Tuan Daniel Secret Wife

Tuan Daniel Secret Wife
TDSW 20. Obat Yang Tepat


__ADS_3

"Jadi periksa atau tidak, kalau tidak aku kembali ke kamar dan tidur" ketus Daniel.


"Sabar Tuan Muda Daniel. Aku pikir hasratmu belum sepenuhnya tersalurkan makanya emosian seperti ini"


Daniel hanya mendelik malas menanggapi.


"Berbaringlah" titah dokter Bryan yang dengan cepat dituruti oleh Daniel.


Dokter Bryan mengambil peralatan medis yang memang sudah dibawanya untuk memeriksakan keadaan Daniel. Pria itu mulai melakukan pemeriksaan pada Daniel dengan serius. Melatakkan stetoskop pada bagian dada sebelah kiri Daniel untuk memeriksa detak jantung Daniel bekerja dengan baik.


"Duduk" titah dokter Bryan kembali setelah memastikan kondisi jantung Daniel.


"Apa ada keluhan?, Minsal terasa sakit di dada sebelah kiri atau pada bagian-bagian lainnya" tanya dokter Bryan.


"Tidak ada, aku pikir semuanya masih baik-baik saja" jawab Daniel seadanya.


"Kau mengatakan itu bukan karena ingin cepat kembali ke kamar dan memeluk istrimu kan sepupu" ujar dokter Bryan dengan bercanda.


"Cepat selesaikan, aku sudah sangat mengantuk" ucap Daniel mengabaikan candaan sepupunya.


"Iya iya baiklah pengantin baru, pemarah sekali" balas dokter Bryan yang mengerti bila Daniel memang butuh istirahat ekstra.


"Dari hasil pemeriksaan semuanya baik-baik saja, afrodisiak yang kau minum tidak berakibat fatal karena sudah mendapatkan penanganan yang tepat"


"Aku cukup terkejut mendengar kabar pernikahanmu tapi kuucapkan selamat. Akhirnya kau mengakhiri masa jomblomu. Tapi aku pikir posisiku masih aman karena kau merahasiakan pernikahan kalian" tutur dokter Bryan.


Keduanya kerap kali menjadi bahan bulian keluarga karena masih sendiri di usia yang sudah menginjak kepala tiga. Bila bukan dokter Bryan yang menjadi korban maka sudah dapat pasti Daniellah targetnya.


Dokter Bryan mengatakan posisinya masih aman karena hanya ada beberapa orang termasuk dirinya yang mengetahui pernikahan Daniel. Keluarga besarnya belum ada yang mengetahui tentang ini yang artinya mereka masih menganggap Daniel seorang single.


"Aku hanya berharap cinta pertamamu itu belum berkeluarga atau kalau tidak mungkin kau akan menyendiri seumur hidup" cecar Daniel mengingatkan dokter Bryan yang tengah menunggu seorang wanita yang menjadi cinta pertamanya. Pria itu kukuh mengatakan tidak akan menikah bila tidak dengan wanita yang menjadi cinta pertamanya.


"Dia tidak akan menikah, kami sudah saling berjanji" balas dokter Bryan dengan yakin.


"Ya janji seorang bocah, semoga wanita itu tidak lupa" timpal Alex meninggalkan pekerjaannya dan bergabung dalam kubu Daniel.


"Kau juga sama saja dengannya. Nasib kalian tidak jauh berbeda" sinis Daniel.


"Ck, mentang-mentang kau sudah menikah bisa bicara seenaknya seperti ini. Kalau tidak tertangkap basah juga mana mungkin kau bisa menikah dengan Keyra" jawab Alex dengan kesal. Sudah baik dirinya membantu mau masuk dalam kubu Daniel untuk membuli dokter Bryan. Sial sekali Daniel malah ikut menyerangnya.


"Jadi namanya Keyra, cantik. Aku yakin orangnya juga pasti cantik secantik namanya" celetuk dokter Bryan yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Daniel.


"Temukan wanitamu itu agar kau bisa sepuasnya memberikan pujian padanya, jangan pada istriku" cibir Daniel tidak senang.


Dokter Bryan mendelik kesal. Daniel bukan orang pertama yang memperlakukannya seperti itu hanya karena pujian.


"Kupikir sifat posesif sudah mendarah daging bagi keturunan Wijaya. Tidak kau ataupun Rafa sama saja, papa dan bunda juga tidak jauh berbeda. Kuharap aku tidak seperti kalian nantinya karena sungguh sangat menyebalkan"

__ADS_1


"Cih, ya kau pasti tidak akan bersikap posesif bila tidak menemukan wanitamu itu. Sudahlah, meladeni kalian hanya membuang-buang waktu"


Daniel bangkit hendak melenggang pergi meninggalkan dua pria dewasa yang dianggap pengganggu. Bila diteruskan mereka pasti akan berdebat hingga matahari terbit. Lebih baik dirinya kembali ke kamar dan mengistirahatkan tubuhnya.


"Jangan lupa kenalkan aku pada Keyra. Bagaimanapun dia harus tahu jika kau punya sepupu setampan aku" ucap dokter Bryan dengan penuh percaya diri.


Daniel memutar bola matanya malas menanggapi ucapan narsis dokter Bryan. Dia tidak berniet menimpali karena pasti akan berakhir dengan mereka kembali adu mulut.


"Aku libur besok, urus semuanya" ucap Daniel sebelum kakinya melangkah keluar dari kamar yang ditempati Alex dan dokter Bryan.


"Sialan!, kau memang bos tidak berakhlak" umpat Alex geram.


Daniel hanya mengangkat bahunya acuh, sedikitpun tidak berbalik untuk melihat kemarahan Alex padanya. Tentu dia tahu bagaimana konsekuensi libur tiba-tiba yang diambilnya tapi Daniel percaya Alex bisa menangani semuanya.


Daniel sudah sering melakukan hal seperti itu selama ini, dia percaya pada Alex dan sahabatnya itu selalu berhasil. Alex selalu bisa diandalkan dalam hal apapun. Tapi jangan salah, bayaran yang diterima pria itu juga tidak main-main. Daniel bahkan sering memberikan gajinya sebagai bonus untuk Alex yang selalu siap siaga membantunya.


"Oh ya aku hampir lupa. Cari tahu tentang kehidupan Keyra sebelum bertemu denganku" titah Daniel sebelum benar-benar meninggalkan kamar itu.


Daniel tahu Keyra tidak akan bercerita tentang bekas luka yang menempel ditubuhnya. Pria itu sungguh penasaran peristiwa sadis apa yang dialami istrinya hingga meninggalkan bekas luka semengerikan itu.


Jijik?. Tidak, sedikitpun Daniel tidak merasa jijik. Bagaimanapun keadaan Keyra dia akan tetap menerima istrinya itu. Apalagi Daniel sudah mengambil harta berharga yang selama ini Keyra jaga.


Dengan gerakan pelan dan sangat berhati-hati Daniel membuka pintu kamar yang ditempatinya dengan Keyra. Daniel tidak ingin mengganggu tidur pulas Keyra yang kelelahan akibat ulahnya.


"Selamat malam" ucap Daniel memberikan satu ciuman di kening Keyra kemudian membawa tubuh mungil itu dalam dekapannya.


Keyra yang sangat kelelahan tidak terusik sedikitpun karena sentuhan Daniel. Terlelap begitu pulas meraungi dunia mimpinya.


Lama terdiam dengan tatapan yang tidak lepas dari Keyra kini hati Daniel mulai diterpa kegelisahan. Dia sudah menyentuh Keyra, mengambil harta berharga wanita itu tapi pernikahan mereka masih dalam status dirahasiakan. Belum lagi tentang kesepakatan pernikahan yang telah mereka setujui bersama.


Bagaimana jika benih-benihnya tubuh dalam rahim Keyra?.


Daniel Ingat dia tidak menggunakan pengaman dan dua kali menanam benihnya didalam Keyra. Bagaimana jika setelah kegiatan panas yang mereka lakukan benihnya berhasil tumbuh di rahim Keyra.


***


"Key" panggil Daniel membangunkan Keyra yang begitu lelap dalam tidurnya.


"Key" panggilnya lagi menggoyangkan lengan Keyra.


"Eungh" Keyra mulai terusik, melenguh sesaat kemudian berguling membalikkan tubuhnya membelakangi Daniel.


"Ayo bangun Key, sudah subuh" ucap Daniel lagi berusaha membuat Keyra terbangun dari tidurnya.


"Lima menit lagi" jawab Keyra yang kesulitan membuka matanya.


"Bangun dulu, kamu bisa melanjutkan tidur setelah shalat" Daniel dengan sabar dan penuh kelembutan membangunkan sang istri. Dia tahu Keyra pasti sangat mengantuk karena tidur terlalu larut semalam, ditambah lagi kelelahan karena melayaninya.

__ADS_1


"Ayo Key" ucapnya lagi karena tidak mendapatkan jawaban dari sang istri.


"Iya" jawab Keyra dengan suara lemah.


Perlahan Keyra terduduk dari dengan malas-malasan dan dengan mata tertutup. Tangan mungilnya bergerak menggosok matanya berharap bisa sedikit mengurangi rasa kantuknya.


"Jangan digosok matanya nanti sakit" ujar Daniel menghentikan gerakan tangan Keyra.


"Selamat pagi" ucap Daniel kala Keyra membuka matanya.


"Pagi" jawab Keyra dengan lesu.


"Ayo biar aku bantu mandi dan setelah itu kita shalat subuh" ajak Daniel membuat wajah Keyra memerah.


"Biar aku mandi sendiri saja" ucap Keyra dengan rasa kantuk yang langsung menghilang. Dia ingat bagaimana semalam Daniel membantunya mandi. Pria itu menggendongnya ke kamar mandi dan membantu menggosok punggungnya.


Mengingat kembali hal itu membuat tentu membuat Keyra malu setengah mati. Ini kali pertama dalam hidupnya ada seorang pria yang menyentuh tubuhnya secara keseluruhan dan dalam keadaan tanpa sehelai benangpun. Meski Daniel adalah suaminya tapi tetap saja terasa canggung bagi Keyra.


"Ya sudah" jawab Daniel membiarkan Keyra bergerak sendiri. Pria itu tetap berada ditempatnya karena dia yakin Keyra akan membutuhkan bantuannya.


"Ssttt aw" erang Keyra mendesis. Saat akan berdiri rasa sakit dipangkal pahanya menyerang.


"Sakit" lirih Keyra dengan suara manja, menundukkan kepalanya karena malu pada suaminya.


"Bandel"


Tak..., Daniel menyentil pelan kening Keyra karena wanita itu tidak mendengarkan ucapannya.


"Sini aku bantu" ucap Daniel dan tanpa aba-aba langsung menggendong Keyra ala bridal style.


"Apa tidak berat?" tanya Keyra saat Daniel membawa tubuhnya ke arah kamar mandi.


"Tubuh sekecil ini kamu bilang berat. Setelah ini kamu harus banyak makan agar berat badan kamu naik" jawab Daniel dengan nada memerintah.


"Kakak terlihat pucat, apa karena obat itu?" tanya menelisik wajah suaminya yang tidak terlihat seperti biasanya.


"Mungkin" jawab Daniel ambigu.


"Kamu bisa berendam sebentar tapi jangan lama karena kita sudah cukup terlambat melaksanakan subuh" Daniel meletakkan Keyra di bathtub yang berisikan air hangat. Sebelum membangunkan Keyra dia sudah menyiapkannya agar Keyra bisa merilekskan tubuhnya.


"Terima kasih" ucap Keyra tulus.


"Tidak perlu mengucapkan terima kasih. Aku keluar dulu" ucap Daniel dan dengan gerakan cepat mendaratkan bibirnya di kening Keyra.


Keyra mematung ditempatnya, ciuman Daniel sangat tidak terduga baginya. Bayangkan kegiatan panas mereka semalam mulai menari di kepalanya. Bagaimana kelembutan Daniel saat menyentuhnya dan perhatian pria itu yang selalu memprioritaskan kenyamanannya, ya meski pada akhirnya Daniel menghajarnya hingga lemah tak berdaya.


Aroma Daniel bahkan seperti masih terasa oleh Indra penciumannya. Sungguh sangat memabukkan hingga membuat Keyra luluh lantak dan tak bisa menolak suaminya itu.

__ADS_1


Keyra menyentuh bibirnya yang sedikit bengkak karena ciuman ganas Daniel semalam. Terasa sangat manis hingga membuat Keyra ketagihan. Keyra bahkan ingin mengulanginya lagi saat ini.


"Sadar Keyra, kenapa kau jadi mesum begini" guman Keyra menggeleng-gelengkan kepalanya berusaha menghilang bayangan Daniel.


__ADS_2