Trap

Trap
sungguh Menyebalkan


__ADS_3

Merry mulai menaiki lift dan berjalan melewati beberapa lorong untuk menuju meja kerjanya. Sepanjang ia berjalan, beberapa pegawai yang sudah datang juga memberi sapaan padanya.


Merry meletakkan tas pinggang yang biasa dipakai di atas mejanya. Lalu ia duduk santai sambil menyandarkan punggungnya yang terasa sedikit kaku. Entah mengapa hari itu rasanya Merry malas sekali tak seperti hari hari biasanya.


"Santai sekali kau Merr". Ucap Nella yang menghampiri Merry sambil menarik satu kursi yang ada di depan Meja Merry dan duduk disana.


"Aku masih punya waktu bersantai sebelum pak Marvin dan investor itu datang". ujar Merry.


" Ngomong ngomong tadi pak Marvin menelpon, karna kau belum datang jadi aku yang mengangkatnya". tutur Nella.


"Kenapa memangnya?".


" Tadi pak Marvin meyuruhmu untuk menyiapkan semua berkas yang perlu di bawa ke proyek dan segera berangkat kesana". Terang Nella.


Mendengar ucapan Nella, Merry seketika duduk tegak dan membulatkan matanya dengan sempurna menatap Nella.


"Mendadak sekali, seharusnya tadi pak Marvin menelpon ke ponselku". Ketus Merry.


" Ya mana aku tahu, tapi tadi pak Marvin bilang sudah menghubungi ponselmu. tapi tidak ada jawaban". Jelas Nella kembali.


"Mana mungkin, dari tadi ponselku tidak ada bunyi panggilan masuk". Gerutu Merry sambil mengambil ponselnya yang ada di dalam tas milliknya.


"Bodoh, aku lupa kalau ponselku masih dalam mode diam". gumam Merry dalam hati saat melihat ponselnya dalam mode senyap, disana juga ada beberapa notif panggilan tak terjawab dan pesan masuk.


Merry segera membaca pesan tersebut.


~Merry kenapa tidak mengangkat panggilan saya~ Marvin.

__ADS_1


~Segera berangkat ke proyek dan bawa berkas berkas yang diperlukan. kita bertemu disana !~ Marvin.


~Tolong jangan lama lama!!~ Marvin.


~Maaf pak, saya baru mendapat kabar. saya akan segera kesana. ~ Merry.


dengan cepat. Merry membalas pesan atasannya tersebut.


Tanpa menghiraukan Nella, Merry segera masuk kedalam ruangan Marvin dan mencari berkas yang akan ia bawa. Nellapun dibuat terkekeh akan tingkah Merry yang sedang terburu buru.


" Merr,, tadi pak Marvin juga berpesan kau pakai mobil kantor saja biar lebih cepat !!". Teriak Nella sambil beranjak dan kembali ke meja kerjanya sendiri.


"Baiklah". jawab Merry juga dengan sedikit berteriak dari ruangan Marvin yang pintunya tidak tertutup.


Merry masih sibuk menyiapkan semua berkas, mulutnyapun tak henti menggerutu kesal. Hingga saat semuanya dirasa sudah siap, Merry segera keluar dari ruangan Marvin dengan cepat tangannya meraih tas miliknya dan berlalu keluar dari gedung tersebut menuju parkiran.


Disana juga ada sopir yang sudah siap menunggu Merry setelah mendapat intruksi dari Marvin. Merry segera masuk kedalam mobil tersebut dan berangkat menuju lokasi pembangunan hotel baru perusahaan.


Sesampainya di lokasi, Merry segera berlari menemui Marvin yang sedang duduk dan berteduh di sebuah tenda yang tersedia disana.


" Maaf pak saya baru tiba". Ucap Merry dengan nafas yang begitu tidak beraturan.


"Tidak masalah, kemarikan berkasnya, kau duduk dan minumlah dulu". perintah Marvin yang langsung di laksanakan Merry. Merry memberikan berkasnya pada marvin lalu mengambil satu botol air mineral yang ada di atas meja dan segera meminumnya.


"ahhhhh..... aku benar benar kehausan". gumam Merry setelah meminum air hingga habis.


" Oh ya pak, kalau boleh saya tahu, kenapa tiba tiba langsung kemari?". Tanya Merry.

__ADS_1


"Sebenarnya tadi pagi tuan Asolf menghubungiku. Dia bilang akan langsung datang kemari dan mengajak bertemu langsung disini". jawab Marvin sambil mempelajari berkas yang ia bawa.


" Sudah aku duga pasti dia masalahnya". Kesal Merry.


"Kau bilang apa?? dan siapa yang kau maksud ??". Marvin seketika menoleh pada Merry.


" Ti tidak pak, saya hanya salah bicara. maaf .". Merry memalingkan wajahnya dari pandangan Marvin karna malu.


"Ya sudah, saya mau berbicara pada pengawas disini dulu. kau tunggu disini kalau mereka sudah datang segera beritahu saya". Ucap Marvin sambil berlalu pergi meninggalkan Merry sendirian disana.


" Baik".


Setelah Marvin terlihat agak jauh, Merry merasa sedikit lega akhirnya ia bisa beristirahat sambil menunggu kedatangan Reynard dan Asolf.


"Dia benar benar menyebalkan,, merubah jadwal semaunya sendiri. Ternyata dia masih sama saja tidak memperdulikan orang lain. Reynard Danker awas kau". gerutu Merry yang merasa geram dengan ulah Reynard.


.


Tak lama kemudian mobil yang ditumpangi Reynard telah sampai di lokasi tersebut. Merry segera memberi tahu Marvin bahwa tamu yang ditunggu sudah tiba.


Marvin menyambutnya dengan sangat sopan begitu juga dengan Merry. walaupun dalam hatinya ia merasa sangat kesal namun ia harus tetap bersikap profesional dalam bekerja.


.


.


.

__ADS_1


.


Kalian jangan bully aku ya karna lamaa hiatusnya๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚.


__ADS_2