Tuan Daniel Secret Wife

Tuan Daniel Secret Wife
TDSW 3. Pernikahan Dadakan


__ADS_3

"Aku akan ikut keputusan Kakak" Keyra akhirnya mengangguk meski penuh keraguan. Panggilannya pada Daniel juga seketika berubah. Memanggil Daniel dengan panggilan yang sama kala mereka sekolah menengah dulu. Rasanya tidak etis bila masih berbicara formal dalam perbincangan mereka setelah tahu jika Daniel mengenalinya.


"Baiklah, kalau begitu sekarang ayo kita keluar dan menemui mereka" ajak Daniel pada Keyra yang masih terlihat linglung.


"Bisa kita mulai Pak?" ucap Daniel pada sang kepala desa dan yang lainnya yang sudah menunggu kedatangan mereka.


"Sebelumnya kita ingin memastikan terlebih dahulu. Apa mempelai wanita memang benar sudah tidak memiliki wali nikah?" sang kepala desa Winara itu mengajukan pertanyaan yang di tujukan pada Kerya. Meski sebelumnya Daniel sudah menerangkan tapi menjadi kewajiban mereka untuk memastikan jika apa yang mereka dengar dari mempelai pria sebelumnya bukanlah sebuah kebohongan dan tidak ada persekongkolan dalam kasus ini. Warga bisa mendengar sendiri jika dalam pembahasan Daniel dan Keyra sebelumnya tidak menyinggung tentang wali nikah. Yang artinya kedua orang kota itu tidak sedang bersekongkol.


Pintu kamar memang sengaja di buat terbuka oleh Daniel agar tidak menambah kesalahpahaman warga terhadap keduanya. Lagipula dia tidak yakin warga akan membiarkan pintu tertutup saat dirinya meminta waktu untuk berbicara berdua dengan Keyra.


"Benar pak, Ayah saya sudah meninggal. Begitupun dengan kakek saya dan orang tua saya hanya anak tunggal, saya juga seorang anak tunggal. Saya bisa memperlihatkan buktinya pak" ucap Keyra yang tidak ingin kembali di curigai atas jawaban yang di berikannya. Wanita itu menunjukkan bukti identitas keluarganya.


Setelah melihat bukti yang di tunjukkan oleh Keyra berupa salinan kartu keluarga, serta ikut memperlihatkan kartu keluarga kakek dari ayahnya juga ibunya pada aparatur desa. Kini semuanya sudah jelas jika Keyra memang tidak lagi memiliki wali dan mereka sepakat wali Keyra akan di wakilkan oleh wali hakim.


Tidak ada gaun dan jas mewah, begitupun dengan pelaminan yang megah. Keduanya melakukan akad dengan penampilan seadanya. Keyra dengan setelan kerjanya, pun sama dengan Daniel yang hanya mengenakan setelan kerjanya sehari-hari.


Kini Daniel dan sang penghulu saling berjabatan tangan, bersiap akan melafalkan akad.


"Saya nikahkan engkau saudara Daniel Wijaya bin Raihan Wijaya dengan Keyra Dinata binti Aditya Dinata dengan mas kawin berupa uang tunai sebesar tiga puluh dua miliar rupiah, logan mulia seberat tiga ratus delapan gram dan saham DK Corporation sebesar lima persen tunai" ucap sang penghulu sembari menjabat tangan Daniel.


"Saya terima nikah dan kawinya Keyra Dinata binti Aditya Dinata dengan mas kawin tersebut dibayar tunai" balas Daniel dalam satu tarikan nafas.


"Bagaimana para saksi, sah"


"Sah..."


"Alhamdulillah"


Keyra terpaku di tempatnya mendengar nilai mahar yang di berikan kepadanya. Mulutnya bahkan menganga tidak percaya.


"Key" panggilan Daniel seketika menyadarkan Keyra. Pria itu akan memasangkan cincin pernikahan mereka di tangan sang istri tapi Keyra sepertinya tidak mendengar instruksi dari penghulu.


"Tangannya" pinta Daniel dengan lembut.


Keyra yang mengerti maksud Daniel akhirnya menyodorkan tangannya dan Daniel dengan segera menyematkan sebuah cincin berlian di jari manis istri dadakannya. Sangat cocok dan terlihat indah cincin berharga miliaran itu bertengger di jari Keyra. Selesai dengan jari manis Keyra kini giliran Daniel yang akan dipasangkan cincin di jari manisnya. Keyra tidak dapat menutupi kegugupannya saat menyentuh tangan kekar itu. Tangan yang tidak pernah terbayangkan olehnya bisa di sentuh dalam keadaan seperti sekarang ini.


Setelah acara pemasangan cincin selesai, Keyra mencium tangan Daniel dan di balas dengan Daniel memberikan kecupan singkat di keningnya. Para warga yang menyaksikan pernikahan dadakan itu mulai bubar. Mereka sudah cukup puas dengan menikahkan orang yang di anggap akan berbuat zina di desa yang selama ini mereka jaga.


"Sebaiknya kita pulang. Masalah pekerjaan ini sudah aku alihkan pada Alex" ucap Daniel di tengah kebingungan Keyra.


Keyra menatap pada Alex yang di tunjuk oleh suaminya, ah suaminya apa dia bisa menyebutnya seperti itu sekarang.


"Ini Alex, dia asistenku Key" ujar Daniel yang hampir lupa memperkenalkan istrinya dengan sang asisten. Istri?, Benarkah dia telah menjadi seorang kepala rumah tangga sekarang ini.


Semuanya sangat mendadak, status mereka berubah dalam hitungan jam dan Daniel maupun sama sekali tidak pernah menduganya. Kejadian hari ini tidak pernah terpikirkan oleh keduanya. Sangat jauh dari rencana awal mereka yang mendatangi desa ini untuk sebuah pekerjaan.


"Keyra, Alex"


Alex menundukkan kepalanya menatap uluran tangan istri dadakan atasannya. Pria itu dilema antara menerima uluran tangan putih mungil itu atau tidak. Bagaimanapun Keyra saat ini adalah istri Daniel, bos sekaligus sahabatnya. Yang dimana tentu Alex harus menghormati Keyra sama seperti menghormati Daniel.


Dengan mengumpulkan keberaniannya, Alex membalas uluran tangan Keyra dan tentu saja sangat singkat. Sebisa mungkin dia dengan cepat menarik tangannya kembali sebelum Daniel murka padanya. Dia sudah cukup mendapatkan kemarahan Daniel karena menghilang dalam situasi genting sebelumnya.


"Kak Alex alumni dari Angkasa internasional school kan?" tanya Keyra yang mengenali Alex sebagai seniornya dulu. Dia yakin tidak salah mengenali orang tapi siapa yang tahu. Yang Keyra ingat Alex satu angkatan dengan Daniel, keduanya sudah bersahabat sedari lama.


"Iya benar, kamu ingat?" jawab Alex bersemangat, senang karena ternyata ada yang mengenali dirinya.


Penampilan sahabat Daniel itu semasa sekolah sangat jauh dari berbeda dengan saat ini. Tidak heran jika teman-teman, junior atau yang pernah menjadi seniornya tidak mengenalinya lagi. Alex saat sekolah adalah pria yang kutu buku, penampilannya juga terbilang culun untuk ukuran pria yang bersekolah di angkasa internasional school. Karena penampilannya Alex kerap kali manjadi bahan bulian teman-temannya.


"Tentu saja, mana mungkin Keyra tidak ingat. Kakak senior panutan Keyra dulu saat sekolah" jawab Keyra.


"Ah benarkah?" Alex menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Merasa malu mendengar Keyra menyebutnya sebagai panutan, pipinya bahkan sedikit memerah karena salah tingkah. Rasanya tidak pantas kata itu tertuju untuknya.


"Iya, senang sekali bisa bertemu Kakak lagi. Sudah lama sekali ya" tutur Keyra dengan antusias. Dibandingkan dengan Daniel Keyra merasa lebih nyaman berbicara santai pada Alex. Entahlah, Alex juga pria yang hebat, tak kalah hebat dari Daniel ya walaupun Daniel yang selalu menjadi yang terbaik di sekolah mereka secara akademik. Mungkin karena status sosial antara Alex dan Keyra saat sekolah dulu tidak jauh berbeda. Keduanya sama-sama penerima beasiswa di angkasa internasional school, hal yang membuat Keyra merasa tidak segan pada sahabat Daniel itu.


"Ya sudah sangat lama, belasan tahun kita tidak bertemu karena sibuk mengejar impian masing-masing" jawab Alex sedikit kaku.


"Wah iya ya, ternyata sudah lama sekali. Keyra bahkan tidak sadar sudah belasan tahun lamanya" timpal Keyra menanggapi.


Keduanya mengobrol seperti melupakan keberadaan Daniel yang juga berdiri disana tepat disamping Keyra. Pria itu kini menunjukkan ekspresi datarnya karena kesal pada wanita yang baru saja menjadi istrinya juga pada sahabatnya. Daniel yang biasa menjadi pusat perhatian kini diabaikan oleh dua orang di sampingnya. Tidak heran lagi, ini bukan kali pertama karena dulu Daniel juga akan selalu terabaikan bila berada ditengah dua orang itu.


"Sekarang kita pulang" ajak Daniel.

__ADS_1


"Sebaiknya kamu menyiapkan alasan yang tepat saat menghilang sebelumnya. Setelah urusan disini selesai segera temui aku" ucap Daniel pada Alex dengan nada dingin.


Setelah menyelesaikan kalimatnya Daniel menarik tangan Keyra ke mobil dengan sedikit terburu-buru. Pria itu bahkan sedikit mendorong tubuh Keyra untuk masuk kedalam mobil.


"Jalan pak" perintah Daniel pada supir yang sudah menunggu mereka sedari tadi.


Didalam mobil yang di kendarai oleh supir Daniel itu terlihat sekali suasana penuh kecanggungan dari pasangan pengantin yang baru saja selesai melaksanakan akad. Keduanya sama-sama larut dalam pikiran masing masing.


Keyra tidak pernah membayangkan jika akan menikah dan dengan kondisi yang seperti ini. Di usia yang memang sudang sangat matang pasti akan ada tuntutan untuk segera menikah dan membina rumah tangga tapi hal itu berlaku bagi orang normal diluar sana. Berbeda dengan Keyra yang hanya hidup sebatang kara, tidak ada siapapun yang akan menasehatinya tentang pernikahan terlebih sudah tertanam dalam otaknya hanya ingin menjalani sisa hidupnya sendirian.


Dari kecil Keyra sudah dituntut untuk mandiri, berpikir dewasa sebelum waktunya dan banyak hal yang sudah dilalui Keyra sendirian. Kenangan pahit yang dilaluinya saat masih belia begitu membekas hingga mungkin telah menjadi sebuah trauma untuknya. Kehidupan harmonis sangat jauh dari jangkauan Keyra kala kejadian itu menimpa keluarganya. Dan Keyra memutuskan untuk tidak mengulangi kebodohan yang sama seperti yang dilakukan oleh ayahnya.


Setelah kepergian sang ayah Keyra memilih untuk menutup diri dari dunia luar, yang ada dalam pikirannya hanya bekerja dan bekerja. Dia bertekad akan mengumpulkan uang sebanyak mungkin untuk menanggung kehidupannya yang hanya sendirian. Berpikir jika terjadi sesuatu padanya di masa depan mungkin tidak akan ada yang menolongnya karena itu materi yang dimilikinya sangatlah penting. Keyra tidak terlalu mempermasalahkan hal itu karena dirinya memang sengaja menutup interaksinya dengan orang-orang yang ada disekitarnya.


Kejamnya dunia yang dihadapinya selama ini membuat Keyra memilih untuk menghidar dari orang-orang yang berpotensi akan menyakitinya. Bohong jika dia berkata tidak kesepian, nyatanya selama ini hanya kehampaan yang didapatkannya. Menjalani hidup sendirian sungguh sangat tidak mudah tapi kehidupan seperti itu sudah menjadi pilihannya. Keyra harus menjaga hatinya agar tidak patah, dia tidak ingin menjadi menyedihkan seperti ayahnya karena cinta.


Dulu sekali keluarganya pernah sangat bahagia sampai pengkhianatan yang dilakukan oleh wanita yang melahirkannya pada sang ayah. Dunianya seketika hancur lebur begitu saja, kebahagiaan semu yang dijanjikan oleh manusia tidak bisa dijadikan pegangan hidup. Keyra sendiri tidak tahu bagaimana detail kehancuran keluarganya tapi yang pasti dan yang tertanam dalam ingatannya semuanya bermula dari pengkhianatan wanita itu. Keyra sangat membencinya dan dia berdoa semoga mereka tidak saling bertemu lagi dimasa depan.


"Ayo turun" ajak Daniel pada Keyra saat mereka telah sampai di salah satu bandar udara yang terdekat dari desa Winara. Mereka akan melanjutkan perjalanan menggunakan jet pribadi milik Daniel.


"Selamat siang Tuan Muda" ucap seorang pengawal menyapa.


"Hm" jawab Daniel dengan wajah datarnya.


"Perjalanan kita akan panjang, kamu bisa tidur dulu nanti akan aku bangunkan Key" ucap Daniel membuyarkan lamunan Keyra.


Keyra mendengar suara itu sangat jelas tapi tidak berminat memberikan tanggapan, netranya beralih melirik pemandangan dari kaca jet pribadi Daniel. Sebenarnya bukan sedang menikmati pemandangan itu tapi sedang berpikir apa yang akan terjadi pada kehidupannya nanti.


Menikah, ya sekarang dia sudah menikah. Bisakah dia mengulang waktu dimana sebelum adanya pernikahan ini. Sempat tersisir oleh pesona pria yang menjadi cinta pertamanya dulu hingga dia pasrah dan mengiyakan pernikahan ini. Daniel, seniornya dulu sewaktu menempuh sekolah menengah atas yang menjadi satu-satunya pria yang membuat detak jantungnya berdebar sangat tidak normal. Lama menyelami perasaannya hingga Keyra menyadari jika hatinya telah jatuh pada pesona Daniel. Semampu dan sekuat tenaga dia menekan perasaannya agar tidak terjebak dalam dunia percintaan yang bisa menghancurkan hidupnya dimasa depan. Dan Keyra bisa melewati semuanya sampai hari ini, semua rasa yang dimilikinya hanya dia yang tahu karena memang Keyra tidak memiliki teman ataupun sahabat yang menjadi tempat curhatnya. Lalu apa yang harus dilakukannya sekarang, statusnya sudah berbeda hari ini.


Apa Keyra harus mengikuti perkataan ayahnya, mencoba sampai batas waktu dimana dia akan menyerah untuk melindungi dirinya. Sang ayah pernah berkata setiap orang memiliki takdir yang berbeda. Takdir yang menimpa ayahnya belum tentu juga akan menimpa Keyra. Tanpa terasa air matanya menetes kala bayangan sang ayah terlintas. Keyra dengan cepat menghapusnya, dia tidak ingin terlihat lemah dihadapan siapapun.


Sayangnya saat tangan mungil itu menyeka air matanya, Daniel terlanjur melihatnya. Pria itu bertanya pada dirinya sendiri apa Keyra sangat tidak bahagia hari ini?. Bagaimana mereka harus melewati hari-hari pernikahan mereka kedepannya.


Maaf Key, pasti hari ini sangat berat buat kamu, gumam Daniel dalam hati.


Daniel menggeser sedikit posisinya agar lebih dekat dengan sang istri. Tangan kekarnya membawa kepala Keyra dan menyandarkannya dibahunya agar Keyra bisa tidur dengan nyaman.


***


"Key" panggil Daniel dengan lembut membangunkan sang istri yang tertidur pulas dalam perjalanan mereka.


"Eungh" Keyra melenguh, perlahan mulai membuka matanya. Sedikit mengusapnya menyesuaikan dengan cahaya.


"Kita sudah sampai" ucap Daniel.


Keyra mengerutkan keningnya, sesaat kemudian tersadar jika dirinya tertidur pulas. Dengan keadaan yang masih sedikit linglung Keyra mencoba menelisik sekitarnya. Dia jelas mendengar kata sampai keluar dari mulut Daniel. Entah sampai dimana tapi yang pasti mereka berhenti bukan dilingkungan apartemen miliknya.


Tunggu, tunggu, Keyra membulatkan matanya kala baru menyadari sesuatu yang janggal.


"Bukankah tadi kita berada di pesawat?" tanya Keyra. Ya dia ingat sebelumnya mereka berada dalam pesawat dan tanpa sadar dirinya tertidur. Tapi keadaan saat ini dia berada di mobil duduk tepat disamping Daniel.


"Ya, tadinya kita berada di pesawat tapi seseorang tidur begitu pulas. Aku meminta bantuan mereka untuk menggotong seseorang itu pindah kedalam mobil agar bisa melanjutkan perjalanan" ujar Daniel bercanda, menunjuk dua orang pengawal yang duduk dibagian depan mobil. Satu bertugas mengemudi dan satunya lagi bertugas mengamati keadaan sekitar. Dimanapun mereka berada keselamatan sang pewaris adalah yang paling utama.


Digotong?, Batin Keyra bertanya.


Rasanya bobot tubuhnya tidak seberat itu. Apa iya dibutuhkan beberapa orang untuk mengangkat tubuh kurusnya?.


Oh Keyra, dibandingkan dengan hal itu seharusnya kau lebih baik memikirkan mengapa bisa tertidur seperti kerbau hingga ada orang yang mengangkatmu saja kau tidak sadar. Bodoh, rutuk Keyra.


"Aku bercanda, kamu tidak seberat itu hingga harus digotong" ucap Daniel kala melihat raut wajah malu yang ditampilkan oleh Keyra.


"Tapi mungkin sedikit diseret" tambahnya.


Whatt, Keyra langsung menatap tajam pada Daniel dengan berani. Sepertinya dia lupa siapa pria yang berada dihadapannya itu. Siapa yang berani melakukan sikap sekurang ajar itu pada tuan muda Wijaya Group. Tapi sungguh Keyra benar-benar marah, yang benar saja tubuh cantiknya diseret. Siapa yang tidak marah bila raga yang dijaganya dengan baik selama ini diperlakukan semena-mena dan tanpa izin.


"Aku hanya bercanda Key" ucap Daniel terkekeh mengacak-acak rambut Keyra. Sungguh tatapan tajam Keyra sama sekali tidak menyeramkan baginya justru terlihat sangat menggemaskan.


"Berhenti Kak, rambutnya jadi berantakan" kesal Keyra menarik paksa tangan Daniel.


"Lagian kamu serius sekali menanggapinya. Mana mungkin aku tega menyeret seorang wanita"

__ADS_1


"Ya siapa yang tahu" balas Keyra ketus.


"Tidak akan, apalagi wanita cantik seperti kamu" celetuk Daniel.


"Ehem... terima kasih atas tumpangannya, maaf merepotkan" ujar Keyra berdehem menutupi perasaan salah tingkahnya, memilih mengalihkan pembahasan. Wanita itu tau Daniel mungkin tidak serius mengatakannya dan tidak berarti apa-apa bagi pria itu. Tapi oh ayolah, dia seorang wanita yang sudah jatuh pada pesona Daniel. Kalimat yang baru saja diucapkan oleh Daniel baru sungguh sangat berpengaruh baginya. Jantungnya berdebar tidak karuan hanya karena kalimat rayuan itu.


Keyra bergerak akan membuka pintu mobil, berniat untuk segera pulang ke apartemen miliknya tapi tangan kekar Daniel menahannya.


"Mau kemana?" tanya Daniel meski sebenarnya dia sudah tahu jawaban dari pertanyaannya.


"Pulang" jawab Keyra tanpa beban.


"Pulang kemana?" Daniel kembali bertanya.


"Tentu saja ke apartemen milik saya Tuan Daniel" jawab Keyra mulai kesal karena Daniel terus menahannya.


"Tunggu" Daniel menghela napas kemudian turun dan mengitari mobil membukakan pintu untuk Keyra.


"Ayo turun dan ikut aku, kita harus bicara Key" ucap Daniel selembut mungkin menghadapi wanita dihadapannya ini. Jangan sampai mereka ribut di hari pertama mereka baru menjadi suami istri. Ya meski pernikahan ini bukan keinginan keduanya tapi semuanya sudah terjadi.


Keyra masih terdiam ditempatnya, menunduk bimbang dengan ajakan Daniel. Sungguh tubuhnya saat ini ingin beristirahat tapi bukankah benar jika memang mereka harus berbicara. Semakin lama menundanya maka semakin lama untuk mendapatkan solusi dari permasalahan rumit mereka.


"Ayo Key" ajak Daniel kembali.


Keyra pun menurut, melangkahkan kakinya turun dari mobil dan mengekori Daniel masuk kedalam.


"Tuan" sapa bik Narsih asisten rumah tangga yang bekerja dipenthouse milik Daniel.


Dia cukup terkejut melihat tuannya pulang cepat dihari kerja. Biasanya mereka tidak pernah berpapasan jika hari kerja seperti ini. Hanya pada saat weekend saja jika sang sedang menghabiskan waktu tuan di rumah itupun sangat jarang sekali karena biasanya saat weekend Daniel akan pulang ke mansion milik orang tuanya.


Bik Narsih bertugas membersihkan penthouse milik Daniel dan biasanya pekerjaan akan selesai siang hari atau mungkin terkadang selesai pada sore hari. Jika pekerjaannya telah selesai dia diberikan izin langsung pulang dan akan datang kembali lagi keesokan harinya. Pekerjaan yang dimilikinya terbilang cukup ringan karena Daniel hanya tinggal sendiri dan penthouse itu tidak terlalu berantakan. Masalah mencuci bik Narsih tidak secara langsung mengerjakannya, dia hanya perlu mengumpulkan semua kain kotor milik tuannya dan semua pakaian itu akan dilaundry sesuai perintah Daniel. Intinya pekerjaannya hanya membersihkan dan merapikan penthouse itu.


"Bik kenalkan ini Keyra istriku" ujar Daniel mengejutkan wanita paruh baya dihadapannya. Bukan hanya Bik Narsih yang terkejut, Keyra juga cukup terkejut dengan kalimat Daniel.


"Narsih Non, panggil saja bik Narsih seperti Tuan Muda Daniel" ujar bik Narsih sedikit menunduk memperkenalkan diri.


"Keyra bik" balas Keyra setelah menguasai dirinya. Istri Daniel itu mengulurkan tangannya bermaksud berkenalan dengan bik Narsih.


Bik Narsih terpaku, tidak menyangka wanita yang diperkenalkan sebagai istri dari tuannya mau berjabat tangan dengannya. Sepertinya istri tuannya itu bukan wanita yang angkuh duganya.


"Iya Non" balas bik Narsih dengan canggung menyambut uluran tangan Keyra.


"Bik bisa tolong ambilkan minum untuk kami" pinta Daniel dengan sopan.


"Iya Tuan, sebentar" bik Narsih langsung berlalu dari hadapan Daniel dan Keyra.


"Ayo duduk dulu Key" ucap Daniel mempersilahkan Keyra duduk. Sekarang keduanya sedang berada di ruang tamu penthouse mewah itu.


"Jadi apa yang ingin Kakak bicarakan?" tanya Keyra langsung pada intinya. Terlihat sekali wanita itu enggan berlama-lama berada disana.


Daniel sesaat terdiam, berpikir harus memilah kata mana yang harus diucapkan pada sang istri agar Keyra tidak marah. Tadinya dia sudah cukup siap untuk membahas masalah mereka tapi saat hanya berduaan saja dengan Keyra Daniel mulai bingung harus berkata apa. Pria itu bahkan kini bingung karena sudah dengan lancang memindahkan barang-barang milik Keyra ke penthouse miliknya meski masih sebagiannya saja. Sekarang bagaimana dia mengatakan sikap lancangnya itu pada Keyra.


"Jadi Key, emm" ah sial kenapa dia gugup sekali.


"Sekarang kita sudah menikah dan maaf aku memindahkan barang-barang milikmu kesini tanpa pemberitahuan. Maaf karena sudah bersikap lancang tapi aku pi..."


"APA!" ucap Keyra tanpa sadar berteriak setelah mencerna kalimat Daniel. Reaksinya cukup lambat karena Keyra tidak benar-benar mendengarkan ucapan Daniel sebelumnya. Tubuhnya tidak bisa diajak berkompromi, pikiran Keyra sempat melayang pada kasur kesayangannya. Dia ingin membaringkan tubuhnya disana dan pasti akan terasa nyaman sekali.


"Kakak bilang tadi sudah memindahkan barang-barang Keyra kesini?" tanya Keyra memperjelas.


"Iya, maaf" jawab Daniel. Tuan muda kedua Wijaya Group itu berbicara dengan menundukkan kepalanya. Baru kali ini dia tidak percaya diri berhadapan dengan orang lain.


"Kakak serius, bagaimana bisa?"


Ah Keyra sesaat lupa siapa pria yang berada dihadapannya itu. Tidak seharusnya dia mempertanyakan pertanyaan bodoh seperti tadi. Apa yang tidak bisa dilakukan oleh seorang Daniel?.


"Sebelumnya aku menyuruh orang-orangku memindahkannya saat kita masih dalam perjalanan. Aku tahu pernikahan ini sangat mendadak tapi sekarang aku sudah menjadi suamimu dan tentunya punya tanggung jawab. Aku mohon jangan menolak untuk tinggal disini. Kamu bisa melakukan apapun yang kamu mau, aku tidak akan melarangnya selagi dalam batas wajar. Kamu masih bisa tetap bekerja dan menjalani keseharian kamu seperti biasanya. Jangan terbebani dengan pernikahan ini. Kita bisa menjalaninya mengikuti takdir yang sudah Allah tetapkan. Aku hanya ingin menjalankan tanggung jawabku, tolong jangan menolaknya" ujar Daniel memohon pengertian Keyra tentang pernikahan mereka.


Keyra terdiam, bagaimana bisa pria dihadapannya itu begitu lembut padanya. Keyra bukanlah siapa-siapanya ya sebelum Daniel melafalkan akad karena desakan keadaan. Ini bahkan pertemuan pertama mereka setelah sekian tahun dan Daniel sekarang masih tetap sama dengan Daniel yang dulu. Mungkin hanya fisiknya saja yang berubah.


Jika terus seperti ini Keyra tidak bisa menjamin hatinya. Mungkin selama ini dia bisa mengendalikan perasaannya karena dirinya dan Daniel tidak saling berinteraksi satu sama lain. Tapi bagaimana dengan keadaan yang sekarang. Mereka akan bertemu setiap hari bahkan akan tinggal dibawah atap yang sama. Bagaimana jika hatinya yang telah jatuh pada pesona seorang Daniel semakin jatuh lebih dalam lagi.

__ADS_1


"Aku..."


__ADS_2