Trap

Trap
Kepulangan Marvin


__ADS_3

Mario telah sampai di area parkiran kantornya dan segera menghampiri Arsen yang memang sudah mondar mandir di depan pintu utama gedung tersebut.


"Dimana dia?". Tanya Mario pada Arsen yang terlihat panik.


" Di ruangan anda pak". Jawab Arsen.


"Baiklah aku akan menemuinya, Kau boleh pulang sekarang". Tukas Mario dan berlalu masuk ke dalam gedung tersebut. Arsen juga segera pergi dari sana karna memang sudah waktunya jam pulang.


Mario segera berlari menuju lift, menekan tombol menuju le lantai tempat ruangan kerjanya berada.


" ceklek". Mario membuka pintu ruangannya. Disana sudah ada Marvin yang duduk di kursi putarnya sedang menatap layar laptopnya.


"Sepertinya dia sedang ada panggilan video". gumam Mario dalam hati sambil melangkah masuk ke dalam ruangan tersebut.


" Baiklah, nanti aku akan menghubungi lagi". Ucap Marvin yang


melihat kedatangan Mario. Ia lalu menutup laptopnya dan menatap tajam ke arah Mario yang kini sudah duduk di depannya.


"Kau kapan pulang kak?. Kenapa tidak mengabariku, aku bisa menjemputmu di bandara". Ucap Mario dengan sedikit senyuman nyeri.


" Aku sengaja tidak memberi tahumu, karna aku ingin memberimu kejutan. Kakak pikir kau akan senang melihat kakak pulang, karna kau bisa terbebas dengan urusan kantor". Tutur Marvin.


"Maksud kakak apa?. Tentu saja aku senang melihat kakak pulang, aku sangat merindukan kakak". Mario sedikit bingung dengan ucapan Marvin yang di anggapnya memiliki teka teki.

__ADS_1


"Kau yakin merindukan kakakmu ini?? tapi, kenapa jarang sekali kau menghubungi kakakmu?". Ujar Marvin yang memang benar adanya.


"Bukankah kau tau aku sangat sibuk dengan pekerjaanku? Apalagi di tambah dengan pekerjaan kantor. Aku tidak ada waktu untuk menghubungimu kak". Kilah Mario sambil meraih cangkir minuman yang tersedia di meja kerjanya lalu meminumnya.


"Dasar. Dia pikir aku tidak tau yang dia lakukan". gumam Marvin dalam hati.


" Lalu kau dari mana dengan Merry?. Apa ada pertemuan di luar kantor?". Tanya Marvin.


"uhhuk.. uhhuk.. uuhhuk". Pertanyaan Marvin begitu mengejutkan Mario hingga ia tersedak.


" Kau baik baik saja ?? makanya pelan pelan kalau minum". Marvin segera mendekati Mario dan menepuk nepuk punggungnya. Meski Sebenarnya dalam hati Marvin sedang menertawakan tingkah Mario.


"Sudah kak, aku baik baik saja". Ucap Mario sambil mengcekal tangan Marvin.


" Begini, tadi aku dan Merry pergi ke gedung X untuk melihat situasi disana. Sebenarnya aku ingin mengadakan sedikit pesta penyambutan untukmu. tapi tiba tiba Arsen menghubungiku dan bilang kalau kakak sudah ada di kantor jadi aku membatalkannya dan langsung kemari". Mario berusaha berbicara sebiasa mungkin agar Marvin tidak menyadari kegugupannya karena berkilah lagi.


"Lalu Merry?. Dimana dia sekarang?".


"Aku langsung mengantarnya pulang karna waktu jam kantor juga sudah berakhir". Ujar Mario.


" Baiklah kalau begitu". Ucap Marvin.


"O ya , besok lusa investor kita akan datang kesini untuk melihat pembangunan hotel baru kita. Rencananya kakak mau membuat pesta sederhana untuk penyambutannya. Apa kau bisa mengaturnya?". imbuh Marvin.

__ADS_1


" Baiklah kak, besok aku dan Merry akan menemui jasa Event Organizer untuk menyiapkannya". Ujar Mario mengiyakan permintaan kakaknya.


"Tidak, jangan dengan Merry karna besok aku akan mengajaknya melihat perkembangan pembangunan hotel terlebih dahulu sebelum tamu kita datang melihatnya. Kau ajak saja Arsen, dia lebih berguna untukmu". Tukas Marvin dan membuat Mario sedikit tidak bersemangat. Namun tetap mengiyakan perintah kakaknya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Next episode aku akan berusaha lebih cepat ...😜😜😜😜😜😜😜.

__ADS_1


__ADS_2