
Tuan Kim doong woon sang model terkenal itu sudah sangat dekat dengan Nina dan juga Emely. Kedekatan mereka di mulainya saat terjalin antar kerja-sama.
Mereka bertiga rupanya terlihat sangat cocok untuk bersahabat.
Tuan Kim adalah orang yang cepat akrab dan menyesuaikan diri dengan orang lain.
Nina dan Emely sangat senang bekerja-sama dengan sang model yang terkenal dan sangat susah di ajak kerja-sama itu.
Memang pertemuan pertama, tuan Kim sangat susah untuk di ajak bicara.
Tetapi kedua gadis itu tak pernah menyerah untuk membuat sang model akhirnya mau bekerja dengan mereka.
Seperti biasanya, Emely pagi itu berangkat kerja. Kegiatan Emely untuk bulan ini adalah mengikuti aktivitas dan kegiatan tuan Kim.
Gadis cantik itu seperti biasanya pamit pada sang bunda.
“Bunda, aku pergi kerja dulu ya! Doakan Emely biar kerjaanya lancar!Sebentar Emely pulang agak telat ya, bunda.”Pamit Emely.
“Iya nak. Emely hati-hati!”Tamara menjawab.
Emelypun mencium tangan sang bunda dan segera berangkat ke kantor.
Gadis itu seperti biasa menaiki taxi.
Tiba-tiba sebuah mobil berwarna merah menghampirinya.
Emely sangat kaget dengan orang itu, yang tak lain adalah tuan Kim.
“Pagi Emely?sapa Kim.
“Pagi juga tuan Kim.”Emely balik menyapa.
“Aku antar ya!”Kim menawarkan.
“Tak perlu tuan. Ini akan sangat merepotkan.”Emely merasa tak enak.
“Tak perlu sungkan padaku. Kita sekarang adalah teman baik. Ayo masuk!”Kim tersenyum.
Akhirnya Emelypun naik ke dalam mobi tuan Kim.
Kedua anak muda itu terlihat sangat bersahabat.
Tuan Kim adalah orang yang bisa membangun suasana. Ia sesekali mengajak gadis itu bercanda.
Tak dipungkiri jika Emely selalu ingin tersenyum jika bersama Kim.
Tak terasa perjalanan mereka telah sampai di depan kantor. Emely turun dan segera masuk ke dalam kantor.
“Terima kasih. Aku pamit ke dalam dulu ya!”ucap Emely tersenyum.
“Sama-sama Emely. Sebentar ke rumah kan?”tanya tuan Kim.
“Iya tuan Kim. Aku dan Nina akan kesana untuk mengikuti kegiatan anda.”Jawab Emely.
“Kalau begitu, aku akan menunggumu disini!”ucap Kim.
“Tapi tuan, aku harus ke dalam dulu dan mengajak Nina.”Jawab Emely merasa sungkan.
“Iya,Emely. Pergilah ajak Nina! Aku akan menunggu kalian disini!”Kim tersenyum.
Saat ini Emely merasa tak enak pada tuan Kim. Namun gadis ini juga merasa tak enak hati jika menolak. Emely seakan tak ingin membuat orang lain tersinggung.
“Iya tuan Kim. Aku ajak Nina dulu ya!”ucap Emely menyetujui ajakan Kim.
Gadis itu masuk ke dalam kantor. Ia segera mengajak Nina untuk keluar.
“Pagi Nin?”sapa Emely seperti biasa.
“Pagi juga Emely.”Balas Nina.
“Ayo keluar! Tuan Kim ada di depan kantor sedang menunggu kita.”Emely menjelaskan.
“Oke. Dengan senang hati.Nina akan segera keluar.”Jawab Nina gembira.
__ADS_1
Kedua gadis itu akhirnya keluar menemui tuan Kim.
Sampai di depan kantor. Tak disengaja Natan melihat Emely dan Nina menemui pria tampan bermobil mewah.
Natan merasa sangat curiga dengan pertemuan itu.
“Siapa pria yang mereka temui?Apa mereka punya hubungan?”ucap Natan bertanya-tanya.
Nina dan Emely akhirnya masuk ke dalam mobil mewah itu.
Kedua gadis itu tampak gembira bisa bersama lagi dengan sang model terkenal.
Natan yang masih dengan kecurigaannya, ia langsung mengikuti arah mobil yang ditumpangi oleh Emely dan Nina.
“Sepertinya aku harus mengikuti mereka. Pasti ada sesuatu yang akan mereka lakukan.”Ucap Natan dengan nada curiga.
Pria tampan itu rupanya lagi cemburu dan sedang mencurigai pria yang bersama kedua gadis itu.
Setelah lama dalam perjalanan, akhirnya merekapun sampai.
Tuan Kim bersama kedua gadis itu turun dari mobil dan memasuki sebuah rumah mewah tempat kediaman tuan Kim.
Natan dengan segala kecurigaannya,ia mengikuti mereka dan memarkirkan mobilnya di jarak yang agak jauh agar tak terlihat oleh mereka.
Kebetulan gerbang rumah tuan Kim tak dikunci, jadi Natan boleh masuk dan melihat apa sebenarnya yang mereka lakukan.
Tuan Kim menyilahkan kedua gadis itu duduk.
“Silahkan duduk!”ucap Kim tersenyum.
“Terima kasih tuan Kim.”Jawab keduanya.
“Tunggu sebentar ya! Aku mau ganti baju dulu.”Sambung Kim lagi.
“Oke. Silahkan tuan!”jawab Nina.
Kim segera bergegas untuk mengganti pakaiannya. Sementara Nina dan Emely duduk diluar dekat kolam renang sambil menunggu tuan Kim.
Natan masuk dan melihat tinggal Emely dan Nina yang sedang duduk diluar.
Beberapa menit kemudian, akhirnya tuan Kim keluar menemui Nina dan Emely.
Kim terlihat sangat tampan, walaupun hanya memakai baju kaos dan celana pendek.
Nina sangat mengagumi sifat dan ketampanan dari sang model terkenal itu.
“Ya Tuhan, tuan Kim sangat tampan! Nina tolong kendalikan dirimu!”gumam Nina perlahan.
Emely tersenyum tipis kala melihat tingkah sahabatnya yang sangat terbuka tentang kekagumannya terhadap tuan Kim.
“Nin, jaga sikapmu dihadapan tuan Kim.Jangan sampai tuan Kim merasa tak nyaman dengan keadaan ini.”Emely dengan nada perlahan.
Rupanya tuan Kim mendengar pembicaraan kedua gadis itu. Ia seakan ingin melepaskan tawanya dihadapan keduanya.
Mereka terlihat seperti anak kecil.Sungguh sangat menggemaskan.Batin Kim yang merasa lucu dengan tingkah Nina dan Emely.
Kedua gadis itu tak sadar jika tuan Kim yang tampan telah memperhatikan mereka semenjak tadi. Tiba-tiba tuan Kim menghampiri mereka berdua. Ia sebenarnya merasa senang dengan kehadiran dua gadis yang menurutnya sangat menggemaskan itu. Menurut pria tampan ini, Nina dan Emely adalah gadis yang bisa membangun suasana menjadi lebih berwarna.
“Permisi nona!Apa boleh aku duduk disini.”Ucap tuan Kim tersenyum.
“Maafkan kami tuan Kim!”ucap Nina dan Emely langsung tersontak kaget.
“Iya.Kalian tak perlu minta maaf. Aku sangat terhibur dengan kehadiran kalian.”Tuan Kim memuji.
Natan semakin curiga dan bertanya-tanya.Pria tampan ini sangat kesal karena melihat keakraban Emely dan juga pria itu.
Mereka tampak akrab.Sepertinya Emely sangat nyaman berbicara dengan pria itu. Tingkahnya sangat berbeda bila bersama denganku.Sungguh gadis yang sangat menyebalkan.Gumam Natan dalam hati yang terbakar api cemburu.
Tampaknya Natan belum memperhatikan dengan jelas wajah pria itu.
Namun dari postur tubuhnya, Natan bisa melihat jika pria itu pasti sangat tampan.
Kebenaran itulah yang semakin menambah kecemburuan sang direktur dingin ini.
__ADS_1
Bisa-bisanya ia tersenyum manis pada pria lain.Batin Natan cemburu.
Pria ini rupanya belum menyadari jika saat ini ia sedang terbakar api cemburu.
Emely dan Nina tampak sedang menikmati tugas mereka untuk mencatat dan mengikuti kegiatan dari sang model terkenal.
Tuan Kimpun terlihat sangat menikmati percakapan diantara mereka.
Sesekali tuan Kim tersenyum pada kedua gadis itu.
Hati Nina benar-benar sangat kagum pada model tampan itu.
“Ya Tuhan,anda pria yang sangat berkarisma dan juga sangat tampan tuan Kim.Aku benar-benar menyukai anda.”Ucap Nina dengan penuh rasa percaya diri.
Gadis ini rupanya tak segan untuk mengungkapkan secara langsung pada sang model tampan itu.
“Nin.Kita sekarang lagi mengerjakan tugas kantor.Kok malah godain tuan Kim.”Gumam Emely sambil memegang erat tangan sahabatnya itu.
“Maafkan kecerobohan kami tuan Kim.Aku berharap tuan tidak merasa tersinggung dengan ucapan temanku. Sekali lagi maafkan atas ketidaknyamanan anda!”Emely terlihat bersungguh-sungguh.
“Tak perlu berbicara formal denganku.Aku sama sekali tak merasa tersinggung sedikitpun dengan perkataan Nina. Aku sangat menyukai gadis yang jujur dengan perasaannya sendiri.”Puji tuan Kim sambil memberikan senyuman manisnya pada kedua gadis itu.
Nina semakin merasa berbunga-bunga dengan perkataan tuan Kim barusan.
Apa aku sedang bermimpi?Tuan Kim tak marah sama sekali. Ia benar-benar seperti pangeran tampan dan baik hati. Aku sungguh-sungguh sangat menyukainnya.Batin Nina memuji tuan Kim.
Wajah Nina terlihat merah merona. Gadis ini seakan tak bisa melupakan perkataan manis tuan Kim yang seakan terdengar membelanya.
“Terima kasih tuan Kim.”Ucap Emely.
“Sama-sama Emely.”Jawab Kim.
Natan yang masih terlarut dengan kecemburuannya. Ia tak tahan terus-terusan melihat mereka dari kejauhan.
Pria tampan ini memutuskan langsung menghampiri mereka.
Betapa terkejutnya Nina. Ia melihat ada seorang pria yang tak asing sedang berdiri di belakang Emely.
Tatapan Nina seketika langsung berubah menjadi salah tingkah.
Emely yang belum sadar dengan keberadaan Natan,ia merasa bingung dengan raut wajah sahabatnya itu.
“Kamu kenapa Nin?ucap Emely.
“Aku tak apa-apa Emely.”Jawab Nina dengan raut wajah tegang.
Rupanya tuan Kim dan Natan terlihat saling menatap satu sama lain.Kedua pria tampan ini tak percaya bisa bertemu lagi.
“Ya Tuhan,kamu benaran Natan!”ucap Kim seakan tak percaya.
“Iya. Aku Natan.Aku tak menyangka bisa ketemu kamu lagi disini.”Jawab Natan sambil mendekati Kim.
Kedua pria tampan itu terlihat sangat bahagia. Mereka tampak akrab dan seperti seorang sahabat yang sudah lama tak pernah bertemu.
Nina dan Emely merasa aneh dengan pemandangan yang tak biasa itu.
Kedua pria tampan itu rupanya saling mengenal satu sama-lain.
“Apa kamu mengerti dengan situasi saat ini?”tanya Nina perlahan.
“Aku bingung Nin. Mungkin saja mereka saling mengenal satu sama-lain.”Jawab Emely perlahan.
Kedua gadis ini terlihat sangat bingung dengan keadaan sekarang.
“Sudah lama kita tak ketemu.”Ucap Kim.
“Iya Kim. Sepertinya begitu. Sekarang kamu terlihat sangat berubah dari jaman kuliah dulu.”Jawab Natan sambil tersenyum.
“Hahaahhaha. Iya Natan. Tapi aku masih kayak dulu.Cuma sekarang aku lebih terlihat mempesona.”Ucap Kim sambil tertawa lebar.
“Hahahahaha. Kamu benar-benar masih seperti Kim dulu yang terkenal cowok narsistik.”Jawab Natan sambil tertawa lucu.
Kedua pria tampan ini rupanya sangat menikmati pembicaraan mereka.
__ADS_1
Sementara Nina dan Emely masih terlarut dalam kebingungan.