Tuhan Jangan Ambil Dia

Tuhan Jangan Ambil Dia
Berlibur ke jepang


__ADS_3

Kelelahan kedua gadis ini sungguh tak sia-sia.Mereka berhasil mencapai sesuai dengan target perusahaan. Hadiah yang dijanjikan pada mereka kini telah menanti di depan mata.


Emelypun tak sabar ingin segera pulang ke rumah untuk menyampaikan berita baik ini kepada sang bunda.


“Aku duluan pulang dulu yah Nin!”pamit Emely.


“Kok buru-buru sih.”Jawab Nina panasaran.


“Iya Nin. Aku tak ingin melewatkan kabar baik ini dan menyampaikan langsung pada bunda.”Ucap Emely tersenyum.


“Baiklah Emely. Hati-hati di jalan dan sampaikan salamku pada ibumu.”Jawab Nina sambil tersenyum manis.


“Iya Nin. Aku duluan yah.”Sambil meninggalkan Nina.


Gadis itu langsung pergi mencari taxi. Ia tak sabar ingin menyampaikan kabar baik ini pada sang bunda.


Aku harap bunda akan senang mendengar kabar baik ini. Batin Emely.


Baru beberapa menit ia keluar dari kantor,tiba-tiba saja ada sebuah mobil mewah yang menepi tepat di dekatnya.


Mobil mewah itu pemiliknya tak lain adalah Natan sang direktur. Pria tampan ini membuka kaca mobil dan langsung menyapa Emely.


“Mau kemana?”tanya Natan dengan wajah datar.


“Aku mau pulang.”Jawab Emely singkat.


“Oh gitu. Masuklah!Aku akan mengantarmu pulang.”Ucap Natan masih dengan wajah datarnya.


“Tak perlu pak.Aku bisa pulang sendiri.”Emely menolak.


“Aku masih cukup berbaik hati hari ini. Naiklah!Aku paling tak suka di bantah apalagi sampai di tolak.”Natan dengan nada tegas.


Emelypun langsung cepat masuk ke dalam mobil. Ia tak mau membangkitkan amarah dari sang direktur.


Walaupun status mereka sekarang adalah bertunangan,namun Emely dan Natan sesekali tampak seperti orang asing.


Kedua anak muda ini tak pernah menghabiskan waktu bersama seperti orang lain yang berpacaran pada umumnya.


Emely yang segan pada Natan dan sebaliknya.


Setelah masuk ke dalam mobil Natan,Emely hanya terdiam kaku. Ia merasa aliran darahnya seperti listrik. Jantungnya berdegup kencang tak beraturan.


Apa yang salah denganku hari ini?Apa aku sakit?Iya benar. Aku pasti sakit.Batin Emely meyakinkan dirinya.


Natanpun hanya terdiam dan sesekali ia menarik nafas karena merasa canggung.


Keduanya tak tahu harus memulai percakapan apa. Emely tak nyaman dengan keadaan yang seperti ini.


Mungkin Natan menyadari bahwa gadis di sampingnya mulai tak nyaman dengan keadaan hening seperti ini.


Natan baru ingin menyapa dan memulai percakapan duluan,tiba-tiba telfon genggam milik Emely berdering.


Gadis ini segera mengangkat telfon itu. Rupanya yang menelfon Emely adalah tuan Kim. Ia mau mengajak Emely makan malam bersama.


Emely menjawab tuan Kim dengan hati-hati. Ia tak ingin membuat Kim tersinggung.


Baru saja mau menjawab,tiba-tiba Natan menyuruh Emely untuk menolak ajakan tuan Kim.


“Tolak ajakan dia!Ini perintah!”Natan cemburu namun ia berusaha menyembunyikannya.


“Baik tuan.”Jawab Emely gugup.


“Tak baik seorang pegawai di perusahaanku makan malam bersama sang model yang terikat kontrak dengan perusahaan kami. Nanti akan dilihat orang dan menjadi skandal yang akan merugikan perusahaan.Apa kamu paham?”ucap Natan kesal.


Emely langsung menjawab ajakan tuan Kim. Ia menolak karena tak ingin berdebat dengan sang direktur.


“Maaf tuan Kim!Aku tak bisa keluar malam ini. Tuan Kim ajak Nina saja ya. Aku akan menyuruhnya untuk menggantikanku.”Jawab Emely merasa bersalah.


“Iya. Aku mengerti kok. Kita masih punya banyak waktu untuk makan malam bersama.Maaf sudah mengganggu!”ucap Kim langsung mengakhiri percakapannya.


Natan tersenyum tipis,ia tak sangka Emely akan menuruti perintahnya.


Rupanya ia sangat bahagia mendengar penolakan Emely pada ajakan tuan Kim.


“Kamu memang karyawan yang baik.”Puji Natan.


Emely masih terdiam dan tak tahu harus menjawab apa. Gadis ini bingung dengan kata-katanya pada tuan Kim. Ia takut membuat tuan Kim tersinggung dengan ucapannya.


Apa kata-kataku sangat keterlaluan pada tuan Kim?batin Emely merasa bersalah.


Rupanya wajah bersalah Emely membuat Natan bertanya-tanya.


Wajah apa yang ia tunjukan di depanku sekarang?Apa dia menyesal telah menolak ajakan Kim dan memenuhi permintaanku.Batin Natan mulai kesal.


Karena tak ingin larut dalam sejuta pertanyaan yang ada dalam hatinya,akhirnya ia langsung menanyakan pada Emely.


“Wajah apa yang kamu tunjukan padaku sekarang?Apa sekarang kamu kesal?Jika tak ikhlas menuruti perintahku,sebaiknya kamu terima ajakan dari pria tampan itu.”Ucap Natan datar.


“Bukan begitu tuan. Aku hanya tak ingin kata-kataku menyinggung perasaan klien kita tuan.”Jawab Emely meyakinkan.


“Aku tahu maksudmu. Tapi beberapa kali aku melihatmu sangat bahagia jika bersama sang model itu. Apa kamu suka padanya?”ucap Natan yang mulai tak masuk akal.


Emely menarik nafas dalam,ia tak menyangka bahwa Natan akan menanyakan hal yang seperti itu.


“Tidak tuan.Aku tak berani punya perasaan yang seperti itu. Tuan Kim juga tak mungkin menyukaiku. Itu sangat mustahil.”Jawab Emely yang masih dengan perasaan gugup.


Rupanya bukan jawaban itu yang ingin di dengar oleh Natan.


Pria ini sangat kesal,karena Emely tak menjawab sesuai dengan harapannya. Ia mengharapkan jika Emely akan mengakui dirinya sebagai tunangannya.


“Bagaimana jika Kim mengajakmu pacaran?Apa kamu mau atau menolaknya?”tanya Natan yang terdengar seperti seorang detektif.


Emely terdiam sejenak. Ia semakin tak mengerti dengan pertanyaan yang tak masuk akal itu.


Mengapa ia menanyakan hal yang mustahil itu?Apa aku ini pantas bersama dengan seorang model terkenal?Pertanyaannya terdengar seperti sedang mengintrogasi seorang penjahat.Batin Emely bertanya-tanya.


“Mengapa anda menanyakan hal yang tak mungkin tuan?”ucap Emely yang tak bisa menemukan jawaban yang tepat.


“Jawab saja pertanyaanku. Kamu mau menjadi kekasih Kim atau tidak?Apa sangat susah menjawab pertanyaan seperti itu?”Natan mulai terlihat kesal.


“Dia pria yang tampan dan baik. Aku dan Nina selalu merasa senang jika di dekatnya. Tapi aku tak pernah berfikir ingin menjadi kekasihnya.”Jawab Emely polos.


Natan gembira dengan jawaban Emely.


Ia berharap gadis itu tak punya keinginan untuk menjadi kekasih dari pria lain.


Walaupun telah mendapat jawaban yang memuaskan,namun Natan masih saja terusik dengan pujian Emely tentang Kim di hadapannya.


“Mengapa kamu memuji ketampanan Kim di hadapanku. Apa aku terlihat jelek?Jelas sekali bahwa tak ada yang menandingi ketampananku.”Ucap Natan memuji dirinya sendiri.


Apa dia begitu narsistik?Memuji diri sendiri dan merendahkan orang lain.Batin Emely kesal.


Walaupun dalam keadaan kesal,gadis ini tak berani menunjukkan kekesalannya di hadapan sang direktur.


“Iya tuan. Anda yang paling tampan dan terbaik.”Jawab Emely tersenyum paksa.

__ADS_1


“Tak perlu terang-terangan memujiku seperti itu.Aku memang tampan dan perfeksionis.Semua gadis akan menyukai pesonaku.”Ucap Natan dengan rasa percaya diri.


“Iya tuan. Anda memang yang terbaik.”Jawab Emely singkat.


Sungguh sangat menyebalkan duduk di samping pria narsistik ini. Dia terlihat sangat percaya diri. Batin Emely mengeluh.


Baru saja memikirkan hal yang demikian,tiba-tiba sang direktur langsung melanjutkan ucapannya.


“Kamu adalah gadis yang beruntung karena bisa duduk di samping pria tampan sepertiku.


Dari puluhan gadis yang mengejarku,kamu adalah satu wanita yang beruntung.”Ucap Natan tersenyum percaya diri.


Ya Tuhan, pria ini benar-benar narsis tingkat dewa. Bagaimana ia bisa bicara seperti itu?Ini terdengar lebih mengerikan dari pada ketemu hantu.Batin Emely kesal.


“Oh iya. Apa kamu akan liburan ke jepang ya?”tanya Natan.


“Iya tuan.Aku akan ke jepang dalam waktu beberapa hari ini.”Jawab Emely datar.


“Apa kamu senang menerima hadiah liburan itu?”tanya Natan lagi.


“Iya tuan. Aku dan Nina sangat senang menerima hadiahnya.”Jawab Emely jujur.


“Baguslah. Akupun mengharapkan hal yang demikian.”Jawab Natan.


Tak terasa,akhirnya merekapun sampai di depan rumah Emely.


Gadis cantik ini langsung keluar dari mobil dan tak lupa mengucapkan terima kasih pada sang direktur.


“Terima kasih telah mengantarku pulang.”Ucap Emely yang terdengar tulus.


“Apa kamu tak mau mengajakku masuk ke dalam rumahmu?”ucap Natan berharap.


“Maaf tuan. Silahkan mampir ke rumahku tuan!”jawab Emely kaku.


Natan langsung keluar dari dalam mobil. Ia langsung bergegas ke rumah Emely duluan.


Mengapa ia terburu-buru seperti itu?Aku yang tuan rumah,kok berasa kayak aku yang jadi tamunya. Batin Emely mengeluh.


“Assalamualaikum.”Ucap Natan.


“Walaikumsalam.”Jawab Tamara yang langsung berlari membuka pintu.


Natan langsung tersenyum ketika ibu Emely membukakan pintu.


“Ya ampun Natan. Ayo silahkan masuk nak!”ucap Tamara tersenyum.


“Terima kasih bu.”Jawab Natan dan langsung masuk ke dalam rumah.


Tamara merasa terkejut karena ia melihat Emely masih berjalan di belakang Natan.


Sang putri terlihat sedang memikirkan sesuatu. Sementara Natan sudah masuk dab duduk di ruang tamu.


Apa sebenarnya yang Emely fikirkan?Ia terlihat seperti memikirkan sesuatu! batin Tamara penasaran.


“Assalamualaikum bun.”Ucap Emely dan langsung mencium tangan sang bunda.


“Walaikumsalam sayang.Ayo masuk nak!Ada Natan disini.”Ajak Tamara.


Emelypun langsung masuk ke dalam rumah.


Rupanya Tamara belum tahu,jika Emely diantar pulang oleh Natan.


Sementara Natan tengah asyik berbincang-bincang dengan pak tua.


Emely langsung masuk ke dalam kamarnya. Ia tak langsung memberitahukan kabar baiknya pada sang bunda karena masih ada Natan disitu.


“Iya sayang. Ganti pakaianmu dan keluar sebentar ya sayang.”Jawab Tamara.


“Iya bun.”Sambung Emely lagi.


“Nak Natan mau minum apa?”tanya Tamara.


“Ibu tak perlu repot-repot. Aku hanya mampir sebentar kok. Kebetulan aku mengantar Emely pulang dan sekalian saja mampir sebentar.”Jawab Natan tersenyum.


“Terima kasih karena sudah mengantar Emely dengan selamat sampai rumah.”Ucap Tamara tulus.


“Iya bu. Tak perlu sungkan padaku.”Jawab Natan.


“Emlely......ayo kesini nak!”teriak Tamara.


“Iya bun. Emely segera keluar.”Jawab Emely.


Gadis itu langsung keluar kamar menuju ruang tamu.


Emely memakai daster sambil duduk di kursi.


“Bapak tinggal dulu ya!”ucap Pak tua.


“Bapak mau kemana?”tanya Emely yang terlihat canggung.


“Bapak mau ke kamar dulu. Kamu temani Natan ya nak.”Jawab Pak tua tersenyum.


“Bunda mau menyiapkan makanan dulu ya. Nak Natan jangan dulu buru-buru pulang. Kita makan malam sama-sama disini.”Ucap Tamara sambil meninggalkan Emely dan Natan.


Kok bunda pergi. Aku jadi merasa aneh jika duduk berduaan seperti ini. Batin Emely merintih.


Rupanya Natanpun merasakan hal yang sama.Walaupun demikian,ia juga merasa senang karena punya waktu berduaan dengan Emely.


Hah,mengapa ia sangat percaya diri mengenakan daster kusut itu di depanku?Apa pesonaku tak bisa membuat hatinya bergetar.Semua gadis ingin berdandan cantik ketika menemuiku.Aku sungguh tak percaya dengan kelakuan gadis aneh ini. Apa aku sudah gila karena menyukai gadis ini?berbagai pertanyaan muncul di dalam benaknya.


“Apa kamu sangat nyaman menggunakan daster kusut itu?”tanya Natan.


“Iya tuan. Memangnya kenapa?”tanya balik Emely.


“Tak apa-apa.Kamu terlihat cantik.”Ucap Natan yang tak sadar dengan perkataannya.


Astaga,bisa-bisanya aku memuji Emely dalam keadaan seperti ini. Aku benar-benar sudah gila?Sepertinya aku kurang sehat sekarang,makannya aku bertindak demikian terhadap gadis ini. Batin Natan bertanya-tanya.


Ia terlihat berfikir sambil memegang jidatnya dan memastikan kalau ia sakit atau tidak.


“Apa anda sakit tuan?”tanya Emely heran.


Tiba-tiba Natan langsung tersadar dari khayalannya karena mendengar suara Emely.


“Tidak. Aku baik-baik saja.”Jawab Natan salah tingkah.


Apa yang salah dengannya?Mengapa ia menunjukkan wajah yang seperti itu?Apa aku salah bicara? batin Emely penuh tanya.


Tiba-tiba Tamara datang menghampiri mereka berdua.


“Ayo kita makan sama-sama nak.”Ajak Tamara pada Natan.


“Iya bu.”Jawab Natan langsung bergegas ke ruang makan.


“Ayo Emely!Kita makan nak.”Ucap Tamara tersenyum.

__ADS_1


“Baik bunda.”Jawab Emely dan langsung ke ruang makan.


Akhirnya merekapun makan malam bersama. Setelah selesai makan,Natan pamit pulang.


“Terima kasih untuk makan malamnya bu.”Ucap Natan.


“Sama-sama nak.Terima kasih juga karena sudah berkunjung ke rumah ibu. Kapan-kapan kesini lagi ya. Salam sama ibumu.”Jawab Tamara tersenyum.


“Hati-hati di jalan ya!Terima kasih sudah mengantarku.”Ucap Emely.


Natan tak menjawab. Ia hanya tersenyum manis pada Emely.


Natan langsung masuk ke dalam mobil dan segera meninggalkan tempat Emely.


Sepanjang jalan ia berbicara sendiri.


Natan mempertanyakan sikap apa yang di tunjukan oleh Emely tadi.


“Mengapa ia terus-terusan membuatku kesal?Mengapa juga ia harus berterima kasih padaku. Apa dia lupa jika aku adalah tunangannya?Sebagai tunangan sudah sepantasnya aku harus mengantarnya pulang dengan aman dan selamat.”Ucap Natan perlahan namun terlihat kesal.


Natan merasa jika Emely tak peka terhadap perlakuan spesial terhadapnya selama ini.


“Mengapa ia tak peka sama sekali?Apa hatinya terbuat dari batu?”segala pertanyaan muncul dalam diri Natan.


Walaupun demikian,ia sangat senang karena hari ini bisa makan bersama dengan Emely dan keluarganya.


Keesokan harinya,Emely seperti biasanya pergi ke kantor. Tiba di kantor, gadis cantik ini melihat sahabatnya sedang tersenyum bahagia.


“Pagi Nin?Kok senyum-senyum sendiri. Kenapa sih?”tanya Emely heran.


“Kamu sudah dengar kabar terbaru pagi ini?”Nina balik bertanya.


“Memangnya ada apa Nin?”Emely masih bertanya dengan penuh heran.


“Besok kita akan berangkat liburan ke jepang sayang. Aku tak habis fikir bisa secepat ini!”jawab Nina menjelaskan kabar baiknya.


“Wah!Ini memang kabar baik Nin. Aku tak sabar lagi ingik mengunjungi negara sakura itu.”Ucap Emely bahagia.


Baru saja ingin berbicara panjang-lebar dengan Nina,tiba-tiba bu Delia datang ke ruangan mereka.


“Pagi semua?”Delia menyapa.


“Pagi juga bu Delia?”semua membalas sapaan seperti biasanya.


“Hari ini,ada penyampaian penting buat yang memenangkan proyek ini. Kabar baiknya adalah tentang keberangkatan dua orang wanita terpilih yang berhasil memenangkan hadiah untuk berlibur ke jepang.”Ucap Delia menyampaikan perihal hadiah liburan itu.


Nina dan Emely sangat senang sekaligus merasa deg-degan dengan kabar baik itu.


“Untuk Nina dan Emely kalian akan menerima hadiah resmi dari perusahaan kami. Terima kasih telah bekerja-sama dengan baik.Besok kalian akan berangkat ke jepang.”Ucap Delia langsung meninggalkan ruangan itu.


Nina dan Emely langsung berpelukan karena merasa senang dengan hadiah yang mereka dapatkan.


Tiba-tiba sang direktur muncul di dalam ruangan mereka. Ia terlihat tampak cuek seperti biasanya.


Mengapa ia kesini lagi?Membuat suasana jadi berubah.Batin Emely bertanya-tanya.


“Untuk karyawan yang memenangkan hadiahnya,silahkan langsung pulang saja. Kumpulkan tenaga kalian untuk keberangkatan besok.”Ucap Natan datar.


Nina langsung berdiri dan menyetujui ucapan dari sang direktur.


“Baik pak. Kami akan segera pulang beristirahat. Terima kasih atas pengertiannya.”Ucap Nina tersenyum lebar.


“Silahkan pulang dan tinggalkan ruangan ini.”Ucap Natan masih dengan raut wajah tegang.


“Ayo pulang Emely!”ajak Nina.


“Iya Nin.”Jawab Emely.


Akhirnya merekapun keluar ruangan dan segera pulang ke rumah seperti biasanya.


Tiba-tiba Natan menyusul di belakang kedua gadis itu. Ia kemudian bertanya pada mereka.


“Apa kalian tak mau mengucapkan sesuatu padaku?”tanya Natan penuh harap.


“Mengucapkan apa tuan?Kami sungguh bingung dengan pertanyaan ini!”jawab Emely yang terlihat bingung.


Apa dia benar-benar tak peka dengan keadaannya sekarang?Apa dia tak mau mengucapkan terima kasih secara langsung padaku?batin Natan bertanya-tanya.


Baru ingin menjawab pertanyaan itu,tiba-tiba sebuah mobil mewah menghampiri mereka.


Ternyata orang yang di dalam mobil itu adalah tuan Kim.


“Pagi?”Kim menyapa mereka.


“Pagi juga tuan Kim?”Nina langsung menjawab sapaan dari Kim.


“Pagi juga Kim?”balas Natan.


Emely hanya tersenyum manis melihat pria tampan yang sedang berdiri di sampingnya.


Natan memperhatikan Emely yang tersenyum bahagia kala melihat Kim.


Ia tampak senang jika Kim ada di dekatnya. Apa mereka berdua sangat dekat?Mengapa ia lebih terlihat nyaman ketika bersama Kim dibandingkan ada aku di sisinya? batin Natan mulai bertanya-tanya.


“Aku dengar kalian akan ke jepang besok.Apa bisa aku liburan bersama kalian berdua?”ucap Kim jujur dengan hatinya.


“Aku sangat senang jika anda ikut liburan bersama kami.”Nina menjawab dengan polos.


Emely hanya tersenyum dan tak ingin terlibat dengan pembicaraan Kim dan Nina.


Sementara Natan mulai kesal dan merasa tak rela jika sang tunangan harus pergi liburan bersama pria lain.


“Kalau Kim ikut ke jepang. Aku juga akan ikut kalian liburan kesana.Ada beberapa tempat yang ingin aku kunjungi.”Ucap Natan menawarkan diri dengan penuh rasa percaya diri.


“Apa tuan tak punya jadwal kerja?”tanya Emely merasa heran.


“Aku bebas.Sekalian kita pergi ke jepang ber-empat.”Jawab Natan datar.


“Aku setuju dengan Natan.”Ucap Kim yang mendukung keputusan Natan.


“Aku juga setuju. Pasti seru jika kita liburan bersama.”Jawab Nina setuju.


Emely hanya bisa pasrah dengan keputusan mereka. Ia tak tahu harus bersikap apa dengan keadaan yang sedang ia alami sekarang.


Akhirnya mereka memutuskan untuk berangkat ke jepang bersama-sama.


Keesokan harinya, Emely dan Nina langsung menuju bandara soekarno-hatta.


Tiba disana,tampak dua orang pria tampan sedang menunggu kedatangan mereka. Kedua pria ini tampak mempesona.


Emely dan Nina merasa kagum dengan ketampanan kedua pria itu.


Tuan Kim yang tampan,baik dan hangat terhadap Nina dan Emely.


Sedangkan Natan seorang pria tampan,kaya dan sangat arogan ditambah lagi sikapnya yang narsistik membuat Emely canggung dan merasa aneh pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Walaupun demikian, Natan juga adalah seorang pria yang sangat perduli dengan orang lain namun tetap terlihat cool.


Mereka ber-empat langsung masuk ke dalam pesawat sambil menunggu keberangkatan menuju negeri sakura.


__ADS_2