
pagi itu ... setelah marvin memperkenalkan mario pada karyawannya ,mereka berbincang bincang di ruang kerja marvin . namun , sesekali mario meliat kakaknya tersebut sedikit cemas . mungkin karna sekertarisnya belum juga datang .
rencananya marvin akan berangkat ke sidney nanti sore . namun , sekertarisnya belum juga menyerahkan *file file* yang harus di bawa .
" kau kenapa kak ? semuanya baik baik saja kan ?" tanya mario .
" seharusnya dia \( sekertarisnya \) sudah harus menyiapkan dokument yang akan ku bawa ." tutur marvin dengan sedikit kesal .
" mungkin dia sedang punya urusan lain .... tenanglah ." tutur mario .
" tapi setidaknya dia harus memberi kabar . ini malah ponselnya tidak bisa dihubungi . padahal sebelumnya dia tidak pernah seperti ini ." marvin terlihat semakin kesal . dan mario tetap mencoba menenangkannya .
* beberapa menit kemudian ....
" ceklekkk ." pintu ruangan marvin terbuka .
" permisi pak ." suara wanita di balik pintu .
" masuklah ." jawab marvin dengan kesall .
wanita itu melangkahkan kaki nya mendekat pada marvin , berhenti tepat di sebelah kiri mario . namun mario sama sekali tak bergeming . ia tetap duduk sambil memainkan ponselnya .
" kau dari mana saja . kenapa baru datang ?" tanya marvin dengan nad tinggi .
" maaf pak tadi saya sedikit ada masalah ." jawabnya sedikit gemetar .
" lain kali kalau ada apa apa , kamu harus memberi kabar . " ucap marvin dengan nada sedikit menurun .
" baik pak ,,,, ini tidak akan terjadi lagi . saya permisi dulu . "
__ADS_1
" tunggu ..... aku mau memperkenalkan mu dengan mario . dia yang akan menggantikan ku sementara waktu . " tutur marvin dengan mengalihkan padangan nya pada mario .
" dan mario .. ini merry .. dia yang akan membantumu disini ." lanjutnya .
mario mulai bangkit dari duduknya . ia berbalik ke arah merry dengan menyodorkan tangan nya . merry pun sebaliknya .
" kau ." ucap mereka bersamaan dengan sedikit terkejut .
" apa kalian saling mengenal ? " tanya marvin yang heran dengan sikap mereka.
" begini kak , kemarin ki \_ \_ ."
" baiklah ... saya harap kalian bisa bekerja sama dengan baik ." kata mario membuyarkan mario dan merry yang saling menatap sinis .
" kalo begitu saya permisi dulu pak ." merry berbalik meninggalkan ruang kerja marvin . namun tak berselang lama , mario juga ijin untuk pergi syuting pada marvin .
saat mario keluar dari ruangan marvin , merry bergegas menyusulnya . tiba tiba ia menarik tangan mario dan membawa ke lorong yang sedikit sepi .
" mau apa kau ini .?" tanya mario terkejut .
" aku ada perlu dengan mu ... aku sudah mencarimu ke mana mana . malah ketemu disini ." tutur merry .
" ada apa kau mau mencariku .? " kata mario . ia mendekatkan wajahnya ke arah merry . sontak merry memundurkan wajah mario dengan jari telunjuk di kening mario .
" kau tak perlu sedekat itu . aku hanya mau mengambil barang2 ku yang tertinggal di mobilmu ." ketus merry .
tiba tiba ponsel mario berdering ... mario membalikkan badan nya membelakang i merry . ia sedang menerima sebuah panggilan . namun itu berlangsung lama . mario kembali menghadap ke arah merry .
__ADS_1
" maaf aku sedang ada urusan , kau bisa mengambilnya nanti di apartemen ku . " uacapnya .
" dimana apartemennya . dan jam berapa aku harus menemui mu ? ." merry kembali bertanya .
" hemmmm \( menghela nafas \) . tunggu saja disini nanti aku akan menjemput mu . dan kita ke apartemen bersama sama . " . pungkas mario . ia mulai berjalan melewati merry ke arah pintu kelluar yang ad di belakang merry .
merry kembali ke meja kerjanya dan menyiapkan file file yang akan si bawa oleh marvin .
* flash back .
tadi sebelum merry berangkat ke kantor , ia lebih dulu ke tempat kemarin ia mengikuti perlombaan busana . merry menanyakan kepada karyawan disana tentang alamat mario namun tak ada yang tau . mereka hanya memberi nomor telpon menejernya .
setelah itu ia kembali menuju kantor marvin , di tengah perjalanan ia terjebak macet karna ada kecelakaan lalu lintas . ia tak bisa memberi kabar pada marvin karena ponselnya ada dalam salah satu tas yang di bawa mario . sedangkan ia tak menemukan wartel di sekitar nya .
" siallll ... hari ini aku sangat sial ." umpat nya dalam dalam hati .
merry terus melihat arah jarum jam pada pergelangan nya . seolah berputar sangat cepat .ia merasa sangat takut akan kemarahan bos nya di kantor .
" pak apa tak ada jalan lain lagi ." tanya merry pada supir taksi yang sedang ia tumpang i .
namun apa daya .. taksi yang ia tumpang i tidak bisa mundur ataupun berputar arah . dia benar2 terjebak .
selang satu setengah jam merry baru sampai di depan gedung kantorny . ia berjalan dengan perasaan was was . sembari mempersiapkan diri atas amarah bos nya nanti .
.
.
.
.
.
.
jangan lupa like ya ...😘😘😘😘
__ADS_1