Trap

Trap
Awas saja !!!


__ADS_3

Kini Marvin dan Reynard berbincang sambil berkeliling melihat perkembangan pembangunan hotel tersebut. Sedangkan Merry dan Asolf dengan setia berjalan mengekori atasannya masing masing.


Dua jam pun berlalu,,


Saat itu matahari dengan begitu bahagianya memancarkan cahaya yang sangat terik, sehingga membuat Merry harus berkali kali mengusap keringatnya.


"Apa mereka tidak merasa kepanasan? harus berapa lama lagi mereka berkeliling seperti ini, apa matahari juga sudah berkompromi dengan mereka sehingga hanya aku yang merasa sangat panas disini !!". Gerutu Merry dalam hati, kali ini ia menggunakan berkas yang sedang dibawanya sebagai alat penyejuk dengan menggibas gibaskan ke wajah.


" Anda baik baik saja?". tanya Asolf pada Merry.


"Apa?". Merry begitu terkejut saat tau Asolf tengah memperhatikannya.


" Aku baik baik saja paman". imbuhnya sambil melemparkan sedikit senyuman untuk memperkuat ucapannya.


"Tapi wajahmu begitu pucat nona". Ucap Asolf.


"Benarkah paman? tapi aku ba-, ".


Marvin yang mendengar percakapan Merry dan Asolf segera berbalik ke arah keduanya.


"Ada apa?". tanya Marvin seketika memotong ucapan Merry.


"Begini tuan, sepertinya nona Merry sedang kurang baik. Apa tidak sebaiknya kita berbicara di tempat yang teduh". Ujar Asolf.


"Tidak.. Aku baik baik saja". bantah Merry.


"Apa kau yakin ?. tapi sayangnya raut wajahmu tidak sejalan dengan kata katamu". Ucap Reynard dengan pandangannya yang tajam pada Merry.


"Tuan Marvin, sebaiknya kita mencari tempat teduh dulu". Reynard mencoba mengajak Marvin.

__ADS_1


" Baiklah, mari tuan Reynard ". Marvinpun mengiyakan permintaan Reynard. Marvin mulai berjalan lebih dulu agar yang lain mengikutinya.


"Tapi, aku baik-,".


" Jangan membatah !!". Seru Reynard sambil berbalik menatap Merry dan tangannya mencengkeram lengan Merry sangat kuat. Merry yang terkejut langsung membungkam mulut dengan tangannya, lalu dengan gugup ia mengganggukan kepalanya tanda mengerti.


"Bagus". seringai Reynard dan kembali berjalan menyusul Marvin yang sudah lebih dulu begitu juga Asolf yang masih mengekori tuanya.


" Arrhhgg sakit sekali lenganku. Awas saja kau". gerutu Merry.


Kini mereka berempat berada di sebuah tenda sederhana tempat biasa para pekerja bangunan beristirahat, karna hanya itu tempat berteduh satu satunya. Reynard dan Marvin masih berbincang mengenai proyek mereka hingga waktu yang cukup lama, dan sampai akhirnya mereka mengakhiri pertemuan ini.


"Maaf tuan kita harus berteduh di tempat ini, bagaimana kalau sekarang kita pergi ke restoran disekitar sini ? ini juga sudah waktunya makan siang? ". Ajak Marvin.


" Maaf tuan Marvin, saya harus segera pergi karna saya masih ada urusan lain". Reynard mencoba menolak dengan sopan.


"Baiklah tuan Reynard,, mari saya akan antar sampai ke tempat parkir". ucap Marvin.


Merry segera mengeluarkan ponselnya dari dalam tas, tertera satu panggilan masuk dari sekolah tempat Denis belajar.


" Ada apa? kenapa sekolah Denis menelpon?". gumam Merry.


"Maaf saya permisi sebentar ". pamit Merry pada ketiga orang di sampingnya dengan malu malu.


Merry berjalan sedikit menjauh dan segera menerima panggilan tersebut, sedangkan Marvin, Reynard dan Asolf kembali berjalan ke arah parkiran.


tak berapa lama Merry juga menyusul ke parkiran, disana hanya ada Marvin yang sudah duduk di ruang kemudi mobilnya karna Reynard dan Asolf sudah pergi dari sana.


" Maaf pak, karna harus menunggu". Ucap Merry.

__ADS_1


"Tidak masalah, cepat masuklah kita cari makan siang dulu sebelum kembali ke kantor". peritah Marvin.


" Maaf pak, sebenarnya saya ingin meminta izin karna barusan saya mendapat kabar bahwa adik saya masuk rumah sakit".


"Di rumah sakit mana?". tanya Marvin.


" Rumah sakit A pak". jawab Merry.


"Ayo aku akan mengantarmu lebih dulu". Ajak Marvin.


" Tidak perlu pak, lebih baik saya naik taxi saja". tolak Merry.


"Tidak masalah, lagi pula itu tidak jauh dari kantor". ujar Marvin.


"tapi pak". Merry merasa tidak enak pada bosnya tersebut.


" Sudahlah, dari pada kamu harus menunggu taxi yang entah kapan datangnya. Kasihan adikmu jika harus menunggu lama".


"Baiklah pak". Merrypun akhirnya menerima tawaran atasannya tersebut dan segera masuk ke dalam mobil..


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.😊😊😊😊😊😊😊 aku hadir lagi !!!!!


__ADS_2