Trap

Trap
Menagih kepastian


__ADS_3

Merry tengah berjalan dari kantor menuju halte tempatnya biasa menunggu bus untuk pulang ke rumahnya. tiba tiba sebuah mobil silver berhenti tepat disampingnya.


Merry tak begitu menghiraukannya, dan masih tetap berjalan tanpa menoleh ke pemilik mobil yang tengah turun dan berjalan ke arahnya tersebut. Merry sudah tau bahwa pemilik mobil tersebut adalah Mario.


"Merry tunggu." teriak Mario.


" Apa. Aku sudah bahagia tanpa harus melihatmu. bisakah kau cuti lebih lama lagi." ucap tanpa menoleh ke arah Mario yang berjalan di belakangnya.


"Benarkah ? apa kau yakin ?". ucap Mario.


"Seratus persen yakin. sudah pergi sana jangan mengejarku !!". seru Merry.


Karna Mario tak menjawab ucapan Merry lagi. Merrypun akhirnya menoleh ke arah Mario. Namun yang kini sedang dilihat Merry malah Mario kembali berjalan menuju mobilnya kembali dan melajukannya dengan kencang meninggalkan Merry sendiri yang masih berdiri mematung di pinggir jalan.


"Dasar menyebalkan, dia sama sekali tidak berusaha merayuku lebih." gerutu Merry kemudian mengerucutkan bibirnya dan melanjutkan jalannya.


Setelah tiga puluh menit Merry menunggu, akhirnya bus yang sedang beroperasi tiba disana. Merry segera naik dan duduk di bangku bagian tengah dalam bus tersebut.


"Kenapa bus ini begitu sepi.? padahal biasanya di jam seperti ini pasti sangat penuh. tapi baguslah, dengan begini aku jadi bisa duduk dengan santai." ucap batin Merry.


Bus tersebut terbilang sangat sangat sepi dari biasanya. tidak ada penumpang sama sekali. hanya ada Merry dan seorang laki laki memakai jas sedang membaca koran. duduk di bangku paling belakang bus tersebut.


Merry mendudukkan dirinya di samping jendela. matanya menyapu pemandangan yang ada dibaliknya. tanpa di duga laki laki yang tadinya duduk dibangku belakang tadi, kini berpindah duduk tepat di samping Merry. Masih dengan koran yang menutupi wajahnya.


"Maaf, bukankah masih begitu banyak bangku yang kosong. Bisakah anda pindah dari sini". Ucap Merry dengan sopan. Namun laki laki tersebut tidak menghiraukannya.


" Tuan. Tolong pindahlah dari sini". Merry masih bicara dengan begitu sopan.

__ADS_1


Tetap saja tidak ada respon dari orang tersebut.


"Aku rasa orang ini tuli. Lebih baik aku saja yang pindah". Ucap Merry yang mulai kesal dan berdiri hendak pindah ke bangku yang lain.


Tiba tiba laki laki tersebut menarik tangan Merry hingga ia terduduk di pangkuan laki laki tersebut.


" Tolong jaga kelakuan anda tuan. Atau aku akan berteriak". Gertak Merry sambil langsung berdiri.


"Coba saja teriak. Lagi pula siapa yang akan mendengar teriakanmu". Ujar laki laki tersebut.


" Dasar mesum. Beraninya kau-". Merry berteriak sambil menarik koran yang di pegang laki laki tersebut.


"Mario kau". Imbuh Merry dengan terkejutnya. Namun seolah dengan sengaja Mario malah melemparkan senyum masam pada Merry.


" Kau ini sungguh keterlaluan. Selalu saja membuatku kesal. Aku benci padamu. Sungguh benci". Ucap Merry sambil memukul mukul tubuh Mario dengan kedua tangannya.


Merrypun menuruti perkataan Mario dan duduk di sebelahnya.


" Cepatlah katakan. Aku akan turun di halte berikutnya". Seru Merry.


"Kau ini tidak sabaran sekali. Padahal aku ingin sekali memelukmu lebih dulu karna begitu merindukanmu". Mario mencoba menggoda Merry yang masih terlihat kesal.


"Kalau kau hanya mau menggodaku, lebih baik aku turun saja". Ujar Merry yang hendak berdiri namun ditahan oleh Mario.


" Baiklah kali ini aku akan bicara serius. Merry apa kau masih ingat tentang ucapanku setelah pulang dari restoran waktu itu?. Dan sekarang aku ingin menagih jawaban mu". Ucap Mario kini dengan wajah yang serius.


Deg .

__ADS_1


Merry sedikit terdiam mendengarnya. Ia sama sekali tak menduga Mario akan menanyakan jawabannya.


"Sebenarnya aku , aku- , aku-". Merry menggantung ucapannya.


" Aku pikir jawabannya adalah tidak. Kau tidak perlu sungkan mengatakannya. Aku bisa mengerti ". tutur Mario.


" Bukan begitu". ucap Merry dengan tergesa.


"Bisakah besok kau mengantarkanku ke suatu tempat?. Setelah dari sana kau akan tau jawaban dariku". Imbuh Merry.


" Baiklah. Besok setelah makan siang. Tapi kau harus janji akan menjawabnya". Seru Mario dengan sedikit memaksa.


"Janji". Merrypun mengiyakan permintaan Mario.


Merry dan Mariopun akhirnya turun di halte tujuan Merry. Mario mengantarkan Merry sampai di depan rumahnya. Kemudian ia berpamitan untuk langsung pulang menggunakan taxi.


.


.


.


.


.


Aku sampek lupa waktu biar bisa cepet up. itu demi kalian yaa.....

__ADS_1


so, kasih aku like nya yaaa......😘😘😘😘😘😘😘


__ADS_2