Tuhan Jangan Ambil Dia

Tuhan Jangan Ambil Dia
Tugas sulit Emely


__ADS_3

Masalah pertemuan keluarga telah selesai dibahas. Sekarang Emely sudah resmi dijodohkan dengan Natan.


Walaupun demikian, gadis ini tak pernah mempubliskan pada orang lain termasuk sahabatnya sendiri. Emely sebisa mungkin menjaga perasaan gadis-gadis yang memendam rasa pada Natan.


Gadis ini tak ingin diketahui statusnya sebagai calon isteri dari sang direktur. Jika diketahui jelas akan membuatnya sangat tidak nyaman. Ia takut orang-orang akan menganggapnya menggoda sang direktur.


Hari ini ia masuk kantor seperti biasanya. Natan sekarang membebaskan Emely dari tugas memasak. Gadis ini sekarang kembali ke tugasnya semula.


“Pagi Nin?”Emely menyapa seperti biasa.


“Pagi juga Emely.”Jawab Nina.


Emely senyum-senyum sendiri di tempat duduknya. Nina tak tahu apa yang ada dalam fikiran sahabatnya sekarang.


“Mengapa kamu senyum-senyum sendiri seperti orang gila?”tegur Nina.


Seketika itu Emely langsung tersadar dari lamunan indahnya.


Gadis ini sedang menghayalkan Natan yang super cuek itu.


“Ih kenapa kagetin aku Nin? Aku jantungan loh!”jawab Emely kaget.


“Tak baik melamun sendiri. Mau dirasuki sama hantu ya?”ucap Nina menasehati.


“Iya Nin. Maaf ya.”Emely dengan nada rendah.


“Iya aku tahu. Kamu sekarang pasti lagi memikirkan direktur itu kan?”tanya Nina yang merasa aneh dengan sikap Emely.


“Apaan sih Nin. Tak mungkin aku berani memikirkan direktur itu.”Jawab Emely berbohong.


“Awas saja kalau bohong ya!”Nina dengan nada mengingatkan


“Iya, iya. Kok Nina jadi seram yah, kalau lagi marah.”Ucap Emely khawatir dengan perkataan Nina.


“Hahahaha. Aku hanya bercanda Emely. Tak mungkin aku marah pada sahabatku sendiri.”Jawab Nina tertawa.


“Jujur, aku khawatir dengan ucapanmu tadi.” Ucap Emely jujur.


“Jadi, kalau begitu benar dong dugaanku!”jawab Nina penasaran.


“Apa sih Nin ? jangan mulai lagi deh.”Ucap Emely tersenyum dengan perkataan sahabatnya.


“Aku yakin pasti ada yang kalian sembunyikan dariku! Kamu pasti punya hubungan khusus dengan sang direktur.”Ucap Nina masih penasaran dan menduga-duga.


“Sudahlah Nin. Sekarang kita mulai saja mengerjakan tugas yang sudah menumpuk ini. Sebentar lagi Bu Delia akan datang ke ruangan ini.”Jawab Emely mengalihkan pembicaraan.


“Iya Bu Natan.”Ucap Nina yang masih senang menggoda Emely.


“Stop pembicaraan. Ayo mulai bekerja!”ajak Emely.


“Ih, Emely menyebalkan.”Jawab Nina polos.


“Ya ampun Nina, aku minta maaf ya. jangan marah!”ucap Emely.


Ninapun tersenyum kecil mendengar ucapan maaf dari Emely.


Tiba-tiba Bu Delia masuk ke ruangan.


Semua karyawan yang ada disitu terdiam sejenak.


Mereka semua sangat segan terhadap sang manager bermuka datar itu.


“Pagi semua?”sapa Bu Delia.


“Pagi juga Bu Delia.”Jawab semua karyawan.


“Aku mempunyai tugas penting untuk kalian kerjakan. Sekarang perusahaan majalah kita sudah sangat terkenal di luar maupun di dalam negeri. Aku harap kalian setuju mengerjakan tugas ini. Siapapun yang ku tunjuk harus bisa menerimanya dengan ikhlas.”Ucap Bu delia yang penuh teka-teki.


Semua karyawan di dalam ruangan itu saling bertanya-tanya satu sama lain, termasuk Emely dan Nina.


Mereka takut akan ditunjuk oleh sang manager untuk melakukan tugas itu.


Bu Delia kemudian melanjutkan ucapannya tadi.


“Tugas ini tidaklah mudah. Butuh keyakinan dan kerja keras untuk melakukan hal ini. Kalian juga harus punya daya tarik tersendiri untuk merekrut orang ini agar mau bekerja sama dengan kita.”Sambung Bu Delia lagi.


Semua karyawan makin penasaran dengan tugas itu. Ada salah seorang karyawan yang bertanya langsung pada Bu Delia. Ia menanyakan siapa perihal orang yang dimaksud tadi.


“Siapa orang itu bu?”tanya salah seorang karyawan.


Bu Delia hanya menatap dengan pandangan datar pada karyawan itu. Bu Delia memang tak suka jika ada yang menyela pada saat ia berbicara.


“Aku tak suka pembicaraanku disela orang lain.”Jawabnya tegas.


“Maafkan aku Bu!”ucap karyawan merasa menyesal melakukan hal itu.


“Cukup sekali, jangan pernah di ulang! Aku akan melanjutkan pembicaraanku tadi. Mohon kalian semua jangan menganggap mudah dengan tugas ini! Aku katakan sekali lagi ; jika orang ini susah di ajak kerja sama. Siapa diantara kalian yang berhasil merekrut orang ini, maka akan mendapatkan tip dan liburan gratis dari perusahaan ini.” .Ucap Bu Delia serius.


Mereka seakan sudah terlihat menyerah sebelum berperang. Hanya Emely dan Nina yang terlihat sangat antusias untuk melakukan hal itu.


Nina ingin sekali jalan-jalan gratis ke luar negeri.


“Aku harus bisa melakukan hal ini dan mendapatkan liburan gratis ke luar negeri.”Ucap Nina bersemangat.


Emely hanya tersenyum mendengar ucapan indah dari sahabatnya itu.


Kemudian Bu Delia melanjutkan lagi pembicaraannya.

__ADS_1


“Orang yang akan kalian ajak kerja sama adalah seorang aktor sekaligus model terkenal. Namanya Kim doong woon.


Ia adalah aktor dan model terkenal dari korea, namun sekarang masih berlibur di indonesia selama satu bulan.


Orang ini yang sekarang lagi populer di majalah internasional. Aku harap ada yang bisa mengajaknya kerja sama ! walaupun kecil harapan kita untuk bisa merekrutnya bekerja sama, namun tak ada salahnya jika kita mencoba. Mungkin saja hal yang tak mungkin bisa menjadi mungkin.”Ucap Bu Delia menyemangati semua.


“Wow! Bu Delia terlihat sangat keren ya. Aku sangat suka dengan gaya bahasanya.”Ucap Emely jujur dengan perasaanya.


“Ah kamu ini aneh ya! Semua orang disini sangat tak suka dengan Bu Delia. Mengapa kamu sangat suka dengannya? dasar aneh!”jawab Nina bingung.


“Kamu tak tahu sisi keren dari Bu Delia. Dia adalah motivator terbaik. Jika kita ingin sukses, maka belajarlah dari Bu Delia.”Ucap Emely memuji managernya itu.


Nina tak tahu lagi harus menjawab apa pada sahabatnya, yang jelasnya saat ini Emely terlihat aneh menurut Nina.


Kemudian Bu Delia menunjuk enam orang untuk melakukan tugas ini. Mereka dibagi menjadi tiga kelompok. Setiap kelompok berjumlah dua orang.


Emely tak sangka akan ditunjuk dan berpasangan dengan Nina.


“Kamu dan teman disebelahmu harus mengerjakan tugas ini bersama-sama!”ucapnya tegas.


“Iya Bu Delia.”Jawab mereka (Emely dan Nina).


“Kalian harus bekerja keras dan saling membantu satu sama lain. Saya ingatkan kembali tentang orang ini ! dia adalah model sekaligus aktor yang sulit diajak bekerja sama. Apa kalian semua paham?”tanya Bu Delia.


“Iya bu.”Jawab mereka serentak.


“Bagus kalau begitu. Mulai dari sekarang mulai lakukan tugas kalian.”Ucap Bu Delia sambil meninggalkan ruangan itu.


Nina dan Emely tampak senang mendapatkan tugas itu bersama-sama.


“Aku senang bisa satu kelompok denganmu Emely.”Ucap Nina bahagia dan merasa antusias dengan tugas ini.


“Iya Nin. Pokoknya kita harus memenangkan perlombaan ini.”Jawab Emely optimis.


“Iya Emely. Aku yakin kita bisa melakukannya!”ucap Nina penuh keyakinan.


Mereka berdua akhirnya mulai mencari informasi mengenai Kim doong woon.


“Wah! Dia sangat tampan. Aku ingin memilikinya!”ucap Nina merasa jatuh hati pada foto Kim doong woon.


Emely merasa lucu dengan tingkah sahabatnya yang terlihat sangat konyol.


“Sudahlah Nin. Tak perlu kebanyakan menghayal. Ayo kita mulai tugas ini dan segera dapatkan hadiahnya !”jawab Emely yang terlihat sangat semangat.


“Iya Bu Natan.”Lagi-lagi Nina menggoda Emely.


Nina seakan tahu jika aku punya hubungan dengan sang direktur. Ucapnya menduga-duga.


“Apa sih yang ada di fikiranmu?”Nina penuh tanya


“Tak ada Nin. Dasar rese.”Jawab Emely tersenyum sambil mengacak rambut Nina.


Mereka berdua main kejar-kejaran seperti anak kecil hingga Natan muncul dalam ruangan.


Pria ini melihat tingkah dua gadis itu yang sedang menikmati permainan itu.


Semua karyawan langsung terdiam melihat kedatangan Natan, kecuali Emely dan Nina yang tak sadar akan hal itu.


Mereka berdua bingung dengan suasana yang begitu hening tanpa melihat ke arah pintu masuk.


“Kok suasana jadi hening Nin?”tanya Emely.


“Iya. Aku juga merasakan hal yang sama.”Jawab Nina sambil menoleh ke arah pintu.


Nina langsung pergi secepatnya ke tempat duduknya. Ia takut akan dapat teguran dari direktur.


Emely melihat Nina telah kembali ke tempat duduknya. Emelypun menyusul tanpa tahu kedatangan direktur.


Nina berbicara perlahan pada Emely.


“Ada direktur.”Ucap Nina perlahan agar tak terdengar.


Emely menoleh ke arah pintu. Ia sangat terkejut dengan kedatangan Natan.


Ada apa dengannya? Mengapa ia kesini lagi? Aku takut akan membuat semua orang curiga dengan kedatangannya! rintihnya dalam hati yang merasa khawatir dengan kedatangan Natan.


Kemudian sang direktur langsung berbicara tegas di hadapan para karyawan.


“Aku tak ingin melihat kalian bermain di kantorku. Disini tempat bekerja dan bukan untuk bermain seperti anak kecil. Perusahaan akan rugi jika karyawan di bayar hanya untuk datang main-main kesini.”Ucap sang direktur tegas dan seakan menyinggung Emely.


Sang direktur bersikap profesional. Ia tak ingin mencampurkan masalah pribadi dan urusan kantor.


Pak direktur terlihat sangat keren ! aku semakin kagum padanya. Puji Emely dalam hati.


“Kalian berdua jangan kebanyakan bermain. Cepat kerjakan tugas dari manager kalian! jangan menganggap hal sepeleh dengan tugas itu.”Sambung direktur mengingatkan.


Direktur menegur Emely dan Nina yang tampak bermain kejar-kejaran tadi


Mereka berdua tertunduk dan meminta maaf.


“Maafkan kami Pak!”ucap keduanya bersungguh-sungguh.


“Aku sudah bilang, jika kata maaf itu tak akan menyelesaikan masalah.”Jawab direktur sambil meninggalkan tempat itu.


Emely dan Nina akhirnya bekerja dengan sungguh-sungguh untuk mendapatkan informasi dari model terkenal itu. Mereka mengumpulkan semua data mengenai Kim doong woon, dari profilnya sampai hal-hal yang lain.


Setelah mendapatkan semua informasi, jadi mereka akan dengan mudah menemukan tempat Kim doong woon tinggal sekarang.

__ADS_1


“Rupanya tugas ini tidaklah mudah. Dia adalah seorang model terkenal. Mustahil untuk mengajaknya berbicara. Apalagi aku tak bisa berbahasa korea.”Ucap Nina.


“Jangan dulu berkecil hati sahabatku. Kita baru saja memulai ini, mengapa kamu sudah menyerah sebelum melakukannya?”jawab Emely semangat.


“Iya Bu Natan. Aku ingin sekali hadiah itu!”Nina masih dengan nada menggoda.


“Kalau mau hadiah, ayo kita kerjakan semua ini hingga akhir!”ajak Emely lagi dengan penuh semangat.


Kata-kata Emely berhasil membuat Nina semangat kembali.


Mereka telah mendapatkan informasi mengenai model terkenal itu beserta alamatnya sekarang.


Teman mereka yang lainpun tampak antusias memburu hadiah itu.


Nina dan Emely berencana akan mampir ke alamat model itu untuk memulai tugas mereka.


“Sebentar pulang kantor kita langsung saja ke alamatnya ya.”Ucap Emely.


“Oke beres.”Jawab Nina setuju.


Waktu jam kerja telah berakhir. Nina dan Emely sudah janjian pergi ke alamat tersebut.


“Ayo Nin, kita pergi secepatnya!”ajak Emely buru-buru.


Merekapun pergi menggunakan taxi dengan tujuan ke alamat itu.


Supir itu membawa mereka tepat pada alamatnya.


“Disini alamatnya bu.”Ucap supir taxi.


“Terima kasih pak.”Jawab mereka sambil membayar ongkos taxi.


Rumah itu sangat besar namun terlihat sunyi.


Di sekeliling rumah itu dijaga oleh seekor anjing berwarna hitam.


Mereka berdua takut masuk ke dalam karena anjing itu terus menggonggong.


Emely mengumpulkan segala keberanian untuk bisa masuk ke dalam halaman itu.


Nina tampak takut dan bersembunyi di belakang Emely.


Rupanya anjing itu di rantai, jadi tak akan mungkin mengejar mereka.


“Syukurlah, anjing itu di rantai!”ucap Emely.


Nina masih tetap takut dan terus berada di belakang Emely.


“Tempat ini kelihatan menyeramkan. Mengapa artis terkenal itu memilih tempat seperti ini?”ucap Nina penuh tanya dan pengeluhan.


“Tak perlu mengeluh. Kita berada disini karena ingin liburan kan?”jawab Emely mengingatkan tujuan utama mereka.


Nina kembali semangat melakukan tugas itu karena mendengar kata liburan gratis.


Tak lama kemudian ada seorang pria tampan dan bertubuh tinggi keluar dari kolam renang.


“Wow! Dia sangat sexi.”Ucap Nina memuji.


“Apa dia model itu?”tanya Emely.


“Sepertinya begitu.”Jawab Nina yakin.


“Kalau begitu, ayo kita langsung saja menghampiri dia !”ajak Emely.


Akhirnya kedua gadis ini langsung pergi menghampiri pria tampan itu.


“Selamat sore Pak?”Emely menyapa.


Pria itu masih merasa bingung dengan kedatangan dua gadis itu.


“Pria itu tak tahu bahasa indonesia. Apa kamu bisa berbahasa korea?”tanya Nina.


“Tak bisa Nin.”Jawab Emely lesuh.


“Kalau begitu kita gagal. Dia tak akan bisa mengerti dengan ucapan kita.”Ucap Nina mulai putus asa.


Melihat kedua gadis itu, membuat pria ini tersenyum. Mereka fikir jika pria itu tak bisa bahasa indonesia.


“Kalian siapa?”tanya pria asing itu.


“Wah! Ia sangat fasih berbahasa indonesia.”Puji Nina.


“Apa anda yang bernama Kim doong woon dari korea?”tanya Emely serius.


“Iya saya sendiri. Ada apa ya?”tanya balik Kim.


“Kami dari perusahaan majalah ingin menawarkan kerja sama dengan anda.”Jawab Emely langsung ke intinya.


“Maaf! Saya tak punya waktu meladeni orang-orang aneh seperti kalian. Saya tidak tertarik bekerja sama dengan anda. Mohon tinggalkan tempat ini dan jangan membuang waktu!”ucap Kim sambil meninggalkan mereka.


“Ternyata pekerjaan ini begitu sulit. Bu Delia benar dengan ucapannya.”Ucap Nina mengeluh.


“Sabar Nin. Walaupun hari ini gagal,namun kita jangan menyerah dulu. Kita akan terus dan akan terus mencoba sekalipun ribuan kali jatuh. Ayo tetap semangat dan dapatkan hadiahnya!”jawab Emely penuh semangat.


“Iya Bu Natan. Sekarang anda terlihat sangat mirip dengan Bu Delia.”Nina menggoda sahabatnya.


Walaupun tugas ini sangat sulit,namun Emely tak ingin semudah itu menyerah. Emely berjanji pada dirinya untuk mendapatkan hadiah itu dan bisa memenuhi keinginan sahabatnya. Itu yang ada dalam hati seorang Emely.

__ADS_1


Aku tak boleh menyerah sekarang. Jika aku menyerah,maka Nina akan mudah putus asa dalam melaksanakan tugas ini. Gumamnya dalam hati.


__ADS_2