
"Apa kau mau mampir dulu kerumah?". ucap Merry hendak turun dari mobil Mario.
" Aku akan langsung pulang saja. tapi kalau kau masih ingin bersamaku, maka aku akan mampir". jawab Mario sambil menepiskan senyum yang berniat menggoda Merry.
"Aku sama sekali tidak berminat untuk terus bersamamu. sejujurnya aku hanya sekedar basa basi tadi". Merry membalas Mario dengan senyum kecutnya. kemudian Merry keluar dari mobil dan berjalan memutar kesisi pintu dekat Mario.
"Baiklah kalau begitu aku akan pulang. hubungi aku kalau kau merasa rindu". seru Mario.
"Jangan terlalu berharap. justru aku begitu bahagia saat tidak ada kau yang selalu menggangguku. jadi, mana mungkin aku akan rindu. sudah pergilah". tutur Merry dengan nada datar.
"Baiklah kalau begitu. aku tak akan menggangumu lagi". ucap Mario yang kemudian melajukan mobilnya meninggalkan Merry yang masih berdiri di depan pagar rumahnya.
Sepertinya dia marah?. tapi itu malah lebih bagus. jadi dia tidak akan seenaknya lagi denganku". ucap Merry dalam hati. kemudian ia masuk kedalam rumah dan beristirahat.
********
Di kantor
" Pagi Merr". sapa salah satu teman kantor Merry.
"Selamat pagi". jawab Merry yang baru saja datang dan duduk di meja kerjanya.
Kemudian Merry hendak pergi ke ruangan Mario untuk mengingatkan tentang jadwal rapat hari ini. namun, saat Merry akan mengentuk pintu seorang karyawan menghampirinya.
__ADS_1
" Merr, tadi pak Mario bilang bahwa pertemuan kali ini dilakukan di luar kantor".ucap Arsen. salah satu karyawan yang juga orang kepercayaan Marvin.
"Baiklah kalau begitu aku akan menyiapkan dokumentnya". ujar Merry.
" Tidak perlu Merr, aku sudah menyiapkannya. pak Mario tadi bilang hari ini kau di kantor saja". imbuh Arsen.
"degg" batin Merry terkejut.
"Lalu siapa yang akan menemani ke pertemuan hari ini?". tanya Merry.
"Aku yang akan pergi. dan tadi pak Mario berpesan agar aku memberi tahu mu". jawab Arsen dengan sedikit rasa tidak enak pada Merry. karna memang di setiap pertemuan baik Mario ataupun Marvin selalu mengajak Merry sebagai patnernya. ia hanya sesekai pergi saat Merry sedang ada urusan lain.
"Baiklah. lalu sekarang dimana Mario. maaf, maksudku pak Mario?". Merry hampir lupa bahwa ini lingkungan perusahaan. dimana Mario adalah bosnya dan dia adalah karyawannya.
"Ti-tidak. mungkin ada alasan lain kenapa pak Mario mengajakmu. sudah pergilah sana". ujar Merry yang menyuruh Arsen agar cepat pergi menemani Mario.
"Baiklah. kalau begitu aku pergi dulu. sekali lagi maaf Merr". ucap Arsen yang Kemudian meninggalkan Merry.
Merry kembali ke meja kerjanya dengan perasaan yang sedikit kecewa. ia berusaha membendung agar air di matanya yang sudah penuh tidak sampai tumpah.
Sepertinya dia benar benar marah denganku. seharusnya aku merasa senang, setidaknya hari ini tidak perlu bertemu dengannya. tapi, kenapa aku begitu kecewa. apa mungkin karna Arsen menggantikan posisiku saat ini. kenapa denganku.. padahal saat pak Marvin pergi meeting bersama Arsen aku tidak sesakit ini". inilah yang sedang ada dipikiran Merry.
********
__ADS_1
Sementara di tempat Mario....
Mario tengah duduk di area VVIP sebuah restoran bersama dengan dua orang perwakilan dari perusahaan Arsitektur yang ia kontrak untuk pekerjaan pembangunan Hotel baru yang akan berdiri di bawah naungan perusahaannya.
Sebenarnya Mario sengaja memindah lokasi pertemuan kali ini yang seharusnya di adakan di dalam kantor menjadi di restoran. dan juga mengajak Arsen untuk menggantikan Merry untuk menemaninya.
Saat ini Mario berniat untuk tidak bertemu Merry ataupun menghubunginya. hal ini bertujuan untuk Memastikan perasaan Merry terhadapnya. karna hingga saat ini Merry belum juga menjawab Mario yang sudah terang terangan mengungkapkan perasaan padanya.
"Selamat pagi pak. maaf saya sedikit terlambat". ucap Arsen yang baru saja sampai di restoran yang menjadi lokasi pertemuan kali ini.
" Duduklah" seru Mario.
"Karena sekertaris saya sudah sampai, mari kita mulai meeting pagi ini.". lanjut Mario.
Mereka melakukan meeting selama dua jam yang kemudian di akhiri dengan jamuan makan siang yang memang sudah direncanakan. Hingga dua orang rekan Mario mulai berpamitan untuk kembali ke kantor mereka.
"Arsen, apakah tadi Merry mencariku?". tanya Mario.
" Iya pak. tapi saya sudah mengatakan semua yang bapak pesankan pada saya". jawab Arsen.
"Terima kasih Arsen. maaf karna harus melibatkanmu dalam rencanaku". ucap Mario sambil menepuk pundak Arsen. dan Arsen mengangguk tanda mengerti karna memang Mario sudah memberitahukan rencananya pada Arsen sebelumnya.
Sekarang, aku tinggal menunggu hasilnya. dan aku akan tau bagaimana perasaan Merry yang sesungguhnya padaku. maaf Merry, aku harus sampai melakukan hal ini kepadamu". gumam Mario dalam hati.
__ADS_1