
Kedua gadis itu pulang ke rumah dengan membawa keberhasilan.
Dengan kerja sama itu, Emely dan Nina akan semakin di kenal dalam perusahaan besar itu.
Sungguh suatu sejarah besar bagi keduanya.
“Aku sangat senang kita berhasil mengajak tuan Kim untuk bekerja sama.”Ucap Nina semangat.
“Iya Nin. Akhirnya kita akan mendapatkan hadiah itu.”Jawab Emely turut bahagia.
Baru berjalan beberapa meter dari rumah tuan Kim, tiba-tiba mobil berwarna merah menghampiri mereka berdua.
Nina dan Emely tak tahu siapa orang yang di dalam mobil itu.
Ketika membuka kaca mobil, Nina terkejut melihat pria tampan dalam mobil adalah tuan Kim doong woon.
“Ayo masuk! Aku akan mengantar kalian pulang.”Ucap Kim menawarkan tumpangan.
Nina tak lagi berfikir panjang, ia langsung membuka pintu mobil dan masuk ke dalam.
“Ayo masuk Emely!”Nina menarik tangan sahabatnya.
Emely akhirnya ikut masuk ke dalam mobil.
“Ya Tuhan! Ini benar-benar seperti mimpi bisa semobil dengan pria tampan ini.”Ucap Nina perlahan.
Emely hanya tersenyum polos mendengar ucapan dari sahabatnya itu.
Kim terlihat sangat tampan. Ia menggunakan kacamata warna hitam. Wajah pria itu benar-benar idaman para wanita.
Kim sesekali melirik Emely yang hanya terdiam dan tak banyak bicara.
Dia cantik juga.Batin Kim memuji kecantikan Emely.
Nina masih tak percaya jika mendapat keberhasilan seperti ini.
“Aku beruntung memiliki teman sepertimu.”Nina memuji.
“Aku akan bahagia jika kamu terlihat bahagia juga Nin.”Jawab Emely jujur.
Kedua sahabat itu saling berpelukan karena merasa bahagia.
Kim senang melihat keakraban dua sahabat itu.
Kemudian Kim bertanya pada Emely dan Nina tentang persahabatan mereka.
“Apa kalian sudah lama bersahabat?”tanya Kim tersenyum tipis.
“Belum tuan. Kami baru berkenalan ketika aku masuk kerja pertama di perusahaan majalah.”Jawab Emely menjelaskan.
“Iya tuan. Kami bersahabat belum lama namun aku sangat bahagia memiliki teman yang sangat baik seperti Emely. Pokoknya aku sangat beruntung mengenalnya.”Sambung Nina memuji Emely dengan nada tulus.
Kim sangat terharu mendengar kedua sahabat yang saling memuji satu sama lain.
Tak terasa akhirnya mereka sampai di depan rumah Nina.
“Aku duluan ya! Terima kasih tuan Kim.”Ucap Nina pamit.
__ADS_1
“Iya Nin. Besok kita ketemu lagi ya.”Jawab Emely.
Tuan Kim hanya membalas dengan senyuman ucapan Nina.
“Apa aku turun disini saja ya?”tanya Emely.
“Memangnya rumahmu dekat sini.”Jawab Kim.
“Rumahku masih jauh tuan. Anda tak mungkin mengantarku kesana.”Ucap Emely merasa tidak enak.
“Mengapa tak mungkin? Aku akan mengantarmu sampai rumah. Hari ini aku tak memiliki pekerjaan, jadi bebas mau kemana saja.”Jawab Kim menenangkan perasaan Emely.
“Sekali lagi terima kasih banyak tuan. Maaf sudah merepotkan!”ucap Emely serius.
“Kamu tak perlu sungkan padaku. Panggil saja aku dengan sebutan Kim. Tak perlu kaku jika di dekatku.”Jawab Kim tersenyum manis.
Pria ini benar-benar sangat bersahabat. Aku suka gayanya menyapa. Tak seperti Natan yang selalu terlihat marah-marah.Puji Emely dalam hati.
“Besok apa yang harus kita lakukan?”tanya Kim.
“Besok aku akan mengatur jadwalnya dulu. Nanti akan aku beritahu pada tuan.”Jawab Emely bersemangat.
“Tak perlu formal seperti itu nona Emely. Aku bukan pria yang gila hormat.”Ucap Kim sambil tertawa.
“Iya Kim. Terima kasih ya.”Emely berbalik tersenyum.
Suasana di dalam mobil tampak terlihat penuh canda tawa. Emely cepat sekali bersahabat dengan Kim.
Kedua anak muda ini sangat terlihat cocok jika bersama.
Tak terasa telah sampai di depan rumah Emely.
“Oke nona Emely.”Jawab Kim menggoda.
Akhirnya Emely langsung masuk ke dalam rumah.
Tamara melihat dari kejauhan dan merasa heran mengapa Emely memakai baju yang bukan miliknya.
“Mengapa baru pulang sayang?”tanya Tamara dengan nada khawatir.
“Maaf bunda. Emely lagi ada pekerjaan tambahan di luar.”Jawab Emely yang terlihat sangat lelah.
“Baju siapa yang kamu pakai?”tanya Tamara lagi karena merasa heran.
“Ini baju milik tuan Kim.”Jawabnya tersenyum.
“Tuan Kim siapa? Bunda makin merasa bingung!”Tamara semakin bertanya-tanya.
“Tuan Kim doong woon bun. Dia yang sekarang lagi top di majalah internasional.”Jawab Emely.
“Mengapa bajunya bisa kamu pakai? Bunda tak mengerti.”Tamara yang masih terlarut dalam kebingungan.
“Emely kan dapat tugas di kantor untuk membujuk Tuan Kim bekerja sama dengan perusahaan majalah. Emely dan Nina yang mengerjakan tugas itu. Kebetulan tuan Kim adalah orang yang sangat sulit di ajak kerja sama,jadi kami berdua langsung mengunjungi tempat tinggalnya. Sampai disana Emely dan Nina kehujanan.”Emely menjelaskan tanpa memberitahu yang sebenarnya.
Gadis ini tak ingin memberitahu pada sang bunda. Ia takut ibunya akan sangat khawatir jika mengetahui kebenarannya.
“Jadi disana hujan?”tanya Tamara lagi.
__ADS_1
“Iya bunda. Akhirnyaa tuan Kim meminjamkan bajunya untuk Emely dan juga Nina.”Jawab Emely mencoba berbohong agar ibunya tak khawatir.
“Syukurlah kalau begitu! Bunda sangat mencemaskanmu.”Ucap Tamara yang terlihat lega karena putrinya baik-baik saja.
“Iya bunda. Emely punya kabar bahagia!”ucap Emely yang tak sabar ingin menceritakan kabar bahagia itu
“Kabar apa sayang?”Tamara penasaran.
“Emely dan Nina berhasil mengajak tuan Kim untuk kerja sama dengan perusahaan tempat Emely bekerja. Bunda tahu hadiahnya apa?”ucap Emely yang sengaja membuat ibunya penasaran.
“Hadiah apa sayang? Bunda jadi penasaran!”Tamara masih dalam keadaan penasaran.
“Emely dan Nina akan dapat hadiah liburan gratis di luar negeri bun.”Jawab Emely semakin terlihat bersemangat.
“Ya Tuhan, selamat sayang! Bunda tak menyangka jika putri bunda sangat pandai membujuk orang.”Tamara memuji karena sangat bahagia.
“Iya bunda. Terima kasih juga atas doa bunda ya!”Emely bersyukur.
“Ya sudah kalau begitu kamu istirahat dulu!”ucap Tamara menyuruh Emely istirahat.
“Oke bunda. Emely ke kamar ya!”pamit Emely.
Gadis ini menuju kamarnya dan langsung membaringkan tubuhnya di atas ranjang.“Aku sangat lelah sekaligus bahagia karena bisa menyelesaikan tugas ini.”Ucap Emely bahagia.
Rupanya gadis ini sangat lelah karena seharian tak pernah istirahat. Ia seketika itu langsung tertidur pulas karena kecapekan.
Keesokan hari. Emely pergi ke kantor seperti biasa. Ia tak sabar lagi ingin bertemu Nina untuk membicarakan keberhasilan mereka yang sangat mustahil itu.
Tiba di kantor, Emely langsung menyapa Nina.
“Pagi Nin?”Emely menyapa.
“Pagi juga Emely.”Jawab Nina.
Tampak semua teman sekantor sedang membicarakan mereka berdua.
Nina sangat senang dengan keberhasilan ini.
“Mengapa setiap karyawan disini menatap kita dengan senyuman?”tanya Emely bingung.
“Kita sekarang lagi jadi bintang di kantor ini.”Jawab Nina tersenyum sumringan.
“Bintang apa maksud kamu? Jangan membuatku bingung ya!”ucap Emely masih juga tak tahu.
“Kemarin kita berhasil membuat tuan Kim bekerja sama dengan perusahaan ini, jadi mereka sepertinya kagum dan tak percaya dengan apa yang kita capai.”Nina mencoba menjelaskan.
“Oh jadi itu maksud kamu.”Emely langsung mengerti.
Tiba-tiba Bu Delia datang ke ruangan mereka. Ia tampak terlihat senang hari ini. Wajah Bu Delia dipenuhi dengan senyuman.
Nina sampai tak percaya jika Bu Delia bisa senyum juga.
“Aku tak yakin jika Bu Delia bisa tersenyum manis seperti itu!”ucap Nina perlahan.
“Pagi semuanya? Hari ini, ada kabar gembira datang dari dua karyawan terhebat dalam ruangan ini. Dua gadis ini bisa melakukan tugas ini dengan baik. Mereka berdua bisa merekrut model terkenal seperti Kim doong woon untuk bekerja sama dengan perusahaan kita. Sungguh suatu pencapaian yang luar biasa! Silahkan maju ke depan atas nama Emely denisa dan Nina rahardian!”Bu Delia memberi selamat pada Emely dan Nina.
Kedua gadis itu kemudian maju ke depan dengan wajah yang di penuhi kebahagiaan. Mereka tak menyangka akan mendapat keberhasilan yang tak terduga.
__ADS_1
“Terima kasih, kepada kalian berdua yang sudah berhasil melakukan tugas sulit ini. Kami atas nama dari perusahaan akan menepati janji untuk memberikan hadiah berupa tip dan juga liburan gratis ke luar negeri seperti janji perusahaan kemarin.”Bu Delia berbicara lagi sambil memberikan selamat dan penghargaan atas keberhasilan kedua karyawan itu.