Trap

Trap
Sesuai rencana


__ADS_3

Setelah hampir empat jam, Merry akhirnya melihat Arsen yang baru saja kembali dari meetingnya bersama mario. namun, Merry hanya melihat Arsen seorang diri yang datang.


"Arsen, kau sudah kembali? kau hanya sendirian? lalu dimana pak Mario?". ucap Merry sambil mencari keberadaan Mario.


"Pak Mario tidak kemari. beliau langsung pergi ke lokasi syuting". tutur Arsen.


" ooh ... baiklah". ucap Merry sedikit malas. seolah tidak senang dengan jawaban Arsen.


"O ya Merr, pak Mario tadi bilang agar jadwalnya dikosongkan untuk dua sampai tiga hari kedepan". ujar Arsen Kemudian.


"Kenapa? apa ada masalah yang penting?". tanya Merry.


"Aku juga tidak tau. pak Mario hanya berpesan seperti itu".


"Jadi pak Mario tidak akan kemari selama dua hari?". Merry mencoba memastikan.


"benar. dan jika ada hal yang penting kirimkan saja laporan melalui email". tutur Arsen yang Kemudian diangguki Merry sebagai tanda mengerti.


Merry kembali mendudukkan tubuhnya. sedangkan jemarinya mengotak atik ponselnya. barang kali ada pesan atau panggilan dari Mario. namun Mario benar benar tidak mengabarinya sama sekali.


"Sebenarnya dia kenapa? dia ada pekerjaan penting atau memang sengaja menjauhiku? dasar bodoh. untuk apa aku memikirkannya. lebih aku menikmati waktu yang indah ini dengan sebaik baiknya". gerutu Merry dengan ekspresi yang berubah ubah.


*******


Seusai makan malam bersama Denis. Merry kembali kedalam kamarnya. melemparkan tubuhnya ke atas ranjang. tangannya menggapai ponsel yang sedang berhubungan dengan chargernya. entah kenapa, tiba tiba ia berharap Mario memberi kabar padanya.

__ADS_1


Namun, di layar ponselnya tidak ditemukan pesan ataupun panggilan tak terjawab dari Mario. dengan perasan kesal Merry meletakkan kembali ponselnya. Kemudian berbaring sambil menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.


Seolah tidak mendapatkan posisi yang nyaman. Merry menggulingkan tubuhnya menghadap ke satu sisi. kemudian berbalik kesisi yang lain. lalu mencoba dengan posisi tengkurap. seolah belum menemukan posisi yang enak, ia kembali ke posisi awal.


Merry mendadak bangkit dan meraih kembali ponselnya. menekan gambar kontak menggulirkan kebawah hingga menemukan nomor bernama Mario . Merry hendak memencet tombol call namun di urungkannya. dan meletakkan kembali ponselnya.


Ia kembali berbaring dan menutup kembali tubuhnya. entah sudah berapa kali Merry melakukan hal yang sama seperti itu hingga akhirnya tertidur tanpa menghubungi Mario. bahkan kejadian seperti ini hampir terjadi di setiap malam sebelum ia tidur.


Keesokan paginya Merry kembali kekantor dengan perasaan malas. entah mengapa seolah Merry begitu tidak bersemangat.


After three days


"Arsen". teriak Merry dari kejauhan. lalu Merry menghampiri Arsen yang hendak keluar untuk makan siang.


" Ada apa Merr?". ucap Arsen saat Merry sudah berada di depannya.


" Tidak. memangnya ada apa?". Arsen balik bertanya.


"Tidak. hanya saja waktu itu kau bilang kalau pak Mario meminta agar jadwalnya dikosongkan selama tiga hari. tapi kenapa hari ini dia tidak datang ke kantor?". Ujar Merry.


" Aku juga tidak tau. lebih baik kau coba menghubunginya saja". jawab Arsen dengan santainya.


"Baiklah. kalau begitu terima kasih". Merry sedikit membungkukkan tubuhnya Kemudian hendak kembali ke meja kerjanya.


Sebenarnya kemana dia? ada urusan apa sampai tidak bisa datang ke kantor. bahkan tidak sempat menggangguku di telpon. kenapa hariku terasa sepi tanpa gangguan darinya. ya Tuhan Merry sebenarnya kau ini kenapa? dia benar benar membuatku gila." gerutu Merry sambil berjalan menuju meja kerjanya.

__ADS_1


Merry meraih ponselnya hendak menghubungi Mario ia menekan tombol call, Kemudian menempelkan ponselnya di telinga dan pipinya. sampai akhirnya terdengar bunyi tut tut dari dalam ponselnya.


~ Hallo. ~ ucap Mario dari seberang telpon.


~ Ha.. hallo. .~ Merry sesikit gugup


~ Ya Merry katakan ada apa?. ~


~ Kau yang ada apa. kenapa tidak datang ke kantor. tidak memberi kabar. tidak mengirim pesan. kau tau betapa aku sangat menghawatirkanmu.~ Merry langsung menutup mulutnya dengan telapak tangannya.


~ Kau menghawitirkanku? kenapa? ~


~ Sudahlah. kau sangat menyebalkan. ~ ucap Merry dan langsung menutup talponnya.


Berbeda Dengan Merry merasa begitu malu dengan ucapannya barusan. Mario justru merasa senang karna dia telah mendapatkan jawaban dari usahanya beberapa hari ini.


Tidak sia sia usahaku menahan diri untuk tidak menghubunginya. semua berjalan sesuai rencanaku. dan sekarang aku sudah tau perasaanmu terhadapku Merry.". ucap Mario dalam hati.


Kemudian Mario segera meraih kunci mobilnya dan segera keluar dari dalam kamar apartement nya.


.


.


.

__ADS_1


. Tetep ya minta minta like dan komen.. apalagi kalo dikasih vote.......😘😘😘😘😘😘


__ADS_2