Tuan Daniel Secret Wife

Tuan Daniel Secret Wife
TDSW 13. Kedinginan


__ADS_3

Daniel berjalan ke kamar dengan tergesa-gesa. Dia sudah dapat membayangkan bagaimana kekesalan Keyra padanya. Bodohnya dia malah meladeni Alex memperdebatkan hal yang tidak penting hingga melupakan istrinya.


Dengan gerakan perlahan Daniel menekan handle pintu, berharap Keyra tidak menyadari kehadirannya. Daniel berniat kabur setelah meletakkan pakaian ganti untuk Keyra. Rasanya pria itu merinding membayangkan tatapan galak yang akan dilayangkan Keyra padanya jadi lebih baik dia menghindar dan akan kembali ketika Keyra sudah lebih tenang.


Glek, pewaris kedua Wijaya Group itu menelan ludah dengan kasar. Ekspektasinya sangat jauh dari kenyataan. Disana sudah ada Keyra yang menatap padanya seolah ingin memakannya hidup-hidup. Daniel menebak jika Keyra memang sudah menunggu kedatangannya dan bersiap melayangkan amarahnya.


"Hai Key" ucap Daniel dengan senyuman gugupnya.


"Kamu sudah selesai mandi, maaf aku pikir belum selesai" Daniel melangkah dengan ragu, mencoba mengikis jarak dari Keyra.


"Iyalah, Kakak sibuk mengobrol dengan kak Alex hingga lupa jika ada orang lain yang KEDINGINAN disini" ujar Keyra menatap sinis pada suaminya.


"Bukan, bukan begitu" bantah Daniel menggelengkan kepalanya.


"Sudahlah mana baju gantinya. Pria memang seperti itu, tidak ada yang bisa dipegang ucapannya. Untung saja disini ada selimut kalau tidak aku pasti sudah flu ditambah lagi masuk angin. Atau mungkin saja akan terkena asam lambung karena suamiku yang tidak berperasaan itu meninggalkan istrinya tanpa baju ganti juga tidak memberinya makan. Lihat saja sekarang sudah jam berapa dan aku belum makan malam. Seharusnya tadi aku paksa saja dia pulang agar tidak kesulitan seperti ini" omel Keyra penuh sindiran dalam setiap kalimatnya.


"Maaf Key, aku benar-benar lupa" ucap Daniel memilih pasrah. Lagipula memang salahnya melupakan Keyra karena sibuk berdebat dengan Alex.


"Ini kamu ganti dulu. Aku sudah memesan makanan dan mungkin sebentar lagi akan sampai" Daniel mengulurkan tangannya memberikan paper bag yang dibawa oleh Alex pada istrinya karena Keyra sama sekali tidak berminat menanggapi permintaan maafnya.


"Terima kasih" ucap Keyra bernada ketus mengambil paper bag yang diberikan Daniel.


Daniel mengulum senyumnya setelah Keyra berlalu dari hadapannya. Sedari tadi dia sudah menahan senyumannya karena tidak ingin menambah kemarahan Keyra padanya. Ternyata meski Keyra sangat kesal wanita itu tetap tidak melupakan tata keramanya.


"Benar-benar menggemaskan" gumam Daniel tertawa sendiri.


"Selesai ganti langsung turun okey, aku tunggu dibawah. Kita makan bersama" teriak Daniel.


"IYA" balas Keyra ikut berteriak masih dengan nada kesalnya.


Keyra berganti pakaian secepat yang dia bisa. Sungguh cacing dalam perutnya sudah mengajukan protes sejak tadi. Tak lupa juga wanita itu bersungut menyalahkan Daniel atas kedinginan dan kelaparan yang dideritanya. Mengutuk suaminya itu yang melupakan keberadaannya karena sibuk berdebat dengan Alex.


"Untung saja aku tidak pingsan" guman Keyra merapikan penampilannya kemudian berjalan keluar.


"Kakak disini juga?" tanya Keyra yang melihat Alex duduk santai di ruang tamu. Sebenarnya Keyra hanya berbasa-basi karena memang sebelumnya dia sudah tahu kedatangan Alex.


"Iya, ada seseorang yang sangat menyebalkan memintaku datang" jawab Alex melirik tajam pada Daniel.


"Cih kau juga memang tidak memiliki kegiatan lain hingga dengan suka rela datang kemari" balas Daniel.


"Hahaha, Anda tidak salah Tuan Muda Daniel" ucap Alex tertawa sumbang.


"Tidak memiliki kegiatan lain yang Anda maksudkan itu apakah dengan berlibur di pantai saat hari kerja. Yang benar saja, saya bukan Anda yang bisa menyuruh orang lain untuk mengerjakan pekerjaan Anda" lanjutnya penuh dengan sindiran.


"Buktinya sekarang kau berada disini. Sudah jangan dengarkan dia Key. Ayo kita makan, bukankah kamu sudah lapar" siapapun yang mendengarnya pasti langsung menyadari nada bicara Daniel pada Alex dan Keyra sangat berbeda. Terdengar begitu jelas, hanya orang bodoh saja yang tidak tahu.


"Oh ya, ayo kita makan Kak" ajak Keyra pada Alex untuk mencairkan suasana.


Wanita itu sebenarnya cukup kaget dengan perlakuan Daniel dan Alex yang saling membalas kata. Tidak ada yang mau mengalah bila tidak ada penengah diantara mereka. Keduanya pasti akan sibuk berdebat hingga salah satunya merasa sudah kalah.


Keyra pikir hal itu terjadi hanya beberapa waktu lalu saja saat Daniel menjemputnya dari kantor. Tapi sekarang dia tahu bila dua pria dewasa itu memang tidak lepas dari sebuah perdebatan setiap kali bertemu. Bagaimana hubungan persahabatan mereka bisa bertahan selama bertahun-tahun jika keduanya seperti ini.


"Beruntung kamu begitu pengertian Key. Aku pikir kekesalanku bisa hilang dengan mudah karena ada kamu disini" ucap Alex yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Daniel. Kalimat Alex terdengar seperti sebuah rayuan ditelinganya.

__ADS_1


"Alex bilang dia sudah makan karena itu aku hanya memesan dua porsi saja Key. Satu untuk kamu dan satunya lagi untukku. Dia juga akan pulang setelah ini" ucap Daniel tanpa perasaan.


"Benar begitu Kak?" tanya Keyra polos.


"Sungguh aku ingin memukul kepalamu agar tersadar atau mungkin pingsan sekalian" ucap Alex dengan tatapan tajamnya.


"Ayo kita makan Key, aku tidak ingin kamu sakit" ajak Daniel tanpa memedulikan Alex langsung pergi menggandeng tangan Keyra menuju meja makan. Makanan yang di pesan Daniel sampai saat Keyra sedang berganti.


"Tapi itu... Sepertinya Kak Alex belum makan" ujar Keyra merasa tidak enak hati. Tangannya yang digandeng oleh Daniel membuat dengan terpaksa mengikuti langkah pria itu.


"Dia tidak kekurangan uang untuk membeli sebungkus nasi" balas Daniel acuh, sedikitpun tidak menoleh kebelakang ataupun menghentikan langkahnya.


"Apa tidak apa-apa?" tanya Keyra lagi.


"Tidak apa-apa, aku tahu dia sudah makan sebelum kesini. Ayo duduk" ucap Daniel sembari menarik kursi untuk Keyra.


"Mau minum apa?. Air putih saja ya karena ini sudah malam, tidak baik untuk kesehatan kamu jika meminum minuman yang berasa"


"Tidak perlu bertanya kalau pada akhirnya hanya boleh meminum air putih" balas Keyra mendelik malas.


"Hehe, hanya untuk malam ini" ucap Daniel menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Daniel menghidangkan makan malam. Steak yang kini berada dihadapan mereka terlihat sangat menggugah selera ditambah lagi Keyra memang sudah sangat lapar.


"Itu.., apa Kak Alex benar-benar tidak apa-apa?" tanya Keyra kembali teringat pada Alex yang mereka tinggalkan di ruang tamu.


Daniel menghela napas, mencoba mengerti kekhawatiran Keyra pada sahabatnya. Meski sudah menjelaskan bahwa Alex baik-baik saja tapi sepertinya Keyra tetap tidak bisa tenang karena mereka meninggalkan Alex begitu saja.


"Dia baik-baik saja, aku jamin sekarang pasti sudah tidur. Sudah jangan dipikirkan, ayo makan" dengan perhatian Daniel menukar piring miliknya dengan piring milik Keyra. Saat Keyra masih mengkhawatirkan Alex dia memotong steak yang berada di piringnya kemudian menukar piring mereka agar Keyra bisa makan lebih mudah.


"Jangankan kamu, akupun sangat heran. Setiap kali kami bertemu pasti akan selalu dihiasi dengan perdebatan yang tidak ada habisnya. Tapi setelah itu semua akan membaik dengan sendirinya. Tidak ada yang meminta maaf karena memang tidak merasa sakit hati. Ya walau sangat aneh tapi seperti itu jalan persahabatan kami hingga sekarang. Mungkin juga karena hubungan kami sudah selayaknya saudara, aku sudah menganggap Alex seperti Kak Rafa atau Kak Dae Hoon makanya tidak merasa sungkan saling berbalas kata" jawab Daniel jujur.


Keyra mengangguk mengerti, dia membenarkan ucapan Daniel yang mengatakan hubungan keduanya sangat aneh. Jujur saja bila Keyra yang berada diposisi keduanya pasti dia lebih memilih menjauh. Perdebatan bukan hal yang dia sukai, Keyra tipikal orang yang baperan. Belum lagi saat berdebat Daniel dan Alex terlihat seperti akan bertengkar hebat, itu yang tangkap. Keyra yakin bila orang lain yang baru mengenal Daniel dan Alex juga akan berpikir sama dengannya.


"Kita pulang besok pagi. Oh ya aku hampir lupa, sekalian saja kita mampir ke rumah kamu untuk mengambil desain ayah sebelum kembali ke penthouse" ujar Daniel.


"Aku ikut Kakak saja" balas Keyra.


"Kamu tidak keberatan kan?" tanya Daniel memastikan kenyamanan Keyra. Jawaban singkat yang diberikan Keyra membuatnya tidak bisa menebak isi hati wanita itu.


"Tidak, kenapa?" tanya Keyra kembali.


"Tidak apa-apa, aku hanya takut kamu merasa tidak nyaman"


Belum sempat Keyra kembali memberikan tanggapan terdengar suara ponsel Daniel berdering.


"Sebentar ya" ucap Daniel merogoh ponselnya yang berada dalam sakunya.


"Assalamualaikum Ma" ucap Daniel sesaat setelah menerima panggilan sang mama.


"Wa'alakumussalam sayang. Bagaimana kabar kamu, kamu baik-baik saja kan?. Mama dengar dari Alex katanya kamu berada di villa xxx. Kenapa tiba-tiba ingin liburan dadakan, memangnya kamu tidak bekerja?. Ingat meski kamu CEO Biantara Group tapi kamu bukan pemilik perusahaan itu. Raya bisa saja memecat kamu bila kinerja kamu merugikan perusahaan" berondong sang Mama dari balik telepon. Daniel bahkan menjauhkan ponselnya mendengar rentetan kalimat panjang itu.


"Daniel baik-baik saja Ma, jangan khawatir" jawab Daniel.

__ADS_1


"Dan tentang liburan dadakan itu hanya terpikirkan tiba-tiba saja. Pekerjaan Daniel tidak terlalu menumpuk jadi Daniel mengambil kesempatan ini untuk healing. Tenang saja Kak Raya tidak mungkin tega memecat Daniel" lanjutnya menjawab seadanya.


"Mana ada yang namanya tidak tegaan dalam urusan pekerjaan" timpal nyonya Maya berkomentar.


"Tapi ya sudahlah. Lain kali jika ingin pergi beri kabar. Mama saja tahunya dari Alex" tuntut nyonya Maya.


"Iya Ma, maaf" balas Daniel pasrah. Mau bagaimanapun keadaannya wanita tetap tidak pernah salah.


"Iya, lain kali jangan diulangi lagi. Kamu sudah janji saat pindah dari rumah mengatakan akan sering memberi kabar dan berkunjung ke mansion. Tapi sekarang Mama pikir kamu sudah mulai lupa dengan ucapan kamu waktu itu"


"Iya Ma" jawab Daniel patuh.


"Jangan lupa nanti pulang ke mansion. Meski kamu mengatakan baik-baik saja tapi Mama harus memastikan sendiri dengan mata kepala Mama kalau memang kamu baik-baik saja" ucap nyonya Maya dengan nada tidak bisa dibantah.


"Iya Ma, Daniel akan datang nanti. Jangan khawatir, Daniel benar-benar baik-baik saja. Daniel tidak ingin kena amukan papa jika mama tiba-tiba sakit karena terlalu memikirkan Daniel" jawab Daniel menenangkan nyonya Maya dengan sedikit bercanda dalam kalimat terakhirnya. Pria itu tahu sang Mama pasti sedang menghawatirkannya saat ini.


"Papa memang seperti itu, terkadang sungguh menyebalkan. Ibu mana yang tidak khawatir pada anak-anaknya tapi Papa sering kali protes" balas nyonya Maya menggerutu membenarkan kelakuan suaminya.


"Hehe, Daniel tidak tanggung jawab jika papa mendengarnya lagi lagi" balas Daniel terkekeh lucu. Dia membayangkan ekspresi sang mama ketika mangatakan hal itu.


"Tidak masalah jika Papa mendengarnya sekalipun. Memangnya apa yang akan Papa lakukan?. Papa tidak akan berani pada Mama. Coba saja papa macam-macam, mama akan kabur numpang di penthouse kamu atau di mansion milik Rafa dan Raya. Atau bisa saja di apartemen milik Lee dan Risya. Papa sendiri yang akan pusing jika mama tinggalkan. Kamu tahu sendiri papa bahkan tidak tahu letak dasinya dimana. Dan papa tidak membiarkan orang lain menyentuh barang-barangnya selain mama termasuk pelayan" curhat nyonya Maya pada sang putra.


Daniel menahan tawanya. Sebenarnya bukan hanya papanya saja yang tidak bisa berpisah dari mamanya itu. Nyonya Maya juga jika merajuk dan mengungsi di mansion sang kakak akan selalu membahas sang papa setiap detiknya. Hingga Rafa kesal dan langsung menghubungi papanya untuk menjemput nyonya Maya pulang.


"Itu karena papa cinta mati pada Mama" celetuk Daniel seolah mendukung sang mama. Dia ingin membuat cinta pertamanya itu merasa senang.


"Kalau itu tentu saja harus. Pria sejati memang harus seperti papa. Mama juga ingin anak laki-laki Mama menjadi seperti Papa, entah Rafa, Daniel, Lee juga Alex dan Zayn bila sudah dewasa nanti. Ingat Mama tidak akan mengampuni kalian bila menyakiti hati seorang wanita. Mama akan langsung mengganti posisi kalian. Wanita yang kalian sakiti itu yang akan menjadi putri Mama dan kalian cari saja mama yang lebih baik di luar sana" ucap nyonya Maya blak-blakan.


Terang saja hal itu membuat Daniel semakin ingin tertawa. Bagaimana mungkin posisi anak bisa di gantikan.


"Daniel akan ingat pesan Mama" sungguh Daniel ingin cinta pertamanya itu segera mengakhiri panggilan. Pria itu sudah tidak kuat menahan tawanya.


"Bagus, kamu harus setiap saat mengingatnya"


"Siap Mamaku sayang. Baiklah, Daniel tutup panggilannya ya. Ada sedikit pekerjaan yang harus Daniel selesaikan" ujar Daniel dengan lembut.


"Baiklah, jangan terlalu banyak bekerja dan juga jangan begadang. Makan yang teratur. Mama tidak mau kamu berakhir di rumah sakit karena pola makan yang tidak teratur. Jangan seperti orang kekurangan uang okey. Jika Mama tahu kamu sakit karena tidak makan Mama yang akan mengantarkan makanan setiap hari untuk kamu atau mungkin Mama akan menyeretmu pulang" peringat nyonya Maya.


"Iya Ma, Daniel mengerti. Daniel akan mengingat semua pesan Mama. Kalaupun Daniel sakit Daniel akan pastikan bukan karena pola makan yang tidak teratur" jawab Daniel dengan yakin.


"Pokoknya jangan sampai sakit" tanpa sadar Daniel menganggukan kepalanya menjawab sang mama.


"Dengar tidak?" tanya nyonya Maya karena tidak mendapatkan sahutan.


"Iya Ma, Daniel dengar" jawab Daniel layaknya anak kecil yang tengah di omeli karena nakal.


"Baiklah Mama tutup panggilannya. Ingat jaga kesehatan" ucap nyonya Maya.


"Iya Mamaku tercinta, tersayang. Assalamualaikum, i love you Ma" ucap Daniel mengakhiri panggilan itu.


"Wa'alakumussalam, love you too" jawab nyonya Maya.


"Emm ehem" Daniel berdehem menormalkan raut wajahnya. Baru tersadar bila Keyra masih berada dihadapannya saat dirinya melakukan panggilan dengan sang mama.

__ADS_1


Sungguh memalukan, batin Daniel.


"Kamu suka makanannya?" tanya Daniel.


__ADS_2