
"Ya sudah ayo" ajak Daniel menggenggam tangan Keyra.
"Hah?" tubuh Keyra kaku, netranya menatap pada tangan yang tengah di genggam oleh Daniel.
"Katanya mau ke makam ayah. Ayo biar aku antar" ucap Daniel polos, tidak merasa berdosa sedikitpun karena telah membuat kinerja jantung Keyra bekerja lebih keras dati biasanya.
"Tapi itu..., apa tidak apa-apa?" ucap Keyra dengan gugup. Sungguh berdekatan dengan Daniel sangat tidak baik untuk kesehatannya. Keyra yang berniat menjaga hatinya pasti akan mudah jatuh jika keadaannya terus seperti ini.
"Memangnya kenapa, apa aku tidak boleh ikut?" tanya Daniel ragu, berpikir mungkin Keyra terganggu bila dirinya ikut.
"Eh?, Tidak, tidak. Bukan seperti itu, tentu boleh kok. Aku hanya takut merepotkan Kakak. Bukankah Kakak baru saja pulang kerja, pasti Kakak kelelahan" terang Keyra merasa tidak enak.
Oh Keyra, tolong sadar dan jangan berandai-andai, batin Keyra mengingatkan dirinya kembali.
Kenapa dia harus merasa tidak enakan pada Daniel. Bukankah hal seperti itu sudah biasa dilakukannya sebelum ini.
Keyra mulai tidak mengenali siapa dirinya. Dia yang sebelumnya penuh tekad untuk menutup diri dari orang luar luluh lantak karena Daniel. Satu sisi hatinya ingin lebih dekat dengan pria itu tapi logikanya terus mengingatnya pada kenyataan. Dia yang akan menjadi pihak paling sakit bila hubungan mereka tidak berhasil, sebagai teman apalagi pasangan.
Mungkin karena hatinya sudah terisi nama pria itu sulit bagi Keyra untuk mengabaikan Daniel begitu saja. Keyra sudah melakukannya pagi tadi, menolak Daniel dengan keras hingga pria itu akhirnya memilih untuk mengalah. Tapi kenyataannya Keyra tidak tenang, dia sangat terusik dengan kekecewaan Daniel atas penolakannya. Keyra memikirkan perasaan Daniel seharian hingga sempat tidak fokus pada pekerjaannya.
"Sama sekali tidak merepotkan, ayo" ajak Daniel dengan penuh semangat.
Sebelum Keyra kembali mengeluarkan suaranya tangannya sudah di tarik oleh Daniel ke arah mobil. Pria itu benar-benar serius ingin mengantarkan Keyra ke makam ayahnya.
"Hati-hati" ucap Daniel membukakan pintu dan meletakkan tangannya tepat diatas kepala Keyra, berjaga-jaga agar tidak terbentur.
"Ah ya, terima kasih Kak" ucap Keyra. Percayalah saat ini Keyra sedang bersusah payah mengendalikan dirinya. Aroma Daniel begitu memabukkan. Keyra hampir saja terlena dan
"Ke makam ayah, maksudku ayah Keyra" ucap Daniel pada Alex saat sudah duduk tepat di samping Keyra.
"Kak Alex ikut juga?" tanya Keyra dengan tampang polosnya.
"Iya Key. Aku belum bisa pulang sebelum bosku sampai penthouse" sindir Alex.
"Kalau begitu turun saja, biarkan aku yang menyetir" balas Daniel dengan sarkas, mendelik malas melihat sahabatnya yang berusaha memburuk-burukan citranya pada Keyra.
"Bukankah Daniel terlalu kejam padaku Key?. Padahal dia yang mengajakku untuk menjemputmu" ucap Alex dengan nada sedih, tampangnya bahkan terlihat sangat meyakinkan.
"Tutup mulutmu Lex!. Jangan percaya pada ucapannya Key. Dia yang tidak memiliki kegiatan lain di apartemennya hingga terus mengekoriku" ucap Daniel menjelaskan pada sang istri. Dia tidak akan peduli bila Alex menjelekkannya pada orang lain tapi tidak dengan Keyra. Daniel tidak ingin memperparah hubungan antara dirinya dan Keyra yang masih terbilang belum membaik.
"Tadi kau yang memaksaku ikut" kukuh Alex tidak mau kalah.
"Memaksa?. Haha, lucu sekali. Untuk apa aku memaksamu ikut. Jangan menambah dosamu dengan berbohong. Aku tidak akan menolongmu saat kau diseret kedalam neraka" sinis Daniel tertawa sumbang. Benar-benar jengah dengan kelakuan Alex.
"Kalau begitu aku turun disini saja!" ucap Alex ingin mengambil simpati Keyra.
"Aku sangat tidak masalah jika kau turun disini" tukas Daniel dengan santai.
"Suamimu sangat tidak berperasaan Key. Begitu semena-mena pada bawahannya" ujar Alex menarik Keyra dalam perdebatannya dengan Daniel.
"Jangan terperdaya dengan ucapan busuknya Key. Jika aku tidak berperasaan dia sudah lama pergi dan tidak lagi bekerja untukku. Lihat saja bagaimana sikapnya padaku. Apa ada seorang asisten berbicara dengan tidak sopan begitu pada atasannya. Percayalah aku atasan yang paling sabar menghadapinya" jelas Daniel tidak ingin Keyra salah paham.
"Sabar?. Kau bahkan baru saja mengancam akan memotong gajiku. Dimana letak sabarnya?" balas Alex tidak terima.
Keyra sedikit bingung melihat perdebatan keduanya tapi wanita itu sama sekali tidak berminat menganggapi. Dia kembali mengingatkan dirinya yang tidak ingin menjalin hubungan emosional dengan siapapun, baik sebuah pertemanan ataupun hubungan spesial lainnya. Sekarang ini Keyra hanya ingin cepat sampai di makam sang ayah dan kemudian pulang untuk beristirahat.
"Ehem, lupakan saja" ralat Alex melihat ekspresi yang ditunjukkan oleh Keyra.
Kedua pria dewasa itu menyadari ketidaktertarikan Keyra dalam perbincangan mereka dan akhirnya memilih bungkam. Setahu mereka Keyra memang pendiam tapi kali ini Keyra berbeda. Sikap Keyra saat ini lebih dingin dan acuh tak acuh pada mereka. Entahlah bagaimana menjelaskannya tapi keduanya mulai menangkap Keyra memang sengaja melakukan hal itu karena tidak ingin terlibat banyak interaksi dengan mereka.
Daniel benar saat mengatakan Keyra banyak berubah. Hal itu bisa dikatakan wajar secara waktu telah lama berlalu. Daniel ataupun Alex tidak ingin menghakimi Keyra akan perubahan itu. Yang pasti keduanya menduga sudah banyak hal berat yang dilalui oleh Keyra hingga merubahnya menjadi sosok seperti sekarang Ini.
Keadaan dalam mobil itu benar-benar hening setelahnya. Daniel ataupun Alex sama sekali tidak mengeluarkan suara karena takut mengganggu kenyamanan Keyra.
"Bisa berhenti sebentar di toko bunga yang ada di depan sana Kak?" pinta Keyra membuka suara, menujuk sebuah toko bunga yang letaknya sekitar seratus meter didepan mereka. Toko bunga yang sering Keyra singgahi kala akan berkunjung ke makam ayahnya.
"Ya tentu" jawab Alex.
Alex perlahan mengurangi laju kecepatan mobil yang dikendarainya. Hingga tepat didepan toko bunga yang dimasudkan oleh Keyra dia langsung menghentikan mobil.
"Biar aku saja yang turun" ucap Daniel menahan Keyra yang akan turun dari mobil.
Keyra menurut, selain karena malas berdebat dia juga memang cukup lelah. Hari sudah sore dan tentu tenaganya telah terkuras habis seharian ini. Ditambah lagi pikiran Keyra terbagi antara pekerjaan dan kekecewaan Daniel. Benar-benar hari yang melelahkan.
Meski ucapan Daniel terdengar manis tapi tidak semerta-merta meluluhkan hati Keyra dan merubah sikapnya. Daniel mungkin akan menyerah di tengah jalan untuk memperbaiki hubungan mereka karena sikap tertutup Keyra. Seperti saat ini Keyra sama sekali tidak berminat menanggapi, minsal mengucapkan sebuah kata terima kasih pada Daniel meski hanya sekedar basa-basi. Keyra memilih menyandarkan tubuhnya dan menatap pada kaca mobil melihat ke luar. Tidak ada yang menarik dari penglihatannya karena Keyra memang tidak sedang menikmati suasana pemandangan diluar sana. Isi hatinya tentu hanya dirinya saja yang tahu tapi yang pasti disana tergambar sebuah kecemasan.
Selesai membeli bunga Daniel kembali masuk kedalam mobil dan duduk disamping Keyra setelah meletakkan bunga dan air yang dibelinya di bagasi mobil. Pria itu memilih tidak mengucapkan sepatah katapun karena takut Keyra akan terganggu dengan ocehannya.
Hingga beberapa saat kemudian Keyra terlihat mengerutkan keningnya. Pasalnya Alex melajukan mobil tanpa hambatan. Pria itu fokus pada jalan yang di lewatinya tanpa bertanya arah jalan menuju makam ayah Keyra. Keyra menyadari jalan yang mereka lewati sekarang memang jalan yang tepat tapi bagaimana bisa. Darimana Alex tahu jalan menuju makan ayahnya.
"Kak Alex tahu makam ayah dimana?" tutur Keyra memilih bertanya untuk menghilangkan rasa penasarannya.
"Eh?" Alex terlihat mengerutkan keningnya, bingung mendengar pertanyaan Keyra.
"Maksudnya Kakak mengendarai mobil menuju makam ayah tanpa bertanya arah jalannya. Kupikir aku belum mengatakan makam ayah berada dimana" terang Keyra melihat Alex tidak mengerti maksud dari pertanyaannya. Wanita itu mengingat jelas dia belum mengatakan apapun pada Alex mengenai jalan menuju makam ayahnya.
"Hah?, oh itu. Aku dan Alex dulu hadir saat pemakaman paman Key, kamu lupa?" bukan Alex yang menjawab melainkan Daniel. Pria itu menjelaskan kebingungan sang istri tentang Alex yang mengetahui jalan menuju makam.
"Ah benar juga. Sudah lama sekali dan Kakak masih mengingat jalannya. Sungguh ingatan Kak Alex sangat bagus" komentar Keyra mengangguk percaya.
"Mungkin Alex mengingat nama pemakamannya Key. Dan untuk jalan, Alex memang sudah sangat hafal jalan di seluruh kota ini. Bila tidak menjadi asistenku mungkin dia akan menjadi supir kendaraan umum di kota ini" sahut Daniel dengan menyelipkan kalimat usil pada sang sahabat. Dia juga sedikit tidak terima saat Keyra memuji sahabatnya yang merangkap menjadi asistennya itu.
Di kursi kemudi Alex hanya mendelik malas. Dia memilih untuk mengabaikan ucapan Daniel atau mereka akan kembali berdebat.
"Sudah sampai" ucap Alex.
Keyra kembali mengerutkan keningnya, tempat Alex berhenti saat ini adalah tempat biasanya dia memarkirkan mobilnya. Disana ada empat spot yang dikhususkan untuk tempat parkir para pengunjung makam. Dan dari tempat mereka saat ini tidak perlu berjalan terlalu jauh lagi menuju makam ayahnya. Tapi kali ini wanita itu memilih untuk tidak berkomentar, berpikir mungkin hanya kebetulan atau yang luar biasanya mungkin selain jalan Alex juga mengingat dimana letak makam sang ayah.
"Apa boleh aku ikut Key?" tanya Daniel penuh kehati-hatian, terselip juga harapan dari nada bicaranya. Bisa dilihat pria itu menatap penuh permohonan pada sang istri.
"Hm boleh" jawab Keyra setelah berpikir beberapa saat. Tidak mungkin dia menolak niat baik Daniel yang ingin mengunjungi makam ayahnya.
"Sebentar, biar aku ambil dulu air dan bunganya" ucap Daniel bergegas menuju belakang mobil, membuka bagasi dan mengambil bunga serta air yang telah dibeli sebelumnya.
Kebiasaan membawa bunga memang rutin Keyra lakukan setiap mengunjungi makam sang ayah. Biasanya Keyra akan membeli bunga kesukaan ayahnya yang dirakit menjadi satu buah buket yang indah.
Daniel dan Keyra berjalan berdampingan, keduanya sama sekali tidak membuka suara. Daniel sengaja tidak mengajak sang istri berbicara karena tahu suasana hati Keyra sedang tidak baik-baik saja meski tidak dikatakan secara langsung tapi bisa terlihat dari gelagat wanita itu. Sedang Keyra memang tidak niat berbasa-basi karena itu bukan gayanya.
Sesampainya di makam sang ayah Keyra melihat sebuah buket bunga bertengger di kepala makam. Buket yang sama seperti yang di bawakan oleh Daniel saat ini. Ah benar juga, Keyra baru menyadari hal itu sekarang. Seingat Keyra dia tidak mengatakan pada Daniel untuk membeli bunga yang seperti itu.
"Sepertinya ada yang baru berkunjung kemari"
komentar Daniel.
__ADS_1
Selain buket bunga, tanah makam juga terlihat sedikit basah. Sepertinya baru saja ada seseorang yang berkunjung ke makam Aditya.
"Ya, ini sering kali terjadi dan aku tidak tahu siapa yang selalu mengunjungi ayah" sahut Keyra.
"Mungkin ayah di kunjungi oleh kerabat atau kenalannya" timpal Daniel menanggapi.
"Yang aku tahu ayah hanya memiliki aku
selama hidupnya. Ayah seorang anak tunggal dan aku tidak pernah melihat ayah memiliki seorang teman. Tapi ya, mungkin saja aku yang tidak terlalu mengetahui kehidupan ayah. Buktinya sekarang, ada seseorang yang berkunjung ke makam ayah tapi aku tidak tahu itu siapa. Hal ini terjadi tidak hanya sekali tapi sangat sering"
"Saat pertama kali melihat pemandangan seperti ini aku sempat mengira jika ada seseorang yang salah mengenali makam. Bahkan hingga sekarang aku masih menduga seperti itu, hanya saja tidak lagi begitu yakin. Aku mulai berpikir orang yang meletakkan buket itu memang bertujuan untuk mengunjungi ayah. Memang bunga seperti itu banyak diluaran sana tapi tidak terlalu banyak yang menyukainya. Dan sayangnya aku tidak pernah berpapasan dengan orang itu sekalipun hingga akhirnya aku memilih untuk menyimpan rasa penasaran itu sendiri. Jika memang Tuhan menghendaki pertemuanku dengan orang itu bagaimanapun caranya pasti kami akan bertemu" balas Keyra. Sesaat kemudian wanita itu baru sadar telah berbicara panjang lebar pada Daniel. Sepertinya benar bila tekad Keyra mulai runtuh kala dihadapkan dengan Daniel.
Daniel memilih menganggukan kepalanya mengerti. Tidak lagi berkomentar karena saat ini mereka sudah berdiri tepat di samping makam ayah Keyra.
Keyra berjongkok meletakkan buket bunga yang sebelumnya telah diberikan Daniel padanya. Dia meletakkan bunga itu tepat di samping buket yang sudah ada sebelumnya. Keyra tidak berniat menggeser buket itu karena Keyra merasa tidak berhak melakukan tindakan itu. Dia akui orang yang selalu mengunjungi ayahnya cukup tahu tentang Aditya. Bisa dilihat dari seringnya orang itu berkunjung dengan membawa bunga kesukaan sang ayah
Terkadang Keyra bahkan berpikir orang yang selalu mengunjungi makam Aditya yang tanpa di ketahui siapa itu sama berdukanya dengan dirinya. Jujur saja Keyra penasaran bahkan sangat tapi seperti yang Keyra katakan sebelumnya, dia memilih menelan rasa penasarannya karena memang Tuhan belum menghendaki pertemuan mereka.
"Assalamualaikum Ayah" sapa Keyra dengan nada getir.
"Ayah apa kabar?. Keyra harap Ayah baik-baik saja. Tapi sudah pasti ayah baik-baik saja kan?. Ayah tidak merasakan sakit lagi sekarang" ucap Keyra dengan suara bergetar menahan tangis. Tangannya bahkan mengepal kuat untuk menutupi kerapuhannya.
"Hari ini Keyra tidak datang sendiri seperti biasanya. Keyra ingat Ayah dulu sering kali mengajukan protes saat melihat Keyra kemana-mana selalu sendiri dan Keyra yakin sekarangpun masih seperti itu. Ayah pasti mengkhawatirkan Keyra karena selalu sendirin saat mengunjungi ayah. Tapi hari ini Keyra tidak sendirian, Keyra datang bersama suami Keyra. Ya ayah, Keyra sekarang sudah menikah..." Keyra menjeda ucapannya, wanita itu menarik napas panjang untuk mengendalikan perasaannya. Kerinduannya pada sang cinta pertamanya itu sungguh sangat menggebu. Namun sayangnya Keyra tidak lagi dapat memeluk raga yang selalu berdiri paling depan untuk melindunginya itu.
"Keyra harap ayah memberikan restu untuk pernikahan Keyra dan suami Keyra. Ini Kak Daniel, dia suami Keyra" Keyra melirik pada Daniel saat memperkenalkan pria itu pada sang ayah.
"Assalamualaikum Ayah, ini saya Daniel. Kita sudah pernah berkenalan sebelumnya, waktu itu Daniel masih memanggil Ayah dengan sebutan paman. Daniel harap saat ini Ayah mengizinkan Daniel untuk memanggil Ayah sama seperti panggilan Keyra. Sekarang ini Daniel telah resmi menjadi suami Keyra. Tolong beri restu untuk pernikahan kami Ayah"
"Daniel juga ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada ayah karena telah merawat serta membesarkan wanita hebat yang begitu cantik ini. Daniel janji akan menjaga putri ayah dengan baik" ucap Daniel terdengar begitu tulus.
Keyra memandangi Daniel saat berbicara dengan sang ayah. Kalimat Daniel yang mengatakan pernah bertemu dengan ayahnya mengganggu pikirannya. Tapi urung bertanya karena saat ini dia masih di depan makam sang ayah.
"Kamu bisa mengobrol berdua dengan ayah. Aku tunggu di mobil" ucap Daniel dan Keyra menganggukan kepalanya.
Daniel mengerti jika Keyra pasti butuh waktu berdua berbicara dengan ayahnya. Dan pria itu saat ini memberikan ruang pada istrinya untuk menumpahkan rasanya pada sang ayah, seseorang yang selama ini selalu ada untuknya dalam keadaan apapun.
"Ayah" panggil Keyra dengan sangat lirih. Dia kembali membuka suara setelah Daniel benar-benar menjauh dari makam sang ayah. Benar, saat ini Keyra ingin meluapkan isi hatinya pada sang ayah.
"Dia pria yang begitu sempurna bukan orang biasa seperti kita" curhat Keyra sembari mengusap nisan sang ayah.
"Pria itu memiliki keluarga yang sangat berpengaruh di negeri ini. Pernikahan antara Keyra dan dirinya terjadi begitu saja. Keyra sama sekali tidak pernah menyangka akan menikah dalam kondisi seperti itu. Maafkan Keyra bila membuat ayah kecewa. Bila Ayah masih disini mungkin Ayah akan malu dengan kejadian ini, malu memiliki putri seperti Keyra"
"Apa Ayah tahu?. Keyra dan pria hebat itu bisa menikah karena tertangkap basah oleh warga desa. Mereka tidak menerima penjelasan apapun dari Keyra ataupun penjelasan dari suami Keyra. Keyra sudah berusaha menyangkal tapi seperti biasa tidak ada yang mendengarkan ucapan Keyra" lirih Keyra dengan kepala tertunduk.
"Apa yang harus Keyra lakukan Ayah?. Keyra yakin Kak Daniel sama sekali tidak menginginkan pernikahan ini begitupun dengan Keyra"
Tangan Keyra tak henti mengusap nisan Aditya. Rasanya saat ini wanita itu ingin memeluk ayahnya sembari menumpahkan tangisnya. Mencurahkan isi hatinya seperti yang sering Keyra lakukan dulu. Tapi kini semua itu tidak memungkinkan, mereka sudah berada di dunia yang berbeda.
"Keyra tidak ingin ayah berharap terlalu banyak dengan pernikahan ini. Seperti yang Ayah tahu pernikahan bukan sesuatu yang ada dalam daftar rencana hidup Keyra. Dan lagi Keyra rasa Kak Daniel bukan pria yang akan bisa menjadi pengganti ayah untuk melindungi Keyra seperti yang ayah katakan dulu. Pernikahan kita terlalu rumit bahkan ada sebuah kesepakatan didalamnya. Maafkan Keyra jika terlalu banyak membuat ayah kecewa, Keyra harap ayah mengerti dengan keputusan yng Keyra ambil"
Setelah puas menumpahkan isi hatinya pada sang ayah Keyra akhirnya bangkit. Wanita itu baru ingat bila saat ini dia tidak datang sendirian seperti biasanya. Saat ini ada dua orang yang mungkin sudah karatan menunggunya.
"Doakan Keyra baik-baik saja ya Ayah. Keyra pulang dulu, nanti Keyra akan datang lagi" pamit Keyra sebelum benar-benar pergi meninggalkan makam sang ayah.
Keyra kembali ke parkiran dengan tergesa-gesa, merutuki kebodohannya yang melupakan Daniel dan Alex yang mengatakan akan menunggunya. Tidak tahu jika dua orang itu masih ditempat yang sama, dengan sabar menunggu Keyra. Keyra harap mereka sudah pergi, dia tidak akan marah bila Daniel dan Alex memutuskan untuk meninggalkannya. Justru jika dua pria masih menunggunya di mobil Keyra akan merasa tidak enak hati.
Dan sayangnya dua pria itu masih menunggunya. Daniel dan Alex terlihat tengah berdiri dengan menyandarkan tubuh mereka pada mobil yang masih terparkir di tempat yang sama seperti sebelumnya.
"Tidak masalah Key. Aku dan Daniel baru saja membicarakan akan mendirikan tenda. Mungkin berkemah disini tidak buruk juga, sekalian uji nyali" timpal Alex dengan bercanda.
"Jangan dengarkan ucapannya. Ayo masuk hari sudah hampir magrib" Daniel dengan sigap membukakan pintu mobil untuk sang istri. Menuntun Keyra masuk kemudian berjalan mengitari mobil dan masuk dari sisi lainnya.
"Kamu ingin mampir di tempat lain sebelum pulang?" tanya Daniel menoleh menatap pada sang istri.
"Tidak ada, langsung pulang saja" jawab Keyra.
***
"Sedang apa?" tanya Daniel melihat Keyra sibuk bermain dengan tabletnya.
Keyra yang sedang berpikir sontak terkejut karena Daniel tiba-tiba muncul dan bersuara di belakangnya. Beruntung Keyra bukan orang yang latah kalau tidak bisa berakibat fatal pada pekerjaan yang saat ini tengah berusaha diselesaikannya.
"Maaf aku mengejutkanmu" ucap Daniel tersenyum canggung.
Tadinya Keyra membawa pekerjaannya ke ruang tamu karena tidak ingin mengganggu Daniel jika mengerjakannya di dalam kamar. Wanita itu harus begadang untuk menyelesaikan pekerjaannya. Sebelumnya saat Keyra keluar dari kamar suaminya itu masih berada di ruang kerjanya. Mungkin saat Daniel kembali ke kamar dan tidak mendapati keberadaan Keyra hingga memutuskan untuk mencarinya.
Ah apa yang aku pikirkan Keyra, batin Keyra merutuki dirinya yang kegeeran. Mana mungkin Daniel mencarinya. Bisa saja pria itu memiliki urusan lain di ruang tamu dan kebetulan melihat Keyra disana kemudian menyapa.
"Ini desain bangunan proyek itu?" tanya Daniel menebalkan mukanya. Bersikap bodoh amat karena Keyra tak kunjung menanggapi ucapannya. Dan lagipula dia masih memiliki kesempatan sebelum Keyra mengusirnya karena telah mengusik ketenangan istrinya itu.
Sebenarnya bukan seorang Daniel yang peduli bagaimana seseorang bersikap padanya. Selama dia Daniel cuek saja saat ada orang yang acuh tak acuh padanya, dia benar-benar tidak peduli akan hal itu. Tapi Keyra berbeda, sikap acuh wanita itu membuatnya tidak tenang. Daniel yang merasa interaksi diantara mereka perlu diperbaiki mencoba peruntungannya. Dia hanya ingin selama mereka menjalani kesepakatan pernikahan itu bisa setidaknya menjadi teman.
Daniel kehilangan akal untuk memperbaiki komunikasinya dengan Keyra karena itu memilih menebalkan muka. Jikapun Daniel bertanya, Keyra pasti akan menjawab dengan seadanya yang membuat Daniel kehabisan kata. Kali ini Daniel mencoba trik baru. Dia harus menjadi pihak keras meski Keyra menolak kehadirannya demi terciptanya kenyamanan selama mereka menikah.
"Iya, ini desain untuk proyek itu" jawab Keyra mengangguk membenarkan.
"Kenapa harus mengerjakannya malam-malam begini?" tanya Daniel kembali.
"Atasanku memintanya besok jadi aku harus menyelesaikannya malam ini" balas Keyra.
"Tadi kamu terlihat sedang bingung, boleh aku bantu?. Maksudku aku memang bukan seorang arsitek tapi desain ini untuk perusahaan yang kupimpin saat ini. Mungkin beberapa usulan yang aku berikan bisa membantu memberi kamu ide. Beberapa waktu bekerja di Biantara Group aku mempelajari karakteristik bangunan khas Biantara Group. Pemiliknya sangat pemilih soal pendirian bangunan seperti ini. Tapi jangan khawatir, aku akan memberikan bocoran desain yang pasti akan langsung disetujuinya" tawar Daniel dengan senyuman misteriusnya. Menertawakan kekonyolannya yang mengatakan Biantara Group memiliki karakteristik bangunan sendiri. Dimanapun yang namanya bangunan ya tetap bangunan. Semua proyek perusahaan akan disesuaikan dengan kegunaannya.
"Kenapa Kakak bekerja di Biantara Group?" tanya Keyra justru penasaran dengan hal lain.
Seperti kata yang familiar Keyra dengar, jika sudah ada yang lebih mudah mengapa harus mencari yang susah. Mencari pekerjaan saat ini bukan hal yang mudah bila tidak memiliki orang dalam tapi mungkin hal itu tidak berlaku bagi seorang seperti Daniel.
Setahu Keyra saat ini banyak orang-orang yang terkenal pintar dan cerdas namun kalah dengan orang-orang yang biasa saja tapi memiliki orang dalam saat melamar pekerjaan. Keyra saja sangat bersyukur bisa mendapatkan pekerjaan yang cepat setelah lulus kuliah.
Menurut pandangan Keyra Daniel tidak harus bekerja di perusahaan lain sedang perusahaan keluarganya saja sudah sangat besar. Tapi tidak ada yang tahu jika dalam keluarga itu sedang ada sebuah konflik yang mengakibatkan sebuah perpecahan. Katanya orang-orang kaya sering seperti itu, kelihatan di luar sangat berbeda dengan kenyataan yang terjadi dalam rumahnya.
Dalam kasus sekarang ini kinerja seorang Daniel pasti sangat dibutuhkan untuk ukuran perusahaan sebesar Wijaya Group. Sang pewaris utama pasti kewalahan dalam mengelolanya dan jika memasukkan orang lain kedalamnya belum tentu dapat di percaya. Dimana-mana kejahatan meraja lela tidak terkecuali untuk petinggi perusahaan. Bila mengatakan ingin mandiri, itu alasan yang sangat tidak masuk akal bagi Keyra. Apa bedanya bekerja di perusahaan keluarganya sendiri ataupun bekerja di perusahaan lain.
Mungkin jika dikatakan untuk mencari sebuah pengalaman bisa saja tapi bila hanya untuk alasan lebih mandiri rasanya itu alasan yang sangat klasik. Bekerja dimanapun sama-sama mendapatkan bayaran dan punya sebuah tanggung jawab, tergantung pada kita bagaimana menjalankannya.
Menurut Keyra bila dirinya berada diposisi Daniel dia akan membantu perusahaan keluarganya. Wijaya Group merupakan perusahaan warisan yang sudah berdiri sejak lama dan memiliki jangkauan yang sangat luas. Tak terhitung berapa jumlah cabangnya baik yang berada didalam negeri maupun diluar negeri. Sebagai seorang pewaris tentu pria itu memiliki tanggung jawab dan diberi kepercayaan untuk meneruskannya. Akan lebih baik jika seorang pewaris layaknya Daniel membantu mengembangkan perusahaan keluarganya dengan kemampuan yang dimilikinya. Di samping itu, jika tidak ingin bergantung sepenuhnya pada keluarga Daniel bisa mendirikan usaha sendiri.
"Ah itu, aku hanya membantu Kakak iparku untuk mengelolanya. Katanya dia tidak memiliki waktu yang cukup untuk mengemban tanggung jawab sebesar itu. Kak Raya ingin fokus menjadi seorang ibu rumah tangga, mengabdi pada suaminya dan menjalankan tanggung jawabnya sebagai seorang ibu untuk twins" jawab Daniel jujur.
"Jadi Biantara Group itu milik istri Tuan Rafa?" tanya Keyra kembali.
"Ya benar, kamu mengenal Kak Rafa?"
"Siapa yang tidak mengenalnya. Nama Kakak dan tuan Rafa sempat menjadi trending topik kala pengangkatan tuan Rafa menjadi pewaris Wijaya Group. Nama kalian beredar dimana-mana. Aku rasa semua orang di seluruh penjuru negeri ini pasti tahu tentang kalian" balas Keyra.
__ADS_1
"Ah ya, benar juga" jawab Daniel menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Merutuki kebodohannya mempertanyakan hal yang sudah sangat jelas jawabannya.
"Aku sempat berpikir Kakak memilih bekerja di perusahaan lain karena menolak membantu Tuan Rafa" ujar Keyra.
"Tentu saja tidak" bantah Daniel menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"Dulu aku yang menjadi wakil Kak Rafa sebelum akhirnya bekerja di Biantara Group. Aku bekerja di Biantara Group juga karena ingin membantu Kak Rafa. Dia memohon padaku atas nama istrinya" ucap Daniel dengan penuh percaya diri.
"Kakak sama sekali tidak keberatan hanya ada di balik nama tuan Rafa?" tanya Keyra blak-blakan. Sungguh dia sangat penasaran akan hal itu. Mungkin karena akhir-akhir ini Keyra terlalu banyak membaca cerita yang dimana terjadi perebutan kekuasaan didalamnya hingga dalam kepalanya terlintas pertanyaan konyol itu.
"Tidak, Kak Rafa sangat pantas menjadi pewaris Wijaya Group" jawab Daniel tanpa keraguan.
"Papa ataupun grandpa tidak menetapkan seorang pewaris dari siapa yang lebih dulu lahir ataupun gender. Diantara kami bertiga memang Kak Rafa yang paling pantas. Sedari kecil Kak Rafa yang paling serius mempelajari manajemen perusahaan. Sedang aku dan Risya lebih banyak menghabiskan waktu untuk bermain. Dinilai dari segi manapun Kak Rafa yang memang paling pantas. Lagipula hanya masalah jabatan saja. Mengenai warisan yang lainnya kami mendapatkan bagian yang sama" terang Daniel.
"Aku pikir mungkin seperti cerita kolosal yang kubaca. Seorang pewaris utama biasanya akan berusaha disingkirkan posisinya dengan cara apapun bahkan ada yang sampai di bunuh. Tapi sepertinya keluarga Kak Daniel tidak seperti itu" balas Keyra menanggapi.
"Apa yang kamu pikirkan?. Bodoh sekali jika merebutkan hal yang tidak bisa kita bawa mati. Kekuasaan dan kekayaan yang dimiliki manusia itu hanya bersifat sementara. Lagipula seperti yang aku katakan sebelumnya, papa dan mama adil dalam memperlakukan kami semua. Tidak ada salah seorang yang di istimewakan, ya meski terkadang papa selalu membela Risya karena dia adalah anak perempuan satu-satunya tapi aku ataupun Kak Rafa sama sekali tidak keberatan keberatan akan hal itu. Dan lagi, terkadang memang kami yang bersalah karena dengan sengaja mengusili Risya. Dia sangat menggemaskan ketika marah dan merajuk. Entahlah seperti ada kepuasan tersendiri saat berhasil mengerjainya. Tapi sialnya diantara kami ada malaikat penolong Risya yang membuat keusilanku bersama kak Rafa beberapa kali gagal" jawab Daniel tersenyum sembari membayangkan kenangan bersama saudaranya. Terlintas juga bagaimana sekretaris Lee selalu menjadi penyelamat untuk Risya.
"Tuan Raihan?" tanya Keyra memperjelas malaikat penolong adik suaminya itu.
"Tidak, bukan papa tapi suaminya sekarang. Seperti yang tersebar diluar sana papa dan mama memiliki anak adopsi. Kita selalu bersama dan dia yang menjadi penyelamat Risya saat aku dan kak Rafa mengerjainya"
"Maksud Kakak tuan Lee?"
"Ya benar. Dan kamu tahu alasan kenapa dia selalu menjadi penyelamat Risya, itu karena dia jatuh cinta pada Risya. Sangat konyol bahkan usia mereka terpaut jauh. Kedua kakakku sepertinya termasuk dalam golongan pedofil, kak Dae Hoon paling parah. Beruntung papa dan mama orang tua yang pengertian dan langsung merestui pernikahan mereka" cerita Daniel dengan pejuh semangat.
"Sepertinya keluarga Kakak sangat saling menyayangi satu sama lain" timpal Keyra.
"Tentu saja, itu harus untuk sebuah keluarga. Kami semua sudah diajarkan sejak kecil oleh papa dan mama agar saling menyayangi satu sama lain" jawab Daniel.
"Ah kita jadi melupakan pekerjaan kamu karena terlalu asik mengobrol" tutur Daniel sesaat lupa akan pekerjaan Keyra karena terlalu semangat bercerita tentang keluarganya.
Keyra mengangguk kepalanya, dia juga sempat melupakan pekerjaannya karena asik bercerita dengan suaminya.
"Nyonya Raya orang yang seperti apa?" selidik Keyra beralih pada kakak ipar Daniel yang menjadi pemilik Biantara Group.
"Kak Raya?" Daniel terlihat berpikir untuk beberapa saat. Mengingat sisi sang kakak ipar yang bisa di ceritakannya pada Keyra.
"Kak Raya menurutku wanita yang sangat luar biasa. Seorang istri dan ibu yang sangat sempurna. Dia memilih menjadi ibu rumah tangga karena ingin memberikan yang terbaik untuk suami dan anak-anaknya. Seperti yang aku bilang sebelumnya, kak Raya memilih untuk tidak memimpin Biantara Group karena tidak ingin fokusnya terbagi. Dia ingin meluahkan kasih sayang dan perhatian penuh pada twins. Hal itu dianggap sebagai penebusan dosanya karena hampir lima tahun twins selalu ikut dengannya bekerja. Kamu mungkin pernah mendengar jika dulu Kak Rafa dikabarkan berpisah dengan Kak Raya. Saat itu Kak Raya pergi meninggalkan rumah dalam keadaan tengah hamil. Hingga lima tahun kemudian Kak Rafa dan Kak Raya kembali bertemu dan akhirnya kesalahpahaman diantara mereka jelas. Mereka kembali bersama dan saat itu Kak Raya memutuskan untuk tidak lagi bekerja hanya sesekali sebagai pengawas saja. Entah itu Biantara Group ataupun butik miliknya"
"Aku pikir saat itu pasti pilihan yang sangat sulit untuk Kak Raya merelakan kepemimpinan Biantara Group pada orang lain. Kak Raya adalah satu-satunya pewaris Biantara Group yang ada dan pasti punya tanggung jawab untuk mempertahankan hasih jerih payah keluarganya. Tapi meski begitu dia bisa merelakan semuanya, menguatkan tekadnya untuk tetap menjadi ibu rumah tangga saja. Baginya jika dia dan Kak Rafa sama-sama bekerja maka tidak akan ada yang mengawasi anak-anak mereka secara langsung. Kamu tahu sendiri bagaimana sibuknya mengurus perusahaan sebesar Biantara Group dan Wijaya Group. Aku sangat kagum padanya, pun dengan papa dan mama. Kak Rafa dan kak raya memang mungkin sudah ditakdirkan berjodoh tapi tanpa papa dan mama proses pernikahan mereka kurasa tidak akan berjalan lancar. Papa dan mama memberikan dukungan penuh untuk pernikahan mereka berdua bahkan papa dan mama yang banyak berperan dalam pertemuan mereka hingga bisa menikah. Menurutku kak Rafa tidak salah dalam memilih istri karena kak raya memang seluar biasa itu. Sangat wajar jika cinta kak Rafa sangat besar pada kak Raya. Kamu akan terkejut bila melihat kebucinan kak Rafa pada kak Raya. Citranya yang tersebar diluar sana langsung hancur jika kamu melihatnya secara langsung" cerita Daniel.
"Aku harap kamu bisa menjaga rahasia yang akan kukatakan ini. Aku belum pernah menceritakannya pada orang lain, hanya beberapa anggota keluargaku saja yang tahu masalah ini. Saat mereka berpisah kak Rafa sangat hancur, dunia yang selama ini menjadi tujuannya telah pergi. Bayangkan saja kamu ditinggal pas sayang-sayangnya dan kamu menyadari semua itu karena kesalahan kamu sendiri. Banyak penyesalan yang menambah kehancuran kak Rafa, dia tidak terlalu peka saat itu. Jangan berpikir jika kak Rafa selingkuh seperti rumor murahan yang beredar saat itu. Demi apapun aku bisa menjamin jika kak Rafa tidak akan melakukan hal hina itu pada kak Raya. Yang aku tahu kak Rafa sebisa mungkin akan menjauhi hal-hal yang berpotensi untuk menyakiti kak Raya. Aku sangat ingat jika kak Rafa memiliki satu catatan dimana didalamnya penuh dengan tulisan hal-hal yang disukai kak Raya dan juga hal-hal yang tidak disukainya. Beberapa bagian dari catatan itu ada juga tentang cara-cara untuk membuat kak Raya bahagia. Sangat konyol bukan?. Aku juga berpikir seperti itu pada awalnya, aku bahkan aku sempat menertawakannya. Tapi kak Rafa tetap melakukannya, saat itu dia mengatakan aku bisa mengingat semua itu hanya dengan melihat atau membacanya tapi aku harus punya catatan seperti ini karena tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi dimasa depan. Bisa saja terjadi sesuatu padaku seperti mungkin aku kehilangan ingatanku dan dengan catatan ini aku bisa tahu bagaimana gilanya aku mencintai Raya. Dalam keadaan apapun aku tidak ingin menyakiti hatinya. Aku hanya bisa terdiam setelah kak Rafa mengucapkan itu. Siapa yang menyangka cintanya yang begitu besar membuatnya berpikir sejauh itu dan itu sungguh sangat luar biasa"
"Sebenarnya perpisahan mereka hanya karena sebuah kesalahpahaman dan kak Rafa yang menjadi pihak timbulnya kesalahanpahaman itu. Dia benar-benar menyesali semua sikapnya hingga wanita yang dicintainya memilih pergi. Aku dan kak Dae Hoon menjadi saksi seberapa hancurnya kak Rafa. Bagaimana akhirnya dia divonis mengalami panic attack yang sangat parah karena rasa kehilangannya. Sampai sekarang penyakitnya itu belum sembuh tapi sudah jauh lebih baik karena penyebab dia mengidap penyakit itu telah kembali. Terkadang masih bisa kambuh saat kak Rafa tidak menemukan kak Raya atau twins saat tersadar dari tidurnya. Dan karena itu juga kak Raya tidak pernah meninggalkan kak Rafa dalam keadaan tertidur"
"Dulu tak jarang karena penyakitnya itu kak Rafa melukai dirinya sendiri. Sering kali harus disuntikan obat penenang untuk menghentikan aksi brutalnya. Bahkan Bryan sepupuku yang dokter itu harus ikut kemampuan kak Rafa pergi. Tapi Alhamdulillah semuanya membaik saat kak Raya kembali apalagi dengan kehadiran twins sekaligus. Dua bocah itu membuat suasana mansion sangat ramai. Kamu pasti akan menyukai mereka saat pertemuan pertama" ucap Daniel dengan senyuman lebar mengingat dua keponakannya.
'Dan aku mungkin tidak akan pernah bertemu dengan mereka', batin Keyra mengingat rumitnya pernikahan mereka. Daniel pasti akan lebih memilih untuk menjauhkan Keyra dari jangkauan keluarganya karena tidak ingin menimbulkan percikan kecurigaan. Bukankah pernikahan mereka dirahasiakan?.
"Aku dengar pernikahan mereka karena perjodohan. Apa mungkin tuan Rafael sengaja merencanakan perjodohan itu?" tanya Keyra karena itu yang sempat Keyra lihat di media.
Seperti kebanyakan cerita yang Keyra baca beberapa pernikahan karena perjodohan ada yang bertahan tapi tidak sedikit juga yang berakhir dengan perceraian. Tapi sepertinya kata perceraian jauh dari pernikahan Rafa dan Raya. Keyra pernah mendengar seseorang berkata sebuah hubungan akan lebih besar kemungkinannya bertahan bila sang pria yang memiliki cinta yang lebih besar dan mungkin itu yang terjadi pada hubungan Rafa dan Raya. Dan dari cerita Daniel Keyra menyangka bila Rafael yang mengatur segalanya hingga akhirnya keduanya bisa menikahi.
"Iya mereka menikah karena perjodohan tapi bukan karena skenario kak Rafa. Mama bersahabat dengan mama clara, mamanya kak Raya. Seperti orang tua pada umumnya, mereka yang ingin menjalin silaturahmi lebih erat lagi memutuskan untuk menjodohkan kak Rafa dan kak Raya. Keduanya membayangkan benar-benar akan menjadi keluarga bila kak Rafa dan kak Raya menikah. Tapi tetap saja perjodohan itu tidak akan berakhir dengan sebuah pernikahan jika Kak Rafa tidak setuju, aku tahu bagaimana kerasnya hatinya soal wanita. Saat itu bila bukan Kak Raya wanitanya Kak Rafa sudah pasti akan menolak mentah-mentah perjodohan itu. Cerita mereka sangat panjang tapi intinya Kak Rafa sudah mencintai Kak Raya sedari lama. Sudah aku katakan jika kedua kakakku seperti seorang pedofil. Mereka masing-masing mencintai istrinya saat usia kak Raya ataupun Risya masih sangat belia. Kak Rafa sudah mencintai kak Raya selama separuh hidupnya dan beruntungnya mereka benar-benar berjodoh. Tapi meski cintanya sangat besar kak Rafa tidak pernah memaksakan kehendaknya seperti yang kamu pikirkan. Kak Rafa bahkan pernah merelakan kak Raya menikah dengan pria lain karena dirinya memiliki kekurangan yang dianggap akan membuat kak raya tidak bahagia hidup bersamanya" jawab Daniel.
"Apa bisa diartikan masing-masing mereka menikahi cinta pertamanya?" tanya Keyra menyimpulkan. Keyra tidak ingin menanyakan tentang kekurangan yang dikatakan oleh Daniel jika bukan pria itu yang menjelaskannya. Keyra merasa tidak memiliki hak untuk mengorek informasi itu. Meski sebenarnya Keyra sangat penasaran tapi dia harus menyimpannya hingga Daniel atau bahkan mungkin sang pemilik kisah yang menceritakan secara langsung.
"Tepat sekali" jawab Daniel.
"Pasti kisah cinta mereka sangat indah dan sepertinya mereka sama-sama beruntung saling memiliki satu sama lain" sahut Keyra.
"Iya benar, mereka sangat beruntung memiliki satu sama lain. Meski banyak ujian dalam kisah cinta mereka tapi mereka mampu melewatinya dan hidup bahagia bersama hingga saat ini" Daniel menganggukan kepalanya membenarkan.
"Aku sudah mendapatkan karakteristik bangunan yang di sukai nyonya Raya" ucap Keyra tersenyum lebar.
Daniel terpaku melihat senyuman itu, tanpa sadar sudut bibir pria itu juga ikut terangkat. Ini kali pertama Keyra tersenyum lepas padanya, benar-benar dari hatinya tidak terlihat sedikitpun di paksakan.
"Nyonya Raya pasti menyukai tempat yang bernuansa keluarga dan ramah anak-anak. Benarkan?" ucap Keyra menyimpulkan. Meski sedari tadi pembahasan mereka jauh melenceng kemana-mana tapi tentu saja pikiran Keyra masih setengah berada pada pekerjaannya.
Dinilai dari cerita Daniel, pemilik Biantara Group itu seorang istri yang baik dan sangat keibuan. Keyra menyimpulkan jika Raya akan menyukai apapun yang bertema keluarga.
"Benar" jawab Daniel mengangguk. Tebakan Keyra memang benar, Daniel bahkan baru terpikirkan tentang itu. Berbicara tentang karakteristik bangunan Biantara Group hanya akal-akalannya saja supaya bisa berinteraksi banyak dengan istrinya.
"Terima kasih atas cerita Kakak" ucap Keyra tersenyum puas karena telah berhasil mendapatkan informasi penting dari Daniel.
"Kamu curang. Aku pikr kamu bertanya karena penasaran dengan Kak Raya bukan memiliki niat tersembunyi seperti ini" ujar Daniel mengacak-acak rambut Keyra dengan gemas.
"Ihh rambut Keyra berantakan Kak" protes Keyra menahan tangan kekar Daniel.
Hingga tatapan keduanya saling bertabrakan, sesaat keduanya menatap dengan dalam hingga akhirnya Keyra memilih mengakhirinya. Daniel terlihat salah tingkah di tempatnya sedang Keyra bersikap biasa-biasa saja tapi percayalah sikap tenangnya itu hanya diluar saja. Debaran jantung wanita itu kini menggila hingga organ pemompa darahnya terasa akan keluar dari rongga dadanya.
"Lagipula tidak ada salahnya. Seorang pebisnis seperti Kakak terlalu lalai menceritakan hal seperti tadi. Untung saja aku rekan bisnis Kakak. Coba saja Kakak menceritakannya pada pesaing bisnis Kakak pasti mereka akan memanfaatkannya. Kakak harus lebih berhati-hati lagi" ucap Keyra berusaha mengalihkan kecanggungan yang terjadi.
"Tapi rekan bisnisku ini juga memanfaatkannya" balas Daniel. Pria itu sangat senang bisa berbicara sepanjang itu dengan sang istri.
"Sayang bila tidak dimanfaatkan. Kakak sudah terlanjur bercerita" balas Keyra.
"Ya ya, Nona arsitek. Oh ya kenapa kamu memutuskan ingin menjadi seorang arsitek?" tanya Daniel.
"Karena ayah" jawab Keyra tanpa keraguan.
"Ayah?"
"Ya, Ayah dulu seorang arsitek tapi berhenti karena ayah tidak lagi bisa menggambar desain. Meski begitu ayah selalu mengajarkan aku tentang desain bangunan dan lama-kelamaan aku menyukainya" jawab Keyra jujur.
"Memangnya ayah kenapa?" selidik Daniel.
"Beberapa jari-jemari ayah patah. Ayah bilang itu terjadi karena kecelakaan. Saat memegang pensil atau pena ayah tidak lagi bisa menggunakannya dengan sempurna. Hasil desain ayah pasti akan berakhir berantakan. Ayah tidak bisa membuat garis lurus karena keadaan tangannya tremor saat memegang sesuatu" jelas Keyra.
"Aku yakin Ayah pasti akan menjadi arsitek yang hebat jika bukan karena kecelakaan itu" sahut Daniel.
"Ya aku pikir juga seperti itu. Desain-desain yang ayah miliki sangat luar biasa menurutku. Aku bahkan belum bisa membuat desain seperti ayah meski sudah berulang kali di ajarkan" jawab Keyra membenarkan.
"Apa ayah masih memiliki desain sebelum kecelakaan itu?" tanya Daniel.
"Masih, desain-desain ayah ada di rumah lama kami" jawab Keyra.
"Boleh kapan-kapan aku melihatnya?" tanya Daniel penuh harap.
"Tentu boleh, aku yakin ayah tidak akan keberatan" jawab Keyra menganggukan kepalanya.
"Terima kasih Key" balas Daniel tersenyum bahagia.
__ADS_1