
Hubungan Keyra dan Daniel semakin hari semakin membaik. Keduanya tidak lagi canggung seperti saat pertama kali terjebak dalam pernikahan dadakan karena tertangkap basah oleh warga.
Keyra tetap dengan kesehariannya seperti sebelum menikah pun dengan Daniel, pria itu semakin giat bekerja karena sudah memiliki tanggung jawab baru dalam hidupnya.
Keyra pikir Daniel tidak akan bersikap sebaik ini padanya. Sejauh pernikahan mereka Daniel memberikan segalanya untuk Keyra meski pernikahan mereka tetap dalam status dirahasiakan. Mengupayakan kenyamanan Keyra hingga wanita itu yang pada awalnya bertekad untuk menutup diri menjadikan Daniel pengecualian. Keyra tidak bisa bersikap acuh tak acuh pada Daniel.
Daniel memberikan nafkah lahir pada Keyra tanpa menuntut balasan apapun dari istrinya itu. Terkadang Keyra merasa sungkan menggunakan kartu yang diberikan Daniel tapi semua itu hilang saat Daniel sendiri memaksanya menggunakan kartu sakti itu. Pria itu menggatakan bila Keyra tidak menggunakan kartunya maka Daniel akan melakukan kewajibannya dengan cara lain.
Saat Keyra tidak menggunakan kartu yang diberikannya, Daniel akan membeli beberapa aset atas nama Keyra sebagai gantinya. Awalnya Keyra sama sekali tidak peduli karena berpikir Daniel tidak mungkin serius. Hingga Alex membawa seorang notaris menghadap padanya dan tiba-tiba saja notaris kepercayaan Daniel itu meminta tandatangannya. Keyra melihat sendiri sudah ada beberapa aset yang dibeli atas namanya entah dalam bentuk bangunan maupun tanah.
Protes?, Tentu saja Keyra melakukannya. Tapi dengan tenang Daniel hanya menjawab agar Keyra menggunakan kartu yang telah diberikannya untuk keperluan Keyra sehari-hari baru dia akan berhenti. Keyra mau tidak mau menurut, dia tidak ingin mengikuti kegilaan Daniel yang mungkin tidak tahu lagi mau menghabiskan uangnya untuk apa.
"Malam nanti rekan bisnisku mengadakan pesta, aku mungkin akan pulang larut jadi jangan menungguku" beritahu Daniel pada sang istri.
"Geer sekali, siapa juga yang mau menunggu Kakak. Lebih baik aku tidur karena besok akan bekerja. Kakak sudah dewasa mau melakukan apapun terserah saja, entah pulang malam atau apapun itu terserah. Kakak bukan anak kecil yang harus diawasi oleh orang tuanya" balas Keyra cuek.
"Baiklah Nona Keyra, saya hanya sekedar memberikan sebuah informasi. Siapa tahu saja nanti kamu tiba-tiba rindu dan mencariku tapi tidak ketemu di penthouse ini. Bagaimanapun beberapa waktu ini kita hidup berdampingan, selalu sarapan dan makan malam bersama. Mungkin saja kamu akan merasa aneh bila nanti malam harus makan sendirian tanpa ada aku" ujar Daniel dengan percaya diri.
"Puluhan tahun dalam hidupku melakukan kegiatan yang Kakak sebutkan tadi sendiri. Aku pikir beberapa waktu kebersamaan kita tidak banyak mengubah apapun hingga merasa aneh saat Kakak tidak ada. Apalagi tentang rindu, tidak akan terjadi!" balas Keyra mematahkan kepercayaan diri Daniel.
"Jangan sepercaya diri itu Key, kamu bahkan belum melewatinya. Tunggu malam nanti saat aku tidak pulang kamu pasti akan merasa seperti kehilangan sesuatu. Jika kamu merasakannya jangan mencoba untuk menghubungiku karena aku tidak akan menjawabnya" jawab Daniel berpura-pura merajuk.
"Pembicaraan Kakak sudah melenceng terlalu jauh. Untuk apa merasa kehilangan bila Kakak nantinya juga akan tetap pulang ke penthouse ini" balas Keyra terus membantah perkataan Daniel yang begitu konyol menurutnya.
"Apa kamu punya pacar sebelumnya?" tanya Daniel membuat Keyra mengerutkan keningnya. Mengapa tiba-tiba membahas tentang pacar, pikir Keyra.
"Kenapa tiba-tiba membahas tentang itu?" tanya Keyra tidak mengerti.
"Jawab saja, apa kamu pernah pacaran sebelumnya?" desak Daniel menuntut jawaban.
"Tidak, hubungan seperti itu tidak penting menurutku" jawab Keyra jujur.
"Tidak pernah sama sekali?" tanya Daniel yang mendapatkan gelengan dari Keyra.
"Artinya kamu jomblo seumur hidup?" ucap Daniel masih berusaha untuk percaya.
"Ya, single dari lahir lebih tepatnya" jawab Keyra membenarkan.
"Pantas saja" timpal Daniel.
"Apanya yang pantas?" tanya Keyra bingung.
__ADS_1
"Kamu sangat tidak romantis" celetuk Daniel.
Keyra mengangkat kedua bahunya tanda tidak terlalu peduli.
"Lagian apa juga pentingnya bersikap romantis" tutur Keyra dengan raut wajah tidak tertarik memiliki sikap itu.
"Tentu saja penting. Setiap manusia itu diciptakan berpasang-pasangan dan sikap romantis sangat diperlukan dalam suatu hubungan untuk menyenangkan pasangannya. Tapi apa kamu benar-benar tidak pernah memiliki hubungan spesial dengan pria manapun sebelumnya?" tanya Daniel lagi. Sungguh di era modern saat ini manusia yang tidak berpacaran sangat bisa dihitung jumlahnya.
"Iya Tuan Muda Daniel. Kalau tidak percaya ya sudah" balas Keyra acuh. Percuma memberikan jawaban jujur bila pikiran Daniel memang tidak mempercayainya.
"Kenapa?"
Keyra mengerutkan keningnya dengan pertanyaan ambigu itu.
"Maksudnya kamu cantik, baik, dewasa, mandiri dan juga pekerja keras ya meskipun sedikit misterius. Tidak mungkin tidak ada pria yang menyatakan perasaannya pada kamu, aku tidak akan percaya jika kamu mengatakan itu alasannya"
"Ya, aku memang cantik dan pria yang menyatakan perasaannya padaku banyak, sangat banyak bahkan" jawab Keyra menyombongkan diri.
"Aku yang tidak tertarik memiliki hubungan seperti itu dengan mereka" lanjutnya.
"Karena mereka bukan pria yang kamu cintai?" tebak Daniel.
"Jadi alasan kamu memang benar-benar hanya karena tidak tertarik dengan sebuah hubungan spesial?"
Keyra mengangguk.
"Sama sekali?" tanya Daniel kembali untuk memastikan.
"Iya sama sekali" jawab Keyra tanpa keraguan.
"Semua yang terjadi pasti ada penyebabnya Key. Tidak mungkin kamu tiba-tiba tidak tertarik sama sekali tentang sebuah hubungan"
Keyra mendonggak menatap pada suaminya, ternyata Daniel mudah menebaknya. Ya, pria cerdas seperti Daniel tidak mungkin menerima suatu alasan dengan mudah. Otaknya pasti akan langsung memproses kalimat-kalimat yang tertangkap cukup janggal.
"Kamu punya trauma?"
Keyra mengepal kedua tangannya dengan kuat, diam menunduk tanpa berniat menjawab pertanyaan Daniel.
"Aku tidak memaksa kamu untuk bercerita" ucap Daniel melepas kepalan tangan Keyra kemudian menggenggam tangan istrinya.
"Kamu bisa bercerita bila menginginkannya, aku akan siap kapanpun menjadi pendengar. Dan kamu juga bisa merahasiakan tentang itu karena kamu yang paling berhak atas dirimu sendiri. Maaf bila pertanyaanku membuat kamu merasa tidak nyaman" ujar Daniel dengan penuh kelembutan.
__ADS_1
Keyra tetap menunduk dan bungkam. Memang benar, perasaannya saat ini sangat tidak nyaman.
"Aku pergi dulu ya, ingat nanti malam aku akan pulang larut. Jangan membuka pintu bila ada yang mengetuk, bahaya!. Jika aku yang datang aku pasti akan langsung masuk" pesan Daniel.
Bila dirinya yang pulang tentu Daniel tidak perlu mengetuk pintu. Dia hanya perlu menempelkan jarinya karena memang pintu penthouse miliknya menggunakan keamanan biometrik. Hanya dia, Keyra, Alex dan juga bik Narsih yang bebas keluar masuk dati penthouse itu.
"Iya Kak, hati-hati dijalan" ucap Keyra setelah menguasai perasaannya. Suaranya masih terdengar lirih karena perasaannya sedang tidak baik-baik saja.
"Assalamualaikum"
Cup, Daniel memberikan kecupan singkat di kening Keyra. Kebiasaan yang memang pria itu lakukan sejak hari ketiga mereka menikah.
"Waalaikumussalam" jawab Keyra.
***
Malam hari seperti yang dikatakan oleh Daniel sebelumnya pria itu tidak pulang. Saat ini Keyra baru sampai di penthouse. Suasana terasa sepi karena memang tidak ada siapapun disana.
Keyra menebak bik Narsih sudah tidak berada disana lagi karena memang pekerjaan wanita paruh baya itu biasanya akan selesai siang hari.
Wanita tiga puluh dua tahun itu pulang cukup terlambat karena harus lembur, menyelesaikan pekerjaannya yang akan dibutuhkan esok hari. Sebenarnya deadline pekerjaan Keyra seharusnya masih dua hari lagi tapi tiba-tiba saja sang atasan mengatakan akan membutuhkannya besok. Mau tidak mau Keyra harus menyelesaikannya dengan cepat agar tidak terjadi masalah panjang.
Keyra bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu. Tubuhnya yang begitu lengket karena beraktivitas seharian perlu disegarkan. Tidak mungkin juga Keyra langsung tidur dengan keadaan berkeringat meski tubuhnya meminta hal tersebut. Keyra memutuskan untuk berendam sejenak menggunakan air hangat, berharap bisa membuat tubuhnya terasa lebih rileks.
"Ungtung saja sudah shalat isya" gumam Keyra langsung merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur setelah selesai menggunakan piyamanya.
Drrrttt... Drrrttt... Ponsel Keyra terdengar bergetar saat hampir saja beralih ke dunia mimpinya. Dengan malas-malasan Keyra memungutnya dari nakas yang berada disamping tempat tidur.
"Kak Alex?" gumam Keyra mengerutkan keningnya. Bertanya pada dirinya sendiri mengapa sahabat suaminya itu menghubunginya malam-malam begini.
"Assalamualaikum Kak" jawab Keyra tidak ingin berlarut-larut dengan menebak tujuan Alex menghubunginya.
"Waalaikumussalam Key. Maaf mengganggu kamu malam-malam begini Key tapi aku butuh bantuan kamu" ucap Alex dengan suara panik.
"Bantuan?. Bantuan apa Kak?" tanya Keyra dengan perasaan khawatir.
"Aku akan menjelaskannya nanti. Bisakah kamu datang ke hotel xxx, di lobby sudah ada seorang supir yang menunggu kamu. Tolong ya Key, aku benar-benar minta tolong" ucap Alex terdengar penuh dengan permohonan.
"Iya Kak, Keyra kesana sekarang" jawab Keyra tanpa banyak bertanya.
"Terima kasih Key, hati-hati dijalan. Aku sudah memberikan pesan pada supir agar tidak mengebut. Aku tunggu disini ya"
__ADS_1