Trap

Trap
malas sekali


__ADS_3

Keesokan paginya, Mario telah datang menjemput Merry untuk pergi ke kantor bersama sama. Merry yang kala itu memang sudah siap dan menunggu Mario, segera beranjak keluar rumah saat Mario mengetuk pintu rumah sambil memanggilnya.


"Ayo kita berangkat". ucap Merry sambil berjalan hendak mendahului Mario.


"Tunggu sebentar. apa kau baik baik saja?". tanya Mario tangannya menahan Merry.


"Dasar bodoh. Seharusnya aku yang bertanya seperti itu, apa kau sudah lebih baik?, Bahkan Wajahmu masih sedikit memar". Ketus Merry sambil tangannya memegang bekas luka pada wajah Mario.


"Ini hanya luka kecil, sudah tak sesakit kemarin". Ujar Mario sambil menangkis tangan Merry dengan lembut.


"Apa Denis tidak sekalian berangkat bersama kita?". Imbuh Mario.


"Dia akan berangkat siang nanti, karna sekolahnya sedang di renovasi". Ucap Merry.


" Ya sudah, kalau begitu ayo kita berangkat". Mario berjalan lebih dulu ke arah mobil dan Merry membuntutinya di belakang. Mereka sama sama masuk ke dalam mobil duduk bersebelahan.


Mario kemudian melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang karna jalanan juga sedang ramai.


***


Sementara di tempat lain, Reynard tengah membersihkan tubuhnya didalam kamar mandi. kemudian sesusai mandi ia memakai pakaian kerja dan sedikit berias di depan kaca.


Setelah dirasa cukup rapi, Reynard segera turun ke lantai dasar rumahnya menuju ke meja makan. Disana Asolf sudah menunggunya untuk melayani keperluan Reynard seperti biasa.


"Paman duduklah, ayo kita sarapan bersama". Ucap Reynard sambil duduk di kursi yang sudah di siapkan oleh Asolf.


"Anda saja yang makan, tadi saya sudah makan di dapur bersama dengan yang lain". Ujar Asolf.


" Baiklah kalau begitu. Hari ini kita akan kemana?". Tanya Reynard, tangannya meraih sepotong roti pangganng dan melumurinya dengan selai kacang juga coklat.

__ADS_1


"Kita akan meninjau lokasi pembangun hotel bersama tuan Marvin pagi ini. Lalu setelahnya, kita akan pergi ke makam tuan dan nyonya besar (orang tua Reynard) seperti yang anda minta". Asolf dengan tenang menjabarkan kegiatan Reynard.


"Kabari tuan Marvin kalau kita akan langsung ke lokasi dan bertemu disana saja, aku malas sekali kalau harus bertemu laki laki itu". Ujar Reynard lalu memakan roti yang ia pegang dengan kasar.


"Baiklah, saya akan segera menghubungi tuan Marvin". Asolf segera mengeluarkan ponsel dari balik jasnya dan menghubungi Marvin.


* * *


Didalam mobil.


"Apa kau hari ini ada jadwal syuting?". Merry mulai membangun percakapan.


"Tumben sekali kau bertanya tentang kegiatanku, kenapa memangnya?". tanya balik Mario.


"Ti tidak. Aku hanya ingin tau saja, apa tidak boleh?". Merry sedikit canggung dibuatnya.


" Hari ini aku tidak ada syuting, aku juga tidak ke kantor. Jadi aku akan istirahat saja seharian". imbuhnya.


"Kenapa kau tidak kekantor?". Merry yang dibuat terkejut dengan ucapan Mario. tidak sadar bahwa ia bertanya sambil melototkan kedua matanya ke arah Mario, sehingga membuat Mario terkekeh.


" Bukankah sudah ada kak Marvin?, jadi untuk apa aku ke kantor".


"oh iya. Aku benar benar lupa". Ucap Merry sedikit malas.


Kini Mereka telah sampai di area perkantoran tersebut. Mario menghentikan mobilnya tepat di depan pintu utama gedung itu.


" Kenapa berhenti disini?, apa kau tidak akan menemui pak Marvin dulu?". tanya Merry.


"Tidak. Aku akan langsung pergi saja". Ucap Mario.

__ADS_1


" Ya sudah, aku akan masuk ke kantor dulu". Merry membuka pintu mobil dan hendak keluar dari sana, namun Mario menahannya.


"Ada apa lagi?". tanya Merry.


"Apa nanti setelah pulang kantor kita bisa pergi bersama?". pinta Mario sambil sedikit memelaskan wajahnya.


" Baiklah".


"Kalau begitu nanti aku akan menjemputmu". tutur Mario.


Merry menganggukkan kepalanya sambil melemparkan senyum. " Aku bekerja dulu". ucapnya dan segera keluar mobil.


***


.


.


.


.


.


.


.


. Maafkan aku yaa.... karna terlalu lama hiatusssπŸ˜”πŸ˜”πŸ˜”πŸ˜”πŸ˜”πŸ˜”.

__ADS_1


__ADS_2