.
Dasar bodoh. kenapa aku bertingkah konyol seperti tadi. dia pasti sedang menertawakanku". Merry mengumpati dirinya sendiri dalam hati.
**********
__ADS_1
Mario duduk di kursi tunggu yang ada di dalam butik tersebut sambil memainkan ponselnya. tak berapa lama kemudian, Merry datang dengan memakai gaun berwarna dominan antara pink dan putih. dengan lengan pendek .panjang selutut dan melebar pada bagian bawahnya.
"Apa ini cocok untukku?" Merry mencoba bertanya pada Mario. Mario mendongakkan kepalanya dan menatap Merry dengan seksama.
"Lumayan. lebih baik dari pada pakaianmu tadi. kalau sudah selesai ayo kita pergi". ucap Mario dan beranjak dari duduknya dan hendak mengajak Merry pergi.
"Tu-tunggu ". Merry mencoba menahan Mario.
"Ada apa lagi?".
" Kau kan belum membayar gaun ini". ucap Merry sedikit malu.
"Maafkan aku, aku sampai lupa. kalau begitu aku akan kekasir terlebih dahulu". ucap Mario.
"Aku juga mau mengambil pakaianku yang ada di ruang ganti". tutur Merry.
" Baiklah kalau begitu nanti kita bertemu di pintu depan". ucap Mario dan di angguki Merry. merekapun pergi ke arah yang berlawanan. dan bertemu lagi di tempat yang sudah di sepakati.
Setelah dari butik tersebut, Mario kembali melajukan mobilnya ke tempat di selenggarakannya pameran busana tersebut.
.
.
.
.
Maaf ya ... sementara aku hiatusss lagi...... kalo minat , baca karya aku yang satu nya aja.😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘
__ADS_1