Tuan Daniel Secret Wife

Tuan Daniel Secret Wife
TDSW 16. Jebakan


__ADS_3

"Saya dan Erika tidak datang bersama Tuan Anthony, sepertinya Anda telah salah paham. kita baru bertemu disini. Saya datang bersama Alex asisten saya" ucap Daniel menjelaskan kesalahpahaman Anthony, tangannya menunjuk kearah Alex yang terlihat tengah mengobrol dengan para petinggi dari perusahaan lain.


"Oh begitukah, maaf saya salah menduga. Tapi sepertinya jika datang bersama-sama juga tidak masalah. Kalian terlihat seperti pasangan serasi" komentar Anthony.


"Doakan saja yang terbaik Tuan" balas Erika dengan senyuman manisnya.


Seorang pelayan datang membawakan minuman. Anthony, Daniel dan Erika langsung mengambil masing-masing satu gelas minuman.


"Selamat atas keberhasilan proyek Anda Tuan Anthony" ucap Daniel mengangkat gelasnya. Ya pesta ini diadakan dalam rangka keberhasilan satu produk besar perusahaan Anthony sekaligus membangun hubungan dengan relasi-relasi bisnis untuk memudahkan kerjasama dimasa depan.


"Terima kasih Tuan Daniel" jawab Anthony ikut mengangkat gelasnya. Tiga gelas saling bertabrakan, Erika ikut mengangkat gelasnya saat Anthony dan Daniel melakukan cheers.


"Saya berharap kerjasama Biantara Group dan Aera Coorporation berjalan dengan baik dimasa depan" ucap Anthony.


"Ya saya juga mengharapkan hal yang sama Tuan Anthony. Sejauh ini tidak ada masalah dalam proyek Biantara Group dan Aera Coorporation" jawab Daniel.


Sesaat Daniel mengobrol dengan Anthony, menghargai rekan bisnisnya itu. Pembicaraan mereka tentu tidak jauh melenceng dari perkembangan beberapa kerjasama yang tengah mereka geluti saat ini.


"Kalau begitu saya permisi dulu Tuan Anthony, permisi Er" ucap Daniel undur diri. Pria itu memberikan kode melalui matanya pada Alex, meminta sahabatnya itu untuk segera menghadap padanya.


"Sudah akan pulang?" tanya Alex keheranan, dia bahkan belum sempat mengucapkan selamat pada tuan rumah yang mengadakan pesta.


"Ada yang aneh dengan tubuhku" ucap Daniel mulai berkeringat dingin. Sepertinya seseorang telah menjebaknya.


"Pesankan kamar dan panggil Bryan datang kemari" perintah Daniel berusaha mengendalikan dirinya.


"Tunggu sebentar" Alex sedikit menjauh dari kerumunan dengan netranya tidak lepas mengawasi Daniel. Dia tidak ingin ceroboh dan kecolongan.


Beberapa rekan bisnis datang menghampiri Daniel dan menyapa. Daniel hanya memberikan tanggapan seadanya saja. Kondisi tubuhnya semakin terasa tidak nyaman dan Daniel mulai kesulitan untuk mengendalikan dirinya.


Andra yang kebetulan akan menghampiri Daniel menyadari kondisi tuan mudanya itu.


"Maaf menyela Tuan, saya perlu menyampaikan amanah tuan Raihan pada tuan Daniel. Kami permisi" ucap Andra mengalihkan atensi rekan bisnis Daniel.


"Oh tentu tuan Andra silahkan" balas para rekan bisnis Daniel.


"Mari Tuan Muda" ucap Andra berusaha menjauhkan Daniel dari kerumunan.


"Anda baik-baik saja?" tanya Andra melihat wajah Daniel mulai pucat.


"Sepertinya ada seseorang yang mencampurkan obat perangsang dalam minumanku"

__ADS_1


"Aku sudah memesan kamar dan memanggil Bryan" Alex muncul dibelakang Daniel dan Andra, mulai menuntun jalan bagi Daniel menuju kamar yang telah dipesannya.


"Masih bisa menahannya?" tanya Alex khawatir.


"Hm" balas Daniel singkat.


"Saya akan meminta orang untuk menyelidiki kejadian ini" ucap Andra menawarkan diri.


Sebenarnya bukan bagian dari pekerjaannya tapi tidak ada salahnya membantu bukan. Meski Daniel tuan muda baginya tapi Daniel bukanlah tanggung jawabnya. Andra dipercayakan bekerja untuk Rafa dan bertanggung jawab atas pewaris pertama Wijaya Group itu. Tapi meski begitu dalam keadaan genting seperti ini rasanya tidak mungkin dia hanya berdiam diri saja.


Kejadian seperti ini bukan hal baru bagi Andra. Beberapa kali Rafa hampir mengalami hal yang sama tapi dia ataupun sekretaris Lee selalu berhasil menjaga tuannya itu.


Kali ini mereka kecolongan pada Daniel dan masalah obat perangsang ini bukan hal yang sederhana.


"Terima kasih Dra" ucap Daniel menghargai kebaikan Andra.


Alex bergegas membawa Daniel masuk ke dalam kamar yang telah dipesannya. Tidak ingin terlalu lama berkeliaran dimana hal itu mungkin saja akan menjadi sebuah artikel yang tidak menyenangkan esok hari. Berbagai asusmi akan menghiasi nama Daniel karena melihat wajah pria itu begitu pucat saat ini. Kecurigaan mengenai Daniel mengalami sakit parah tidak terbantahkan bila gambar Daniel yang pucat sekarang ini tersebar luas.


"Suruh Bryan datang lebih cepat" titah Daniel mulai merebahkan tubuhnya. Berusaha meredamkan gejolak gairahnya yang memuncak.


"Ya, tunggu disini sebentar. Pintunya akan kukunci dari luar. Kamu bisa berendam dengan air dingin jika dibutuhkan. Aku akan cepat kembali dengan membawa obatmu" ucap Alex berlalu meninggalkan Daniel dengan terburu-buru.


Sengaja pintu dikunci karena tidak ingin seseorang menerobos masuk yang bisa mengakibatkan masalah lebih besar lagi. Tentu mereka harus membuat penjagaan yang ketat. Seseorang yang telah mencampurkan obat dalam minuman Daniel pasti sedang menunggu kesempatan. Alex tentu tidak akan membiarkan para penjahat itu mencapai tujuannya. Lengah sedikit saja dia yakin masalahnya akan semakin runyam.


"Kak Alex" panggil Keyra dari kejauhan.


"Oh syukurlah kamu sudah datang Key, ayo ikut aku" ajak Alex dengan terburu-buru. Waktu mereka tidak banyak atau kondisi Daniel akan lebih parah lagi.


"Apa yang terjadi Kak?" tanya Keyra mengekori langkah cepat Alex.


"Seseorang mencampurkan obat perangsang dalam minuman Daniel. Kamu pasti mengerti bagaimana cara kerjanya. Aku harap kamu bisa membantu Daniel, aku mohon Key. Bila Daniel tidak melakukan pengobatan yang tepat mungkin saja akan berakibat fatal pada kesehatannya. Tolong bantu Daniel. Aku tahu hubungan kalian bagaimana tapi hanya kamu yang bisa menolongnya saat ini. Aku bersalah karena lalai hingga kejadiannya seperti ini. Aku mohon bantu aku agar tidak mengakibatkan kesalahan lebih besar lagi" mohon Alex dengan mimik wajahnya yang terlihat begitu khawatir.


"Dimana Kak Daniel?" tanya Keyra tak kalah khawatir.


"Dia disini, masuklah" ucap Alex saat mereka sampai tepat didepan kamar yang ditempati Daniel. Menempelkan kartu akses agar pintu kamar terbuka.


"Aku akan berjaga, kamu bisa memanggilku bila terjadi sesuatu pada Daniel" ucap Alex sebelum menutup pintu.


Keyra berjalan mencari keberadaan Daniel yang dia tebak sedang berada didalam kamar mandi. Kakinya tanpa ragu terus melangkah mendekat, mengikis jarak untuk melihat keadaan suaminya.


"Kak" ucap Keyra saat Daniel akan melepas kemejanya.

__ADS_1


Napas Daniel terlihat memburu, wajahnya juga sangat pucat.


"Kenapa kamu disini Key?" tanya Daniel berusaha mempertahankan kesadarannya. Daniel semakin kesulitan mengendalikan dirinya dengan adanya Keyra disana. Alunan suara merdu Keyra semakin membangkitkan gairahnya.


"Kak Alex memintaku datang" jawab Keyra jujur.


"Keluar Key, jangan disini. Aku bisa saja tanpa sadar melukai kamu" ujar Daniel tapi tak diindahkan oleh Keyra.


"Kakak baik-baik saja?" tanya Keyra mendekat. Wajah Daniel terlihat semakin pucat seperti tak dialiri darah sedikitpun.


"Jangan mendekat, aku mohon keluar Key" mohon Daniel takut tidak bisa lebih lama lagi menahan dirinya.


Permohonan Daniel sama sekali tidak dihiraukan oleh Keyra. Dibandingkan dengan apa yang akan terjadi nanti Keyra lebih takut melihat wajah Daniel yang benar-benar sangat pucat.


"Kakak baik-baik saja?. Kakak terlihat sangat pucat" ucap Keyra mengikis jarak dan memberikan diri menyentuh wajah Daniel.


"Aku mohon Key, aku benar-benar tidak ingin menyakiti kamu" lirih Daniel mulai kehilangan kendali akan dirinya. Sentuhan kecil Keyra sangat berpengaruh besar baginya.


"Aku percaya Kakak tidak akan menyakitiku" ucap Keyra bersungguh-sungguh. Kalimat percayanya bukanlah sebuah kebohongan belaka.


Netra keduanya saling bertabrakan, menatap dalam satu sama lain dengan perasaan yang tidak bisa dijelaskan. Perlahan seperti sebuah magnet wajah kedua semakin mendekat satu sama lain. Hingga tidak sedikitpun tersisa jarak lagi, Daniel tanpa sadar maraup bibir ranum milik Keyra. Gerakan yang awalnya lembut perlahan berubah kasar dengan gairah Daniel yang semakin menggebu.


Keduanya larut dalam dalam tautan bibir yang begitu menggairahkan. Daniel yang memang sudah dicekoki obat perangsang memperdalam ciumannya dengan begitu menuntut. Napsunya semakin menguap dan tak terhankan saat menyentuh Keyra.


Satu menit...


Dua menit...


Tiga menit....


Empat menit...


Lima menit....


Waktu terlewati terasa begitu cepat bagi kedua insan itu.


"Emmppttt..." Keyra yang kehabisan napasnya memberikan isyarat dengan menepuk dada Daniel.


"Maaf aku...aku..." Daniel beringsut menjauh saat ciuman mereka terlepas.


Huh... huh..., Keyra menormalkan napasnya. Menghirup sebanyak-banyaknya oksigen karena merasa dia sangat membutuhkannya saat ini.

__ADS_1


"Keluarlah Key, aku mohon" lirih Daniel sembari menarik rambutnya dengan kuat. Frustrasi dengan keadaannya, gairahnya tak tertahankan dan dorongan ingin menerkam Keyra sangat kuat.


__ADS_2