
Kini mibil yang dikendarai Mario telah sampai di depan rumah Merry. Mereka berdua turun dari mobil dan berjalan menyusuri halaman hendak menuju teras.
"Duduklah dulu, aku akan membuatkanmu minum". Ucap Merry sambil beranjak masuk kedalam rumah.
" Baiklah". Tutur Mario yang kemudian duduk di kursi teras Merry.
Mario mengeluarkan ponsel yang ada disalah satu saku celananya. lalu mencoba menghubungi Arsen yang masih berada di kantor.
~ *Hallo pak~ ~Arsen
~Arsen, aku dan Merry masih ada pekerjaan. tolong kau urus di kantor. ~ Mario.
~ Baik pak. Apa masih ada yang lain pak?. ~ ~ Arsen.
~ Tidak itu saja.~ ~Mario
Kemudian Mario menutup telfonnya dan menaruhnya di atas meja. pada saat yang sama Merry keluar dengan membawa dua cangkir teh hangat untuknya dan Mario.
"Minumlah". Ucap Merry.
" Baik". Mario meraih cangkir yang disodorkan Merry dan meminumnya setengah. Lalu meletakkannya kembali di meja yang ada di sebelahnya.
"Sebenarnya apa alasanmu mengajakku menemui ayahmu Merr?". Mario memulai perbincangan.
"Aku hanya ingin kau mengetahui tentang ayahku saja". Ujar Merry.
" Lalu, apa yang kau inginkan Setelah aku mengetahuinya?". Mario sedikit mengernyitkan dahinya karna tidak mengerti maksud Merry.
"Agar kau berfikir lagi tentang perasaanmu padaku. Bukankah kau seorang aktor, apa kata orang jika kekasihmu adalah anak seorang tahanan". Tutur Merry dengan manatap pasti ke arah Mario.
"Jangan peduli dengan kata orang. Hidup kita tidak tergantung dengan Mereka. Kita yang menjalaninya, bukan mereka. Kalau kau pikir aku akan mundur setelah tahu yang Sebenarnya kau salah. Perasaanku kepadamu masih sama, tidak berkurang sedikitpun". Mario berkata dengan penuh keyakinan sambil menggenggam jemari Merry yang sedikit berkeringat.
"Lalu bagaimana denganmu?. Apa keputusanmu?" Imbuh Mario.
"Aku tidak tahu. Hanya saja aku begitu sangat kesal saat kau mengabaikanku". Merry menarik kembali tangannya dari genggaman Mario sambil mengerucutkan bibir hingga membuat Mario terkekeh melihatnya.
__ADS_1
" Apa itu artinya kau menerimaku?". Ucap Mario.
"Aku tidak bermaksud menolakmu. Tapi sebaiknya kau memikirkannya lagi". Seru Merry.
"Itu tidak perlu, aku sudah siap dengan resiko apapun yang akan menghadangku. Aku hanya akan perlu kau selalu menemaniku". Mario meraih tangan Merry kembali dan memberikan satu kecupan lembut di punggung tangannya.
" Apa kau yakin?". Merry kembali bertanya.
"Kau pikir aku hanya main main denganmu?. Jika kau mau, bahkan aku akan menikahimu saat ini juga?". Mario tampak yakin dengan ucapannya.
" Aku heran, Sebenarnya apa yang kau suka dariku?". Tanya Merry begitu heran dengan Mario.
"Aku juga tidak tahu. Mungkin karna kau begitu cerewet". Mario mulai sedikit bercanda dengan mencubit kedua pipi Merry.
" auwww." teriak Merry yang merasa sakit di pipinya.
"Hentikan. Ini sakit. Kau menyebalkan sekali. Aku bertanya dengan serius kau malah bercanda". Ketus Merry sambil mengerucutkan bibirnya.
"Habis kau lucu sekali. Aku gemas jadinya". Tutur Mario yang kembali mencubit pipi merry.
Mario segera menggapai ponselnya dan melihat ke arah tampilan pada layar ponsel tersebut yang menampilkan nama Arsen pada panggilan masuk.
~ Ya Arsen. Ada apa?". ~Mario.
~ Baiklah aku akan segera kesana". ~Ucap Mario lagi dan segera mengakhiri panggilannya.
"Ada apa?". Merry begitu penasaran.
"Sepertinya aku harus segera kembali ke kantor". Ucap Mario sambil memasukkan ponselnya kedalam saku celananya.
" Apa ada masalah?". Merry semakin penasaran.
"Tidak. Kau tidak perlu khawatir, lebih baik kau istirahat saja dirumah. Aku pamit dulu". Mario beranjak berdiri yang juga diikuti Merry.
" Baiklah. kau hati hati di jalan".
__ADS_1
"Jadi sekarang kau mulai memperhatikanku". Dengus Mario menggoda Merry.
"Aku hanya berusaha bersikap sopan denganmu. Kalau kau tidak senang maka aku tidak akan melakukannya lagi". Ujar Merry dengan senyum kecutnya.
" Kau mudah sekali marah, membuatku semakin gemas saja". Ucap Mario sambil mengacak acak rambut Merry.
"Kau ini benar benar menyebalkan. Sudah sana pergilah". Seru Merry.
" Baiklah. Aku pergi dulu". Mario beranjak pergi menuju mobilnya yang juga diikuti Merry.
Kemudian Mario melajukan mobilnya menuju kantor. Disana Arsen sudah menunggunya untuk membicarakan sesuatu yang penting dengan Mario.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.Maaf ya... sekarang updateny jadi lama 😘😘😘😘😘😘😘
__ADS_1