Trap

Trap
kabar buruk


__ADS_3

Merry dan Marvin kini telah sampai di depan rumah sakit tempat Denis di rawat. Setelah menurunkan Merry di depan gerbang rumah sakit dan Marvin segera kembali ke kantor.


Merry kemudian berlari menuju ruang UGD, disana sudah ada bu Elle wali kelas Denis yang sedang duduk di kursi tunggu ruangan UGD.


"Bagaimana keadaan Denis bu?". tanya Merry dengan nafas yang masih terengah- engah.


"Denis masih berada di dalam ruang UGD, dan dokter masih memeriksanya". jawab bu Elle.


"baiklah". Merry mencoba melihat ke arah dalam ruangan tersebut dari balik pintu kaca namun tertutup tirai dari dalam. kemudian Merry duduk disamping bu Elle dan menetralkan pernafasannya.


"oh ya. karna nona sudah disini, saya izin permisi karna saya juga harus kembali ke sekolah". ucap bu Elle.


"Baik bu. saya juga berterima kasih sudah menunggui adik saya sebelum saya datang. dan maaf sudah merepotkan ibu".


"tidak apa apa nona itu sudah tanggung jawab saya. saya permisi dulu ya nona". pamit bu Elle sambil beranhak berdiri. Merrypun juga ikut berdiri dan bersalaman dengan bu Elle.


"Sekali lagi terima kasih bu". kata Merry.


"sama sama nona". jawab bu Elle dan berlalu pergi meninggalkan Merry.


Setelah bu Elle hilang dari pandangannya, Merry kembali duduk dan sesekali mencoba mengintip kembali dari pintu kaca ruang UGD tersebut.


Tak lama kemudian, keluarlah seorang laki laki parubaya dari ruang UGD. laki laki tersebut ialah dokter yang tadi menangani Denis. Merry langsung segera beranjak menghampiri dokter tersebut.

__ADS_1


"Bagaimana keadaan adik saya dokter?". tanya Merry.


"Anda sodaranya?". tanya balik dokter tersebut dan Merrypun menganggukinya.


"Mari ikut ke ruangan saya". ajak dokter tersebut dan berjalan mendahului Merry.


Merry dengan perasaan yang was was mengikuti dokter tersebut menuju ruangannya.


"silahkan duduk nona". ucap dokter tersebut.


"Sebenarnya asik saya kenapa dok?". tanya Merey tidak sabar.


"Begini nona, adik anda mengalami kagagalan pada fungsi ginjalnya". ucap dokter tersebut.


"Apa sebelumnya adik anda sering mengeluh di bagian pinggangnya?". tanya dokter.


"Sepertinya tidak dok. dia tidak pernah mengeluh apapun dengan saya. memangnya kenapa?". Merry balik bertanya.


"biasanya gejala awal gagal ginjal adalah nyeri di bagian pinggang dan


kadang juga disertai pusing". kata dokter.


"lalu apa yang harus dilakukan agar adik saya bisa sembuh dok?".

__ADS_1


"Sementara ini yang bisa kami lakukan adalah melakukan cuci darah setiap seminggu sekali tapi itu hanya untuk memperringan sistem kerja ginjal bukan menyembuhkan. sedangkan tindakan yang lebih efisien adalah dengan melakukan pencangkokan ginjal". ujar dokter tersebut.


"kalau begitu kita bisa lakukan segera dok. saya akan mendonorkan ginjal saya". kata Merry.


"Sayangnya tidak semudah itu nona. nona harus melakukan beberapa tes untuk memastikan kecocokan ginjalnya, tapi biasanya sodara kandung akan memiliki potensi kecocokan lebih besar".


"baiklah kalau begitu saya akan melakukan tes saat ini juga". Merry begitu bersemangat demi adiknya.


"kalau begitu tunggulah sebentar, saya akan memanggilkan suster untuk mengantarkan nona ke ruang laboratorium".


Kemudian dokter tersebut menekan salah satu tombol telephon hendak memanggil seseorang. tak lama datanglah seorang suster dan dokter langsung menyuruh Merry untuk mengikuti suster tersebut.


Satu jam kemudian di ruang laboratorium, setelah melakukan beberapa tes Merry di perbolehkan untuk meninggalkan ruangan tersebut dan hasil tes akan keluar besok siang.


Setelah dari ruang laboratorium Merry kembali menemui Denis yang kini sudah dipindahkan ke ruang perawatan..


Merry hanya terdiam duduk di sebelah ranjang Denis .. menatap sendu adiknya yang masih terbaring tak sadarkan diri hingga sampai akhirnya ponsel Merry berbunyi menggugah lamunannya


...


.


.

__ADS_1


😆😆😆😆😆😆😆😆😆 .. kalian rindu nggak sih ama Merry.


__ADS_2