Tuan Daniel Secret Wife

Tuan Daniel Secret Wife
TDSW 8. Sudah Saling Mengenal


__ADS_3

"Selamat pagi" sapaan itu terdengar saat pertama kali Keyra membuka matanya.


"Emm pagi" balas Keyra segera menormalkan ekspresinya yang sempat salah tingkah.


"Ayo bangun, sebentar lagi subuh" ujar Daniel.


"Iya" jawab Keyra perlahan terduduk dari tidurnya. Wanita itu memperhatikan penampilan suaminya yang sudah terlihat segar bugar. Sudah dapat dipastikan jika Daniel telah selesai mandi. Sedang dirinya masih sangat lusuh dan berantakan. Sungguh memalukan sekali keadaannya saat ini.


"Mandilah setelah itu kita shalat subuh bersama" ujar Daniel dan Keyra seperti anak kecil yang patuh pada orang tuanya, kepalanya dengan refleks mengangguk mengiyakan.


Sembari menunggu Keyra membersihkan diri Daniel menggelar sajadah juga menyiapkan mukena yang akan di gunakan oleh istrinya. Kemudian duduk tepat di sajadah bagiannya dan mulai berdzikir.


"Kak Daniel seharusnya tidak menyiapkan ini" ucap Keyra mendekat pada suaminya. Saat sudah menyelesaikan urusannya di kamar mandi Keyra segera keluar dan dia melihat Daniel telah duduk di atas sajadah dan di belakangnya telah tergelar sajadah juga mukena untuknya. Keyra merasa dialah yang seharusnya menyiapkan semua itu.


"Tidak masalah, kemarin kamu yang menyiapkannya dan sekarang gantian" jawab Daniel tersenyum lembut.


"Kakak sakit?" tanya Keyra yang melihat wajah suaminya sedikit lebih pucat dari biasanya. Tadi mungkin karena terlalu malu Keyra tidak menyadari hal itu.


"Tidak, mungkin hanya karena kurang tidur saja" jawab Daniel menggelengkan kepalanya membantah.


"Ayo pakai mukenanya dan kita mulai sholatnya" ucap Daniel menarik Keyra dari tatapan tidak percayanya dengan jawaban Daniel.


Keyra menurut meski masih merasa ragu dengan keadaan Daniel. Tidak ingin mendebat suaminya itu karena memang sudah memasuki waktu subuh.


Keduanya mulai melaksanakan shalat subuh dengan Keyra yang di imami oleh Daniel. Keyra mulai terbiasa dengan keadaan ini, tidak lagi terasa canggung seperti terakhir kali.


Pagi ini terlihat berbeda, hubungan Keyra dan Daniel terlihat lebih baik dari sebelumnya. Sepertinya obrolan mereka semalam cukup berpengaruh untuk Keyra hingga akhirnya tidak lagi bersikap seadanya pada Daniel. Wanita itu bahkan memperhatikan Daniel yang terlihat pucat.


"Nanti berangkat ke kantor bersamaku ya. Kita bisa mengambil mobil kamu saat pulang kerja. Atau apa kamu mau menggunakan mobilku saja?" tawar Daniel yang langsung mendapatkan gelengan dari Keyra. Sebenarnya pria itu menginginkan Keyra memilih opsi kedua, Daniel sangat tidak masalah bila Keyra menggunakan salah satu koleksi mobil mewahnya. Bahkan jika istrinya itu menginginkan mobil yang baru Daniel dengan senang hati membelikannya tapi dia tahu Keyra pasti tidak akan semerta-merta menerima.


Kini keduanya tengah berada di meja makan, menikmati sarapan yang sudah disiapkan oleh ahli gizi Daniel. Keyra sempat menawarkan diri agar dia saja yang memasak dan membersihkan penthouse milik Daniel tapi pria itu menolaknya dengan tegas.


Bagaimana Daniel bisa membiarkan tubuh mungil Keyra bekerja terlalu keras. Istrinya itu seorang wanita karir yang bekerja di kantor dari pagi hingga sore hari, tidak terhitung lagi jika Keyra diharuskan untuk lembur. Meski Keyra mengatakan tidak masalah tapi bagi Daniel sangat bermasalah. Keyra pasti akan sangat kelelahan jika mengerjakan semuanya. Lagipula dia tidak kekurangan uang untuk membayar bik Narsih dan ahli gizinya.


"Aku ke kantor naik taksi saja. Kak Daniel bisa terlambat jika mengantarku" tolak Keyra.


Daniel menghela napas. Lagi, dia ditolak oleh orang yang sama. Sepertinya hanya Daniel saja yang berpikir terlalu jauh hanya karena Keyra sudah mulai banyak bicara dengannya.


"Tidak merepotkan, justru aku akan khawatir seharian jika membiarkan kamu pergi menggunakan taksi. Tolong jangan menolakku lagi seperti kemarin" ucap Daniel dengan tegas.


"Baiklah" jawab Keyra pasrah.


Setelah sarapan keduanya turun bersama, di depan gedung tinggi itu sudah terparkir mobil Daniel yang kuncinya ada pada security.


"Selamat pagi Tuan Muda, Nona" sapa sang security pada Daniel dan Keyra.


"Pagi Pak" jawab Daniel dan Keyra bersamaan.


Sang security mengulurkan tangannya memberikan kunci mobil milik Daniel.


"Terima kasih Pak" ucap Daniel menerima uluran tangan security.


"Sama-sama Tuan Muda" jawab sang security.


Keyra mengerutkan keningnya saat akan memasuki mobil milik suaminya. Biasanya Daniel akan membuka pintu belakang kursi kemudi untuknya tapi hari ini berbeda. Daniel membuka pintu samping kemudi untuknya.


Ah seharusnya Keyra bisa cepat menyadari kejanggalan itu saat security memberikan kunci mobil milik Daniel. Mungkin saja hari ini Alex tidak bekerja hingga Daniel harus mengemudi langsung.

__ADS_1


"Kak Alex tidak bekerja?" tanya Keyra untuk menghilangkan rasa penasarannya.


"Kerja, tapi pagi ini dia harus menghadiri meeting di luar" jawab Daniel berbohong. Nyatanya pria itu sengaja meminta Alex tidak menjemputnya agar bisa berangkat ke kantor berdua dengan Keyra pagi ini.


"Terlihat aneh jika seperti ini" ucap Keyra.


"Aneh?" tanya Daniel mengerutkan keningnya bingung. Pikiran negatif mulai menghinggapi otaknya.


"Iya, beberapa waktu ini aku selalu melihat Kak Daniel bersama dengan Kak Alex dimanapun. Kupikir dimana ada Kak Daniel disitu juga ada Kak Alex" jelas Keyra yang langsung membuat Daniel bernapas lega. Tadinya dia berpikir mungkin Keyra merasa tidak nyaman hanya berdua saja dengannya.


"Ah ya, selalunya memang seperti itu tapi pagi ini ada meeting yang harus di handle olehnya" bohong Daniel.


"Oh ya, aku hampir lupa tentang desain ayah. Kapan aku bisa melihatnya?" tanya Daniel.


"Em, mungkin weekend. Jika Kakak punya waktu kita bisa ke rumah lamaku mengambil desain ayah" jawab Keyra.


"Tentu aku punya waktu, weekend nanti kita kita akan kesana" jawab Daniel dengan yakin.


"Kenapa kamu tidak tinggal di rumah itu saja dan malah memilih membeli apartemen?" selidik Daniel penasaran.


"Hah?, Oh itu hanya merasa lebih nyaman tinggal di apartemen. Lagipula rumah lama terlalu jauh dari kantor" jawab Keyra terdengar masuk akal tapi Daniel tahu jika sang istri tidak jujur. Keyra seperti tengah menutupi sesuatu tapi entahlah, mungkin hanya kecurigaan Daniel saja.


Daniel hanya menganggukan kepalanya daripada kembali bertanya yang bisa berakhir membuat Keyra tidak nyaman. Mungkin Keyra tidak ingin membagi cerita yang terlalu pribadi dengannya.


"Baiklah weekend nanti kita akan kesana. Dulu aku sudah pernah melihat desain ayah dan menurutku sangat bagus. Bila desain ayah cocok dengan proyek Biantara Group kemungkinan kita bisa menggunakannya tapi di bawah pengawasan kamu. Tapi aku tidak bisa menjanjikan apa-apa karena semua itu tentu saja harus dengan persetujuan para petinggi Biantara Group ya6bg bersangkutan, bukan hanya aku saja yang membuat keputusan"


Keyra membalikkan wajahnya sembilan puluh derajat, menatap Daniel dengan intens. Hatinya terenyuh mendengar kalimat Daniel yang terlihat begitu serius mengucapkannya. Keyra pasti akan sangat berterima kasih bila Daniel bisa membantu membuat desain ayahnya menjadi bangunan yang nyata bukan hanya sekedar goresan tinta. Meski sang ayah tidak pernah mengatakannya dulu tapi Keyra yakin ayahnya sangat mengharapkan karyanya bisa berhasil dan bermanfaat bagi sekitarnya.


"Aku ingat desain ayah dulu pernah akan digunakan untuk pembangunan sebuah perumahan elit, proyek yang saat ini dinilai sangat besar. Tapi hingga akhir desain itu tidak pernah terealisasikan menjadi sebuah bangunan. Saat itu usiaku masih sekitar tujuh tahun hingga belum benar-benar mengerti. Yang aku tahu saat itu kedua belah pihak telah setuju tapi entah apa yang terjadi hingga desain ayah tidak jadi digunakan untuk pembangunan itu. Karir ayah mulai merosot setelah itu, dikeluarkan dari tempatnya bekerja dan setelahnya mengalami kecelakaan yang mengakibatkan ayah tidak lagi bisa menggambar" curhat Keyra tanpa sadar. Dia bukan tipikal orang yang menceritakan masalah pribadinya pada siapapun. Daniel adalah orang yang pertama mendengar cerita itu.


"Kapan Kak Daniel mengenal ayah?" tanya Keyra.


Keyra mengingat ucapan Daniel saat di makam sang ayah yang mengatakan bila pria itu dan ayahnya sudah pernah bertemu sebelumnya tapi saat itu Keyra lupa bertanya. Dan sekarang Daniel kembali membahas ayahnya, mengatakan jika sudah pernah melihat desain sang ayah yang artinya dua orang itu sudah saling mengenal. Tapi mengapa Keyra tidak tahu?. Biasanya sang ayah akan menceritakan apapun pada Keyra, meski hal kecil sekalipun.


Daniel mengalihkan pandangannya dari jalanan, menatap pada sang istri untuk sesaat. Raut wajah Keyra tidak bisa ditebak, terlihat wanita itu tengah memikirkan sesuatu yang rumit.


"Saat sekolah. Dulu ayah pernah menunggumu di gerbang sekolah. Mungkin saat itu ayah sudah cukup lama menunggu hingga akhirnya beliau memutuskan untuk bertanya tentang kamu padaku yang kebetulan lewat dihadapannya. Saat keluar dari kelas aku sempat melihat kamu duduk di taman dan aku memberitahu pada ayah apa adanya. Aku menawarkan bantuan untuk menghampiri kamu dan memberitahukan bila ayah menunggu di gerbang. Waktu itu memanggil kamu di taman, kamu lupa?" jelas Daniel.


"Ah ya, aku sempat lupa tentang itu. Tapi sepertinya Kakak dan ayah tidak hanya bertemu saat itu saja. Aku tahu ayah bukan orang yang sembarangan memperlihatkan desainnya pada orang lain" timpal Keyra.


"Ya kami bertemu beberapa kali setelahnya. Mungkin karena kesan pertemuan pertama itu cukup baik kami saling menyapa dan mulai akrab. Hingga pernah suatu hari saat ayah menunggumu di sekolah aku melihat beliau membawa buku desainnya. Saat itu ayah mengatakan kalian akan pergi belajar sebuah desain di luar sekaligus berkeliling untuk mengajarkan kamu mengamati gedung-gedung yang sudah berdiri. Aku meminta izin pada ayah untuk melihat desain beliau dan ayah mengizinkannya" jawab Daniel menjelaskan.


Keyra terlihat berpikir keras mencerna ucapan Daniel. Selama ini dia tidak tahu jika sang ayah cukup dekat dengan seniornya itu.


"Kenapa?, Kamu tidak percaya?" tanya Daniel yang melihat Keyra yang hanya diam saja.


"Tidak, bukan seperti itu. Aku hanya bingung kenapa bisa aku tidak tahu jika Kakak saling mengenal dengan ayah. Ayah juga tidak pernah bercerita apapun tentang Kakak" jawab Keyra.


"Mungkin ayah berpikir bukan hal yang penting menceritakan tentang pertemuan kami padamu. Lagipula aku dan ayah hanya beberapa kali berpapasan dan itu juga saat di sekolah" balas Daniel.


"Kakak tidak tahu saja jika ayah menceritakan semua kegiatannya padaku. Tidak terkecuali dengan orang yang ditemuinya secara tidak sengaja, apalagi Kakak itu adalah seniorku di sekolah. Rasanya aneh saja jika ayah tidak bercerita apapun padahal Kakak bilang kalian sudah beberapa kali bertemu. Tapi mungkin saat itu ayah lupa" timpal Keyra berusaha memikirkan alasan yang paling masuk akal.


"Ya, mungkin saja ayah lupa" jawab Daniel membenarkan.


"Kita sudah sampai" ucap Daniel menghentikan mobilnya tepat di depan lobby Mahesa Company.


Keyra tersadar dan dengan spontan pandangannya mengarah pada sekitarnya. Ekspresinya seketika langsung berubah.

__ADS_1


"Kenapa Kakak berhenti di sini?" panik Keyra dengan cepat menunduk, menyembunyikan tubuhnya sebisa mungkin tidak terlihat dari luar mobil.


"Bukankah ini kantor kamu?. Lalu aku harus berhenti dimana?" tanya Daniel bingung.


"Pagi hari seperti ini akan banyak karyawan yang mengenaliku berkeliaran. Mereka pasti akan membuat gosip murahan dan menduga-duga" papar Keyra sedikit mengintip dari kaca mobil.


"Gosip?" tanya Daniel.


"Hm, di kantor ini ada satu group rumpi yang super rempong, beranggotakan beberapa orang dan masing-masing punya tugas. Bila mereka menyadari mungkin mereka akan mencari tahu siapa yang mengantarku pagi ini. Selama bekerja disini aku belum pernah diantarkan oleh siapapun. Jika tidak membawa mobil sudah pasti akan menggunakan taksi ke kantor. Kemarin saja ada yang bertanya mengapa aku tidak membawa mobil, berharap mendapatkan secuil informasi yang bisa menjadi bahan gosipan di group kantor. Kakak tidak tahu bagaimana group rumpi itu menciptakan berita panas setiap harinya. Siapa yang menjadi korbannya akan kewalahan menjelaskan. Tidak menutup kemungkinan nama Kakak juga akan ikut terseret jika mereka melihat Kakak" ujar Keyra dengan frustrasi.


"Lalu?" tanya Daniel santai.


Kerya mendonggak, menatap pada Daniel dengan keheranan. Ekspresi suaminya itu terlihat tenang meski Keyra sudah menyebutkan kemungkinan namanya ikut terseret.


"Kakak tidak khawatir?. Kita mungkin akan digosipkan menjadi pasangan" tanya Keyra menyelidik.


"Khawatir?, Untuk apa?" tanya Daniel dengan tenang.


"Jangan berpikir terlalu berlebihan. Lagipula selama ini kamu masih single jadi apa salahnya jika diantar oleh seseorang. Atau kamu sudah punya pacar?" tanya Daniel serius.


"Mana ada, Keyra tidak punya pacar" spontan Keyra menggelengkan kepalanya dengan tegas. Suaranya bahkan meninggi saat memberikan jawaban.


"Kalau begitu apa yang perlu dikhawatirkan. Kamu ingin menjaga hati seseorang?" tanya Daniel kembali.


"Tidak ada, Keyra hanya malas meladeni gosip-gosip seperti ini. Lagipula apa Kakak tidak masalah jika kita dikira sebagai pasangan nantinya?. Dibandingkan dengan Keyra bukankah seharusnya Kak Daniel yang lebih khawatir?" balas Keyra.


"Tidak, untuk apa khawatir?. Terserah pada orang-orang diluar sana mau berasumsi apapun selama belum sampai pada tahapan kelewatan. Kita hidup bukan untuk mendengarkan pendapat orang lain. Jika memikirkan perkataan orang hidup kita akan sangat repot Key. Penilaian mereka tidak ada habisnya, manusia sifatnya tidak pernah puas akan satu hal. Jadi abaikan saja ucapan orang lain jika tidak menyukainya okey, jangan terbebani. Lagipula bukankah kita ini memang pasangan sekarang. Jadi apa masalahnya" ucap Daniel layaknya mengajari anak kecil. Tangannya mengacak-acak rambut Keyra dengan gemas hingga wanita itu merengut kesal.


"Ya ya baiklah Tuan Muda Daniel Wijaya. Jangan meminta pertanggung jawabanku jika hal ini merugikan Anda nantinya" balas Keyra menatap garang pada suaminya.


"Sungguh kamu tidak cocok memasang wajah galak seperti itu Key. Justru malah terlihat menggemaskan di mataku" ujar Daniel menahan tawanya.


"Terserah Kakak saja. Ingat kalau kejadian hari ini merugikan Kakak dikemudian hari jangan menyalahkan aku!" ultimatum Keyra penuh keseriusan.


"Kalau begitu saya permisi dulu. Terima kasih atas tumpangannya Tuan Muda Daniel" ucap Keyra.


Wanita itu berbalik dengan tangannya yang akan membuka pintu mobil tapi tertahan karena Daniel menarik tangannya.


"Kenapa?" tanya Keyra dengan mode serius.


Tanpa menjawab Daniel mengulurkan tangannya tepat di depan wajah Keyra, dimana tindakan itu membuat sang istri terdiam kebingungan. Keyra benar-benar tidak mengerti dengan maksud Daniel.


"Cium tangan suami dulu" ucap Daniel tanpa rasa malu. Sepertinya benar kata Alex, dalam hubungan mereka dia yang harus berusaha keras. Daniel harus menebalkan wajahnya setiap kali berhadapan dengan Keyra. Tidak peduli seberapa besar usaha wanita itu untuk menjauh, Daniel hanya perlu menguatkan tekadnya untuk berusaha lebih besar lagi untuk mendekat.


"Key" desak Daniel melihat Keyra hanya menatap diam pada tangannya.


Keyra mengalah, meraih tangan itu dan membawanya mendekat pada wajahnya kemudian mencium tangan kekar itu dengan debaran jantung yang sangat tidak karuan.


Saat Keyra menunduk, Daniel juga ikut menunduk. Pria itu mendaratkan bibirnya tepat di kepala Keyra, memberikan kecupan singkat disana.


"Selamat bekerja istriku" ucap Daniel pada Keyra yang membatu di tempatnya, begitu terkejut dengan tindakan agresif Daniel.


Ciuman dan panggilan Daniel sungguh membuat debaran jantung Keyra menggila. Jika dibiarkan terus seperti ini Keyra yakin dirinya akan berakhir hidup dengan fungsi jantungnya yang bermasalah. Keyra dapat merasakan organ pemompa darahnya itu seperti meminta melompat keluar dari rongga dadanya.


"A-aku turun dulu" ucap Keyra dengan terbata-bata sangking gugupnya. Tanpa menatap pada suaminya kakinya dengan cepat melangkah keluar dan segera berlari menjauh dari mobil Daniel. Tindakan itu tentu saja tidak lepas dari pandangan Daniel. Pria itu terlihat menertawakan kekonyolan sang istri.


"Lihat betapa menggemaskannya dia" gumam Daniel menatap punggung Keyra hingga menghilang dari pandangannya.

__ADS_1


__ADS_2