
Natan telah menerima perjodohan itu. Sedangkan Emely belum tahu sama sekali mengenai hal ini. Gadis ini tak sadar jika kedua keluarga ini sedang merencanakan perjodohan antara dirinya dengan sang direktur. Tamara belum memberitahu putrinya yang sebenarnya. Ia masih menunggu keputusan dari keluarga Pak Daniel. Apalagi sekarang ia sudah tahu jika Natan adalah direktur utama tempat Emely bekerja.
Pagi yang cerah, seperti biasa Tamara pergi bekerja di rumah Pak Daniel. Ia belum mengetahui jika Natan telah menerima perjodohan ini.
Tiba di rumah Natan, Bu Tamara bekerja seperti biasanya. Tiba-tiba Bu Elvi datang menghampiri Tamara dengan wajah bahagia.
Rupanya Elvi telah menahan kebahagiaan ini sedari malam. Bu Elvi tak sabar ingin memberitahu kabar gembira in pada Tamara.
“Lepaskan dulu pekerjaan itu! Ada yang ingin ku sampaikan padamu tentang masalah anak-anak kita.”Ucap Elvi dengan raut wajah bahagia.
Tamara kemudian melepaskan pekerjaannya dan langsung duduk di sofa mendengarkan kabar dari Elvi.
“Iya bu. Ada apa ya? Ibu sepertinya terlihat sangat bahagia hari ini.”Jawab Tamara dengan raut wajah bingung bercampur penasaran dengan kabar itu.
“Iya Bu Tamara. Aku sangat bahagia hari ini! Akhirnya Natan mau di jodohkan dengan Emely bu.”Bu Elvi langsung memberitahu kabar baik itu.
“Apa benar ibu sudah menyampaikan pada Natan?”Tamara bertanya lagi.
“Iya Bu Tamara. Tadi malam kami sudah memberitahu pada Natan perihal perjodohan antara dia dan Emely dan Natan menerimanya tanpa masalah.”Jawab Bu Elvi masih dengan raur wajah bahagia.
“Aku senang mendengarnya bu. Aku sampai tak percaya jika ini akan terjadi. Apalagi Natan sekarang adalah seorang direktur, mustahil baginya untuk mau di jodohkan dengan gadis seperti Emely.”Ucap Tamara jujur.
“Apa yang tak mungkin Bu Tamara? Buktinya Natan juga menyukai Emely. Jika Natan tak suka mungkin ia akan menolaknya langsung. Ibu harus yakin jika suatu saat mereka akan bisa mencintai dan menerima satu sama lain.”Elvi meyakinkan Tamara.
“Iya benar juga Bu. Jika Natan tak ingin di jodohkan pasti ia akan menolaknya langsung.”Tamara dengan nada lega.
“Iya Bu Tamara. Yang terpenting sekarang kita harus mendoakan anak-anak kita agar perjodohan ini bisa berjalan dengan baik.”Nasehat Bu Elvi.
“Iya Bu Elvi. Aku juga berharap demikian. Aku akan bahagia jika melihat anakku bahagia.”Tamara berbicara lagi.
“Itu sudah pasti Bu. Apa ibu sudah memberitahu hal ini pada Emely?”tanya Bu Elvi.
“Belum Bu Elvi. Aku masih menunggu respon dari Natan sebelum memberitahukan pada Emely.”Jawab Tamara.
“Iya Bu Tamara. Tak masalah jika belum memberitahu Emely. Aku harap Emely bisa menerima perjodohan ini! Aku ingin melihat anak-anakku bahagia.”Ucap Elvi mengharapkan perjodohan ini agar terlaksana.
Mendengar ucapan Bu Elvi, Tamara merasa bahagia karena keluarga itu menginginkan kehadiran Emely di tengah-tengah keluarga mereka.
__ADS_1
“Iya Bu Elvi tak perlu khawatir. Aku akan mencoba mengatakan hal ini pada Emely. Aku yakin dia pasti mengerti!”jawab Tamara penuh keyakinan
Setelah berbincang-bincang, akhirnya Tamara pamit untuk mengerjakan tugasnya lagi.
“Ibu, aku permisi melanjutkan pekerjaanku!”ucap Tamara.
“Iya Bu Tamara. Silahkan! Maaf sudah menyita waktu ibu.”Bu Elvi mengizinkan dengan nada sopan.
Tamara akhirnya mengerjakan tugasnya. Ia sudah tak sabar ingin cepat pulang dan memberitahukan kabar baik ini pada Emely.
Ia menyelesaikan pekerjaan secepatnya dan langsung pamit pulang.
Kurang lebih dua jam Tamara membersihkan rumah Bu Elvi dan akhirnya selesai juga.
Tamara pamit pada Bu Elvi.
“Bu Elvi, aku permisi pulang dulu ya!”Tamara minta izin pulang.
“Iya Bu Tamara. Hati-hati di jalan ya bu!”jawab Elvi.
Tamara akhirnya kembali ke rumahnya. Sepenjang jalan ia tersenyum sendiri. Hari ini ia terlihat sangat bahagia dengan kabar baik yang disampaikan oleh Bu Elvi.
Tak terasa perjalanan Tamara telah sampai rumah. Ia langsung membayar taxi dan cepat masuk ke dalam rumah.
Tamara tak sabar lagi ingin bertemu Emelg secepatnya. Ia tiba langsung pergi ke kamar Emely yang lagi istirahat.
Tamara membangunkan putrinya itu.
“Nak, boleh bangun sebentar!”ucap Tamara.
Emelypun langsung bangun dari tempat tidurnya. Ia langsung menyapa sang bunda.
“Eh bunda sudah pulang ya?”sapa Emely.
Tamara hanya tersenyum dan membelai rambut putrinya dan langsung menyampaikan maksud baik dari keluarga Pak Daniel.
“Nak, ada sesuatu yang ingin ibu sampaikan! kamu jangan marah ataupun merasa tersingggung.”Ucap Tamara masih bingung harus memulai dari mana.
__ADS_1
“Iya bunda. Emely akan mendengarkan apa saja yang ingin bunda sampaikan.”Jawab Emely serius.
“Begini nak, Bu Elvi dan keluarganya sangat menginginkanmu di tengah-tengah keluarga mereka. Mereka menginginkan yang terbaik untukmu dan juga anak-anak mereka.”Tamara masih ragu untuk menyampaikan berita ibu.
“Iya bun. Emely juga sangat senang pada keluarga itu. Apalagi Bu Elvi orangnya sangat baik. Kak Stevanipun sangat baik denganku. Aku sangat menyukai keluarga itu.”Puji Emely yang masih tak tahu dengan perjodohan ini.
“Iya nak, kamu benar. Keluarga itu menginginkan perjodohan antara kamu dan putra mereka.”Jawab Tamara langsung ke intinya.
Emely kaget. Ia masih seakan tak percaya dengan ucapan ibunya barusan. Namun gadis ini berfikir kembali jika ibunya tak akan mungkin berbohong mengenai hal itu.
Bunda tak mungkin berbohong mengenai hal ini. Tapi aku masih tak percaya dengan kabar ini. Batin Emely seakan merasa heran.
“Tapi bun, itu semuanya tak mungkin terjadi. Apalagi Natan adalah anak orang kaya. Mana mungkin dia mau dengan gadis miskin sepertiku.”Ucap Emely merendah dan merasa tak pantas untuk Natan.
“Iya nak. Bunda sangat mengerti dengan jalan fikiranmu. Bunda juga merasa berat dengan hal itu, namun ini adalah permintaan dari keluarga mereka. Bunda sangat bahagia jika kamu bisa hidup dengan keluarga itu. Apalagi Bu Elvi sangat menaruh harapan besar terhadapmu.”Tamara berbicara lagi.
Emely terdiam seketika. Ia tak tahu saat ini harus bersikap bagaimana. Entah senang atau sedih. Gadis ini tak ingin mengecewakan ibunya dan keluarga Natan.
“Tapi bagaimana dengan Natan? Apa dia sudah diberitahu?”tanya Emely lagi yang masih penasaran.
“Kamu tak perlu khawatir dengan masalah itu. Pak Daniel dan Bu Elvi telah memberitahu Natan duluan sebelum akhirnya bunda menyampaikan padamu.”Tamara menjelaskan.
“Bagaimana tanggapan Natan mengenai perjodohan ini?”Emely bertanya lagi.
“Iya setuju dan tak mempermasalahkan.”Tamara meyakinkan putrinya.
Emely masih tak percaya dengan kenyataan yang baru ia dengar dari ibunya.
Rasanya hal yang mustahil Pak direktur ingin menerima perjodohan ini. Dia itu orang yang sangat tampan dan juga kaya. Mencari wanita yang sederajat dengannya pasti mudah baginya. Mengapa ia memilihku yang miskin dan jelek ini?Mengapa juga ia menerima perjodohan ini?gumamnya dalam hati yang masih penuh dengan pertanyaan.
Emely tak ingin larut dalam fikirannya. Ia sangat menghargai niat baik dari keluarga itu.
Gadis ini juga tak ingin membuat orang-orang terdekatnya kecewa sekalipun harus mengorbankan perasaannya.
“Iya bunda. Emely mau menerima perjodohan ini. Jika ini adalah yang terbaik,maka Emely akan melakukannya. Mungkin ini sudah kehendak Tuhan.”Jawab Emely menerima perjodohan itu.
“Terima kasih nak. Bunda benar-benar bahagia.”Ucap Tamara dengan wajah penuh kebahagiaan.
__ADS_1
Emely sangat senang jika melihat ibunya tertawa bahagia seperti itu. Gadis ini sudah berjanji akan selalu membuat ibunya tersenyum dan bahagia di sepanjang hidupnya.