Tuan Daniel Secret Wife

Tuan Daniel Secret Wife
TDSW 17. Malam Menegangkan


__ADS_3

PERINGATAN 21++


Area dewasa bocil-bocil minggir dulu ya. Author sudah berusaha memilah kata tapi tetap saja tidak pastas dibaca oleh anak-anak dibawah umur. Terima kasih.


"Kakak bisa melukai diri Kakak sendiri" Keyra melangkah maju mendekat pada Daniel dan menarik tangan pria itu agar berhenti memukuli kepalanya sendiri.


"Aku... Aku..." Daniel mengambil langkah mundur menjaga jarak dari Keyra. Deru napasnya semakin memburu, tuntutan untuk segera menerkam Keyra menyalurkan hasratnya begitu kuat.


"Aku akan membantu Kakak. Gunakan tubuhku agar Kakak merasa lebih baik" uajr Keyra begitu khawatir melihat Daniel yang kian memucat.


"Aku tidak ingin membuat kamu menyesal esok hari Key. Tolong panggil Bryan untukku" tolak Daniel tidak ingin melukai Keyra.


"Aku tidak akan menyesal. Aku dalam keadaan sadar saat mengucapkannya. Kakak tidak perlu mengkhawatirkan tentang itu" Keyra memberanikan diri mengikis jarak antara mereka. Keadaan Daniel semakin mengkhawatirkan, pria itu terlihat seperti mayat hidup.


"Key aku... Arrgh" tiba-tiba saja Daniel berjongkok mengerang pelan saat rasa sakit menghantam kepalanya.


"Kak Daniel baik-baik saja?. Biarkan aku membantu Kakak. Aku janji tidak akan menuntut apapun setelah ini jika itu yang Kakak khawatirkan. Tapi sekarang aku mohon biarkan aku membantu Kakak. Kakak terlihat sangat pucat" entah apa yang ada dalam pikiran Keyra hingga secara terang-terangan menawarkan dirinya pada Daniel bahkan memohon pada pria itu. Keyra sangat khawatir dengan keadaan Daniel. Tubuhnya mulai mengeluarkan cristal bening karena takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada suaminya.


"Bukan seperti itu Key. Aku... Aku hanya tidak ingin kamu menyesalinya. Kamu mengambil keputusan dengan tergesa-gesa karena desakan keadaan. Saat terbangun besok pagi kamu pasti akan menyesali semuanya. Tolong panggilkan saja Bryan, aku yakin dia punya obatnya" lirih Daniel hampir kehilangan kesadarannya.


"Tidak Kak, aku tidak akan menyesalinya. Aku istri Kakak dan Kakak berhak atas tubuhku" ujar Keyra sesaat lupa dengan kesepakatan pernikahan yang dibuatnya. Saat ini keadaan Daniel yang menjadi prioritasnya. Bila dengan menyerahkan tubuhnya bisa membuat Daniel merasa lebih baik Keyra tidak akam pernah menyesal melakukannya.

__ADS_1


"Kamu yakin?" tanya Daniel dan Keyra langsung mengangguk tanpa pikir panjang. Tangan pria itu mengusap lelehan air mata yang jatuh dipipi Keyra.


"Kamu tidak akan marah dan menjauhiku setelahnya?" tanya Daniel kembali.


"Tidak akan" jawab Keyra tanpa ragu.


"Apapun konsekuensi nanti?" tanya Daniel kembali memastikan. Sekuat tenaga mempertahankan kewarasannya sebelum semuanya jelas.


"Ya, apapun konsekuensinya" jawab Keyra dengan sangat yakin.


"Maafkan aku jika melukai kamu nantinya. Aku tidak bisa menahannya lebih lama lagi. Aku janji akan mempertanggungjawabkan semuanya" lirih Daniel dan tanpa aba-aba menarik wajah Keyra ke arahnya. Maraup bibir ranum Keyra dengan kelembutan yang menutut. ******* demi ******* semakin membuat keduanya larut dalam kubangan gairah. Tangan Daniel tidak tinggal diam, perlahan mulai menggerayangi tubuh Keyra mengikuti nalurinya.


Daniel memegang bahu Keyra dan menuntun wanita itu berdiri. Dengan bibir yang masih saling bertaut perlahan Daniel berjalan keluar dari kamar mandi menuju ranjang hotel. Keyra hanya bisa pasrah dan mengikuti langkah suaminya, Daniel yang memegang kendali atas mereka saat ini.


Keduanya kembali berciuman, dengan gerakan lembut Daniel merebahkan Keyra di atas ranjang. Tubuhnya tepat berada di atas Keyra dengan bertumpu pada kedua tangannya agar tidak menindih sampai tubuh mungil istrinya.


Daniel mulai melepas kardigan yang digunakan Keyra dengan bibir masih saling bertautan, membiarkan kain itu tergeletak di lantai. Karena terburu-buru Keyra datang ke hotel hanya menggunakan piyama tidurnya dengan ditutupi kardingan yang cukup panjang.


Keyra tidak sempat berganti karena perasaannya sudah sangat tidak tenang. Nada suara khawatir Alex membuat pikirannya kacau. Berusaha menebak-nebak apa yang terjadi tapi Keyra tidak mendapatkan jawaban. Hanya saja sedari Alex menghubunginya pikiran Keyra langsung tertuju pada suaminya. Keyra menebak telah terjadi sesuatu pada Daniel dan benar saja. Daniel dijebak oleh seseorang yang ingin meraup keuntungan dari kejadian ini.


Satu tangan Daniel mulai merambat kemana-mana, mencari titik kelemahan Keyra dengan pengetahuan seadanya. Daniel hanya mengikuti nalurinya menyentuh dalam Keyra. Dia sama sekali bukan pria yang berpengalaman dalam hal ini.

__ADS_1


Memiliki harta yang begitu melimpah tidak membuat Daniel menjadi pria bajingan yang bisa sesuka hati menyentuh wanita. Dengan uang yang dimilikinya tentu Daniel sangat membayar para wanita panggilan untuk memuaskan hasratnya tapi Daniel memilih untuk tidak melakukan hal hina itu. Dia tidak akan menyentuh wanita manapun yang tidak berhak disentuhnya. Dirinya bukanlah golongan pria-pria brengsek itu.


"Jangan!" Keyra menahan tangan Daniel yang akan membuka piyama bagian atasnya.


Daniel yang tengah memberikan tanda di leher Keyra langsung menghentikan aksinya. Pria itu mendonggak menatap pada Keyra dengan tatapan yang rumit.


Dengan bungkahan gairah yang sudah siap meledak Daniel memilih berhenti. Sakit?, tentu saja bahkan sangat menyakitkan. Tuntutan agar segera dipuaskan semakin menjadi kala sudah setengah jalan seperti ini. Adik kecil Daniel memberontak tapi sebisa mungkin Daniel berusaha bertahan. Dia tidak akan menyentuh Keyra bila wanita itu tidak benar-benar rela menyerahkan tubuhnya padanya.


Marah?, Tidak, Daniel sama sekali tidak marah. Meski dirinya adalah suami Keyra yang tentu memiliki hak atas tubuh Keyra tapi Daniel tidak ingin ingin melakukannya tanpa keikhlasan.


Bagi pria itu seberapa berhakpun dirinya atas tubuh Keyra tidak membuatnya bisa sesuka hati memperlakukan Keyra. Dibanding dengan orang lain ataupun dirinya yang saat ini berstatuskan suami Keyra tapi Keyralah yang paling berhak atas dirinya sendiri. Wanita itu punya hak penuh untuk memberikan penolakan. Ya, kata jangan yang diucapkan Keyra Daniel anggap sebagai sebuah penolakan.


"Daniel berusaha menormalkan deru napasnya, perlahan bergerak duduk ingin mencari dimana letak ponselnya berada. Pria itu berniat menghubungi Alex ataupun Bryan yang bisa memberikan bantuan untuk kondisi tubuhnya saat ini"


"Kak aku..." Keyra menahan tangan Daniel yang akan bangkit dari ranjang.


"Kakak bisa melakukannya tanpa membuka bajuku" ujar Keyra dengan kepala tertunduk.


Bukankah mereka hanya perlu menyatu. Bagian atas Keyra bukan bagian yang wajib disentuh untuk menyembuhkan Daniel.


Dengan kesadaran yang hampir menghilang Daniel berusaha mencerna kalimat istrinya. Pikirannya yang sudah tertutupi gairah lambat menangkap maksud Keyra.

__ADS_1


"Kamu memberi izin padaku tanpa menyentuh tubuh maksudku tanpa menyentuh bagian atasmu?" tanya Daniel dan mendapatkan anggukan dari Keyra.


"Lupakan saja" ujar Daniel. Atensinya kembali beralih mencari letak ponsel miliknya. Dia harus cepat menghubungi Alex atau Daniel bisa gila menahan gairahnya yang semakin memuncak.


__ADS_2