
Natan adalah seorang pria yang kesannya terlihat sangat cuek dan tak perduli dengan orang lain. Ia juga tak suka kebisingan. Pendiam dan pemarah menjadi salah satu sifat yang paling di benci oleh kakaknya yaitu Stevani.
Natan tak pernah perduli dengan kehidupan dan kesusahan orang lain. Ia sangat egois dan hanya memikirkan dirinya sendiri.
Bila berada di rumah, Natan jarang terlihat berbicara dengan kakaknya Stevani. Mereka berdua seakan tak pernah bercanda satu sama lain layaknya sebagai saudara.
Natan hanya berdiam diri di kamar atau tidak ke kantor. Ia malas harus berkumpul dengan banyak orang. Natan juga sangat sulit di ajak bergaul. Senyumnya sangat mahal. Wajah tampannya hanya terlihat datar. Yang membuat Natan seperti ini adalah mantan kekasihnya Nania. Sewaktu di korea, ia memiliki seorang kekasih namanya Nania.
Mereka pacaran sudah 4 tahun lamanya. Keduanya menjalin hubungan pada awal Natan masuk di bangku kuliah. Tak ada pertengkaran yang terjadi diantara mereka. Namun setelah Natan lulus kuliah, Nania memutuskan untuk meniti karir di paris. Ia ingin menjadi seorang model terkenal seperti cita-citanya waktu kecil.
Natan melarang Nania untuk pergi ke paris. Ia tak ingin menjalin hubungan jarak jauh. Natan khawatir jika nanti perasaan keduanya akan berubah nantinya. Ia sebisa mungkin melarang Nania untuk pergi. Sampai Natan melamar Nania waktu acara perpisahan kuliah. Ia tak ingin gadis yang dicintainya pergi begitu saja. Natan tak terima semua itu. Ia sangat menghargai hubungan mereka yang sudah terjalin selama empat tahun. Namun Nania berfikiran lain. Ia tak ingin mengorbankan mimpinya hanya karena sebuah hubungan. Nania lebih memilih ke paris untuk meneruskan karirnya.
Sampai dimana gadis itu pergi tanpa pamit. Ia hanya meninggalkan sebuah kotak hadiah yang di dalamnya ada sebuah kalung pemberian dari Natan dulu. Nania rupanya mengembalikan kalung pemberian dari Natan. Sungguh sangat berat Natan harus menjalani hidup tanpa seorang Nania. Ia tak menyangka harus berpisah dengan kekasih yang sangat dia cintai. Natan sangat terpukul atas kepergian Nania. Ia hanya berteman dengan alkohol sehari-hari. Kehidupan Natan sudah sangat membosankan. Sampai ia berfikiran untuk mengakhiri hidupnya saja.
Namun ia kembali berfikir dan mengingat kembali kenangannya bersama Nania. Natan mencoba bangkit dari rasa terpuruknya. Ia tak ingin terus-terusan hidup seperti ini. Natan ingin berubah dan mempunyai tujuan hidup juga seperti Nania. Memang sampai saat ini Natan belum lepas dari bayang-bayang Nania.
Ia masih mengingat gadis itu walaupun telah melukai hatinya. Kelemahan Natan adalah Nania. Gadis itu benar-benar sangat berarti bagi kehidupan Natan. Semua memori mereka, Natan akan selalu mengingat dalam hatinya. Sampai dimana ayah Natan menginginkan anaknya untuk menggantikan posisinya sebagai direktur. Ia sebenarnya tak tertarik dengan hal itu. Tapi Natan seakan membalas sakit hatinya pada Nania. Ia lebih memilih karir sebagai direktur dari pada mempertahankan sebuah hubungan yang tak di hargai sama sekali. Nania pergi tanpa pamit namun ia masih melakukan komunikasi via internet. Natan sangat kecewa dengan sikap dan keputusan Nania. Sampai ia harus tega memblokir semua alat komunikasi yang berhubungan dengan Nania. Natan kecewa dan benar-benar sangat kecewa. Seakan ia sangat takut untuk menjalani hubungan dan membicarakan tentang masa depan. Natan trauma dengan kejadian ini jangan sampai terulang lagi dalam hidupnya. Kekecewaan Natan sangat mempengaruhi jiwanya.
Ia menjadi sangat pemarah dan pendiam. Ia juga menjadi orang yang egois dan tak perduli. Tak pernah terlihat senyum. benar-benar sikap Natan sangat berubah total. Dulunya ia adalah seorang pria yang perhatian dan penyayang. Tapi dengan kejadian itu, ia tak ingin lagi menjadi orang yang seperti itu. Natan sangat takut akan terluka seperti dulu.
Pagi itu Natan pergi ke kantor. Ia melaksanakan aktivitas seperti biasanya.
Natan sudah tak sabar ingin segera sampai di tempat kerjanya. Ia ingin sekali melihat seperti apa wajah gadis pembuat masalah itu.
Aku akan melihat reaksi wajahnya ketika akan melihatku.”Ucapnya dalam hati sambil menyeringai.
Natan sepertinya sangat tertarik dengan permainan ini. Ia sudah lama tak mengerjai orang. Rupanya tak disangka jika Natan memiliki sikap jahil yang tak ia nampakkan.
Ia berencana akan menyuruh gadis itu untuk menjadi tukang masak khususnya. Padahal Emely bidangnya bukan disitu. Tapi itulah Natan. Ia sangat senang mempunyai pekerjaan baru untuk menjahili gadis itu.
“Awas saja! Aku akan membuatmu tak betah berlama-lama di perusahaan ini. Kamu tampaknya sangat menikmati ketika aku di marah oleh kak Stevani.”Ucapnya kesal sambil mengingat kejadian kemarin.
Supir pribadinya tampaknya memperhatikan dengan sikap Natan yang tampak aneh. Ia terlihat senyum sejenak kemudian terlihat kesal lagi. Membuat supir itu kebingungan.
Ada apa dengan pak Natan? Mengapa ia terlihat bahagia sebentar setelah itu kembali dengan wajah kesalnya? Apa ia orang yang mudah berubah-ubah? batin supir taxi itu berkata namun tak berani ia sampaikan pada Natan.
Perjalanan yang sedikit jauh membuat Natan tampak kesal namun berhasil ia pendam. Pria ini seakan tak sabar lagi ingin cepat sampai dan membuat perhitungan dengan gadis itu.
Natan tak tahu nama gadis yang selalu membuat masalah untuknya.
Tiba di kantor. Natan langsung meminta managernya untuk mencari daftar nama karyawan baru dan bagian divisi apa saja para karyawan baru di tempatkan. Tak lupa juga Natan menyuruh untuk menunjukkan foto karyawan baru.
“Tolong anda carikan daftar nama karyawan baru dan kemudian perlihatkan foto mereka padaku secepatnya!”perintah Natan dengan wajah bersungguh-sungguh.
“Baik pak.”Jawab manager singkat.
Tak lama kemudian manager datang pada Natan dan memberikan daftar nama karyawan baru beserta fotonya.
“Ini pak. Semua data yang bapak minta ada disini.” Sambil memberikan berkas dan beberapa foto.
Natan memeriksa foto-foto itu. Ia terkejut dan merasa jika ia tak salah dengan perasaanya. Natan memeriksa hanya untuk memastikan kebenarannya.
“Baiklah. Sekarang tugasmu selesai. Kamu boleh meninggalkan ruangan saya!”terlihat senang karena telah menemukan apa yang ia cari.
“Nama Emely Denisa. Usia 23. Divisinya bagian promosi modelling. Rupanya sangat menarik !”Berbicara sendiri sambil tersenyum.
Hari ini Emely sangat takut dan gugup dengan posisinya sekarang. Emely takut bila berjumpa langsung di kantor dengan sang direktur. Emely mencoba untuk menghindar dan bersembunyi sebisa mungkin. Namun sayang, usahanya terbilang sia-sia. Natan sudah lebih dulu mengetahui informasi tentang dirinya. Emely pun tak tahu jika Natan sudah lebih dulu mengetahuinya.
__ADS_1
Pada saat jam istirahat selesai, tiba-tiba ada seorang pria yang merupakan salah satu karyawan perusahaan itu datang mencari nama Emely Denisa.
“Siang semua? tolong karyawan yang bernama Emely Denisa harap ke ruangan bagian atas!”ucap karyawan itu.
Emely, riwayat karirmu akan segera berakhir! Mengapa aku harus di panggil ke ruangan atas?”Emely merasa deg-degan.
Semua rekan kerjanya pandangannya tertuju pada Emely. Termasuk Nina.
“Mengapa kamu di panggil ke ruangan atas?”tanya Nina penasaran.
“Aku juga tak tahu Nin. Aku sangat deg-degan dengan keadaanku sekarang.”Jawab Emely yang terlihat khawatir.
Akhirnya Emely pergi ke ruangan atas di gedung itu. Ia harus naik lift beberapa kali untuk bisa sampai ke tempat itu.
Sepanjang langkahnya Emely sangat berfikir keras tentang apa arti ini semua.
Ia bertanya-tanya pada dirinya sendiri.
“Mengapa aku disuruh ke ruangan atas ya? Sebenarnya ada apa? Atau jangan-jangan!” dengan raut wajah khawatir.
Untuk menjawab rasa penasaran, akhirnya Emely meneruskan langkahnya untuk pergi ke ruangan itu. Tampaknya Natan mengamati Emely lewat CCTV. Ia melihat raut wajah gadis itu yang terlihat panik dan khawatir.
Belum bertemu denganku tapi sudah terlihat panik. Bagaimana nanti jika ia melihatku? mungkin saja gadis itu akan pingsan. Batinnya berkata dan seakan ingin tertawa.
Natan benar-benar telah kehilangan akal. Ia tertawa dan marah-marah sendiri. Sungguh sikap yang sangat aneh.
Ketika melihat Emely telah berada di depan pintu. Natan langsung berbalik ke belakang. Ia tak ingin langsung di lihat oleh Emely.
Tiba-tiba Emely mengetuk pintu itu. Namun pintu itu tak terkunci dan terbuka sendiri.
Ia perlahan-lahan masuk. Saat ini langkah Emely sangat berat rasanya. Ia ragu untuk masuk ke dalam. Namun demi menjawab rasa penasaran, ia pun meneruskan langkah kakinya. Emely sama sekali tak melihat jika ada pria yang membelakanginya.
“Hei gadis pembuat masalah!”ucap Natan sambil menoleh ke hadapan Emely.
Betapa terkejutnya Emely. Ia seakan ingin lari dan bersembunyi dari ruangan itu. Wajahnya saat ini tampak terlihat pucat. Rupanya Emely mulai paham dengan situasinya sekarang.
Ya Tuhan! Ternyata direktur yang memanggilku. Apa yang harus ku lakukan?ayo Emely cepatlah berfikir! batin Emely menyalahkan otaknya yang lama mengeluarkan ide.
Natan sangat terkejut melihat sikap Emely yang berlebihan itu. Emely sampai harus memukul otaknya sendiri tanpa ia sadari karena merasa panik.
Mengapa ia seperti itu? Harus sampai memukul otaknya sendiri.” Kata hatinya seakan terkejut dengan sikap yang di tunjukkan oleh Emely.
“Mengapa anda memukul kepala sendiri?”dengan wajah datar.
Emely segera menurunkan tangannya dan terlihat salah tingkah.
“Mengapa dengan wajah anda nona? Apa kita bertemu sebelumnya?”Natan pura-pura tak mengenal.
Natan sengaja mengatakan hal seperti itu. Karena ia ingin melihat kejujuran langsung dari Emely.
“Ia pak. Kita pernah bertemu sebelumnya.”Emely menundukkan wajahnya.
“Jadi pasti kamu sangat mengerti dengan kesalahan kamu.”Natan terlihat seakan mengintrogasi.
“Iya pak. Aku mengerti dengan kesalahan yang ku perbuat.”Jawab Emely dengan nada polos.
“Coba katakan apa saja kesalahan kamu!”dengan wajah seakan memaksa Emely untuk mengakui kesalahannya.
__ADS_1
“Kesalahanku yang pertama adalah menabrak bapak.Dan kedua membuat masalah di rumah bapak.”Ucap Emely masih dengan wajah polos.
Natan semakin tertarik untuk mempermainkan wanita yang ada di hadapannya.
Natan mulai memainkan aksinya untuk membuat Emely semakin takut dan khawatir.
“Kamu tahu hal apa yang paling aku benci di dunia? Pertama adalah suaramu yang besar dan tak enak di dengar. Dan yang kedua adalah wanita yang banyak bicara dan cerewet sepertimu. Jadi kamu harus paham itu!”sambil menunjuk ke arah wajah Emely yang sedang tertunduk.
“Iya pak. Aku sangat sangat minta maaf dengan kejadian kemarin pak!”Emely terlihat bersungguh-sungguh.
Natan ingin tertawa ketika melihat ekspresi Emely yang minta maaf. Wajah gadis itu terlihat sangat polos dan benar-benar sangat merasa bersalah dengan kejadian itu.
Natan sepertinya tambah tertarik untuk mempermainkan perasaan gadis itu.
“Apa menurutmu aku akan memaafkanmu begitu saja? Aku lihat ekspresi wajahmu terlihat bahagia ketika kak Stevani memarahiku di depanmu.” Natan dengan nada tinggi.
Emely semakin takut untuk menjawab ucapan Natan. Ia hanya tertunduk dan mendengarkan ceramah dari sang direktur.
“Sekali lagi aku minta maaf pak!”Emely sangat terlihat sedih.
Saat ini Emely tak berani melihat ke depan wajah Natan. Ia sangat takut dengan wajah Natan yang terlihat marah.
“Mengapa kamu tak menatapku? Apa kamu ingin mempermainkanku?”Natan masih dengan permainannya.
“Tidak pak. Aku sangat takut melihat wajah bapak!”Emely berbicara dengan sangat polos dan wajahnya terlihat takut.
Mengapa dengan gadis ini? ada apa dengan wajahku?memangnya aku terlihat seperti hantu? batin Natan bingung.
“Memangnya kenapa dengan wajahku? Apa sekarang kamu sedang menghina dan mempermainkanku ?”ucap Natan penuh amarah.
Emely semakin takut dan rasanya ingin menangis. Bibirnya bergetar seakan tak mampu berbicara lagi. Ia benar-benar sangat takut dengan nada suara Natan yang tinggi. Namun Emely masih dengan polosnya menjawab dengan jujur tentang apa yang ia rasakan sekarang.
“Aku takut dengan suara bapak yang besar!Aku tak bermaksud untuk menghina ataupun mempermainkan bapak. Sekali lagi aku minta maaf atas kesalahan yang telah ku perbuat!”Emely menundukkan wajahnya untuk minta maaf yang ke sekian kalinya.
“Aku bosan mendengar kata maafmu. Kata maaf itu tak akan menyelesaikan masalah. Apa kamu paham?” Natan masih dengan nada tinggi.
“Jadi aku harus melakukan apa agar bapak bisa memaafkanku?”Emely bertanya seakan ingin menebus kesalahannya.
“Kamu sekarang tak perlu bekerja lagi di bidangmu untuk waktu tiga bulan ini. Jadilah juru masak pribadiku jika masih ingin tetap bertahan disini!”Natan membuat pilihan yang berat untuk Emely.
Emely berfikir sejenak. Rupanya ia sangat sedih dengan keputusan Natan. Namun hal yang terpenting sekarang adalah jangan sampai ibunya tahu jika ia berhenti dari pakerjaan. Tentu hal itu akan membuat ibunya sangat khawatir dan sedih. Terpaksa untuk tetap bertahan di perusahaan itu, Emely harus menjadi juru masak pribadi dari Natan.
Aku yakin! gadis ini pasti mengundurkan diri sendiri tanpa aku harus memecatnya. Ucap Natan dalam hati.
“Jadi bagaimana keputusanmu? Cepat katakan aku tak punya waktu!” Natan dengan nada tegas.
Natan berfikir jika Emely akan menyerah begitu saja. Namun perkiraan Natan salah. Justru Emely bersikap sebaliknya.
“Baik pak. Aku akan melakukan tugas itu selama tiga bulan. Asalkan bapak jangan memecatku dari pekerjaan ini. Aku sungguh sangat membutuhkannya!” Emely bersungguh-sungguh dengan perkataannya.
“Baiklah kalau begitu. Aku hanya menyampaikan bahwa tugas ini sangat berat. Kamu harus menyajikan makanan yang sesuai dengan seleraku. Jangan sampai membuat kesalahan! Aku jarang mentolerir kesalahan.” Natan dengan nada memperingatkan.
“Baiklah pak.”Jawab Emely singkat.
“Mengapa masih berdiri disitu? Cepat tinggalkan ruangan ini!”Natan masih dengan permainannya.
Tiba-tiba Emely langsung keluar dari ruangan Natan. Ia menarik nafas sejenak dan memikirkan nasibnya.
__ADS_1
Ya Tuhan,mengapa dengan nasibku? Tapi aku tak akan putus asa dengan ujian yang datang. Batinnya meyakinkan diri.