Tuan Daniel Secret Wife

Tuan Daniel Secret Wife
TDSW 15. Pesta


__ADS_3

"Kenapa tidak mengajak Keyra kesana?" tanya Alex saat dirinya dan Daniel akan berangkat menuju lokasi tempat dimana rekan bisnis Daniel mengadakan pesta.


"Kamu lupa jika tidak siapapun yang tahu tentang pernikahan kami" jawab Daniel dengan ketus.


"Ah ya benar juga. Jika kamu datang membawakan Keyra kesana yang ada malah menjadi gosip baru. Pemberitaan tentang kalian bisa saja menjadi trending topik besok, selain itu juga akan sangat tidak baik bagi tuan rumah yang mengadakan pesta. Rasanya sangat tidak etis dan juga tidak beradab"


"Bukanya fokus pada tuan rumah yang ada para wartawan lebih tertarik dengan tuan muda kedua Wijaya Group menggandeng seorang wanita ke sebuah pesta"


"Hm" balas Daniel singkat. Tanpa perlu dijelaskan Alex pasti sudah mengerti. Lagipula bila dia memberikan jawaban yang panjang tidak menutup kemungkinan mereka akan berakhir dengan perdebatan. Daniel menghindari hal itu saat ini karena ingin cepat sampai di lokasi pesta kemudian pulang.


"Aku pikir tadinya Keyra juga akan hadir disana. Secara posisi Keyra di Mahesa Company tidak terbilang kaleng-kaleng" ucap Alex.


"Dia tidak suka acara-acara seperti itu. Lagipula Keyra tidak diwajibkan untuk ikut kecuali memang diwajibkan maka mau tidak mau Keyra harus hadir disana" jawab Daniel menanggapi seadanya.


"Sepertinya hubungan kalian sudah lebih baik hingga kamu tahu tentang hal itu" celetuk Alex.


"Tanpa diucapkan dari mulut Keyra aku juga bisa tahu sendiri" balas Daniel.


"Iya iya tuan konglomerat. Dengan uang yang Anda miliki apa yang tidak bisa dilakukan. Beruntung sekali terlahir kaya"


"Sudahlah Lex, jangan banyak berkomentar. Ayo jalan agar cepat sampai disana"


Alex segera melajukan mobilnya menuju hotel tempat dimana pesta rekan bisnis Daniel diadakan. Tidak ingin berbicara lebih banyak lagi yang akan berakhir dengan ancaman pemotongan gajinya. Ancaman yang tidak pernah terealisasi tapi tetap saja Alex tidak ingin mencoba-coba. Siapa yang tahu suasana hati seorang Daniel. Bisa saja pria itu yang begitu baik hari ini berubah esok hari. Tidak ada yang bisa menjamin hati seseorang.


"Kak Rafa datang juga?" tanya Daniel penasaran. Satahu Daniel Rafa juga merupakan rekan bisnis Anthony tuan rumah yang mengadakan pesta ini.


"Tidak, Kak Rafa mana mungkin meninggalkan Kak Raya yang tengah hamil besar. Andra yang akan datang menjadi perwakilannya" terang Alex.

__ADS_1


"Aku tebak Kak Dae Hoon juga melakukan hal yang sama" timpal Daniel yang sudah sangat paham dengan sifat kedua kakaknya.


"Ya apalagi Risya kurang sedang kurang sehat saat ini" jawab Alex.


"Kau mencari tahunya?, Jangan bilang kau masih berharap pada Risya Lex. Ayolah Lex, Risya sebentar lagi akan menjadi seorang ibu dan Kak Dae Hoon sangat mencintainya" ucap Daniel bernada ledekan.


"Untuk sekedar informasi Tuan Muda Daniel, pertama saya ini kakak dari Risya meski tidak tercatat secara resmi jadi tidak mungkin saya mengharapkan Risya selayaknya harapan seorang pria pada wanita. Dan yang kedua, bukan mencari tahu melainkan dapat informasi dari Mama yang mengatakan akan menjenguk Risya karena Risya sedang tidak enak badan"


Alex benar-benar jengah. Hanya karena tawarannya yang berniat menolong adik angkatnya Daniel justru menjadi hal itu sebagai bahan untuk mengolok-oloknya. Jika saja wanitanya bukan Risya mana mungkin Alex berbesar hati sebagai pahlawan kesiangan. Dia punya banyak hutang budi pada keluarga Daniel hingga menganggap tawarannya kala itu bisa menjadi sedikit balasan atas kebaikan keluarga itu.


"Aku harap benar begitu. Dan segeralah mencari pasangan agar aku percaya kau benar-benar tidak memiliki perasaan lebih pada Risya. Jika kau terus menjomblo seperti ini aku akan tetap berpikir kau memang menyimpan harapan pada adikku"


"Terserah Anda Tuan Muda" balas Alex acuh. Percuma menjawab panjang lebar karena dia tahu Daniel tetap akan mengolok-oloknya.


"Pestanya diadakan disini?. Jaraknya dekat sekali dengan penthouse" ujar Daniel kala Alex menghentikan mobilnya di depan salah satu hotel ternama.


"Terima kasih Pak" ucap Alex pada seorang valet parking setelah sang valet menerima kunci mobil yang disodorkannya.


"Iya, makanya kalau baca undangan itu sampai selesai. Beruntung aku bukan orang jahat yang bisa saja menyeretmu ke neraka" ketus Alex menanggapi pertanyaan Daniel sebelumnya.


"Dasar pemarah, ingat Lex kau itu belum menikah. Jangan sampai wajahmu terlihat lebih tua dari usiamu seharusnya. Wanita-wanita diluar sana mungkin akan lari melihat banyak kerutan menempel di wajahmu itu" ledek Daniel.


"Sekedar informasi Tuan Muda Daniel!. Wanita diluar sana tidak peduli dengan seberapa banyak kerutan yang menempel diwajah ini. Mereka hanya peduli seberapa banyak uang yang kau miliki. Jika tidak percaya tanyakan saja pada istrimu"


Alex benar-benar kesal karena Daniel terus meledeknya. Mentang-mentang dirinya belum menikah Daniel dengan mudah mengoloknya. Jika bukan karena peristiwa di desa Winara hari itu Alex bisa pastikan hingga saat ini Daniel juga masih sendiri sama seperti dirinya.


"Keyra bukan wanita mata duitan" protes Daniel tidak terima.

__ADS_1


"Bukan mata duitan Tuan Muda Daniel tapi lebih pada realitas. Semua yang ada di dunia ini membutuhkan uang. Memangnya apa yang bisa dilakukan tanpa uang?. Semuanya, semuanya butuh uang. Masuk toilet umum buang kotoran saja harus bayar" seloroh Alex masih dengan nada kesalnya.


Daniel membenarkan apa yang dikatakan oleh Alex tapi tentu hanya bergumam dalam hatinya saja. Tidak mungkin CEO Biantara Group itu mengungkapkan secara gamblang bahwa apa yang dikatakan oleh Alex memang kebenaran, tentu saja dirinya gengsi.


"Sudahlah, ayo masuk"


Daniel berjalan lebih dulu meninggalkan Alex dibelakangnya. Tidak lagi mendebat sahabatnya itu karena tetap saja Alex yang akan memenangkan perdebatan tak berfaedah ini.


"Selamat malam Kak Daniel" sapa seorang wanita menghampiri Daniel. Menampilkan senyuman termanisnya melihat kehadiran Daniel.


"Selamat malam Er" jawab Daniel dengan panggilan akrab mereka.


"Aku pikir Kak Daniel tidak akan menghadiri pesta seperti ini. Aku dengar dari Aunty Maya Kakak tidak terlalu menyukai pesta seperti ini, apa aku salah?"


"Menyukai memang tidak tapi sebagai seorang pebisnis menghadiri pesta seperti ini kadang menjadi keharusan" jawab Daniel seadanya.


"Ayo kesana dulu menyapa tuan Anthony" ajak Daniel tanpa menunggu jawaban Erika langsung berlalu menuju sang tuan rumah yang mengadakan pesta. Erika langsung mengekor dibelakang Daniel.


"Bisa aku bergabung dengan Kakak. Papa terlihat sibuk mengobrol dengan teman-temannya dan aku merasa tidak begitu tertarik dengan obrolan mereka" ucap Erika berjalan sedikit cepat menyesuaikan langkahnya dengan kaki panjang Daniel.


"Kamu harus membiasakan diri. Aku dengar sebentar lagi kamu akan menggantikan posisi Uncle Sam" jawab Daniel tidak sedikitpun menghentikan langkahnya.


"Selamat malam Tuan Anthony" sapa Daniel saat langkahnya sudah berada didekat rekan bisnisnya.


"Oh selamat malam tuan Daniel, terima kasih sudah sudi menghadiri pesta ini" jawab Anthony menerima uluran tangan Daniel, keduanya saling berjabat tangan.


"Selamat malam Tuan Anthony" Erika ikut menyapa Anthony setelah Daniel.

__ADS_1


"Selamat malam Nona Erika. Wah sepertinya akan ada kabar baik melihat kalian datang bersama" ujar Anthony salah paham melihat Daniel dan Erika datang bersamaan menyapanya.


Manik mata Erika langsung mengarah pada Daniel, menunggu reaksi pria itu menggapi kalimat Anthony.


__ADS_2